TOT Lemhannas


Dari mulai tgl 24 September s/d tgl 29, saya ikut pelatihan
TOT Lemhannas.
Tentu anda tahu dong maksudnya TOT…Ya’ betul…Training of Trainers. Sedangkan Lemhannas, awas…bukan Lemhanas ,jadi bukan Lembaga Pertahanan Nasional… Lalu apa dong ?
Nah ini yang bener Lemhannas adalah
Lembaga
Ketahanan
Nasional
Tuh biar tahu, kampusnya di Jl Kebon Sirih tembus ke Jl Merdeka Selatan Jakarta.

Perlu juga saya berbagi dengan anda semua apa-apa saja yang kami dapat dikursus satu minggu ini. Namun sebelum itu better saya critain dulu deh tentang beberapa hal. Semestinya kursus yang biasa diselenggarakan di Lemhannas ini periodenya cukup panjang dulu namanya KRA Kursus Reguler Angkatan lamanya 9,5 bulan. Lalu ada KSA lamanya 6 bulan, lalu ada beberapa lagi, sus ini sus itu  kursus ini kursus itu…saya gak inget banget.

Nah kalo jaman orde baru kursus2 ini sangat bergengsi karena kalo di TNI Polri adalah tiket untuk jadi perwira tinggi kalau asalnya pamen (dari koloneljadi brigjen dansetara dg itujuga di AL, AU dan Polri). Kemudian juga tiket untuk jadi eselon 1 (dirjen dan deputi di kementrian atau departemen), boleh dibilang ini diperuntukkan bagi calon pejabat tinggi pemerintahan. Dengan begitu para pejabat banyak saling kenal hal ini sangat memudahkan kordinasi dan kerja terpadu.

Sejak jaman perubahan Reformasi 1998-2000 keadaan mulai berubah. Walaupun k.l. masih sama  s/d tahun 2010 an.  Tapi kira-kira separuhnya sudah tidak sama lagi. Kalau dulu untuk jadi menteri musti lulus Lemhannas dulu tapi kalau sekarang tidak lagi. Kemudian jadi pejabat eselon 1 untuk para eseleon 2 (juga eselon 1 yang belum) nampaknya kalau dulu wajib. Tapi sekarang kliatannya gak gitu2 amat.

Nah sekarang TOT ini khusus untuk dosen dan durasinya satu minggu saja, karena menurut Gubernur Lemhannas nanti2 banyak kalangan perlu ditatar misalnya orang2 media, bahkan para politikus dan tak lupa juga adalah pengusaha. Menurut survey penceramah atau penatar yang lebih dipercaya karena tidak mewakili kepentingan sektoral adalah Dosen Perguruan Tinggi. Jadi berkumpullah 86 dosen dari 20 universitas baik jabotabek maupun dari daerah, sementara hanya sumatera dan Jawa saja. Mungkin nanti akan dikembangkan lebih jauh.

Mengenai konten bila saya sarikan pendek saja, mengenai 4 konsensus dasar atau kalangan lain menyebutnya 4 pilar, yaitu Pancasila, UUD45, NKRI dan Bineka Tunggal Ika. Memang ditengarai banyaknya konflik sekarang ini internal maupun external, sangat mungkin membahayakan kondisi  kesatuan negara kita.

6 responses

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s