Siklus Fauzi dalam Pengukuhan Guru Besar ITB


Mereka yang lulus dari bidang Teknik Mesin di perguruan tinggi tentu pernah mendengar tentang beberapa siklus yang kerap dibahas dalam kuliah yang ada hubungannya dengan Konversi Energi. Diantaranya adalah Sklus-siklus Carnot, Otto, Diesel, Rankine, Brayton, Stirling, demikian seterusnya. Nama siklus itu berkaitan dengan nama penemunya, dan tak pelak lagi semua itu nama-nama orang Eropa. Penemuannya sendiri sudah cukup lama dalam orde ratusan tahun, mulai abad 18 s/d abad 20 an.

Tapi kali ini putra asli Indonesia memperkenalkan siklus baru, dan tentunya wajar bila siklus ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya. Berdasarkan prinsip Combination with Replacement dari Zwilinger, Fauzi kemudian menyusun set siklus termodinamika menggunakan 5 proses isokhorik isobarik isotermal isentropik dan isentalpik. Dengan mempertimbangkan untuk siklus daya maka set siklus itu bisa menjadi 34 set… wuah banyak sekali ya.

Demikian disampaikan dalam pidato ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung

Profesor Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman

dengan judul – Potensi Riset dan Aplikasi Ilmu Konversi Energi untuk Memenuhi Kebutuhan Energi di Indonesia -.

pada tanggal 09 April 2010 di hari jumat jam 14.00.-

Prof Fauzi memberi gambaran bagaimana bila negara kita kekurangan energi… Lampu ruang sidang dimatikan dan semua hadirin berada dalam kegelapan. Dengan begitu semua hadirin langsung merasakan betapa repotnya bila mati lampu mati listrik, bahkan hampir di semua kantor apalagi PNS, bila lampu mati semua pada pulang. Tak ada lagi yang mau kerja. Lihat juga ilustrasi video saat Prof Fauzi berpidato lampu dimatikan sehingga semua jadi gelap. Lahir di Bandung 09 Des 1960. SMP SMA di Maryland USA, 1978-81 Univ of Maryland 70 kredit lanjut ITB 1981-1984 penghargaan preatasi akademik terbaik. 1986-1988 Univ of Minnesota MSME, 1988-1992 Univ of Minnesota PhD.-

Pidato ilmiah selanjutnya disampaikan oleh

Prof Kuspriyanto

dengan judul: – Perkembangan Komputer: Pemahaman dan Perspektif Masa Depan -.

Menurut prof Kuspriyanto perspektif masa depan komputer berkaitan dengan waktu, kemudian real-time, space, ubiquitous (…gerangan binatang apakah ini ?), artificial intelligence, perangkat input-output…
Lahir di Yogya 1950, istri RA Kabirun Kuwati Doktor sistem otomatik USTL Prancis 1981.

4 responses

  1. Selamat buat pak Fauzi.
    jadi ingat sekitar 5-6 tahun lalu pas kuliah, beliau sering setengah bercanda bilang

    “Kalau cuma mengatur2 V-T dan P saja bisa membuat siklus2, saya juga bisa”

    lalu keesokan harinya bilang

    “Saya sudah utak atik dan menemukan 100 siklus fauzi”

    Ternyata bisa jadi beneran deh dari bercandaan pas kuliah thermo 2 itu…

  2. Mohon izin untuk sharing artikel ini dlm fb saya.
    Kemarin di acara Temu Alumni Mesin ITB, saya duduk disamping Pak Fauzi dan kami sempat berbincang2 ttg pengangkatan beliau sbg guru besar & proyek2 riset beliau. Beliau masih spt dahulu, sangat santun & ramah tak jauh beda dgn ayahandanya Prof TM Soelaiman.
    Prof Fauzi mungkin dosen ITB yg paling sering saya temui setelah lulus kuliah. Saya lumayan akrab dgn beliau dan uniknya saya mulai akrab justru setelah saya tak mampu menyelesaikan tugas elemen mesin di bawah bimbingan beliau🙂

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s