Indonesia menolak minyak Iran


-0- salinan dari milis sebelah -0-

Re: (news) Produksi Minyak Minim, Tapi Kok RI Ekspor Minyak?
Posted by: “Iwan Husdiantama” niharder@yahoo.com niharder
Thu Apr 19, 2012 7:07 pm (PDT)

Saya suka email dari mas Irwan….

Intinya kita ini terutama kebanyakan orang2 migas menjadikan tuhannya adalah
begundal AS dan Tel Aviv…….

Tks.

From: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
[mailto:Migas_Indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of Irwan Kurniawan
Sent: 11 April 2012 12:41
To: migas_indonesia
Subject: Re: [Oil&Gas] (news) Produksi Minyak Minim, Tapi Kok RI Ekspor
Minyak?

“..
Dengan jatuhnya sanksi ekonomi Amerika-Eropa kepada Iran maka Iran menjual
minyak
termurah dengan pembayaran termudah. Bisa dapat diskon 15% dan bayar pakai
Rupiah,
bukan dollar. Tapi semua tutup mulut. Peluang emas ini sirna begitu saja
karena taat dan
beriman kepada big boss di Washington-London-Tel Aviv. Retorika Indonesia
sebagai negara
yang bebas dan aktif cuma omong kosong. Padahal Rusia, India, China,
Pakistan, Turki,
Jepang, Korea dan terakhir Afrika Selatan menyambut dengan senyum sumringah
murah
meriah minyak Iran.

Tapi bagi Republik Indonesia? Tetap menjadi begundal AS. Sementara saat ini
pemerintah
gembar gembor akan mencabut subsidi BBM dan pasrah bahwa kenaikan harga BBM
sudah
takdir ilahi, bukan akibat akal bulus yang amat terang benderang.
..”

Kasihan nasib RakyatRI..Punya Presiden tapi takluk pada titah negara lain..

“I Love United States with All its faults, and consider it as my second
country”..

Gila!! Di jaman sebelum merdeka, orang kaya gini pantas/harusnya dihukum
mati.. ūüė¶


Wassalam,

Irwan.K
“Better team works could lead us to better results”
http://irwank.blogspot.com
fb/twitter/skype: irwank2k2

http://www.amperanews.com/afrika-selatan-nikmati-minyak-murah-iran-indonesia
-malah-menolak/

Afrika Selatan Nikmati Minyak Murah Iran, Indonesia Malah Menolak

Pada :06/04/2012 Kategori :
HEADLINE, INTERNASIONAL
| Comments Off | 909 Pembaca

Amperanews.com : Retorika Indonesia sebagai negara yang
bebas dan aktif cuma omong kosong. Padahal Rusia, India, China, Pakistan,
Turki, Jepang, Korea dan terakhir Afrika Selatan menyambut dengan senyum
sumringah murahnya minyak Iran.

Malang benar nasib Republik Indonesia yang tetap
bersikukuh tunduk kepada komando yang diberlakukan AS terhadap Indonesia.
Pada Februari 2012 bulan lalu, kapal tanker minyak Iran lego jangkar di
Perairan Karimun, Batam, Indonesia yang oleh pemerintah hanya dianggap
wisata dan dolanan oleh pejabat negara.

Sementara dilaporkan, saat ini Afrika Selatan dilaporkan
terus meningkatkan impor minyak mentah dari Iran sebesar 364 juta dollar
pada Februari, naik dari nol pada bulan sebelumnya meskipun AS terus menekan
negara itu, dikatakannya Afrika Selatan dengan tegas mengabaikan embargo AS
yang dikenakan kepada Republik Islam, kata laporan resmi Afrika Selatan, The
South African Revenue Services (SARS).

The South African Revenue Services (SARS) pada Senin,
02/04/12 mengungkapkan bahwa pada bulan Februari 2012, negara itu sudah
mengimpor 417.000 ton minyak mentah Iran dimana mengalami sedikit penurunan
sejak bulan Oktober 2011 yang mengimpor 467.000 ton minyak mentah Iran,
Reuters melaporkan.

Pada bulan Januari 2012, perdagangan dan bea cukai
menunjukkan bahwa impor minyak mentah Afrika Selatan dari Iran berada pada
titik nol, dibandingkan dengan rata-rata bulanan sebesar USD 280 juta pada
tahun lalu.

AS dan Uni Eropa telah memberlakukan sanksi finansial dan
minyak terhadap Iran sejak awal 2012. Namun bagi Tehran, sanksi itu tidak
akan mampu menghentikan Republik Islam untuk mandiri dalam program energi
nuklir.

