Tergantung Laptop

Tergantung Laptop

Manusia-manusia urban sekarang ini amat bergantung hidupnya pada sebuah gadget yang namanya laptop atau notebook atau netbook alias computer jinjing atau apalah namanya…terserah anda saja.

Kalo gak ada laptop seakan dunia berhenti. Coba aja ponakan datang dari bandung bawa ransel backpack isinya baju sedikit dan laptopnya. Tak lupa juga 2 hp nya balcberry dan nokia e63. Ngechat ngetweet dan mesbuk itu aja kerjanya. Ponakan lagi dari pondok labu bawa juga notebooknya dan fesbukan terus update status pacar2an gak jelas arah. Anak sendiri gitu juga…asyik banget download dengan DELL nya yang baru seminggu. Eh taunya bini gitu juga sambil marah2 ama mac-pro nya “lambat banget sih ni mac…kata orang bagus laptop ginian…”

Beh ternyata si bapak meriksa hasil kerja praktek murid juga pake vaio bekas si ibu… wah lengkap deh nyambut akhir tahun dan tahun baru dengan teman gadget laptop dan handphone.

DTM-FTUI Foto Bersama

Hari ini tgl 28 Des 2011, rupanya merupakan hari yang istimewa bagi DTM-FTUI, karena ada beberapa hal. Yang pertama adalah adanya kunjungan dari bapak2 dari Puslitbang PLN Duren Tiga diantaranya, bapak2 Teguh, Hamdan, Dadas, Agoes, Hanggoro dan pak Putu. Tujuannya adalah untuk bekerjasama dalam Reverse Engineering untuk peralatan pembangkit.

foto bersama DTM-FTUI

Kemudian yang kedua adalah ulang tahun bapak tris Budiono M. Dosen senior DTM yang sudah mencapai usia 40 tahun (dikorting cukup banyak). Selanjutnya adalah hari foto bersama dosen-dosen DTM-FTUI sehingga terlihat mereka semua lebih ganteng dari hari biasanya karena semua lengkap dengan jas dan dasi panjang, dasi kurus dan dasi kupu2. Foto2 berlangsung di ruang DTM, dibelakan dengan backgroun rotor turbin dan di dekanat baik di tangga maupun di ruang meeting.

Inkubator Selamatkan Bayi Lagi

Bogor, 20 Desember 2011
Ass. War. Wab.

Kepada Yth.
Prof. Dr. Raldi A. Koestoer
di
Tempat
Bersama ini saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Prof. Raldi berupa Inkubator pada hari Jum’at, 9 Desember 2011 beberapa waktu yang lalu. Inkubator tersebut sangat bermanfaat bagi kelengkapan klinik Bidan Praktek Swasta (BPS) yang masih sangat terbatas peralatannya seperti tempat paktek kebidanan yang kami miliki selama ini. Apalagi kondisi lingkungan desa masih cukup tertinggal dalam hal pelayanan kesehatan, ditambah lagi masih banyaknya keluarga miskin dan masyarakatnya boleh dikatakan umumnya tertinggal dalam hal pengetahuan. Oleh karena itu bantuan Inkubator dari Prof Raldi sangat bermanfaat dan semoga semakin dapat membantu warga di lingkungan Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor maupun bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu perlu saya sampaikan bahwa, pada tanggal 17 Desember 2011 yang lalu, kami didatangi seseorang yang minta tolong karena istrinya sedang melahirkan di rumahnya tepatnya di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, satu wilayah Kecamatan (lain desa) dengan tempat saya membuka praktik. Setelah saya sampai di rumahnya, saya sangat prihatin karena ternyata kondisi sosial ekonomi pasangan suami istri tersebut sangat tertinggal, apalagi ternyata anak yang dilahirkan tersebut adalah kelahiran yang ke 10 dan yang dilahirkan terakhir ini adalah kembar 2 (dua) tanpa ada pertolongan sebelumnya, jadi ketika saya datang beserta bidan (asisten) saya untuk menolong bayi kembar tersebut, bayi sudah dilahirkan kira-kira satu jam sebelumnya (sekitar jam 09.30 sedangkan kami sampai ke rumahnya jam 10.30 wib) dan sedihnya lagi kondisi ke 2 (dua) bayi beserta ibunya yang melahirkan hanya terhampar di atas tikar di dalam rumahnya yang sangat sempit dan masih berlantai tanah serta ternyata keadaan bayi yang satu telah meninggal (saya menduga karena terlambat dilakukan pertolongan). Dengan kondisi darurat dan peralatan kebidanan seadanya yang kami bawa, kemudian kami lakukan pertolongan kepada ibu dan bayi kecil (berat badan lahir rendah/BBLR) yang masih hidup.
Kepada pasangan suami istri (Toing-Khaeroni) yang melahirkan tersebut saya sarankan agar bayinya dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif, berulang-ulang kami yakinkan agar membawa bayinya ke Rumah Sakit, namun karena masalah biaya, mereka tidak mau membawa ke rumah sakit, akhirnya kami sarankan agar dibawa ke klinik (tempat kami praktik) dengan penjelasan bahwa “ini hanya sementara dan tidak usah memikirkan biaya” sehingga pasangan suami istri tersebut menyetujuinya meskipun dengan rasa cemas karena kahawatir akan biaya. Setelah sampai klinik bayi tersebut kemudian kami lakukan perawatan sesuai standar. Berat bayi yang baru lahir tersebut ternyata hanya 1700 gram sehingga sangat tepat untuk dilakukan perawatan dalam inkubator, dan bayi ini adalah merupakan bayi pertama yang menggunakan inkubator bantuan Prof. Raldi di tempat kami praktik. Alhamdulillah setelah dilakukan perawatan selama 3 (tiga) hari ditunjang dengan ibu bayi yang bersedia dirawat di klinik semakin memudahkan melakukan perawatan dan pemantauan kepada ibu dan bayinya, selain itu asupan air susu ibu (ASI) bagi bayi tersebut dapat selalu terjaga, kondisi inilah sehingga mempercepat menunjukkan kemajuan terhadap perkembangan bayi dan sampai saat kami menulis ini baik ibu maupun bayi telah pulang dirumahnya dengan kondisi sehat, namun sebelumnya untuk meyakinkan kesehatan si bayi tersebut, terlebih dahulu kami melakukan pemeriksaan bayi kepada dokter spesialis anak (dr. Markus, SPA) yang membuka praktik di kawasan kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Perlu pula saya sampaikan bahwa selain si bayi mendapat pertolongan dengan bantuan inkubator hingga menunjukkan kemajuan perkembangannya, pasangan suami istri orang tua bayi tersebut semakin terharu karena ternyata mereka mendapat bantuan biaya dari Prof. Raldi sebesar 2.750.000,- hingga mereka tidak mampu berkata-kata saking terharunya (foto penyerahan bantuan dapat dilihat), dan mereka mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan oleh Prof Raldi yang dititipkan melalui saya sangatlah bermanfaat.
Demikianlah sekilas informasi yang dapat saya sampaikan, dan atas bantuannya selama ini kami beserta keluarga mengucapkan terima kasih banyak Prof. Raldi dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, semoga ke depan semakin bermanfaat bagi kita semua (maaf kami juga lampirkan beberapa foto bayi dalam inkubator maupun foto rumah pasangan suami istri orang tua bayi tersebut).
Bd. Idrawani, AM Keb

ARAH MENUJU RUMAH PASANGAN SUAMI ISTRI (TOING-KHAERONI) YANG MENDAPAT BANTUAN

RUMAH SUAMI ISTRI (PAK TOING-KHAERONI)

RUANGAN DALAM RUMAH TEMPAT BU KHAERONI MELAHIRKAN

BAYI YANG DITOLONG SEBELUM DITEMPATKAN DI INKUBATOR

BAYI DI DALAM INKUBATOR

BAYI DALAM INKUBATOR

SAYA (IDRAWANI BERSAMA BAYI YANG DITOLONG DAN DIRAWAT DALAM INKUBATOR)

MENYERAHKAN BANTUAN UANG TITIPAN PROF DR RALDI A KOESTOER DI RUMAH PASANGAN SUAMI-ISTRI (TOING-KHAERONI)

BAYI SETELAH SAMPAI RUMAH NENEKNYA (ORANG TUA DARI PASANGAN TOING-KHAERONI)

From Raldi: Pastilah Allah SWT yg menyelamatkan jiwa sang bayi…Subhanallah.-

—————————————-

Beberapa Komentar yg masuk.

-0-

Hamdy M’99
hamdim99@yahoo.com
180.246.225.136

Assalamu’alaikum,

Sangat mengharukan dan menggugah yang lain untuk beramal yang baik juga…….Mudah2an amalnya diterima oleh Allah (karena buah dari keikhlasan)…mudah2an kita yang belum berbuat tergugah untuk berbuat……..

Nggak terbayang pahala (jika diterima amalnya oleh Allah…), coba bandingkan ini yang diselamatkan 1 nyawa manusia……..bagaimana dengan seorang pelacur yang menyelamatkan seekor anjing yang kehausan dengan memberi air dengan mengambilkan air dari sumur dengan sepatunya, diberi ganjara oleh Allah dengan Surga…apalagi manusia yang diselamatkan……Subhanallah….begiitu mulia dan indah sekali amalan ini…….

Fashtabikul khairat ya kullu akhiikum.

