Relawan = Pahlawan


Mereka hadir ditengah kesulitan. Menerjang debu panas, mengangkat wanita tua dan anak2, mengangkut pengungsi, membagikan bantuan.

Semua tanpa pamrih, bahkan bertarung nyawa diantara serpihan nyala abu merapi. Banyak juga yang akhirnya jadi korban karena tak sempat menyelamatkan diri ketika Merapi memuntahkan laharnya.

Dihari pahlawan 10 Nopember 2010 ini, marilah kita angkat mereka semua jadi

PAHLAWAN NASIONAL

Tanpa perlu tanda jasa, tanpa perlu sertifikat, tanpa perlu bertengkar dengan memanggil ahli sejarah dan pejabat berwenang, tanpa ukiran nama dalam buku sejarah.

Diakui ataupun tidak, saya akan memberi GELAR pada mereka: PAHLAWAN MERAPI.-

–00–

Anda yang setuju, silakan kasi komen. Yang tidak setuju kasi komen juga. Atau anda mau nambahin gelarnya lagi ? Silakan saja. Mari kita doakan mereka…

Lihat video picture yg diambil dari foto www.boston.com ()

http://www.youtube.com/watch?v=iShStrkIsq0.-

4 responses

  1. Sangat setuju Bang, Mereka adalah para pahlawan yang tidak memerlukan tanda jasa; dan sesungguhnya memang para pahlawan tidak pernah menginginkan tanda jasa. mereka yang memburu tanda jasa sebenarnya bukanlah pahlawan.

  2. Sangat setuju julukan pahlawan diberikan oleh masyarakat luas untk seseorang yg telah mengorbankan jiwqa raga, pemikiran dan mengangkat harkat martabat bangsa secara spontanitas tanpa rekayasa segelintir elemen

  3. Sangat setuju. Semoga apa yang mereka lakukan akan merangsang rasa nasionalisme dan solidaritas dari seluruh masyarakat Indonesia, karena itu akan menjadi modal utama supaya Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, mandiri, dan berdaulat. Jadi para relawan itu layak diberi gelar pahlawan.

  4. SETUJU!!! Pahlawan Merapi is the REAL HEROES!!!
    Seharusnya malu lah itu orang2 “ditempat lain” di Republik ini yang haree geneee bisa2nya ngaku2 sbg pahlawan atau ngaku2 keluarga pahlawan atau apalagi bahkan cuma ‘cari muka’ dengan berlagak mendukung seorang ‘pahlawan kesiangan’ yang ternyata kerjaan selama hidupnya cuma korupsi uang rakyat/negara! Tapi dasarnya udah jadi “tikus2 negara”, jangankan malu, eh malah korupsinya makin digede’in!

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s