Mahasiswa UI membantu kaum miskin


Nama baik Universitas Indonesia kembali terangkat, mencuat ke permukaan. Kali ini bukan di dunia internasional, bukan di jurnal ilmiah bergengsi apalagi di kongres ataupun seminar iptek yang canggih dan hebat. Tapi kali ini justru di kalangan masyarakat miskin, diantara kaum yang terpinggirkan. Mereka yang tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Orang-orang yang tidak pernah mendapat fasilitas pendidikan apalagi fasilitas kesehatan yang memadai. Mahasiswa langsung terjun ke tengah masyarakat yang kurang beruntung, untuk memberi bantuan dan secercah harapan serta sedikit kegembiraan dan mungkin juga secuil kenikmatan pada anak-anak orang miskin, anak yatim piatu, mereka yang tinggal di pinggir kali, bahkan di gubuk-gubuk pemulung.
Siapakah mahasiswa-mahasiswa itu ? Ide darimana koq tahu-tahu muncul keinginan membantu kaum miskin yang ada di sekitarnya ? Kaum intelektual yang biasa bergaul dengan buku dan computer, kebanyakan malah anak orang kaya, yang masing-masing punya laptop untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Kita tahu betul sekarang sekolah di UI bayarnya mahal, jadi tingkat social dari mhs sekarang memang tidak sama lagi dengan dulu.


So guyz, aktivitas ini bukan program dari universitas, bukan juga program dari fakultas. Biasanya kalau program yang diarahkan dari atas, tentu anggaran juga sudah disediakan. Kalau tak ada anggaran maka tidak ada kerja deh… Siapa yang mau kerja bakti tanpa dibekali dana yang cukup. Tapi yang ini berbeda sahabatku… Bahkan semua bantuan dan kerja ini kami tanggung sendiri biayanya dengan masing-masing iuran sejumlah uang yang mampu kami pikul, asli dari uang sendiri, jadi bukan dari pemerintah berarti juga bukan uang hak rakyat.
Inisiatifnya datang dari guru dan murid bersama-sama. Semua di-compile dalam bentuk proyek. Jadi brainstorming ide, lalu perencanaan, kumpul proposal dan budget. Minta ijin sana sini dulu dengan surat dari guru kelas ada juga surat keterangan karena mungkin kalau kita masuk lahan orang tanpa keterangan yang , sangat mungkin kita akan dicurigai. Disinilah intelektualitas diperlukan, siapa lagi yang akan menolong rakyat miskin kalau bukan mahasiswa. Etika itu bukanlah sopan santun, lihat saja mereka yang kelihatan santun di TV, bahkan cantik sepertinya pintar bicara politik karena memang wakil rakyat di parlemen. Tapi nyatanya mereka toh korupsi juga namun karena ‘pintar’ korupsinya jadi tidak bisa ketahuan. Intinya etika itu adalah AMAL PERBUATAN. So… disinilah tindakan nyata itu perlu direalisasikan.
Tugas utama di kelas Etika ini disebut Proyek Etika Terpuji, dari mulai ide awal, konsep, perencanaan, proposal, survey, eksekusi dan laporan final, total waktunya 6 minggu. Baru kali ini di kelas Internasional FTUI kuliah Etika diselenggarakan, walau di kelas regular secara parallel juga berjalan kuliah Etika tapi bahasan ini hanya menyangkut kelas internasional saja. 35 orang member of the class terbagi dalam tujuh group yang mendefinisikan sendiri proyek apa yang akan mereka laksanakan untuk menolong kaum miskin yang ada disekitar mereka.
Jadilah satu group yang dimotori oleh mahasiswa seniman, mereka bergerak masuk nylusup ke sekolah kecil anak jalanan yang tidak punya… yang tidak punya…apa ?
Yang tidak punya WC… duh jadi group ini nekad membuatkan WC untuk sekolah itu. Tentu mereka mengusahakan dari bahan-bahan yang sederhana saja. Mhs ganteng-ganteng ini tak canggung babat rumput alang-alang kemudian memasang triplek dlsb. Padahal di rumahnya sendiri saja mereka pasti tidak pernah membabat rumput. Group lain rupanya mereka ini pencinta lingkungan, sehingga di hari bumi mereka merayakan bersama anak-anak dilingkungan pinggir kali sambil memberi pencerahan dan bermain bersama kaum yang terpinggirkan (sampai kepinggir kali).
Ada lagi yang niat betul untuk membantu pemulung. Bahkan perkampungan pemulung ini memang sudah mereka datangi saat tugas awal visit yang lalu. Mereka bergerak membeli semen dan pasir untuk membuat tanggul yang kala banjir air masuk ke rumah pemulung. Mahasiswi yang kinyis-kinyis pun tak canggung mengangkat ember adukan semen pasir… Kan ada yang dari jurusan sipil, jadi semestinya mereka memang sudah pernah praktek bikin adukan semen pasir. Kalau anda tak percaya lihat saja videonya saat mereka tersenyum bersama pemulung diantara gerobak sampah. Group 4 punya ide hebat, mereka bikin kursus menjahit untuk anak yatim, sehingga diharapkan nanti pada saatnya anak remaja putri yang yatim ini bisa mendapat pekerjaan di konpeksi yang banyak memerlukan tenaga penjahit. Ada pula group yang bikin taman bacaan untuk anak, dengan maksud menanamkan sedari kecil rasa gemar membaca.Sekaligus mereka menyumbang buku dan memperindah ruang baca dan membuat acara cerita anak. Sehari bersama anak-anak merupakan sebuah kegiatan yang berarti bagi rakyat miskin.
Group 6 ini hebat juga mereka datang ke mushola dan segera memperbaiki dan membuat MCK dan memperbaiki tempat wudhu dengan menambah. Bahkan MCK ini merupakan bangunan baru. Koq tak bisa dipercaya… akankah budget mereka mencukupi, tapi konon mereka nyari sumbangan ke developer, yang penting MCK nya berfungsi. Yayasan Sahabat Anak dikunjungi oleh group 7 dengan 200 buku sumbangan, diantara anggota group mereka ini ada yang berkebangsaan Pakistan, sekalipun demikian si Nafees ini tak canggung bergaul dengan anak-anak di Gambir jakpus. Juga none Jakarta as one of the member, weekend itu jadi guru TK juga sehari. Kalau tidak karena tugas proyek etika ini kapan mereka akan sempat menghibur anak-anak miskin ini. Sekali lagi bila anda tak percaya, watch the video.
Terimakasih kepada mahasiswa yang telah mengharumkan nama UI, yang akhir-akhir ini menurun di massmedia karena berbagai hal yang terjadi ditingkat elitnya. Kali ini mengharumkan nama UI di mata masyarakatnya sendiri yang ternyata belum pernah disentuh oleh sivitas akademika. Bahkan pesan dari orang miskin itu terungkap dari laporan mereka “Adik-adik mhs nanti kalau sudah jadi pejabat, janganlah melupakan kami yang bergelimang sampah ini.”

Raldi A. Koestoer – 06 Mei 2012.-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s