Wassalamu’alaikum

-0-

M. Fauzan (M2000)

ilmu yang bermanfaat akan tak ternilai harganya jika banyak orang yang merasakan apa yang telah kita perbuat.

tak terasa jerih payah semua teman-teman 6 tahun yang lalu sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. sebuah ide yang pada awalnya hanya untuk mengisi waktu luang ketika kuliah, kini bermanfaat besar bagi masyarakat.
ayo teman-teman banyak hal yang bisa kita perbuat untuk kemajuan bangsa.
mari melihat lebih dalam apa yang bisa kita perbuat untuk masyarakat indonesia tercinta.
M.Fauzan ---Mesin 2000

-0-
Sri Bramantoro Abdinagoro (SMS 22Des11)
Luar biasa dan terharu membaca posting blog inkubator. Alhamdulillah, semoga Allah memberi kesempatan kita berbuat lebih banyak lagi
-0-

ibnu roihan
ibnu.roihan@yahoo.com
Submitted on 2011/12/21 at 11:16 pm
senangnya bisa membantu orang lain..
apalagi dengan membantu keselamatan calon penerus dan pemimpin bangsa,.
salut untuk bapak prof. raldi.
semoga anak didiknya bisa mencontoh perjuangan bapak.
aamiin.
-0-

marjo
marjojh85@gmail.com
Submitted on 2011/12/21 at 10:50 pm
alhamdulillah… prof Ral emang JUARA. semoga lekas go international produknya
-0-

Admin
salafymks@yahoo.co.id
bi idznillaah.
-0-
Dear Bapaks,

Alhamdulillah, ketekunan Pak Ral dalam mengembangkan inkubator telah memberikan manfaat dan mampu menterjemahkan makna pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.

Mengikuti jejak Pak Raldi, melailui kesempatan ini, saya mengajak Bapaks Dosen DTM untuk mulai memikirkan pengembangan produk jadi, yang dalam 2 s.d. 5 tahun ke depan bisa dikembangkan, dibuat, untuk kemudian diabdikan bagi masyarakat dan kemanusiaan.

Untuk memulainya, pada semester Genap yang akan datang, melalui m.k. Tugas Merancang, Bapaks dapat mengembangkan konsep produk tersebut bersama dengan 3 s.d. 4 mahasiswa bimbingan. Boleh jadi ide pengembangan produk tersebut bisa menjadi benchmark bagi para mahasiswa yang memberikan usulan baru. Jika Bapaks sudah memulai pengembangan produk, melalui m.k. Tugas Merancang, bisa lebih dimantapkan lagi.

Sudah masuk waktu Subuh ….

Wassalam, yulianto.
-0-
Wasabi’s blog
subhanalloh…the real professor…
-0-
Juarsa
semoga Prof. Ral selalu diberikan kesehatan dan barokah, amin.
-0-
teknologiberkelanjutan
Submitted on 2011/12/20 at 8:46 pm
Izin dishare Pak Ral..
Submitted on 2011/12/20 at 8:43 pm
Subhanallah.. Pak Ral, semoga menjadi inspirasi untuk membangkitkan semangat mengabdi untuk kami..
-0-
sayrif DTM-UI
Submitted on 2011/12/20 at 4:01 pm
Subhanallah, berkat pertolonganmu Ya Allah, mudah2an menjadi anak yang Sholeh dan berbakti pada kedua orang tua, semoga Allah memberikan pahala yang lebih atas kebaikan antara sasama hamba allah
-0-
Sandi Sufiandi
facebook.com/sandi.sufiandi
Submitted on 2011/12/20 at 11:19 am
Subhanallah Prof. Raldi…
-0-
Sender arfiandi and-1
waw,, selama bayi ituh bertumub menjadi bayi dewasa sampai meninggal usia tua, tak terputus pahalanya ,
jadi ngiri..
buat apa yah saya kira2.
otak kanan kiri on process,, otak tengahnya konslet nihh,,
-0-
Dari: Heri Hidayat
terharu..
super sekali….
-0-

Fakta ttg Freeport

Disalin dari sebuah milis.
–0–
From: Wayan Wira Saputra
Date: 04.12.2011 10:09:52
Subject: [rumpi3] Satu lagi fakta tentang Freeport

Lisa Pease menulis artikel berjudul “JFK, Indonesia, CIA, and Freeport” dan
dimuat dalam majalah Probe. Tulisan bagus ini disimpan di dalam National
Archive di Washington DC. Dalam artikelnya, Lisa Pease menulis jika dominasi
Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya
di Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Freeport Sulphur,
demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping
ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel
Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh
perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang
baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena
imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport
Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali
pula menemui kegagalan. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada
Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur
melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van
Gruisen.

Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan
penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis
Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah
dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di
Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang
sudah berdebu itu dan membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita
kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang
keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya
yang begitu melimpah.

Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, maka kandungan biji tembaga
yang ada di sekujur Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah,
jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat
antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek
kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka
perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang
sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survei
dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya.
Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest
of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun
terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua
harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.

Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar
matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena
selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih
emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gold
Mountain, bukan Gunung Tembaga.

Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan
untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Piminan
Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960,
Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan East Borneo Company untuk
mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami
kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan
eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia
dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di
Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John
Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah
sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda akan menghentikan
bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang
saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya
dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan
mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya
mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui
fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari
AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan
perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para
pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan
menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan
melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy
tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan
Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum
Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di
Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil siap yang
bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan
ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di
belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS
tahun 1964, adalah Augustus C. Long, salah seorang anggota dewan direksi
Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.

Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi
Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun
1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60
persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah
satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh
kebijakan Soekarno ini. Augustus C. Long amat marah terhadap Soekarno dan
amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu
kebetulan yang ajaib. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital
NY di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan
rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan
tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini.
Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pimpinan
Texaco.

Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal
sebagai masa yang paling krusial. Pease mendapakan data jika pada Maret 1965
Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu
perusahaan Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan
penasehat intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini
memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di
negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta
terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira
Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend. Salah satu
bukti adalah sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21
48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan
darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan.

Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar
adanya. Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi 1 Oktober 1965,
Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne
Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengeksplorasi gunung
emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah
sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin
gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? Lisa Pease
mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai
kontak tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia.

Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius
Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu
Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam
angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasionil
mereka. Sebab itulah, ketika ketika UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal
Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didiktekan
Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang
kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport. Inilah kali pertama
kontrak pertambangan yang baru dibuat.

Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu
menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak
seperti itu malah banyak merugikan Indonesia. Untuk membangun konstruksi
pertambangan emasnya itu, Freeport menggandeng Bechtel, perusahaan AS yang
banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham
di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai
konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng
McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan
laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif
Freeport-McMoran, George A. Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg”
setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu
memiliki depost terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya
menempati urutan ketiga terbesar.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan
cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar pon dan emas sebesar 52,1 juta
ons. Nilai jualnya 77 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun
ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi
tambang emas dan tembaga terbesar dunia yang ada di Irian Barat itu
merupakan yang termurah di dunia. Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya
salah.

Seharusnya Emaspura. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga
mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan
tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya
dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu
dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang
100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru di mana telah menunggu
kapal-kapal besar yang akan langsung mengangkut emas dan tembaga itu ke
Amerika.

“Perampokan legal” ini masih terjadi sampai sekarang. Kisah Freeport
merupakan salah satu dari banyak sekali kisah sedih tentang bagaimana
kekayaan alam Indonesia, oleh para penguasanya malah digadaikan bulat-bulat
untuk dirampok imperialisme asing, demi memperkaya diri, keluarga, dan
kelompoknya sendiri. Kenyataan memilukan ini masih berlangsung sampai
sekarang. Pertemuan Mafia Berkeley dengan Rockefeller dan kawan-kawannya di
Jenewa-Swiss di bulan November 1967 menjadi bukti tak terbantahkan tentang
permufakatan tersebut.

Di saat itulah, rezim Jenderal Soeharto mencabut kemerdekaan negeri ini dan
menjadikan Indonesia kembali sebagai negeri terjajah. Ironisnya, penjajahan
asing atas Indonesia diteruskan oleh rezim yang tengah berkuasa saat ini
yang ternyata “jauh lebih edan” ketimbang Jenderal Soeharto dulu.

Anton

Si Tukang Nyontek

Si Tukang Nyontek

Ini kejadian sudah lama sekali di tahun 1970, pada suatu hari orang tua Tono si Koestoer dipanggil menghadap Pak Pradopo SMAN 3 Setiabudi, Jakarta, karena Tono sering kali menyontek
kertas ujian milik temannya si Mony pada saat ulangan dan si Mony anak yang paling pandai di kelas..

Koestoer: “Apa buktinya kalau anak saya nyontek?”

Kepala Sekolah pak Pradopo: “Salah satu buktinya yach ini, pada waktu
ujian sejarah. Pertanyaan No. 1: ‘Siapa pengarang buku
Habis Gelap Terbitlah Terang?’

Mony menjawab: ‘R.A. Kartini,’
Tono menjawab: ‘R.A. Kartini.'”

Koestoer: “Lha, jawaban kan bisa saja sama
karena Tono kan belajar sebelum ulangan.”
Pak Pradopo: “Ya, bisa saja sama. Tapi coba dong Bapak
lihat pertanyaan ke-2: ‘

Di mana R.A. Kartini dilahirkan?’
Mony menjawab: ‘Di Jepara.’ Tono menjawab: ‘Di Jepara.'”

Koestoer: “Ah, itu sih kebetulan. Bapak tidak cukup
bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja
malah Mony yang nyontek pekerjaan anak saya, pak Pradopo nih gimana.”

Pak Pradopo: “Bapak betul, bisa saja itu kebetulan,
tapi coba dong Bapak lihat pertanyaan ke 3: ‘Tahun
berapa terjadi Perang Diponegoro?’

Mony menjawab: ‘Gue enggak tau.’

Tono menjawab: ‘Apalagi gue’

Teknopreneur 2011 di UI

Pertemuan terakhir kelas Teknopreneur (or Technopreneur) di Dep Teknik Mesin FTU Univ Indonesia, dibawah bimbingan Raldi Artono Koestoer. Kelas ini tidak ada UAS Ujian Akhir Semester semua diganti tugas. Beberapa jenis produk telah dihasilkan dalam bentuk prototipe diantaranya Alpamet (pengaman hemet), Jas hujan trendy, Minum Matik, Motor handlock, Coolingpad.
Sebagai perpisahan dibuatlah acara fotow-memotow. Lihat video foto berikut.

