Malam 25 (itikaf)


Segala sesuatu rasanya sangat cepat berlalu. Tahu-tahu Ramadhan ini tadi malam sudah sampai malam ke 25 tahun hijriah 1432 alias tanggal 25 Agustus 2011. Di sepuluh hari terakhir ini saya tidak membuat jadwal khusus mau itikaf dimana, tapi se ‘grenjet’ hatinya aja. Jadi kalo malam 21 dimana saya mulai pertama itikaf, pendekar itikaf Depok Imansyah, mengajak saya untuk mengisi malam di Attin TAman Mini, maka malam 22 mood saya menuntun kaki untuk mengunjungi masjid Pondok Indah. Yang ahirnya dimalam 25 tadi malam saya kesitu lagi. Mutakif yang datang sudah 2x lipat dibanding malam 22 beberapa hari yang lalu.
Ada baiknya saya cerita sedikit tentang situasi dan kondisi masjid yang masing-masing saya ziarahi dari jam 11 malam s/d jam 05.30 pagi. DI Attin, yang saya senangi dan kagumi adalah tentang pemeliharaannya. Walaupun pengunjung banyak tapi masjid tetap terpelihara bersih baikdidalam maupun diluar. Satpam cukup banyak menjaga keamanan parkir, padahal halaman parkir mobil maupun motor penuh sekali.Air di toilet tersedia berlimpah. Kurangnya adalah jumlah WC sehingga banyak terjadi antrian. Urinoir (tempat pipis) tersedia banyak sehingga cukup untuk pengunjung yang memang mbludak di malam-malam ganjil. Masjid Elnusa, karena sekarang ada perbaikan jalan TB Simatupang, saya menjadi bingung masuk lewat mana dan tidak terlihat ada petunjuk gimana caranya akses ke masjid tersebut. Sebagai akibatnya tadi malam saya lewat terus saja karena mau berhenti juga tidak bisa karena mobil dibelakang sudah kasi klakson lampu. Itulah sebabnya saya terus saja ke Masjid Pondok Indah lagi. Karena itu yang terdekat dengan rumah saya.
But guyz, pada malam 24 kemarin saya berkelana agak jauh dimalam hari. Kemana saya mampir untuk itikaf, jadinya ?
Pasti anda tidak terpikir deh… yaitu ke masjid Sunda Kelapa. Mengapa saya koq tiba-tiba terpikir pergi kesitu ?
Sebenarnya tidak seratus persen tiba-tiba, kenapa ? Ya karena ini masjid masa kecil saya. Bahkan saya tahu situasi disitu sebelum masjid itu ada. Dulu disitu saya sering main sepeda, namanya Taman Sunda Kelapa. Jadilah sejak masjid itu mulai berdiri akhir tahun 60 an (kalo saya gak salah ingat) saya sering sholat jumat disitu. Tentu bagi saya masjid ini banyak memberi kenangan masa kecil dan masa muda. Tahun lalu saya mampir juga dimasjid ini dan bapak mantan wapres Yusuf Kalla juga itikaf disini. Beliau kan rumahnay dekat situ kalo gaks salah di Teuku Umar ya ? Dulu waktu beliau wapres, masjid ini dijaga paspampres kalo beliau itikaf.


Keliatannya anak muda dimasjid ini agak kreatif karena terlihat disitu poster para sponsor baik untuk buak puasa maupun untuk sahur. Dan memang pada kenyataanya sahur dibagikan gratis disitu nasi kotak dan baut saya cocok sekali dengna selera sungguh… lezat. Makanan yang saya bawa dari rumah sebagai bekal sahur jadi tak tersebtuh kecuai buah mangganya saja. Ada tersedia nasi kotak yang cukup untuk semua mutakif yang datang malam itu. Padahal yang datang itu banyak baik pria maupun wanita. Saya tebak jumlahnya adalah lebih dari 1000 orang pria wanita. Ruang bawah yang biasa digunakan untuk kawinan jadi ruangan untuk akhwat. Plaza belakang sekarang sudah dipugar diberi atap dan sejadah. Ruang masjid utama berpendingin AC jadi mewah lah. Dan yang terdengar oleh saya pengumuman pengurus masjid berdasarkan hitungan kotak amal malam kemarin terkumpul sejumlah uang… Berapa tebak ?

Delapan juta rupiah… Hebat ya semalam saja terkumpul sekian, pantas saja semua mutakif kebagian nasi kotak yang lezat dengan menu sehat berikut buahnya lagi. Belum lagi sumbangan para sponsor. Waktu tadarusan disediakan gratis teh sponsor (Mount Tea). Alhamdulillah.

Jadi mau itikaf kemana nanti malam… grenjet atinya belum bicara… Jadi gimana nanti aja…

Malam indah seribu bulan… malam yang sungguh tepat untuk kita merefleksi diri. Amati diri kita. Rasakanlah kita berada di kejauhan atau di ketinggian yang sedang memandang diri kita yang sedang berdoa pada Allah SWT. Lihatlah siapa dia ? Dia itulah kita yang sedang sujud taqarub pada Allah semata. Singkirkanlah semua kotoran yang melingkupi qolbu… hati yang seringkali iri dan dengki… mata yang selalu ingin melihat keindahan dunia semata. Arahkanlah sekarang pada mereka yang memerlukan bantuan kita, pada mereka yang miskin, pada mereka yang cacat, pada anak yatim, pada orang tua jompo… Semoga Allah SWT memberkati kita semua di Ramadhan yang suci ini. Sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan suci ini, semoga tertinggal amanahMu ya Allah agar kami terus menjadi orang yang bertaqwa.

Ral 25 Rmd 1432 H, 25 Agustus 2011.-

Iklan

One response

  1. Saya sempat melakukan itikaf tahun lalu di Masjid Sunda Kelapa. Orang-orang yang datang terlihat begitu antusias. Semoga di sisa Ramadhan ini berkesempatan untuk kesana lagi.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s