Analisa unjuk kerja PLTU 450 Watt Dengan Variasi Temperatur Superheater


Analisa unjuk kerja PLTU 450 Watt Dengan Variasi Temperatur Superheater (Studi Kasus 205 dan 215 C)

Penelitian yang dilakukan untuk tugas akhir ini menggunakan miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini diproduksi oleh SNM (Shin Nippon Machinery) dengan TIPE 100-SCR. PLTU ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 450 Watt dengan kapasitas uap maksimum 130 kg/jam.
Kerugian dalam suatu PLTU salah satunya adalah pemanfaatan energi kalor yang masih sangat kecil. Untuk mengoptimalkan kinerja dari PLTU maka dilakukan pengujian dengan cara memvariasikan temperatur yang keluar dari superheater terhadap beban listrik. Penelitian ini dilakukan oleh dua orang dengan masing-masing menganalisa karakteristik PLTU pada titik pengaturan temperatur superheater yang ditentukan yaitu pada 205oC dan 215oC. Pada penulisan tugas akhir ini, analisa hasil pengujian dititik beratkan pada analisa energi dan diagram fase pada titik pengaturan temperatur superheater 215oC.
Hal tersebut dilakukan agar dapat diketahui karakteristik dari PLTU. Sehingga didapatkan suatu kondisi dimana pada saat beban tertentu maka kita dapat melakukan pengaturan pada temperatur keluar superheater sehingga kinerja PLTU secara keseluruhan menjadi optimal. Dari dua hasil studi kasus yang telah dilakukan diperoleh bahwa energi kalor yang terbuang sangat besar bila dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh turbin, hal tersebut terlihat pada nilai efisiensi termal yang kecil yaitu sebesar 3,78%. Kerugian kalor tersebut diantaranya dari losses yang terjadi pada saat pendistribusian uap, kalor yang dibuang untuk menkondensasikan uap, dan kalor yang terbuang karena percampuran air dan kondensat pada tangki kondensat.
Bila dibandingkan dengan kondisi superheater yang temperaturnya diatur pada 205 oC dengan nilai efisiensi termal sistem sebesar 3,88%, maka nilainya 0,1% lebih besar dari pada kondisi pada saat temperatur superheater diatur pada 215 oC. Hal ini menunjukkan bahwa pada beban yang sama yaitu 450 Watt dikedua kondisi tersebut, kenaikan temperatur dari 205oC menjadi 215oC menyebabkan menurunnya efisiensi termal dari sistem.

Kata kunci : PLTU, boiler, superheater, siklus rankine, efisiensi termal, turbin, kondensat

Lihat ujian skripsi Wawan dan Marjo

One response

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s