 

————————–

Nama Produk: SPIon LED

Deskripsi: Produk kami berupa sepasang kaca spion model full cover edge (seperti dipakai megelli 250R) dengan lampu LED dan lampu sein untuk sepeda motor. Spion yang kami rancang tidak hanya sekedar stylish namun juga fungsional karena beberapa keunggulan yang dimilikinya, diantaranya pengaplikasian teknologi lampu LED 12 volt. Lampu LED yang kami gunakan merupakan lampu LED bermerk Type R buatan produsen China dengan warna putih mutiara. Kami mengaplikasikan lampu LED dengan tujuan untuk mendukung aturan pemerintah daerah DKI Jakarta yang mewajibkan para pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu utama pada siang hari. Sistem kerja yang kami terapkan pada lampu LED ini cukup mudah, hanya dengan memutar kunci kontak keposisi acc maka lampu LED akan langsung otomatis menyala.
Beberapa produsen sepeda motor saat ini masih belum membekali kendaraan mereka dengan fitur auto-headlamp on sehingga beberapa pengedara mengeluhkan aki mereka yang cepat melemah akibat dari terpakainya arus aki yang terus-menerus untuk menyalakan headlamp yang memiliki daya cukup tinggi. Lampu LED kami pilih sebagai alternatif karena selain lebih hemat energi lampu LED juga lebih terang. Selain itu, lampu LED juga memiliki lifetime yang lebih lama jika dibandingkan dengan lampu bohlam konvensional. Dengan adanya fitur ini pada produk kami, para pengendara tidak perlu khawatir lagi tentang aturan auto-headlamp on.
Tidak hanya lampu LED, produk kami pun dilengkapi dengan lampu sein tambahan sehingga komunikasi antar pengendara jadi semakin efektif. Lampu sein yang kami gunakan merupakan lampu sein bening buatan produsen taiwan yang beroperasi pada tegangan 12 volt. Untuk sistem kerja dari lampu sein ini kami hanya menghubungkannya ke soket saklar lampu sein yang sudah ada pada masing-masing sepeda motor. Jadi, lampu sein spion akan menyala seirama dengan lampu sein asli sepeda motor.

Gambar produk:
Tampak depan

Tampak belakang

Keterangan : Warna putih = LED
Warna orange = Lampu Sein

Sorry ternyata gambarnya belum bisa di copy.

DATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama : M. Dz. Habibullah
NPM : 0906631244
E-mail : tanjungputra6@gmail.com

Nama : Irnanda Riski Mulia
NPM : 0906631225 (ini dia yg passionnya motor…bagus, maju terus…)
E-mail : nanda_autosport@hotmail.com

Nama : Kemal Rahardian
NPM : 0906631231
E-mail : kemal.rahadian@yahoo.com

Nama : Ma’ruf Fauzi Rahman
NPM : 0906631250
E-mail : maruf_fr@yahoo.com

Amedic Optimus WTP

Amedic adalah merk dari salah satu produk Sekawan Group yang berupa Alat Kesehatan terutama untuk bayi di Rumah Sakit. Optimus juga merupakan produk Sekawan yaitu berbagai jenis dan tipe sepeda, yang supaya keren kami sebut ‘green vehicles’.
Merupakan ikutan dari usaha kami, tak ketinggalan dalam rangka membuat produk ‘hijau’ sekawan juga menginstal pengolahan air atau WTP – Water Treatment Plant.
Kontak email ramaditabudhi@gmail.com

Most Inspiring Engineer Award Winners

FROM: ary murti DATE: Wed, 30 Nov 2011 16:28:23 +0700

TO: IEEE Indonesia Section Officer

SUBJECT: Fwd: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE

Most Inspiring Engineer Award Winners

Selamat kepada

Prof. Riri Fitri Sari dan Ms. Agnes Irwanti

———- Forwarded message ———-

From: EWELL TAN Date: Wed, Nov 30, 2011 at 1:18 PM Subject: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award Winners Sent on Behalf of R10 Women In Engineering Coordinator, Prof. Takako Hashimoto < takako@cuc.ac.jp [25] > ******************************************************************************

Dear R10 Committee Members, IEEE Region 10

WIE Most Inspiring Engineer Award is given to individual or a team (maximum two members per team) of IEEE R10 WIE members that involved in the development and completion of a project(s) or activity(ies) which are directed to fulfill one or more of the goals and objectives and which have left an undeniable imprint on the fabric of WIE operations through service to society. This year, the R10 WIE Committee received five nominations, and after careful consideration, the Committee has selected Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti of Indonesia Section as the winners of 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award. Prof. Riri Fitri Sari is a Professor of Computer Engineering at the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Indonesia, Jakarta. Ms. Agnes Irwanti works as the Business Strategic and Development Director at Multikom Global Mediatama Company, Jakarta. They have initiated various activities to raise the awareness for women in engineering. Especially they’ve supported women and young people by imparting technical training, and implemented the PROGRESS project as the promotion campaign for the use of IT by women and young people in rural societies. Their activities using Information and Communication Technology have been significantly recognized domestically and internationally. Congratulations on your achievements, Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti! Takako Hashimoto R10 WIE Coordinator ******************************************************************************

Ewell Tan (Ms.) Project / Admin Executive IEEE Asia Pacific Regional Headquarters/ Communications Society Office No. 1, Fusionopolis Walk, #04-07, South Tower, Solaris Singapore 138628 Tel: (65) 6778 2873 Fax: (65) 6778 9723 Email: ewell.tan@ieee.org [26] Website: http://www.ieee.org

Ujian Darwin Rio

Ujian pra-promosi Doktor (S3) sdr

Darwin Rio Budi Syaka

telah diselenggarakan 02 Des 2011 di Dep Teknik Mesin FTUI.

Dewan pengujinya adalah M. Idrus Alhamid (promotor), Budihardjo (ko-promotor), Nasruddin (ko-promotor), Dua penguji internal Raldi A. Koestoer (ketua sidang) dan Nandy Putra. Sedangkan penguji eksternalnya adalah Yuli santoso dariITB dan Ary Bachtiar dari ITS.
Judul disertasinya: Sistem Refrigerasi Cascade dengan menggunakan Refrigeran Ramah Lingkungan (Etana/CO2) untuk Aplikasi Temperatur Rendah.

Crystal Knowledge in Class of Ethic.-

Berikut adalah kiriman dari Sari mahasiswi Metalurgi 2009.-

-0-

Hhahai… Tulisan saya ttg kelas ETIJING masuk ANAKUI.COM :D
Silakan dibaca teman2… Semoga bermanfaat yaaaaa…
http://www.anakui.com/2011/11/28/ui-the-world-class-friendly-university/

www.anakui.com

Keceriaan, kebahagiaan, kekaguman, antusiasme.. Itulah yang terpancar dari rona wajah para peserta Ekskursi ke Perpustakaan Pusat UI yang dikenal sebagai The Crystal Knowledge ini. Hari Sabtu (26/11), 40 orang anak panti asuhan Desa Putra sudah menginjakkan kaki di lobi perpustakaan tepat pukul 9.00…

Entrepreneur Leadership

Entrepreneur Leadership, judul salah satu sessi dalam kuliah ETIKA di FTUI oleh Raldi A. Koestoer.
90 orang peserta mahasiswa bakalan jadi Leader of Tomorrow… Nasehat yang utama adalah, semua lulusan UI harus jadi leader jangan sekedar jadi karyawan yang disuruh-suruh melulu walaupun pintar. Tapi Profesional pintar itu tidak pernah punya ide yang orisinil, akibatnya jadi mengerjakan pekerjaan orang terus,

Dirinya sendiri tak pernah menggagas tak pernah punya visi. Lama kelamaan kemampuannya menggagas menjadi hilang. Padahal orang bilang mereka pintar… tapi tak kreatif. Para profesional itukan karyawan… Direktur sekalipun, dia dikongkon terus oleh owner of the company.
Otak kanannya tak pernah digunakan, Sebenarnya itu tak beda dengan TKI dan TKW, bedanya cuma gajinya lebih besar saja.

Sebenarnya itulah intinya NASIONALISME.-

Bangun visi anda setiap hari, tak peduli apa itu, visi harus menjangkau melampaui batas-batas normal anda. Visi anda harus penuh makna, hal-hal yang lain apapun bentuknya adalah sesuatu yg sementara sifatnya. Namun visi anda tidak… dia adalah penghubung antara anda dengan budaya serta peradaban.-

(Ral 24-25 Nov 2011).-

——————————————————–

Dear Prof.
thanks you very much for your lesson today, it’s very impressive and interesting for me,
perkenalakan saya Hasnan pak, salah satu mahasiswa bapak, semoga bapak tidak keberatan saya email, saya baca-baca blog bapak, rasanya semangat saya kembali muncul, 6 tahun saya bekerja sebagai desain mesin, mold, di PT. EPSON, mulai thun 2009 saya mulai untuk bisnis sendiri, dengan menerima jasa desain, dan konsultasi, berupa desain mesin, desain cetakan plastik, dsb,
barangkali Prof butuh desain mesin, atau lainya, Insyallah saya bisa bantu,
silahkan lihat beberapa hasil kerja di http://satu-teknik.blogspot.com/
, mohon maaf karena belum semua bisa sy upload

semoga email ini tidak mengganggu bapak

wassalamulaikum
Hasnan

Iklan Ngaco di SMS

Pernah dengar TAUCO… yah ini pasti sejenis makanan penyedap, biasanya ada di restoran Jepang. Tapi jaman dulu ibu-ibu kita sering menyajikan makanan dengan tauco ini. Tapi bukan itu yang mau saya omongin, lalu ada lagi,  TAWCO, nah ini adalah siaran di salah satu stasiun radio di ibukota yang dipandu oleh Tike dan Ronal alias ‘Tawaran Ngaco’. Orang ditelponin dan si penyiar berpura-pura menawarkan sesuatu tapi bo’ongan. Bukan itu juga yg mau diomongin…
Tapi yang saya mau singgung adalah iklan ngaco yang sering masuk ke Handphone kita melalui SMS yang tidak diundang. Kebanyakan menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Nah ini salah satu contohnya:..

