UMROH LAGI


UMROH LAGI DI JUNI 06

Juni tanggal 26 sampai dengan Juli tanggal 4, 2006, dengan group Jaya Megah saya sekeluarga (istri Lina dan anak Lulu) berangkat Umroh lagi. Untuk saya ini yang ke 6 kali ke tanah suci.. dosa ya ngitungan berapa kali ke sana padahal banyak orang yang gak jadi-jadi ke sana karena berbagai alasan. Biarlah pokoknya dengan niat berbagi maka pengalaman ini saya tulis lagi. Biar sedikit afdol, karena saya niat masukin tulisan ini di milis atralist@yahoogroups.com maka dengan ini saya sertakan foto satu saja sekalian ngirim image gimana tampak muka cross-section saya dari depan. Semoga atralis tidak bosan melihatnya.
Ya ini foto lagi di kebun kurma di Madina, orang lain semua lagi belanja kurma ngeborong seperti layaknya orang Indonesia. Tapi saya dengan anak saya tak ada perhatian sama sekali sama itu jualan kurma. Kami jalan-jalan di kebun belakang sambil minum teh dan potret2an sambil becanda, maka itu saya kasi ekspresi aneh difoto, Lulu 8 th yang ngambil fotonya sambil ketawa ketiwi.
Waktu datang di bandara Riyadh lalu ke Jedah dengan pesawat lalu ke medina dengan mobil, tertahan more than 24 hours.. huh very long.. but as usual if you go to Arabic Saudite, the first is to make yourself patient and always patient. Ini maksudnya sabar dan harus selalu tetap sabar. Eventhough everything is already paid, but no one knows what would be happened to you or to your group. Nothing better than that of praying.
Ziarah di Madina berjalan dengan relatif lancar, kami sangat menikmati keberadaan di Madina ini. Panasnya sih tetap luarbiasa, tapi di masjid Nabawi semua sudah dikasi AC jadi gak problem. Hotelnya cukup dekat, suatu saat saya lagi jalan sendirian.. saya lihat seseorang.. Atralis dia ternyata si Godam (Pariyanto – M83 ?) kerja di Pertamina. Rada gemuk dia dibanding terakhir ketemu dulu tahun.. kira-kira 1988. Anak udah 3 katanya.. wuih demikian cepat waktu berlalu.
Rombongan saya ini kira-kira ada 25 orang, beberapa diantaranya juga sudah haji dan umroh, tapi kelihatannya masih belum faham atau juga tidak akan pernah faham bagaimana prosesi haji dan prosesi umroh. Karena pernah dalam tanya jawab di bus dengan ustadnya, ada ibu2 yang nanya “Nanti kita nggak ngebalang ya?”, maksudnya melempar jumroh. Ibu tadi sudah pernah naik haji sebelumnya, dan tidak faham bahwa untuk umroh tidak ada acara melempar jumroh tidak juga wukuf di Arafah. Memang yang demikian ini banyak terjadi. Jemaah Indonesia itu mereka ngikut aja sama ustadnya pokoknya ikut aja dan pasrah bongko’an sama ustad, tanpa berusaha mengerti harus bagaimana sebenarnya prosesi haji atau umroh itu. Bila anda termasuk orang yang berakal, maka seharusnyalah anda berusaha mengerti apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang berhaji atau berumroh. Penjelasan dan informasinya tersedia dibuku yang dibagikan pada semua jemaah.

Yang berkesan untuk saya adalah ziarah saya naik ke gua Hira. Waktu rombongan pergi ziarah, saya memisahkan diri pergi sendiri naik taxi ke jabal Nur bayar 20 real. Itu waktu berangkat dari hotel jam 0630 dengan pikiran bahwa cuaca masih adem angin pagi. Tapi baru sampai kaki gunung batunya aja matahari sudah muncul. Lumayan sy jalan kaki cukup jauh dan ngosngosan. Setapak demi setapak saya melangkah, surya makin panas bersinar dan sampai ditengah sudah benar panas. Bekal saya aqua sebotol sudah mulai saya minum. Tampaknya gak ada orang melayu sama sekali kebanyakan yang naik dan yang turun adalah Pakistan india dan turki, saya menyesal tidak berangkat lebih pagi, tapi nasi sudah jadi bubur dan sudah tanggung biar kepanasan sikat terus pokoknya. Walaupun berat dan panas, saya merasa bahwa kondisi kesehatan saya jauh lebih baik daripada dulu waktu saya naik sendiri juga tahun 96. Waktu itu saya sempat agak pusing dan istirahat lama. Padahal itu waktu sore hari jadi matahari sudah menurun. Gua Hira sendiri berada dibalik puncak gunung jadi tidak terlihat langsung dari arah bawah. Saat sampai di ¾ puncak saya lihat dari arah menurun ada rombongan orang turki.. dan masya-Allah.. ada nenek-nenek bongkok tertatih berjalan turun dan dia senyum saja. Waduh saya jadi malu nih, wong saya sdh mati2an eh si nenek bongkok senyum2 saja. Bahkan dia sudah diarah menurun berarti sudah lewat balik dari puncak dan sdh sampai gua Hira dan balik turun, sedangkan saya baru naik, jadi belum lewat bagian susahnya.
Naik terus lwat puncak, eh ada warung minum bisa beli bibsi (pepsi). Setelah lewat puncak, ada bagian menyempit yang hanya bisa lewat dengan bodi miring. Barulah sampai di gua Hira. Pemandangan kearah bawah terlihat kota Mekah. Sudah ada 7-8 orang terlihat ngantri untuk solat sunah. Setelah istirahat sejenak saya ikut ngantri untuk solat sunah.
Waktu makan siang bersama rombongan beberapa orangmemberi selamat kepada saya karena telah sukses ziarah sendirian ke gua Hira. Mereka agak heran, kayanya koq ada orang yang berani ziarah sendirian ke gua Hira. Saya senyum saja karena tentu mereka akan lebih kaget lagi kalo tahu bahwa ini sudah ke 6x nya ke Mekah dan ke gua Hira untuk kedua kalinya. (Ral 09 Okt 06, 16 Ramadhan).-

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s