Perkapalan UI…Semangat…


Oleh: Mukti Wibowo

-0-

Rekan2 ku,

Sulit untuk dipungkiri bahwa hamparan laut diantara kepulauan negara kita sangat memerlukan moda transportasi laut yang efisien, guna mengangkut penumpang ataupun barang dalam jumlah/kapasitas besar Ilmu pengetahuan dan teknologi perkapalan tanpa kita sadari telah berkembang pesat, kita tidak perlu melihat terlalu jauh kebelakang…cukup 10 tahun yang lalu…sudah terbukti banyak perobahan, bahkan 5 th lalu industri kapal aluminium belum terlihat namun saat ini sudah menyebar a.l. dari Batam-Lampung-Merak-Jakarta-Semarang-Surabaya-Madura-Banyuwangi….semua disana sdh terdapat shipyard pembuat kapal cepat konstruksi Aluminium ….

Tentunya industri perkapalan tidak akan lepas dari aturan2/regulasi mengenai perkapalan yang baru, ….contohnya 10 th lalu kita belum mengenal double skin…maka dengan dipagari rambu2 seluruh kapal tanker harus memiliki double skin, juga telah lahirnya aturan2 international yang merupakan system yang harus diimplementasikan diindustri pelayaran …Setelah berkembangnya hardware dan software hal ini semua menuntut berkembangnya brainware yaitu sdm yg didapat dan terinstall di kepala para engineer… ….

Mmmm tepat 10 th lalu saat saya diberikan kesempatan untuk sharing pengetahuan di perkapalan UI waktu itu angkatan 01 rasanya ingin menyampaikan seluruh apa yang saya ketahui…dan saat itu para mhs semangat…we are eager to do something…dan saat ini setelah saya melihat jumlah mhs dan mhsi perkapalan UI yang bertambah jumlahnya maka…terlihat semangat itu masih ada….we are STILL eager to do something….dan harapan kedepan mari kita terus semangat untuk mengembangkan perkapalan UI khususnya dan industri perkapalan di Indonesia umumnya

Buat ex mhs saya tentunya msh ingat saya pernah menulis…industri perkapalan indonesia

spt..Mutiara yang terlupakan….

Ayo mari maju… Hanya ada 1 kalimat yang cocok :

Bravo Perkapalan UI!

Salam kapal

Mukti

Iklan

3 responses

  1. salam bahari. kita berkali2 bertekad untuk kembali ke laut. sampai2 pada era Gusdur dibentuk Departemen Kelautan (sekarang DKP). Begitu juga dgn program Revolusi Biru yang dicanangkan Pak Fadel (Mantan menteri DKP) namun semuanya belum sepenuhnya dihayati oleh kita. Sementara selalu kita dengarrkan (ingat) lagu nenek moyangku seorang pelaut, tapi kita juga selalu lupa kembali ke laut. Betapa banyak kapal2 asing yang beroperasi di Indonesia, betapa banyak kita memesan kapal kapal di LN, betapa banyak kita membeli kapal bekas dari LN. Kita harus kembali membulatkan tekad untuk kembali ke Laut. salam

    • Salam Bahari,
      Memang benar sekali mengenai kenyataan bahwa banyak sekali kapal yg beroperasi di bumi Nusantara adalah buatan LN bahkan kapal bekas LN.
      Hal ini juga yang membuat industri galangan kapal di Indonesia kurang berkembang. Dari beberapa diskusi menyebutkan hal ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sektor ini khusunya mengenai pajak masuk part-part kapal. Di lain pihak beberapa galangan sendiri kurang mefokuskan diri untuk bisa bersaing dengan industri luar negeri mulai dari cost sampai dengan delivery time, sebut saja pertamina dari puluhan tanker yang dipesan hanya beberapa unit saja yang dibuat dalam negeri.
      Saat ini pemerintah sudah menerapak Azas Cabotage dimana semua kapal yang beroperasi di perairan Indonesia wajib menggunakan bendera Indonesia, hal ini bertujuan untuk meningkatkan daftar kapal berbedera Indonesia jg diharapkan meningkatkan industri galangan dalam negeri khusunya pembangunan kapal baru.
      Namun begitu, saya sendiri menilai banyak unsur2 yang berkemptingan di area tersebut, sehingga Azas Cabotage belum mutlak dapat memajukan industri perkapalan Indonesia, harus banyak pembenahan agar benar-benar menjadi tonggak bukan hanya sebatas bisnis.
      Tanpa harus menyalahkan siapapun, tekad kuat untuk kembali ke Laut harus dijunjung tinggi dan di aprisiasi.
      Salam

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s