Wujudkan berbagai keinginan Anda dengan KTA utk biaya Pendidikan, Modal usaha, dll info hub/sms dewi 02191078349.

Ngeselin banget deh… kenapa ? Karena datang setiap hari dan sehari sampai 3 atau 4 kali… kadang ngedelete nya juga malas. Bahkan sekarang sudah lebih lagi dari sekedar KTA. Macam-macam iklan lain juga masuk ke HP kita. Misalnya:

Ada Kesempatan Merenovasi Rumah Anda, menjadi Rumah Cantik Idaman Keluarga atau untuk PENDIDIKAN, USAHA,dll. SYARAT MUDAH, BEBAS PROVISI. HUB.MAYA 021-70951683.

Duh sampai renovasi rumah aja ditawarin ke HP kita… gila banget nih. Siapa sih yang jual2 data no HP saya ?
Kemana dong kita akan mengadu iklan ngaco ini. Ke KOMINFO kali ya ?

Sahabat… Tolong dong bilangin ke Yang Berwajib… Gak tahu siapa deh, pokoknya tindakan yang tidak bertanggung jawab ini harus dihentikan.

Rapat DTM-FTUI

Dosen DTM FTUI Dep Teknik Mesin FT Univ Indonesia, mengadakan raker informal di Cibogo vilanya pak Idrus. Membahas Kurikulum S1 S2 S3 S4 ddst, proyek IMHERE dan lain2.

Semua mata kuliah yang susah-susah sudah dibuat sedemikian rupa jadi… lebih susah lagi…

Isi rapatnya sendiri bisa tanya pada pak Harinaldi atau pak Gandjar (Kadep dan wakadep).-

Akhir yang menyenangkan dengan makan bersama di restoran Mirasari Cibogo.

ALPAMET

Berita gembira untuk para penggemar motor, sebuah produk hasil kerja dari salah satu group di kelas Teknopreneur, mereka sebut dengan nama: ALPAMET Alat Pengaman Helmet Seperti apa kira2 kerjanya alat ini dan berapa k.l. harganya ? Mari kita dengarkan saja promosi mereka.

Rekan-rekan bikers penggemar motor sekarang tidak perlu lagi takut helm nya dicuri, karena alat ini sangat aman bahkan ada alarmnya.

Yang berminat silakan kontak saja Bobby Surya atau Angga. Tapi no HP nya saya lupa…

Boleh email saya dulu aja deh di koestoer@eng.ui.ac.id

Bambang Sugiarto Nyanyi Duet

Sambil menunggu waktu untuk dicover oleh RRI-Pro3-FM, pada Dialog Nasional antara Lemhanas dengan Alumni UI, Dekan FTUI Prof Bambang Sugiarto didaulat untuk bernyanyi. Dan kali ini beliau memilih berduet dengan penyanyi yang sudah ada disitu dengan lagunya – Jangan ada dusta diantara kita -.

Saksikan saja videonya berikut ini.

Dialog Nas Lemhanas-Iluni UI

Dialog nasional, antara alumni UI dan Lemhanas, diselenggarakan di Gd Lemhanas 13Nov2011. Sebelumnya Para peserta KRA 46 dan rombongan alumni UI berjalan santai dan juga bersepeda santai (merdeka Selatan sampai Salemba). Perhelatan ini juga dalam rangka hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan 10 Nopember dan Hari Kesehatan. Itulah sebabnya dalam senam pagi hadir juga Menteri Kesehatan RI.-

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama danpuisi perjuangan dibacakan sebelum dialogdimulai. Ada juga acara hiburan tari Rambe Beduk yang dibawakan bersama antara grup tari dan kopasus. Diskusi ini diliput langsung oleh RRI-Pro 3.-

Dialog Balon Ka Iluni UI

Dialog bakal calon ketua Iluni UI periode 2011-2014, diselenggarakan di Pusat Studi Jepang pada hari Ahad 12 Nov 2011, Dari 4 calon yang hadir hanya satu yaitu Prof Budi Susilo Supanji, yang pada saat ini juga menjabat sebagai Gub Lemhanas. Calon lainnya adalah Dipo Alam, Fadli Zon dan Chandra Motik.

Paparan dari prof Budi tentang programnya yang terdiri dari 8 butir, dipandu oleh moderator S. Rinakit. Beberapa komentar dari audience telah ditanggapi dengan baik oleh balon, diantaranya, program terlihat masih rada birokratis, ada lagi yeng berpendapat lebih condong ‘ngIndonesia’ daripada ‘ngUI’. Usulan disampaikan untuk lebih banyak memikirkan alumni muda karena kebanyakan alumni UI sekarang muda2.-

Kuliah Tamu Teknopreneur

Kelas Teknopreneur kami haari ini 9Nov11 kedatangan seorang tamu yang akan berbagi pengalaman di kelas Tekno ini.

Beliau adalah pakar Teknop pemilik bengkel besar dan pemilik penitipan anak Balita di Depok… Bapak  Imansyah Ibnu Hakim.

Sebelumnya telah dikumpulkan produk hasil dari pekerjaan group kelas ini yang kiranya akan dilanjutkanoleh mereka utk diproduksi mungkin langsung masal atau dengan prototipe ke 2 dst.

Lumayan… paling kurang sudah terlihat ada produk yang akan dipasarkan.

Idul Adha Al Adzkar

Idul Adha tahun ini bertepatan dengan hari Ahad tanggal 06 Nov 2011, 10 Dzulhijah 1432 H, jemaah haji telah berdatangan ke Mina dari padang Arafah setelah mabit di Muzdalifah tengah malam. Idul Qurban ini dirayakan di banyak tempat dengan solat Ied pagi hari jam 07.00 di daerah selatan Jkt Jl Karang Tengah masjid Al Adzkar. Khotib di masjid ini adalah Drs H Muhammad Zuhdi Zaini MA, dan apa yang disampaikan cukup relevan dengan kondisi negara kita saat ini.
Sedikit cuplikannya, Demi tegaknya Syariat islam nabi Ibrahim rela dan ikhlas meninggalkan anak dan istri. Ismail anaknya yang masih kecil ditinggal di lembah tandus itu. Ibrahim telah menoreh sejarah dan keteladanan yang indah dalam hidupnya. Walau derai airmata membasah bumi yang tandus Ibrahim tetap menjalankan perintah tuhannya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengorbankan apa saja yang dimilikinya untuk kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang mendahulukan kepentingan umatnya daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillalilhamd.

Betapa bahagia rakyat dan umat menyaksikan seorang pemimpin yang bukan hanya panddai berkata kata dan membangun retorika, namun berani dan rela berkorban untuk rakyatnya. Rasulallah SAW bersabda pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rakyat mencintainya dan merekapun mencintai rakyatnya, rakyat mendoakannya dan merekapun mendoakan rakyatnya. Sebaliknya pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang membenci rakyatnya dan rakyat membenci pemimpinnya. Rakyat melaknat pemimpinnya dan pemimpinpun melaknat rakyatnya.
Hentikan pencitraan diri karena hanya akan melahirkan laknat dari langit dan bumi. Apabila suatu kaum lebih mendahulukan kepentingan dirinya daripada kepentingan agamanya maka Allah akan meninggalkannya, bumi dan langit akan murka kepadanya. Musibah yang datang silih berganti adalah akibat dari keangkuhan dan ketakaburan pemimpin negeri ini yang semakin hari semakin tidak tahu diri.

Kelas Etika 2011_v2

Kelas Etika 2011 Fak Teknik UI dimana mahasiswanya gabungan dari beberapa departemen. Tentu jumlahnya jadi cukup banyak kurang lebih ada 90an orang dari Teknik: Kimia, Industri, Mesin, Perkapalan, Elektro, Metalurgi Material. Peserta dibagi group yang  membernya terdiri dari mhs dengan disiplin yang ber beda2.

Kelas ini merupakan kelas Etika yang kedua (Sept s/d Des 2011), sedangkan kelas pertama mulai pada bulan Januari s/d Juni. Pengajaran sepanjang waktu dibantu oleh dua orang asisten Kuswarini dan Sari Octaviani.

Alarm and Key Helmet

Saat ini jumlah pengendara sepeda motor meningkat tajam. Setiap pengendara motor diwajibkan menggunakan helm untuk keselamatan. Selain kunci ganda untuk mengamankan motor, dibutuhkan pula kunci pengaman untuk helm. Karena harga helm saat ini tidaklah murah. 100 ribu ke atas untuk yang mempunyai kualitas baik. Bahkan ada juga helm dengan harga jutaan. Oleh karena, kami perkenalkan produk kami yaitu ALMET ditujukan untuk pengguna sepeda motor yang berguna untuk mengamankan helm dari pencuri helm. Dipasang di setang motor kemudian helm digembok dan diletakkan di atas spion sedemikian sehingga ketika hujan bagian dalam helm tidak basah. Produk kami juga dilengkapi dengan alarm. Ketika ada pencuri yang ingin mencuri helm, maka alarm akan berbunyi.

Business opportunity

Jumlah pengendara motor sangat banyak dan akan terus meningkat tajam. Karena banyak kelebihan kelebihan menggunakan sepeda motor dibanding transportasi lainnya. Diantaranya tidak akan terjebak macet sampai stuck berjam jam layaknya mobil, sehingga lebih cepat sampai dan dapat menghemat waktu. Selain itu juga lebih hemat bahan bakar. Sekitar 40km per liter. Bandingkan dengan mobil yang hanya dapat menempuh sekitar 10 km per liter. Mengingat harga bensin saat ini yang mahal. Tentu dengan menggunakan sepeda motor menjadi lebih efektif dan efisien. Setiap pengendara motor harus memakai helm. Ini merupakan kewajiban yang harus dipatuhi. Sehingga jumlah pengguna helm pun semakin banyak seiiring dengan naiknya jumlah pengguna sepeda motor. Hal ini lah yang mendasari produk kami sangat dibutuhkan. Karena jaman sekarang pencuri berkeliaran di mana mana baik pencuri motormaupun helm. Tidak di tempat ramai ataupun tempat sepi. Semua tempat mempunyai peluang terdapat pencuri helm. Maka pastikan helm anda aman dengan menggunakan produk kami.

