You lie…kamu bohong !


Kisah ini saya alami sewaktu ikut dalam sebuah seminar di Bali ISTP SANUR-BALI.
Sambil menunggu presentasi dari Prof A.C. McIntosh dari University of Leeds, saya
sempatkan sedikit waktu untuk menulis. Jadi saya hotel Grand Bali Beach dalam
rangka ISTP-14 (International Symposium on Transport Phenomena). Meeting para
ahli dibidang Transport Phenomena lebih detail lagi bidang Heat, Mass and
Momentum Transfer. Event ini sudah berlangsung sejak 14 tahun yang lalu setahun
sekali diselenggarakan berpindah-pindah. Tahun ini Indonesia kebagian dan yang jadi
host-nya adalah Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI tempat dimana saya
bekerja. Panitia penyelenggaranya semua adik-adik yunior saya, kebanyakan yang
sudah pada jadi doktor jadi relatif sudah pernah ikut seminar internasional macam ini.
Saya sudah presentasi kemarin sore di session Heat Transfer.

Bagus atau jelekpresentasi saya gak jadi soal yang penting sudah selesai jadi sudah lega tidak adabeban lagi rasanya. Kalau belum presentasi rasanya stress juga, biar udah pengalaman
berkali-kali tetep aja stress itu tidak bisa hilang. Yang penting kita bisa ikut berkiprah
didunia internasional. Paper international ini juga sarana untuk kenaikan pangkat bagi
dosen dan peneliti karena nilai angka kreditnya cukup besar. Hari ini hari terakhir
karena dari rencana simposium yang 3 hari diperpendek jadi hanya 2 hari saja
sedangkan hari ke 3 diisi tour ke Kinatamani untuk para peserta seminar.
Banyak peserta mundur karena bom Bali dan SARS.
Hal ini disebabkan banyak peserta yang mengundurkan diri karena peristiwa bom Bali
dan berjangkitnya SARS. Peserta dari Australia kebanyakan mundur karena trauma
bom Bali. Sedangkan peserta dari Timur Tengah banyak yang mundur karena takut
sama SARS. Awalnya ada 200 lebih peserta yang menyatakan kesediaannya untuk
datang namun karena kendala-kendala tadi makalah yang jadi tinggal hanya 94 saja di
Proceeding dan peserta yang datang mungkin hanya 70 lebih. Saya pribadi tentu lebih
senang seminarnya 2 hari saja apalagi di hari ke 3 ditawarin tour. Rencananya besok
saya mau ikut.
16.45
Dari kejauhan disebelah kiri terlihat 2 orang sedang mengayuh kano, disebelah kanan
jarak beberapa meter saja dari tempat saya duduk di pasir ada sepasang turis Jepang
muda sedang memandang laut santai. Persis di depan saya ada bapak sama anak
lakinya lagi menikmati pinggir pantai laut Sanur. Tak ketinggalan sepasang turis bule
disebelah kiri, tentu saja yang wanita berbikini walaupun yang body-nya sudah
banyak kendor disana-sini, Gak pa pa lah.. who cares ? Angin laut terus berhembus
segar, saya menikmatinya sambil menulis catatan harian ini yang nantinya saya
niatkan untuk melengkapi buku saya edisi 2003 yang lagi direformat oleh Qose, yang
terakhir ini mahasiswa sastra, nama aslinya Kosim, dia teman main band dan suka
bantuin nerjemahin macam-macam teks. Walaupun sekarang musim libur siswa
sekolah dan juga musim libur di Eropa dan Amerika, dan walaupun kelihatannya di
plane kemarin passengers banyak sekali, namun kelihatan sekali bahwa turis di Bali
ini berkurang banyak. Sanur yang tampak oleh saya terlihat sepi dibanding biasanya.
Dari sejak datang hari minggu saya belum mampir ke Kuta, banyak yang bilang toko-tokonya banyak yang tutup karena tidak ada pembeli.
Simposium ini berakhir sore ini, tadi session terakhir Heat Transfer saya jadi
Chairman. Dari sedianya ada 4 makalah yang akan dipresentasikan hanya ada 3 yang
hadir, Makalah pertama tadi dibawakan oleh orang India tapi nampaknya dia bukan
dari India yang aneh dia sebenarnya juga bukan authornya (penulisnya) dia Narayana
diminta oleh temannya india bernama Sreetamu yang sejak kemarin galak betul
nanyanya kepada setiap pemakalah mungkin dia pulang duluan. Tapi kelihatannya
okay dengan bahasa Inggris aksen India Narayana presentasi dengan cepat dan lancar.
Komentar dari audience ada beberapa salahsatunya dari McIntosh Prof dari Leeds
yang saya sebut diawal teks. Pertanyaan ini membuat suasana jadi lebih idup. Yang
kedua dari Hanyang Univ Korea Mr Park, dia bicara tentang optimasi Plate Heat
Exchanger. Kelihatannya audience kurang menangkap sehingga tidak ada yang tanya
terpaksalah saya nanya kebetulan saya mengerti sedikit, lumayanlah tanya jawab itu
dan pertanyaan saya memang ringan-ringan saja. Cuma saya agak kaget waktu saya
beri komentar awal, dia jawab “You lie!”, gila ini orang saya dibilang bohong tapi
dari ekspresi dia selanjutnya kelihatannya dia tidak bermaksud mengejek saya tapi
memang aksen orang korea itu agak aneh, cadel orang betawi bilang. Setelah
beberapa menit baru saya sadari bahwa komentar dia tadi itu maksudnya “You’re
right ! ”
Begitulah sering terjadi salah paham karena bahasa, untung tadi saya tidak cepat
marah. Presentasi ketiga juga banyak matematiknya, terus terang saya tidak mengerti
ternyata audiencenya cuma tinggal tiga orang dan tidak satupun yang tanya.
Terpaksalah sessi itu saya tutup demikian saja dan kami lebib cepat selesai dari sessi-sessi
lain karena memang hanya 3 makalah yang dibahas dari seharusnya 4.
Angin dan ombak dari arah laut menderu-deru, matahari sudah semakin condong
kearah barat sudah hampir satu jam saya duduk dan menulis dipantai sanur ini.
Gimana kalau saya main flute dulu dipinggir laut kan excited. Okay saya main dulu
ya… flutenya ada di ransel yang saya bawa ini. (17.15).
090703-20.00
Sembari nunggu pesawat mungkin 30 menit lagi take-off dari bandara Ngurah Rai,
saya sempatkan sedikit menulis… Wah tapi nampaknya pintu menuju pesawat sudah
terbuka mungkin sebentar lagi passenger akan disuruh naik boarding ke pesawat. Biar
aja deh sampai di announce… Benar aja dah dipanggil.