Dengan jatuhnya sanksi ekonomi Amerika-Eropa kepada Iran
maka Iran menjual minyak termurah dengan pembayaran termudah. Bisa dapat
diskon 15% dan bayar pakai Rupiah, bukan dollar. Tapi semua tutup mulut.
Peluang emas ini sirna begitu saja karena taat dan beriman kepada big boss
di Washington-London-Tel Aviv. Retorika Indonesia sebagai negara yang bebas
dan aktif cuma omong kosong. Padahal Rusia, India, China, Pakistan, Turki,
Jepang, Korea dan terakhir Afrika Selatan menyambut dengan senyum sumringah
murah meriah minyak Iran.

Tapi bagi Republik Indonesia? Tetap menjadi begundal AS.
Sementara saat ini pemerintah gembar gembor akan mencabut subsidi BBM dan
pasrah bahwa kenaikan harga BBM sudah takdir ilahi, bukan akibat akal bulus
yang amat terang benderang. [Islam Times/on/Press TV]

Pada 11 April 2012 10:55, Ahmad Mujib
menulis:

Selasa, 10/04/2012 12:33 WIB
Produksi Minyak Minim, Tapi Kok RI Ekspor Minyak?
Rista Rama Dhany – detikFinance
http://finance.detik.com/read/2012/04/10/123316/1888718/1034/produksi-minyak
-minim-tapi-kok-ri-ekspor-minyak

Jakarta – Produksi minyak Indonesia saat ini rata-rata
mencapai 930 ribu barel per hari (bph), namun dari jumlah tersebut sebagian
ternyata di ekspor ke luar negeri. Padahal jumlah kebutuhan bahan bakar
minyak (BBM) di dalam negeri rata-rata diperkirakan 1,4 juta bph.

Untuk mencukup kebutuhan BBM dalam negeri tersebut Indonesia harus mengimpor
minyak dari luar negeri. Lantas kebutuhan dalam negeri saja kurang mengapa
harus diekspor produksi minyak kita?

Dikutip dari situs Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dikatakan
produksi minyak mentah Indonesia terutama ditujuan untuk memenuhi kebutuhan
domestik, namun sebagian diekspor keluar negeri karena spesifikasinya tidak
sesuai dengan kebutuhan kilang dalam negeri.

“Negara-negara yang membeli produksi minyak Indonesia di antaranya Jepang,
Amerika Serikat, Korea, Taiwan, Singapura dan lainnya. Jepang merupakan
negara terbesar pembeli minyak Indonesia yakni pada 2010 mencapai 19,3% dari
total ekspor minyak atau mencapai 23.407 ribu barel sedangkan pada 2011
sekitar 36.823 ribu barel (36,6%), sementara Amerika pada 2010 membeli
minyak Indonesia sebanyak 4.779 ribu barel dan pada 2011 sekitar 5.553 ribu
barel,” demikian pernyataan Ditjen Migas.

Namun sejak 2004 hingga 2011 ekspor minyak Indonesia cenderung menurun, pada
2004 ekspor minyak Indonesia total mencapai 178.869 ribu barel, 2005 turun
159.703 ribu barel terus turun terakhir pada 2011 hanya 100.744 ribu barel.

Terkait kebutuhan BBM dalam negeri rata-rata mencapai 1,4 juta barel per
hari artinya ada kekurangan pasokan BBM untuk dalam negeri, pemerintah
melakukan impor minyak yang sesuai spesifikasi kilang minyak di Indonesia.

Kilang minyak Indonesia dibangun pada saat produksi minyak Indonesia masih
sekitar 1,5 juta bph atau di atas kapasitas kilang (1,057 juta bph) dan
masih dapat memenuhi konsumsi dalam negeri. Namun pada perkembangan
selanjutnya menunjukkan bahwa produksi minyak semakin menurun dan di bawah
kapasitas kilang dalam negeri, sementara konsumsi meningkat namun
peningkatan kapasitas kilang sangat terbatas.

Terkait produksi 930 ribu bph tersebut, tidak seluruhnya dimiliki Negara,
namun dibagi dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dimana 60% hasil
produksi milik Negara 40% milik KKKS. Sehingga produksi 930 ribu bph
tersebut yang menjadi bagian Negara hanya 586 ribu bph.

Terkait impor minyak pada 2011, Indonesia mendapatkan pasokan tambahan
minyak dari sekitar 8 (delapan) Negara, pasokan terbesar ada dari Arab Saudi
yakni pada 2011 mencapai 35.485.274 bph, dari Azerbaijan sebesar 19.505.368
bph, Nigeria sebesar 16,689.013 bph.

“Save a Tree” – Keep it on screen – think before you print this email.

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s