Product description

Kami perkenalkan produk kami yaitu ALMET ditujukan untuk pengguna sepeda motor yang berguna untuk mengamankan helm dari pencuri helm. Dipasang di setang motor kemudian helm digembok dan diletakkan di atas spion sedemikian sehingga ketika hujan bagian dalam helm tidak basah. Produk kami juga dilengkapi dengan alarm. Ketika ada pencuri yang ingin mencuri helm, maka alarm akan berbunyi. Sehingga helm akan lebih aman.

ALMET  terbuat dari bahan metal agar kuat dan tidak mudah dirusakkan oleh pencuri

Bisnis ini baru saja dimulai. Belum ada produk pesaing yang bisa dibandingkan. Namun kami optimis produk ini bisa laku. Karena memang mempunyai fungsi dan kegunaan yang dibutuhkan oleh pengguna motor agar helm mereka lebih aman.

-0-

Produk ini adalah proyek dari Group 1 kelas Teknopreneur di Dep Teknik Mesin FTUI tahun 2011.

Chairman: Boby Surya;  Members:  Sumarlin Hari Wibowo, Angga Fauzian, Andrea Ramadhan. (02 Nov 2011)

Jakabaring di Waktu Malam

Sudah sejak beberapa bulan ini Jakabaring amat sering disebut-sebut dalam berita TV… Mengapa toh ?

Everybody knows tempat ini adalah adalah daerah di sekitar Palembang yang akan menjadi Venue SEA Games ke 26 yang akan dimulai pertengahan November tahun ini (2011). Masuk berita TV karena ada kasus korupsi yang menyangkut pejabat di Kementrian Pemuda dan Olahraga dimana pembangunan kompleks untuk pesta olahraga Asia Tenggara ini sarat dengan pembagian uang komisi untuk oknum pejabat tertentu. Dengan demikian kesan awal saya adalah sebuah pembangunan sarana olahraga seperti gelora senayan yang carut marut dan tidak selesai.

Namun apa yang saya saksikan justru bertolak belakang dengan yang saya perkirakan sebelumnya… Lho kenapa ?

Karena tadinya saya pikir karena uangnya dikorupsi maka bangunannya jadi tidak selesai dan jelek tak karuan. Diluar dugaan saya ternyata yang ada malah sebaliknya. Dikala malam saat saya berkunjung kesana, walaupun tidak semua lampu nyala, masih sangat tebatas, juga tak semua kompleks bisa kita lewati namun kesan indah dan megah muncul. Bahkan bila semua lampu dan titik pencahayaan itu sudah jalan, maka inilah kompleks olahragayang buat saya menakjubkan. Tentu bisa menjadi kebanggaan Palembang nantinya bila terus dipelihara dengan baik.

Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar ini dapat memuat hingga 36.000 – 40.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D) bertingkat mengelilingi lapangan. Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap yang ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa. Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini beralamat di Jalan Gubernur H. A. Bastari, Jakabaring, Palembang.

Dengan diantar oleh Amrifan (Dr Ir Amrifan Dipl Ing, d/h pernah ketemu di Darmstadt waktu beliau masih sekolah. Saat itu bersama dengan pak Ferry (Alm) dan pak Henky, tahun 1996. Sekarang Wadek II FT UNSRI), kami mengitari kompleks tersebut. Belum semua bisa dilalui, masih banyak jalan yang ditutup. Tapi charisma bangunan baru untuk olahraga itu sudah muncul walau kelihatannya belum full. Waktu masukkompleks ini ada digitall wall yang bertuliskan angka 16. Artinya SEA Games masih 16 hari lagi (count down) malam itu tgl 26 Okt 2011. Jadi pesta olahraga itu akan mulai sesudah tgl 10 an November. Enam orang seisi mobil diantaranya ibu-ibu Diah, Erna dan Catur (bapaknya satu dibelakang pak Erwin, maaf pak hampir kelupaan saya sebut…). Mereka menceritakan bila korupsi di Kemenpora itu tidak ketahuan, malah kompleks ini bisa selesai tepat waktu. Karena pastinya mereka sudah atur rapih segala sesuatunya. Tapi karena ketahuan oleh KPK, rencana mereka jadi berantakan. Akibatnya banyak penyelesaian bangunan yang tertunda. Pikir saya dalam hati… Waduh kalo gitu bila korupsinya sedikit-sedikit saja sih biarin sajalah, kan penyelesaian tepat waktu jadi penting agar SEA Games ini jadi sukses… Begitukah ? Lebih baik janganlah, kan korupsi mulai dari sedikit lama-lama jadi bukit. Atau timing penangkapannya diatur ? Sesudah SEA Games saja baruKPK bertindak. Yang penting sukses dulu pesta olahraganya. Entahlah serba salah ini bangsa.

Kembali ke Jakabaring, lihat di galeri utama Gelora Sriwijaya (mungkin ini stadion utamanya ya), cahaya lampu yang menyinari atapnya bisa berubah-ubah warnanya. Kadang hijau kadang biru atau kuning…


So… Jadi kesan saya berubah. Tadinya mendengar nama Jakabaring itu seperti ‘agak benci’. Namun sekarang dengan senang hati saya akan mengatakan ‘Jaka Baring itu indah’.

Suatu saat nanti bila pemeliharaannya baik, mungkin tempat ini akan jadi kebanggaan Wong Kito Galo.-


Seminar AVoER Unsri Palembang

Added Value of Energy Resources demikianlah nama Seminar yang diselenggrakan oleh Fak Teknik Univ Sriwijaya. Tahun 2011 ini adalah pelaksanaan untuk kali ketiga dan dihadiri oleh banyak pembawa makalah dari berbagai universitas. Diantaranya Untar (Jkt), Untirta (Banten) Unsri, Univ Indonesia, ITS SUrabaya. Sedangkan dari industri ada PT Batubara Bukit Asam.

Keynote speaker dihari pertama diisi oleh Asdep Penguatan Inisiatif Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup oleh Chaeruddin Hasyim. Dari Kementrian ESDM juga hadir Dr Ir Dadan Supardan, Sedang keynote dari UI disampaikan oleh Raldi A. Koestoer dengan judul -From Research to Industry-.

Hari kedua keynote disampaikan oleh wakil dari Pertamina Ir Djoko Widodo dan Medco Energi mgr Lingkungan yaitu Ibrahim Arsyad.

Ketua panitia ibu Dr Ir Diah K. Pratiwi menyampaikan bahwa makalah yang masuk ke meja panitia berjumlah 60 an semua mengkaji tentang energi dari berbagai sudut. Dari bidang arsitektur banyak menyoroti tentang eko-arsitektur dan green building.

Forum ini diharapkan dapat menjembatani semua unsur terkait dari pihak pemerintah, industri, instansi dan praktisi, yang peduli terhadap pemanfaatan energi, penganekaragaman berbagai sumber  dalam rangka optimasi penyediaan energi. Demikian dinyatakan dalam pidato pembukaan oleh Prof Dr Ir HM Taufik Toha DEA, Dekan Fak Teknik Univ Sriwijaya.

Dahlan Iskan Kisah Kasih Tak Sampai

Inikah Kisah Kasih Tak Sampai?