Ini di pesawat.-  Tadi pagi dengan bus saya ikut tour Kintamani bersama seluruh
partisipan seminar ISTP. Banyak juga yang ikut sehingga panitia perlu menyiapkan
dua bus lengkap dengan tour guide berbahasa Inggris. Tujuan pertama ke Batu Bulan
untuk melihat Barong and Keris Dance, selama satu jam. Rupanya tempatnya
memang sudah disiapkan untuk turis. Tempat duduknya bisa menampung ratusan
penonton memang banyak juga bus turis lain yang sengaja mampir disitu jadi sudah
well-organized. Dulu tahun 1987 atau 88, Wahyu anak barep saya waktu itu masih
kecil mungkin kelas satu SD, jurusan Mesin pernah piknik ke Bali, kayanya waktu itu
juga mampir ke tempat seperti ini tapi tidak sama karena seingat saya waktu itu
teaternya ditengah sawah. Sampai disitu jam 0900 kita sudah disambut dengan
gamelan bali, sementara itu berdatanganlah turis lain sampai jam setengah sepuluh
banyak juga turis mancanegara kira-kira fifty-fifty dengan turis domestik. Jam 0930
tarian mulai dengan munculnya penari barong dua orang belakang depan mirip
dengan barongsay cina. Sebelumnya sudah dibagikan penjelasan tentang tarian itu
dalam berbagai bahasa saya lihat ada juga bahasa korea dan jepang kelihatannya
penyelenggara sudah cukup siap dengan segala sesuatu kepentingan para turis baik
domestik maupun mancanegara.
Bagi saya tarian berikut musiknya sungguh bagus dan terasa asli dibawakan oleh
orang bali dan live show pula jadi sangat alamiah. Walaupun lembar keterangan
tentang tariannya kurang jelas, namun pesan yang disampaikan dapat tertangkap yaitu
pertikaian antara kebaikan dengan kebatilan tidak akan pernah berakhir sampai akhir
dunia. Senitari yang indah itu menunjukkan budaya bali yang tinggi dalam suasana
yang asli bali ini getaran jiwanya sangat terasa. Belakangan waktu saya tanya sama
Nyoman Wardana dari univ Brawijaya yang ikut seminar ini, pak wardana ngerti
dong ya apa yang dikatakan para penari itu, penari itu sambil menari juga menyanyi
ngidung dan bicara. “Wah gak ngerti, mereka itu bicara bahasa bali kuno”, gitu jawab
pak wardana.

-0-

Tulisan ini merupakan salah satu artikel yang ada di buku yang berjudul

DUA DEKADE dan bisa di download melalui address ;

http://www.4shared.com/zip/InmtBsNI/BukuDuaDekade.html


 

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s