Tetangga Sebelah Kamar


Tetangga Sebelah Kamar Prof Bangsur.-

(Prof Dr Ir Bambang Suryawan MT)

Karena sudah diberi peringatan untuk kesekian kalinya oleh Ardi, bersegeralah saya untuk menulis seada-adanya agar buku kenangan yang ditujukan untuk mengenang persahabatan yang tiada akhir ini berisikan juga coret-coretan saya. Bukankah yang penting partisipasi dan kebersamaan (demikianlah kata orang…).

Prof BS yg rambutnya sedikit...

 

 

 

 

 

 

 

 

Walau saya punya dua tetangga, tetapi yang satu sunyi banget alias gak pernah ngantor di ruangannya, sedangkan yang lain inilah mas Bangsur (mohon maaf gelarnya tidak saya tulis lagi karena panjang banget dan kita2 toh sudah tahu), malah kebalikannya, orang yang paling sering saya gangguin dengan kegiatan saya yang bermacam-macam, terutama beberapa tahun terakhir ini, yang orang bilang ‘sok jadi pengusaha’. Karena rapat yang sering saya adakan tanpa rencana, bikin gaduh ruangan, apalagi yang diomongin kadang tentang ‘duit gede’ padahal untungnya tak kunjung datang, malah kebanyakan babak belur. Berkaitan dengan itu, sekarang ini, daripada –enggak- sama sekali, sekaligus baru lewat lebaran beberapa hari:

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan saya pada mas Bambang… bahkan sekalian maaf lahir batin…”.

Yang jelas rapat-rapat gelap saya itu amat sangat sering mengganggu TIDUR SIANG mas Bambang…

Hal lain yang mempererat tali silaturahmi saya dengan mas Bambang ini adalah… SAMA-SAMA INGIN BERDIET.

Dan kelihatannya kami berdua sama-sama SUKSES dan berhasil. Karena walaupun kami berdua sama-sama diet tapi tujuan saya adalah memperkecil lingkar perut, sedangkan tujuan mas Bambang adalah memperbesar lingkar pinggang. Untuk itu kepada beliau kita ucapkan selamat dan sukses, semoga selalu sehat walafiat.

Ah… tak terasa lho hidup ini kata orang ‘tahu-tahu’. Tahu-tahu rambut sudah menipis, tahu-tahu rambut sudah memutih, tahu-tahu sudah selesai masa bakti. Tak terasa, sudah lewat puluhan tahun jadi pegawai negeri. Alhamdulillah semua terlampaui dengan selamat…  Dan… kita akan berhenti JADI TETANGGA… Huk huk huk… Sa’diah.

-Yang pasti: Kita tidak akan pernah berhenti menjadi SAHABAT… seperti kepompong yang akan menjadi kupu-kupu-.

(Ral 15Sep10).-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s