Oleh: Dahlan Iskan CEO PLN

Malam itu saya sudah di ruang tunggu bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Siap berangkat ke Amsterdam, Belanda. Tas sudah masuk bagasi. Saya cek lagi paspor untuk melihat dokumen imigrasi. Semua beres. Saya pun siap-siap sebentar lagi boarding. Istri saya sudah di Eropa tiga hari lebih dulu. Mendampingi anak sulung saya yang menjabat Dirut Jawa Pos, yang menerima penghargaan dari persatuan koran sedunia. Jawa Pos terpilih sebagai koran terbaik dunia tahun ini.
Saya pun kirim BBM kepada direksi PLN untuk memberitahu saat boarding sudah dekat. “Kapan pulangnya, Pak Dis?,” tanya seorang direktur. “Tanggal 21 Oktober. Setelah kabinet baru diumumkan,” jawab saya.
“Ooh, ini kepergian untuk nge-lesi ya,” guraunya.
Saya memang tidak kepingin jadi menteri. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan PLN. Instansi yang dulu saya benci mati-matian ini telah membuat saya sangat bergairah dan serasa muda kembali. Bukan karena tergiur fasilitas dan gaji besar, tapi saya merasa telah menemukan model transformasi korporasi yang sangat besar yang biasanya sulit untuk berubah. Saya juga tidak habis pikir mengapa PLN bisa berubah menjadi begitu dinamis. Beberapa faktor terlintas di pikiran saya.
Pertama, mayoritas orang PLN adalah orang yang otaknya encer. Problem-problem sulit cepat mereka pecahkan. Sejak dari konsep, roadmap sampai aplikasi teknisnya. Kedua, latar belakang pendidikan orang PLN umumnya teknologi sehingga sudah terbiasa untuk berpikir logis. Ketiga, gelombang internal yang menghendaki agar PLN menjadi perusahaan yang baik/maju ternyata sangat-sangat besar. Keempat, intervensi dari luar yang biasanya merusak sangat minimal. Kelima, iklim yang diciptakan oleh Menneg BUMN Bapak Mustafa Abubakar sangat kondusif yang memungkinkan lahirnya inisiatif-inisiatif besar dari korporasi.
Lima faktor itu yang membuat saya hidup bahagia di PLN. Dengan modal lima hal itu pula komitmen apa pun untuk menyelesaikan persoalan rakyat di bidang kelistrikan bisa cepat terwujud. Itulah sebabnya saya berani membayangkan, akhir tahun 2012 adalah saat yang sangat mengesankan bagi PLN. Pada hari itu nanti, energy mix sudah sangat baik. Berarti penghematan bisa mencapai angka triliunan. Jumlah mati lampu sudah mencapai standar internasional untuk negara sekelas Indonesia. Penggunaan meter prabayar sudah menjadi yang terbesar di dunia. Ratio elektrifikasi sudah di atas 75%. Propinsi- propinsi yang selama ini dihina dengan cap “ayam mati di lumbung” sudah terbebas dari ejekan itu. Sumsel, Riau, Kalsel, Kaltim, Kalteng yang selama ini menjadi simbol “ayam mati di lumbung energi” sudah surplus listriknya.
Pada akhir tahun 2012 itu nanti, tepat tiga tahun saya di PLN, saatnya saya mengambil keputusan untuk  kepentingan diri saya sendiri: berhenti! Saya ingin kembali jadi orang bebas. Tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaan orang bebas. Apalagi orang bebas yang sehat, punya istri, punya anak, punya cucu dan he he punya uang! Bisa ke mana pun mau pergi dan bisa mendapatkan apa pun yang dimau. Saya tahu masa jabatan saya memang lima tahun, tapi saya sudah sepakat dengan istri untuk hanya tiga tahun. Niat seperti itu sudah sering saya kemukakan kepada sesama direksi. Terutama di bulan-bulan pertama dulu. Tapi mereka melarang saya menyampaikannya secara terbuka. Khawatir menganggu kestabilan internal PLN. Mengapa? “Takut sejak jauh-jauh hari sudah banyak yang memasang strategi mengincar kursi Dirut, ujarnya. “Bukan strategi memajukan PLN,” tambahnya. “Lebih baik, selama tiga tahun itu kita menyusun perkuatan internal agar sewaktu-waktu Pak Dis meninggalkan
PLN kultur internal kita sudah baik,” katanya pula.
Saya setuju untuk menyimpan “dendam tiga tahun” itu. Organisasi sebesar PLN memang tidak boleh sering goncang. Terlalu besar muatannya. Kalau kendaraannya terguncang-guncang terus bisa mabuk penumpangnya. Kalau 50.000 orang karyawan PLN mabuk semua, muntahannya akan menenggelamkan perusahaan.
Sepeninggal saya ini pun tidak boleh ada guncangan. Saya akan mengusulkan ke Menteri BUMN yang baru untuk memilih salah satu dari direksi yang ada sekarang, yang terbukti sangat mampu memajukan PLN. Kalau di antara direksi sendiri ada yang ternyata berebut, saya akan usulkan untuk diberhentikan sekalian. Tapi tidak mungkin direksi yang ada sekarang punya sifat seperti itu.
Saya sudah menyelaminya selama hampir dua tahun. Saya merasakan tim direksi PLN ini benar-benar satu-hati, satu-rasa, dan satu-tekad. Ini sudah dibuktikan ketika PLN menerima tekanan intervensi yang luar biasa besar, direksi sangat kompak menepisnya.
Kekompakan seperti itu yang juga membuat saya semakin bergairah untuk bekerja keras mempercepat transformasi PLN. Saya menyadari waktu tidak banyak. Keinginan untuk bisa segera menjadi orang bebas tidak boleh menyisakan agenda yang menyulitkan masa depan PLN. Itulah sebabnya motto PLN yang lama yang berbunyi “listrik untuk kehidupan yang lebih baik”, kita ganti untuk sementara dengan motto yang lebih sederhana tapi nyata: Kerja! Kerja! Kerja!
Tanggal 27 Oktober 2011 nanti, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, motto baru itu akan digemakan ke seluruh Indonesia. Kerja! Kerja! Kerja! Sebenarnya ada satu kalimat yang saya usulkan sebelum kata kerja! kerja! kerja! itu. Lengkapnya begini: Jauhi politik! Kerja! Kerja! Kerja!
Tapi teman-teman PLN menyarankan kalimat awal itu dihapus saja agar tidak menimbulkan komplikasi politik. Tentu saya setuju. Saya tahu, berniat menjauhi politik pun bisa kena masalah politik! Sudah lama saya ingin naik business class yang baru dari Garuda Indonesia. Kesempatan ke Eropa ini saya pergunakan dengan baik. Toh bayar dengan uang pribadi. Saya dengar business classnya Garuda sekarang tidak kalah mewah dengan penerbangan terkenal lainnya.
Saya ingin merasakannya. Saya ingin membandingkannya. Kebetulan saat umroh Lebaran lalu saya sempat naik business class pesawat terbaru Emirat A380 yang ada bar-nya itu. Sejak awal, sejak sebelum menjabat CEO PLN, saya memang mengagumi transformasi yang dilakukan Garuda. Saya dengar di Singapura pun kini Garuda sudah mendarat di terminal tiga. Lambang presitise dan keunggulan. Tidak lagi mendarat di terminal 1 yang sering menimbulkan ejekan “ini kan pesawat Indonesia, taruh saja di terminal 1 yang paling lama itu!”.
Beberapa menit lagi saya akan merasakan untuk pertama kali business class jarak jauh Garuda yang baru. Saya seperti tidak sabar menunggu boarding. Di saat seperti itulah tiba-tiba… . “Ini ada tilpon untuk Pak Dahlan,” ujar keluarga saya yang akan sama-sama ke Eropa sambil menyodorkan HP-nya.
Telpon pun saya terima. Saya tercenung. “Tidak boleh berangkat! Ini perintah Presiden!” bunyi telpon itu.
“Wah, saya kena cekal,” kata saya dalam hati.
Mendapat perintah untuk membatalkan terbang ke Eropa, pikiran saya langsung terbang ke mana-mana. Ke Wamena yang listriknya harus cukup dan 100% harus dari tenaga air tahun depan. Ke Buol yang baru saya putuskan segera bangun PLTGB (pembangkit listrik tenaga gas batubara) agar dalam 8 bulan sudah menghasilkan listrik. Ke PLTU Amurang yang tidak selesai-selesai. Ke Flores yang membuat saya bersumpah untuk menyelesaikan PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) Ulumbu sebelum Natal ini. Saya tahu teman-teman di Ulumbu bekerja amat keras agar sumpah itu tidak menimbulkan kutukan. Pikiran saya juga terbang Lombok yang kelistrikannya selalu mengganggu pikiran saya. Sampai-sampai mendadak saya putuskan harus ada mini LNG di Lombok dalam waktu cepat. Ini saya simpulkan setelah kembali meninjau Lombok malam-malam minggu lalu. Saya tidak yakin PLTU di sana bisa menyelesaikan masalah Lombok dengan tuntas. Pikiran saya terbang ke Bali membayangkan transmisi Bali
Crossing yang akan menjadi tower tertinggi di dunia. Ke Banten selatan dan Jabar selatan yang tegangan listriknya begitu rendah seperti takut menyetrum Nyi Roro Kidul.
Meski masih tercenung di ruang tunggu Garuda, pikiran saya juga terbang ke Lampung yang enam bulan lagi akan surplus listrik dengan selesainya PLTU baru dan geothermal Ulubellu. Juga teringat GM Lampung Agung Suteja yang saya beri beban berat untuk menyelesaikan nasib 10.000 petambak udang di Dipasena dalam waktu tiga bulan. Padahal dia baru dapat beban berat menyelesaikan 80.000 warga yang harus secara massal pindah mendadak dari listrik koperasi ke listrik PLN.
Pikiran saya juga terbang ke Manna di selatan Bengkulu. Saya kepikir apakah saya masih boleh datang ke Manna tanggal 30 Desember, seperti yang saya janjikan untuk bersama-sama rakyat setempat syukuran terselesaikannya masalah listrik yang rumit di Manna. Saya terpikir Rengat, Tembilahan, Selatpanjang, Siak dan Bagan Siapi-sapi yang saya programkan tahun depan harus beres.
Saya teringat Medan dan Tapanuli: alangkah hebatnya kawasan ini kalau listriknya tercukupi, tapi juga ingat alangkah beratnya persoalan di situ: proyek Pangkalan Susu yang ruwet, ijin Asahan 3 yang belum keluar, PLTP Sarulla yang bertele-tele dan bandara Silangit yang belum juga dibesarkan. Pikiran saya terus melayang ke Jambi yang akan jadi percontohan penyelesaian problem terpelik system kelistrikan: problem peaker. Di sana lagi dibangun terminal compressed gas storage (CNG) yang kalau berhasil akan jadi model untuk seluruh Indonesia. Saya ingin sekali melihatnya mulai beroperasi beberapa bulan lagi. Masihkah saya boleh menengok bayi Jambi itu nanti?
Juga ingat Seram di Maluku yang harus segera membangun mini hidro. Lalu bagaimana nasib program
100 pulau harus berlistrik 100% tenaga matahari. Ingat Halmahera, Sumba, Timika �
Tentu saya juga ingat Pacitan. PLTU di Pacitan belum menemukan jalan keluar. Yakni bagaimana mengatasi gelombang dahsyat yang mencapai 8 meter di situ. Ini sangat menyulitkan dalam membangun breakwater untuk melindungi pelabuhan batubara.
Dan Rabu 23 Oktober lusa saya janji ke Nias. Dan bermalam di situ. Empat bupati di kepulauan Nias sudah bertekad mendiskusikan bersama bagaimana membangun Nias dengan lebih dulu mengatasi masalah listriknya.
Yang paling membuat saya gundah adalah ini: saya melihat dan merasakan betapa bergairahnya seluruh jajaran PLN saat ini untuk bekerja keras memperbaiki diri. Saya seperti ingat satu persatu wajah teman- teman PLN di seluruh Indonesia yang pernah saya datangi.
Dengan pikiran yang gundah seperti itulah saya berdiri. Mengurus pembatalan terbang ke Eropa. Menarik kembali bagasi, membatalkan boarding, mengusahakan stempel imigrasi dan meninggalkan bandara.
Hati saya malam itu sangat galau. Saya sudah terlanjur jatuh cinta setengah mati kepada orang yang dulu saya benci: PLN. Tapi belum lagi saya bisa merayakan bulan madunya saya harus meninggalkannya. Inikah yang disebut kasih tak sampai?CEO’s Notes, Jakarta, 18 Oktober 2011 ini disebarkan oleh :

LUTHFI HANI
Kepala Bidang Komunikasi Korporat
PT Indonesia Power-A Subsidiary of PT PLN (Persero)
Jln. Jend. Gatot Subroto Kav 18-Jakarta 12950 Indonesia
Salam Satria Dharma

Prof Nakoela Wafat

Telah berpulang ke Rachamtullah pada hari kamis 20 Okt 2011, dosen senior Dep Teknik MEsin FTUI, pendiri FTUI
Prof Ir Nakoela Soenarta Dipl Ing
Pakar teknik mesin otomotif usia 86 tahun, wafat di RS Dharma Nugraha Rawamangun karena infeksi pernafasan. Prof Nakoela tercatat juga selain sebagai dosen di UI juga di Univ Atmajaya, Univ Pancasila,Univ Tarumanegara. Aktif di IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif) dan BKM PII.

