Kelahiran Yang Membawa Berkah


Kelahiran Yang Membawa Berkah (Essay – 16 Des 1999, oleh: Raldi A. Koestoer)

Setelah lama dinanti akhirnya datanglah yang ditunggu-tunggu, seorang bayi perempuan mungil lahir di Rumah Sakit Mitra Bekasi, dari seorang ibu yang sudah lama merindukan datangnya anak perempuan. Bapaknya tentu lebih ingin lagi, sampai-sampai do’a dipanjatkan khusus di Multazam Baitullah agar bayi perempuan bisa hadir. Mengingat bahwa sang ibu sudah berumur lebih dari 40 tahun, kiranya wajar bahwa kelahiran bayi dilakukan dengan cara Caesar.

Saudara perempuan dari Wahyu ini, waktu muncul ke dunia belum punya nama, karena ayahnya lagi pergi mencari kain pengikat perut untuk ibu bayi. Dicari kesana kemari di Mal Goro tidak juga ketemu, untunglah muncul ide untuk pergi ke RS Bersalin yang dekat dari situ, walaupun hari masih pagi (jam 09.00 ya ?) tapi tempat jualannya sudah buka, beruntunglah, jadi bisa beli dua.

Sesampainya kembali di RS ternyata ‘Fulaniah’ sudah lahir. Sementara dipanggil Fulaniah karena memang saat itu belum diberi nama. Bapak si Fulaniah tergopoh-gopoh masuk ke kamar bayi sambil teriak sedikit keras: “Namanya Lulu!”.

…Lihat kelanjutannya di buku DUA DEKADE… Yang bisa download gratis.-

Klik saja:

http://www.4shared.com/account/file/InmtBsNI/BukuDuaDekade.html

One response

  1. Dear Prof. Raldi
    saya gembira atas rasa kemanusian bapak yang peduli dengan rakyat miskin, semoga amal baik bapak di terima oleh Allah Swt, amin..ironis memang biaya rumah sakit untuk hal seperti ini terlihat tidak masuk akal, karena mahalnya biaya ruang NICU yang faktor utama dan kelebihan nya hanya di inkubator, saat ini biaya ruang Nicu di rumah sakit hermina mencapai 5 jt perhari dan harus deposit 16 jt, coba bayangkan andai ada orang miskin / tidak mampu yang melahirkan secara prematur dan butuh inkubator anaknya perawatan itu minimal 1 bulan atau 30 hari , jadi 5 juta X 30 hari , biaya bisa mencapai 150 Jt.. dan banyak kasus2 seperti itu yang terjadi pada rakyat kurang mampu, bahkan pada rakyat tidak mampu,

    untuk menanggulangi ini semua , saya punya saran , bagaimana agar cara pembuatan inkubator ini disebar luaskan , sehingga kami bisa membuatnya secara perorangan , atau perkelompok ( ibu2 PKK, kelompok arisan , dan lain2) sehingga setiap anak yang terlahir prematur dan berasal dari keluarga tidak mampu tetap memiliki hak untuk hidup

    Best Regards

    Candra priyatna
    chandra@grandspot.co.id

    -0-

    Akan dijawab lewat email. Thanks.-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s