Analisis exergi sistim PLTU dengan siklus biner


Analisis exergi sistim Pembangkit listrik  tenaga uap yang ramah lingkungan dan efisien dengan pemasangan siklus  biner .

H.A. Rosyid1, R. Koestoer1 , N. Putra1, Nasruddin1, Y. Anwas1

1Departemen Teknik Mesin , Universitas  Indonesia, Kampus UI Depok, E-mail: harun.rosyid@ui.ac.id

Abstrak

Kapasitas terpasang  Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia saat ini lebih dari 15 GW, limbah air panas yang dibuang ke laut dari kondenser  masih memiliki energi yang  sangat besar dengan beda temperatur terhadap air laut lebih dari 5oC hal ini  melampaui batas standar lingkungan  nasional. Dengan semakin mendesaknya tuntutan untuk pemenuhan standar kualitas lingkungan, yang tidak mengijinkan membuang limbah dengan temperature lebih dari 2oC terhadap badan air lingkungan, maka perlu segera ditemukan teknologi untuk penanganannya, karena bila tidak, maka PLTU tersebut tidak diijinkan untuk beroperasi.

Makalah ini menguraikan analisis  solusi teknologi dengan pemasangan siklus biner pada PLTU yang  akan mendapatkan dua keuntungan yakni pertama limbahnya  akan menjadi ramah lingkungan, kedua unjuk kerja pembangkitnya akan meningkat. Siklus biner  ini akan menkonversi limbah tersebut menjadi energi tambahan  sehingga unjuk kerja pembangkit akan  meningkat dan temperatur air  akan menurun.

Analisis awal menunjukkan bahwa Siklus Biner (SB) dua tingkat  pada PLTU (SB2 – PLTU) kalor yang  dibuang kelingkungan  akan menurun secara signifikan dan suhunya dapat diturunkan  sampai memenuhi standar amdal nasional dengan unjuk kerja  pembangkit yang lebih tinggi dibanding dengan PLTU konvensional.

Abstract  :

Currently the steam power plant –SPP capacity in Indonesia is greater than 15 GW.  The huge amounts of heat energy are wasted out of the SPP cycle and emitted to the cooling water system as hot water with temperature 5o C  higher than inlet water  from  the condenser and discharged directly to the ocean. Due to   the establishment of environmental regulation of Republic of Indonesia  for waste heat emission limitation, It  will not  be allowed    to discharge the  waste  heat  temperature higher than 2o C  against   environmental  condition.

To overcome those restrictions, it should have an alternative   technology to solve it or otherwise it will not be allowed   to operate the plant anymore. The binary cycle system is an alternative technology   which has a capacity to   create two benefits.  Firstly,   it will increase the performance of the SPP plant and secondly it will reduce the waste emission to environment. The initial analysis shows that the installation of binary cycle technology on a Steam Power Plant (SPP) indicates a reduction in plant thermal waste significantly to achieve environmental regulation and the plant efficiency is still higher compared with conventional Steam power plant.

Key words:  Binary cycle, SPP, Exergy, Thermal waste

2 responses

  1. Ada gambar P&ID (Piping & Instrument Diagram) nya Pak ? Kalau ada bisa disharing ? Saya lagi design review drawing proyek2 pembangkit menggunakan batubara dan gas. Saya alumni FTUI program studi Instrument & Control pada jur. Elektro FTUI. Tks. Salam Imron

  2. Sepengetahuan saya yang sering mengerjakan PLTU di daerah seperti SURALAYA & PAITON dll sustim yang baik apabila terowong asap yang mencapi 100 meter ke atas tetapi limbah harus di lembabkan melalui ipi

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s