Letkol (purn) TNIAD, memperoleh bintang gerilya dan Kartika Eka Paksi. Dengan demikian terlihat saat wisuda atau dies natalis dimana beliau memakai toga, di dadanya lengkap atribut bintang maka jadilah beliau prof yang paling banyak bintang jasanya.
Beliau juga dikenal sebagai penulis untuk banyak media massa,salah satu tulisannya yang terkait dengan Dep Teknik Mesin FTUI, bisa dilihat di blog ini. Klik saja:

http://koestoer.wordpress.com/2007/10/02/sekelumit-sejarah-teknik-mesin-ui-bag-3-selesai/

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT. (Ral 211011).-

Otonomi Bukan Liberalisasi Perti

Otonomi Bukan Liberalisasi Perguruan Tinggi!

Oleh: Donny Gahral Adian, Dosen Filsafat Politik Universitas Indonesia

Liberalisasi memang konsep yang memancing emosi bagi sebagian cendekia republik ini. Apalagi ketika konsep tersebut disematkan pada pendidikan yang diklaim sebagai barang publik. Apakah pendidikan harus patuh pada hukum pasar yang mensyaratkan kemampuan membeli? Apabila demikian, pendidikan pun menjadi barang privat yang diperjualbelikan layaknya barang loakan. Otonomi pun akhirnya dijadikan martir bagi keluh kesah terhadap liberalisasi pendidikan. Status perguruan tinggi yang otonom disinyalir sebagai gerbang emas bagi “kelontongisasi” pendidikan. Akibatnya jelas. Perguruan tinggi sibuk membuka restoran dan kafe sambil terus memproduksi berbagai kelas eksekutif.

Otonomi

Otonomi dipersoalkan secara diametral oleh dua orang pengamat sekaligus pelaku pendidikan tinggi. Pertama adalah Satryo Soemantri Brodjonegoro. Beliau menekankan bahwa absennya otonomi akan menyebabkan kemandulan kognitif di dalam lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan menjadi sekadar satuan administratif yang tidak mungkin mampu menumbuhkan suasana akademik-ilmiah-inovatif yang kondusif (Kompas, 15/10/11). Gumilar Rusliwa Somantri, sebaliknya, lebih berhati-hati menyikapi otonomi. Gumilar membedakan antara otonomi rasional dengan liberal (Kompas, 15/10/11). Otonomi rasional dipahami Gumilar sebagai otonomi yang berpedoman pada regulasi dan perencanaan pemerintah. Otonomi liberal, sebaliknya, dipahami sebagai kebebasan perguruan tinggi melakukan apa saja sehingga mengurangi peran negara.

Saya memiliki catatan terhadap pembedaan Gumilar di atas. Gumilar menekankan betapa otonomi liberal akan mengabaikan peran negara yang memastikan manfaat publik pendidikan tinggi. Pertanyaannya, apakah negara selalu satu tarikan nafas dengan kepentingan publik. Bukankah korupsi selama ini justru banyak dilakukan lembaga negara. Kebijakan negara pun seringkali adalah kebijakan pesanan yang tidak mengabdi pada kepentingan publik. Kesebangunan antara negara dan publik adalah tanda tanya raksasa di republik ini.

Kedua, apakah otonomi niscaya melahirkan liberalisasi pendidikan? Kita memang bisa melihat kenyataan betapa beberapa perguruan tinggi otonom mencari uang secara kebablasan. Otonomi kemudian ditafsirkan sebagai kemudahan untuk membangun Mal dan Pompa Bensin. Namun, otonomi kebablasan tersebut juga tidak pernah ditegur oleh penyelenggara negara yang memiliki suara cukup besar di Majelis Wali Amanah selaku pengawas. Apakah ketika peran negara diperbesar dari sekadar wakil di Majelis Wali Amanah maka perguruan tinggi akan menghentikan liberalisasi? Peran negara satu hal sementara pengawasan adalah hal lain. Apalagi kenyataan menunjukan betapa seringkali penyelenggara negara bertindak atas nama kepentingan sektoral ketimbang publik.

Gumilar, bagi saya, menggagas semacam otonomi terpimpin. Otonomi yang dipimpin oleh negara sebagai penyelenggara kepentingan publik. Otonomi terpimpin, sayangnya, adalah kontradiksi logis yang cukup fatal. Di antara otonomi dan terpimpin tidak ada kemungkinan ketiga. Kita harus memilih satu di antara keduanya. Artikel seorang pengamat pendidikan , Doni Koesoema, menunjukan betapa fatalnya akibat yang ditimbulkan otonomi terpimpin. Ketika lembaga pendidikan menjadi satuan kerja pemerintah dan patuh pada perencanaan pemerintah maka yang muncul justru ketidakadilan. Doni menulis betapa perencanaan kementrian pendidikan nasional justru memperberat guru dengan menuntut tatap muka 27,5 jam per minggu (Kompas, 15/10/11). Kita bisa membayangkan betapa ruginya jika hal serupa terjadi di perguruan tinggi. Bagaimana dosen mampu melakukan riset inovatif jika seluruh hidup akademiknya diabdikan di dalam kelas dan bukan laboratorium.

Pabrik Pengetahuan

Perguruan tinggi tidak ayal lagi mencerminkan kondisi terakhir masyarakat milenia baru. Masyarakat di milenia baru ini menjejakan kaki sosialnya pada pengetahuan. Jika dulu nilai tambah diperoleh dari kerja otot maka sekarang itu digenjot melalui otak. Perguruan tinggi adalah organisasi yang mengelola otak-otak terpintar sebuah bangsa demi produksi pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, perguruan tinggi seharusnya lebih banyak menghasilkan laporan penelitian ketimbang surat keputusan rektor.

Pengelolaan otak tidak sama dengan pengelolaan otot. Yang pertama membutuhkan otonomi sementara yang kedua, disiplin dan ketaatan. Kerja akademik membutuhkan otonomi demi produktivitas dan inovasi. Disiplin, regulasi, aturan justru berbanding terbalik dengan produktivitas akademik. Semakin banyak aturan dikeluarkan justru semakin miskin kerja akademik.

Perguruan tinggi sejatinya memiliki dua fungsi yang saling melengkapi. Fungsi pertama adalah produsen pengetahuan. Perguruan tinggi adalah pabrik pengetahuan yang secara berkelanjutan memasok publik dengan berbagai pengetahuan yang berguna. Sayangnya, fungsi ini belum sepenuhnya dipahami oleh pengelola perguruan tinggi. Alhasil, perguruan tinggi lebih banyak menghasilkan intrik ketimbang inovasi epistemik.

Fungsi kedua adalah penyalur pengetahuan. Pengetahuan yang disalurkan lewat pengajaran seharusnya merupakan produk perguruan tinggi itu sendiri. Jika tidak, perguruan tinggi sekadar menjadi institusi tempat dosen menjejali mahasiswa dengan teori-teori yang bukan bikinannya sendiri. Perguruan tinggi harus mampu menyalurkan pengetahuan yang kontekstual dengan persoalan bangsanya. Sehingga, pengajaran yang diselenggarakan harusnya berbasis riset dan bukan sekadar memutar-ulang buku teks.

Otonomi adalah syarat mutlak berlangsungnya dua fungsi perguruan tinggi di atas. Setiap perguruan tinggi berhak menentukan pengetahuan apa yang diproduksi dan disalurkannya. Perencanaan di tingkat penyelenggara negara tidak mampu memetakan kekhususan setiap perguruan tinggi dalam menjalankan dwi-fungsi tersebut. Perguruan tinggi, misalnya, berhak membuka program studi atau jurusan baru berdasarkan state of the art keilmuan tertentu. Perguruan tinggi juga berhak membongkar struktur unit kerja akademik menjadi produsen kognitif ketimbang penyelenggara administratif. Program studi bukan lagi tempat absen dihitung dan kuitansi pensil dikumpulkan. Nah, jika yang terjadi sebaliknya, saya lebih baik beralih profesi menjadi karyawan pabrik garmen. (Dimuat di harian Kompas tgl 18 Agustus 2011).-

 

 

Mengapa Ind tidak diembargo ?

Artikel ini di copy paste dari sebuah milis. Info dari tetangga sebelah, Mdh2an dpt menjadi renungan : Dr tmn yg tgl di Ausie. Suatu pagi, kami menjemput seorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!”
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu.”Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia ” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja,Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami, yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat. Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, kami bener2 panik.  Sangat terasa, we are nothing.   Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia?  Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sbg peluang. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri, makanya tidak di embargo.
Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kalian sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri. Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD !!

The Best Foto of the Visit

Dalam mata kuliah Etika, mahasiswa mendapat tugas untuk

VISIT dan WAWANCARA kaum Marginal.

