Severn Suzuki membungkam pemimpin dunia


 

Severn Suzuki membungkam beberapa pemimpin dunia di PBB

Posted by: “Roy Sajogo” rdradjad@yahoo.com   rdradjad

Wed Oct 6, 2010 3:22 am (PDT)

Kisah ini menceritakan pengalaman nyata mengenai seorang anak yg bernama Severn
Suzuki, seorang anak yg pd usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s
Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk
belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada
saat itu Severn yg berusia 12 tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan
pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat
RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dgn
orang terkemuka yg berdiri & memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak
berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children
Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13
tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle
Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk
memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara
anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.


Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi
dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg
akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya.
Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya
lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan
kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang
lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami
mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan
tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung
dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan
masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika
anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap
bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya.
Saya hanyalah seorang anak kecil & saya tidak memiliki semua pemecahannya.
Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti
saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah
punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya,
yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara
memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan,
wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara
laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak
dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian
dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari
30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama –
perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua
menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yg
sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk
memberitahukan dunia apa yg saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu
dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja
negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan
sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dgn sandang, pangan dan papan
yang berkecukupan – kami
memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu
dengan anak-anak yang hidup di jalanan.
Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya,
dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan
obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang “.

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia
untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama
dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu
besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di
Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang
korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang
dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan
menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat
baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk
mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk
tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa
anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak
boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan
hal ini – kami adalah anak-anak anda semua.

Anda sekalianlah yg memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang
tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, “Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang
dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami
lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu
berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu” .

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang
dewasa berkata bhw kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah
untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB,
membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan
pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang
pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak
berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: ” Hari ini saya merasa
sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan
betapa pentingnya lingkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya
berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk
berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yg telah dibuat
oleh asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang
berusia 12 tahun “
***********
Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk
mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita
bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang
dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus
bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)*

“Ada baiknya mulai mendengarkan pemikiran dan perkataan anak2 kita, karena
dibalik cerita mereka mungkin ada sesuatu yang kita, sebagai orang tua,
melupakan yang diperlukan bagi masa depan mereka.”

Roy S. Dradjad
Jakarta – Indonesia

Mobile: +62-21-7055 4403
eMail: rdradjad@yahoo. com

P Think GREEN, please consider the environment before printing this email

2 responses

  1. Severn Cullis-Suzuki
    From Wikipedia, the free encyclopedia
    Severn Cullis-Suzuki (born 30 November 1979 in Vancouver Canada) is an environmental activist, speaker, television host and author. She has spoken around the world about environmental issues, urging listeners to define their values, act with the future in mind, and take individual responsibility.

    Biography
    Cullis-Suzuki was born and raised in Vancouver Canada. Her mother is writer, Tara Elizabeth Cullis . Her father, geneticist and environmental activist, David Suzuki, is a second-generation Japanese Canadians.

    While attending Lord Tennyson Elementary School in French Immersion, at the age of nine, she founded the Environmental Children’s Organization (ECO), a group of children dedicated to learning and teaching other youngsters about environmental issues.In 1992, at the age of 12, Cullis-Suzuki raised money with members of ECO, to attend the Earth Summit (1992) in Rio de Janeiro.

    Along with group members Michelle Quigg, Vanessa Suttie, and Morgan Geisler, Cullis-Suzuki presented environmental issues from a youth perspective at the summit, where she was applauded for a speech to the delegates.The video has since become a hit, popularly known as “The Girl Who Silenced the World for 5 Minutes”.

    In 1993, she was honoured in the Global 500 Roll of Honour. In 1993, Doubleday published her book “Tell the World – ISBN 0-385-25422-9, a 32-page book of environmental steps for families.Cullis-Suzuki graduated from Yale University in 2002 with a Bachelor of science Bsc

    After Yale, Cullis-Suzuki spent two years travelling. Cullis-Suzuki co-hosted Suzuki’s Nature Quest, a children’s television series that aired on the Discovery Channel in 2002.In early 2002, she helped launch an Internet-based called The Skyfish Project. As a member of Kofi Annan’s Special Advisory Panel, she and members of the Skyfish Project brought their first project, a pledge called the “Recognition of Responsibility”, to the World Summit on Sustainable Development Johannesburg in August 2002.

    The Skyfish Project disbanded in 2004 as Cullis-Suzuki turned her focus back to school and enrolled in a graduate course in the University_of_Victoria to study Ethnobotany under Nancy Turner.In 2010, French DJ Laurent Wolf sampled Cullis-Suzuki’s 1992 Earth Summit speech for the track “2012: Not the End of the World”. in ecology and evolutionary ecology.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s