Asal Cuap2 Aja Koq…


Asal Cuap2 Aja Koq…

Ceramah di Global Islamic School

Oleh: Raldi A. Koestoer

Ini kunjungan yang ke 3 dan kali ke 2, saya memberi ceramah di Global Islamic School di daerah Condet. Dan kali ini audience-nya adalah guru-guru sains dan matematika dari tingkat SMP sampai SMU. Sedangkan ceramah pertama dulu di bulan Agusus 2007, malah audience-nya itu tidak saya ketahui dari level mana. Yang jelas mereka adalah guru dari sekolah itu. Jarak Depok ke Condet tidak terlalu jauh, 15 menit nyetir pada siang jam 1330 itu mengakibatkan saya datang 10 menit lebih awal dari jam 14 waktu yang disepakati bersama beberapa hari sebelumnya.

Hubungan dengan GIS ini bisa berlangsung lantaran teman saya ngobrol dan berdiskusi masalah pendidikan Wahyu Razak sekarang jadi Wakil Direktur di GIS. Sedangkan Direkturnya adalah pak Syaichol, orang yang saya kenal di SD Al Azhar (sekolah anak saya) sebagai pembina. Mereka gembira bahwa saya mau dan mempunyai kepedulian terhadap pembinaan pendidikan di tingkat SMU. WR bilang kebanyakan dari mereka lulusan UI dari FMIPA. Memang guru kepala SMU nya kelihatannya saya sudah sering lihat tapi… entah dimana lupa. Dia negur saya tadi waktu ketemu saya lagi keliling sembari nungguin WR. Namanya Ai, sepertinya kami sudah kenal lama.

Semua ada kira-kira 15 orang, setelah pak Syaichol membuka sebentar, WR memulai dengan memancing persoalan apa saja yang menjadi kendala bagi para guru. Yang menjadi kegundahan mereka adalah semester depan pelajaran harus diberikan dengan bahasa Inggris. Demikianlah tuntutan dari orang tua murid, karena mereka menginginkan anak-anaknya keluar dari sekolah sini bahasa Inggrisnya sudah cas cis cus. Para guru sendiri merasa mereka belum kapabel untuk mengajar dalam bahasa asing itu. Untuk materi sains dengan bahasa Indo saja sering problem, apalagi dengan bahasa Inggris. That’s the reason why they feel a bit worry if the program start next semester. But I found one of them, in the discussion speak pretty good english. I spoke in two languages in giving them motivation. I told them, belajar berenang dengan berenang. Gunakan momentum ini untuk memperbaiki diri dengan target yang amat jelas dan sudah didepan mata. Kalau menunggu guru-guru untuk mempersiapkan diri dulu, baru nanti setelah siap program dimulai, menurut saya malah tujuan tidak akan tercapai. Justru dengan mulainya program berbahasa Inggris ini guru dengan terpaksa dari minggu ke minggu memperbaiki diri dalam penguasaan bahasa asing.

Beberapa trick yang saya lakukan saya sampaikan pada guru. Diantaranya adalah apa yang tercantum dalam Quantum Learning dengan satu dua metode disitu guru bisa belajar memperbaiki diri dulu baru menggunakannya langsung bersama dengan murid-murid. Saya yakin dalam satu semester saja guru-guru akan meningkat pesat kemampuan berbahasa Inggrisnya karena keadaan akan memaksa mereka untuk maju. Kemudian tambahannya sekarang adalah, gunakanlah teknologi. Sekarang ini tekno digital mempermudah banyak hal dari film, video, audio digital display, komputer, mp3 dll dll. Semua itu akan banyak membantu komunikasi dan membantu kerja otak baik kanan maupun kiri.

Boleh dibilang untuk saya sendiri, itulah inti kemajuan saya dalam mengajar dengan mempergunakan bahasa Inggris. Untuk mereka yang belum terbiasa, hal ini merupakan siksaan berat. Tapi saya telah mulai, sejak mengajar di kelas internasional, mungkin th 2000. Dan dikelas regulerpun saya sering menggunakannya. Kuncinya adalah first language english, second language bahasa, if you’re stuck with english, both students or teacher are allowed to speak bahasa. So the communication could always be continued anytime. Enforce student to make group’s presentation in english. The discussion will make everybody practice the multiway communication without any difficulty. In the end of the session, everybody will be surprised that the class enrolled very well.

****

Sejak dulu ikut proyek EEDP (Engineering Education Development Program) 1995, saya sering memberikan ceramah pendidikan baik di tingkat perguruan tinggi maupun tingkat sekolah menengah dan sekolah kejuruan. Beberapa coba saya ingat:

–       Itenas Bandung

–       ITI (Institut Teknologi Indonesia), tiga kali

–       FTUI, ini juga mungkin 3 kali

–       Univ Darma Persada

–       Univ Muhammadiyah Yogyakarta

–       Batan Serpong

–       SMU Lab School, kalau ini bukan utk guru tapi murid kelas 3

–       Guru-guru SMK dan STM Indonesia Timur, training di Diknas

–       Para guru di Musi Banyu Asin

–       Para guru di Balikpapan

–       Guru SMU I Depok, 2 kali

–       Guru SMU dan SMK Batujajar

–       Guru di GIS dua kali

Kalau Lina istri saya tanya:”Apa sih yang kamu ceramahin didepan para guru itu ?”

Jawaban saya klise selalu itu-itu aja:”Tau tuh aku asal cuap-cuap aja… Heran mereka koq mau-maunya ndengerin…”

Sebuah jawaban yang menunjukkan kedangkalan pemikiran dan kualitas yang amat meragukan…

(Ral 20Des07, Idul Adha versi pemerintah).

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s