Reformasi dan Proklamasi


Kenangan Reformasi

Gara-gara nemu foto lama, saya jadi teringat deh masa-masa reformasi bulan Mei tahun 1998. Sedikit nerawang ke masa lalu, waktu itu rombongan alumni UI berangkat dari kampus FKUI Salemba naik 2 bus bersama beberapa tokoh lama UI diantaranya Prof Mahar Mardjono dan Edi Swasono. Beberapa rekan alumni Teknik juga ada diantaranya yang saya ingat Bambang Purwohadi.

Kami memakai ikat hitam di lengan. Wah rasanya kaya pejuang beneran deh… Ini kalo gak salah tanggal 16 an Mei, rakyat mengelu-elukan sepanjang perjalanan bus dari salemba ke gedung DPR. Gak tahu dari mana mereka itu, tapi banyak yang sudah siap memberikan kami melalui jendela bus, berbagai karangan bunga sambil meneriakkan yel-yel pemberi semangat.

http://www.flickr.com/photos/29233520@N05/4896971200/

Seingat saya sepanjang jalan itu juga sepertinya rombongan ini dijagain oleh pasukan Marinir. Dengan penuh kesadaran saya ajak anak saya Wahyu, waktu itu kelas 3 SMP. “ Yu , kamu ikut papa… kita akan menyaksikan sejarah, yang takkan ada duanya di dunia”, demikian kata saya. Biar dia semenjak kecil sudah menyaksikan perjuangan menuju demokrasi.

Rombongan dua bus alumni UI dari salemba itu berjalan perlahan dan akhirnya sampai di Gedung DPR yang gerbangnya masih tertutup. Terlihat seorang dating berlari dari dalam, ternyata beliau itu adalah mas tris Budiono, rekan dosen kita yang teguh memperjuangkan kesadaran berbangsa.

Turun dari bus kami semua membentuk barisan di kepalai oleh Prof Mahar di barisan yang paling depan. Berderap langkah kami sambil menyanyikan lagu mars (saya lupa lagu apa ya ?)… Semangat banget deh seakan dunia berada dalam genggaman kami. Kilatan blitz dari para wartawan dalam dan luarnegeri, membuat silau pandangan mata (waktu itu yang lagi top dari LN yaitu CNN). Saya berada tepat di baris kedua di belakang Mahar. Merinding bulu kuduk saya mengingat lagi peristiwa itu.

Entah bagaimana nasib kami andaikan saat itu tirani tidak tertumbangkan, mungkin semua masuk penjara. Tak apalah ya, kan dulu juga bung Karno, bung Hatta dan bung Syahrir, juga keluar masuk penjara demi memperjuangkan sebuah VISI Indonesia merdeka. Hasil perjuangan mereka menjadikan Proklamasi 17 Agustus 1945, tak sia-sia pengorbanan bapak2 kita itu.

Entah juga bagaimana nasib reformasi sekarang, jauh dari yang dulu kami bayangkan. Tapi tak usah menyesal, hidup kan tetap harus berjalan terus.

INDONESIA ! MERDEKA !

Mari kita sambut hari kemerdekaan kita 17 Agustus tahun 1945-2010.-

(Ral, 16 Agustus 2010.-)

NB: Kalo fotonya gak jelas, sila lihat juga di

http://koestoer.blogspot.com/2010/08/reformasi-dan-proklamasi.html


Fans on the page

2 responses

  1. MERDEKA!!! Cuma 1 kata, tapi artinya daleeem & luaaasss banget. Kalo hanya merdeka wilayah geografisnya, tapi “Ekonomi” nya tetap ‘terjajah’ & begitu pula dg “hak azazi manusianya”, lantas apa artinya Merdeka ya bozz??? Just comment he he he

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s