Malam 27 Masjid P Indah


Tentu malam 27 Ramadhan adalah malam yang spesial. Konon kalau di Arab Mekah or Madinah, 27 Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, jadi semua orang tumpleg bleg di masjidil haram. Tapi rupanya bukan di Mekah saja orang tumpleg di Masjid ternyata di Jakarta begitu juga. Buktinya parkiran mobil di masjid Pondok Indah sampai luber ke jalan bahkan jalan di depan masjid PI sudah hampir ketutup tinggal satu jalur, tiga jalur diambil oleh mutakif masjid di malam 27. Ternyata bukan mobil saja yg parkir di halaman masjid tapi juga bus, rupanya bus2 ini akan mengantar orang mudik bersama yang dikordinir oleh Indosat.
Berangkat dari rumah saya kali ini ditemani oleh 4 orang lagi, sungguh senang karena biasanya saya sendiri saja. Ibunya anak-anak ikut serta Lulu berikut dengan 2 ponakan lagi Ridwan dan Utha… Nah jadilah ramai seisi mobil ribut aja sejak dari rumah. Yang menyenangkan lagi adalah konsumsi sahur yang dibawa terdiri dari berbagai menu ala barat dan ala Indonesia… tuh kan begitu kalau ibu-ibu ikut itikaf.

Sebelumnya saya sudah janjian dengan dua orang. Yang pertama sms an dengan Boni Mamoedi, ini orang istimewa buat saya… Kenapa coba tebak ?…

Karena beliaulah teman saya itikaf pertama kali tahun 1994 di masjid Babut Taubah. Beliau keluar dari Kemang Pratama tahun 2005 sedangkan saya keluar sudah lebih dahulu  tahun 2000. Waktu dulu kalau itikaf di sana kami hanya berdua atau bertiga dengan Nunung Rahmat (pilot). Dan memang sejak 2005 itu saya tak pernah lagi ketemu BM ini. Minggu lalu saya kirim FB untuk ngajak itikaf, tapi karena kerjaannya di Kedutaan Italy sibuk, jadi BM baru bisa malam 27 ini. Yang kedua Bram (Sri Bramantoro) ini mitra bisnis2an di Sekawan Utama. Yang dari kemarin sudah saya ajak tapi baru bisa malam 27, maklumlah katanya kerjaan dunia gak abis-abis.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2370851316060&set=at.1690728793422.2095265.1393812868.717409284&type=1&theater

Qiayamulail mulai jam 2 lebih di-imami oleh Al-Hafidz yang membaca dengan fasih ayat Quran diantaranya ada ayat sajadah, saya ingat karena sujud tilawahnya. Cukup lama 1 jam sih ada, dan itu doa qunutnya… luarbiasa panjang nyaingin qunut yang di Mekah semua umat islam didunia di doa’in… luarbiasa… Filistin, Somalia, Kashmir, AlAqsa.. wah keliling dunia deh. Bodi saya kliatannya ok dan sehat saja karena tahun lalu qiyamulail 27 Ramadhan di Mekah di rakaat-rakaat akhir saya sudah tidak kuat berdiri lagi saking pegelnya kaki dan tangan, alias ngaminin qunut sambil duduk saja di lantai. Maklum kalo disana 2 jam lebih dari jam 1 s/d jam 3 lebih.

Setelah selesai solat malam 11 rakat include witir 3 rakaat, acara gelap2an dilanjutkan dengan muhasabah alias itung2an refleksi diri, Kalo tadi witir banyak yang nangis maka muhasabah ini  diiringi dengan tangis menangis juga. Selesai itu mulailah acara yg menggembirakan unyuk anak dan ponakan yaitu makan sahur bareng sejuta umat di masjid pondok indah. Baru disinilah saya ketemu Pak Boni Mamoedi yang ternyata parkir mobil sebelahan dengan saya. Makan ngobrol tertawa bersama para pengunjung lain membuat suasana malam menjadi lebih semarak. Terlihat juga teman itikaf Ramadhan yang lain Syahdan. Yang ini mah teman SMA saya yang selalu rajin datang ke Masjid PI di 10 malam terakhir.

BTW kalo mau tau suasana 27 Rmd di masjid Attin , lihat tulisan pendekar itikaf Depok  Imansyah di blognya:

http://imansyah88.wordpress.com/2011/08/27/itikaf-ramadhan-1432-h2011m/

Selesai solat subuh jamaah, saya tak ikut dengar ceramahnya tapi langsung balik pulang coz anak dan ponakan sudah ngantuk termasuk drivernya nih… rada kurang tidur akhir2 ini karena berbagai hal.

Tak terasa kita sudah berada dipenghujung Ramadhan. Kita akan segera berpisah… sungguh engkau seperti mahluk yang selalu menemani diriku ditengah malam dibulan yang suci ini. Tak ada yang tahu diantara kita apakah tahun muka kita masih bisa bertemu lagi. Satu teman mutakif yang dulu bertemu di malam2 terakhir sudah mendahului… Hermas Sutjipto,,, Semoga arwahnya berada ditempat yang indah seperti dulu kami sering bersama dimalam indah seribu bulan pada Ramadhan-ramadhan yang lalu. Lailatul qadr khairummin alfi syahri… Malam yang lebih indah dari seribu bulan…

Raldi A. Koestoer – 27 Rmd 1432H – 27 Agustus 2011.-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s