Samar Marawis Zapin

***
Dari MIA – Muhammad Idrus Alhamid
***
Samar itu berarti hiburan. Tidak harus dengan musik. Adakalanya dilakukan
disiang, sore atau malam hari. Bentuk hiburannyajuga bermacam-macam. Ada
sekelompok orang yang “hiburannya” adalah membahas masalah keagamaan
(biasanya dinamakan Rauhah), ada juga yg minum kopi atau teh, adapula yg
pakai diiringi musik/tari, kadang pakai gambus lengkap dengan gendang dan
biola-nya.

Tentang Hajir Marawis, ini adalah salah satu jenis musik zapin (atau
japin), hanya peralatan gendang, tanpa gambus, gendang yg besar dinamakan
Hajir, adapula yg seperti “tam-tam” dinamakan Dumbo. Khusus untuk hajir
marawis, yg cukup khas adalah dari Bondowoso, dengan gerakan yg sangat
dinamis, bahkan pakai “koprol” segala. Merekas juga menggunakan suling,
sebagai “aba-aba” gerakan dan lagu. Lagu-laguynya dinyanyikan bersama sama
denman penonton.

Tentang Zafin/Japin, sudah menjadi tradisi di melayu, bahkan ada juga di
Indonesia Timur (Kalimantan, Maluku dan Papua), bisa dilihat di google. Yg
“hebat” di daerah Riau/Jambi serta Malaysia.

Kalau Darwis, itu lain lagi, salah satu gerakan/aliran sufufi yg konon
khabarnya dari Turki.

Wassalam, dari saya, mia (Muhammad Idrus Alhamid)

Dari Tempo Interaktif.

SEBUAH kesenian “dari zaman Nabi” diparadekan Itulah zapin, tari-tarian pria dengan musik yang khas. Bak digoyang tepukan marwas, gendang kecil yang khas. Sebentar-sebentar terdengar teriakan penonton. Gerak tari yang sebenarnya sederhana itu, bila ditambah variasi gerak silat, misalnya, memang bisa memancing penonton – yang sebagian besar memang pria – untuk ikut berjingkrak.

Kelompok ini mencoba mempertahankan warna asli zapin, terutama musiknya. Yaitu: hanya bertahan pada satu hajir (gendang besar), ditambah lima marawis (jamak marwas), dan sebuah midruf (seruling khas). Para penari Hajir Marawis bisa sangat luwes, mirip wanita, tapi tiba-tiba bisa menunjukkan gerak-gerak otot yang mantap atau loncatan-loncatan tinggi yang gagah. Dan jangan kaget kalau tiba-tiba beberapa penari berusia mendekati 50 itu jungkir balik – tanpa kopiah mereka terlepas.

Di kalangan masyarakat keturunan Arab zapin sudah jamak. Menjadi hiburan tatkala ada perhelatan, kesenian ini terpelihara hidupnya dari masa ke masa. Para bapak biasanya mengajarkan zapin kepada anak laki-lakinya. Mungkin pula panjang umur zapin dijamin karena setiap Mauludan peringatan kelahiran Nabi Muhammad selalu ada umat Islam yang berzapin. Kesenian ini memang erat berkaitan dengan agama Islam. Zapin, konon, lahir pada tahun keenam Hijriyah, ketika terjadi gencatan senjata antara pihak Nabi di Medinah dan para penguasa Mekkah yang kafir.