Dalam kelas ada 92 orang murid, terbagi dalam 18 group. Untuk visit dan wawancara ini group masih dibagi dua lagi menjadi subgroup yang hanya terdiri dari 2 atau 3 orang saja.
Meskipun begitu ada juga yang saya ijinkan utk visit dan wwcr sendiri saja karena hal2 tertentu.
Tentu mereka nanti kelanjutannya harus melaporkan apa2 yang mereka lihat dan lakukan.

Sebagai buktinya saya minta kepada students utk bikin foto bersama obyeknya atau orang yang dikunjungi dan diwawancara. Satu subgroup mungkin bikin 2 atau 3 foto sehingga ada 100 an lebih foto.

Dari sekian banyak foto, saya memilih satu yang menurut saya

THE BEST PHOTO OF THE VISIT

Salah satu subgroup mewawancarai anak jalanan dan berbaur hangat dengan mereka berbincang dan bernyanyi.

Ini dia fotonya…

Ruth Velisia dari Dep Teknik Industri terlihat menggendong seorang anak jalanan yang masih kecil tanpa risih sama sekali. Ditemani oleh Eko Prasetya dari Dep Teknik Kimia mereka mejeng bersama.
Kata Indra Lesmana waktu jadi juri di Indonesian Idol, dia bilang begini:

“Soul-nya dapet banget nih…”

Young Entrepreneur

Young and Smart Entrepreneur Program 2011.

Sekalian untuk 7 produk dari kelas Teknopreneur saya, tadi saya umumkan dan anjurkan mereka untuk ikut ajang ini.

Kriterianya a) Berdasarkan riset sendiri/dosen/peneliti. b) Bisa modif pengembangan aplikasi yg sudah ada. c) Berdasarkan bidang ilmu yang dimiliki. d) Min semester 4. e)) D1, S1 reg paralel ekstensi. f Berkelompok 2-3 orang. g) Unik menarik kreatif.

Hadiah pembiayaan Rp 24 jt per kelompok.-

Batas kumpul Bussiness Plan 21 Okt 2011.

Ya’ ini di UI ada sejenis lomba utk mhs yaitu Program Wirausaha Mahasiswa, judulnya

Young and Smart Entrepreneur Program 2011.

Sekalian untuk 7 produk dari kelas Teknopreneur saya, tadi saya umumkan dan anjurkan mereka untuk ikut ajang ini.

Kriterianya a) Berdasarkan riset sendiri/dosen/peneliti. b) Bisa modif pengembangan aplikasi yg sudah ada. c) Berdasarkan bidang ilmu yang dimiliki. d) Min semester 4. e)) D1, S1 reg paralel ekstensi. f Berkelompok 2-3 orang. g) Unik menarik kreatif.

Hadiah pembiayaan Rp 24 jt per kelompok.-

Batas kumpul Bussiness Plan 21 Okt 2011.

Ketentuan lomba: a) Melampirkan Bussiness Plan b) Foto Peserta c) Fotokopi KTP KK KTM. Pendaftaranmelalui

http://sinbis.ui.ac.id

Menyerahkan CD dan hardcopy ke DKIB

more info 0856870656 Gianika

FB wiramuda_ui@yahoo.co.id

Twitter @wiramudaUI

Rukyatul Hilal Bakal Hilang

Oleh: Nento Luki

Ass wwb: Tenang saja, tidak usah ramai. Mungkin lama lama juga rukyatul hilal bakalan hilang.

Dulu muazin harus menunggu di atas menara masjid untuk merukyat fajar dan magrib. Diwaktu mendung pekat biasanya dimusim hujan, azan subuh diatas jam 7 dan magrib sebelum jam 5. karena matahari belum bisa dirukyat. Yang coba coba menghisab jadwal sholat dianggap ingkar sunnah.

Sama dengan Khotbah selain bahasa arab, malah dianggap sesat. Itu orang dulu. Dimasa depan orang orang akan mengatakan “kasihan orang dulu (kita sekarang)”, musti manggul manggul teropong untuk merukyat bulan, disumpah segala sebelum memulai puasa dan berlebaran. Sekarang (mungkin tahun 2060an) anak kecil sudah pakai GPS yang ada program terbenamnya bulan dan matahari. Bulan itu 29, kalau gelap genapkan 30. silahkan aja mau 29 atu 30 jangan ramai.. Yang pokok adalah faman syahida minkumusyahro fal yasum. Ikut saja wailul amri yakni guru guru disekitar kita.

Pemerintah jangan dianggap wailul amri. Pemerintah yang membiarkan zina dan mengasihani pencuri/penipu (koruptor) kok dianggap wailul amri.

TKS Wass.

Kelas Teknopreneur

Binatang apa tuh Teknopreneur ? Binatang berkaki empat atau binatang melata ?
Ternyata… ternyata…
…Berkaki…berkaki… DUA… saudara-saudara.
Rupanya dia manusia biasa juga kaya kita-kita.
Malah sekarang di DTM (Departemen Teknik Mesin) dijadiin Mata Kuliah. Luarbiasa,.. kenapa luarbiasa ? Karena di dunia ini jarang ada departemen atau jurusan (yang merupakan bidang ilmu) yang berani menetapkan sebuah mata kuliah sejenis ini. Kebanyakan jurusan-ju rusan yang ada di Indonesia ini cuma nyontek2 aja dengan apa yg ada di negara2 maju lain karena tentu saja karena kurang PD alias kurang Percaya Diri. Dengan kata lain tak ada keberanian dan tak ada kemampuan. Yang utama berani dulu aja deh, karena soal mampu atau nggak itu kita bisa cari upaya sana sini.
Bahkan sebagian orang menganggap itu nyleneh dan salah… mengapa ? coba liat deh universitas2 terkenal, mana ada dia m.k. itu. Ya tentu saja dia akan menentukan kurikulum itu sesuai keperluan dia, kita musti bikin kuri sesuai keperluan kita dong..
Udah deh kita cukupkan debat kita sampai disini aja soal perlu tidaknya Teknopreneur. Kita mulai ngobrol dengan apa yang terjadi. So after 2 years kuliah ini berjalan di DTM, baru semester ini saya di-instruksikan utk mengajar mk ini. Ada dua kelas, kelas saya ini 25 an orang sedang kelas lain dengan dosen pak Imansyah jumlahnya 70 orang. Pak Iman sudah mengajar yg ke 2 kali. Tentu silabusnya juga belum terdefinisi dengan jelas, tapi itukan biasa utk sebuah mk yang bukan kuliah nyontek dari luar. Di Indo ini brgkali cuman Univ Ciputra aja yg menyelenggarakan kuliah dengan nama ini… itu juga barangkali.Yang jelas kalau Entrepreneurship itu sudah lumayan banyaknya.

Normalnya orang mulai dengan definisi, so apa dong definisinya. Kalau you search by internet tentu keluar puluhanlah. But I will introduce you my own definition. Pertama anda tahu kan entrepneur… Nah teknopreneur ini adalah entrepreneur berbasis teknologi. That’s it !
Simpel kan ? Let’s make everything more simple.

Utamanya dikelas ini saya menanamkan MOTIVASI… jadi boleh dibilang intinya itu motivasi dulu. Supaya terbangun dalam diri anak muda ini semangat yang menggebu dan menggebu-gebu. Kenapa begitu ?
Karena tantangannya sungguh banyak dan berat. Jadi kalo tujuan hanya utk sekedar ngisi mata kuliah ngafalin teks ini itu yg gak ada gunanya lalu quis ditanya ini itu dan dijawab berdasarkan kerajinan ngafal tadi… Maka saya yakin cara itu adalah cara yang bodoh buang2 waktu dan tenaga saja… Dan pasti tidak akan jadi apa2. Mohon maaf ini kesenangannya melayu2 gebleg nih, bikin kerjaan se-akan2 hebat tapi gak ada gunanya. Udah gitu ntar crita ini itu seakan punya ilmu tinggi tapi ngomong doang alias NATO No Action Talk Only dan kemudian karena di Universitas musti keliatan hebat jadi ditambahin planning yg gak pernah dikerjain alias NAPO alias No Action Plan Only.

Mungkin juga kami semua ini akan gagal. Tapi gak apa2 disekolah ini diijinkan gagal koq. Malah pelajaran yang paling berarti itu adalah KEGAGALAN. Jadi jangan takut gagal. Malah saya sering bilang kita ini akan mulai dengan kegagalan2. Tapi yang penting kita harus punya prinsip tidak akan pernah putus asa. Jadi kita harus BANGUN LAGI KALO GAGAL. Nah itu pelajaran yg utama.

Dikelas ini juga sy tanamkan utk bikin produk. One man one product. Yang penting dicoba, gagal atau jadi  itu soal nanti. Terus pakai modal sendiri. Kan hrs ditanamkan juga bahwa segala sesuatu itu ada resiko jadi belajar nanggung resiko. Kemudian ilmu Teknik Mesinnya dipakai buat bikin produk. So hrs ada simpel disain and drawing. Terus dijadiin barang beneran, sebagai prototipe pertama. Mungkin aja nanti bisa diikut sertakan pada lomba ini itu. Pelengkapnya nanti ditambah dengan rancangan bisnis sederhana, harapannya nanti bisa dilanjutkan beneran baik secara group maupun individu.

Jadi itulah kira2 apa yg sedang berjalan disalah satu bagian diantara sekian banyak kegiatan belajar mengajar ini.

Nah ini saya kasi liat calon2 teknopreneur.-

https://www.youtube.com/watch?v=8PYEpQZ0NUI

Steve Jobs

-0- Disalin dari webpronews -0-

Thursday, October 06, 2011

 

From a lot of familiar names

The death of Steve Jobs has inspired many, many people to share their thoughts on the life of a man they truly admired, and that includes a lot of big names. Following is a list of 100 such reactions from names many will recognize, spanning throughout the tech and journalism industries as well as celebrities in politics, movies, music, sports, etc.

Share your thoughts about Steve Jobs in the comments

Note: In many cases, these are not the entire statements. Many had paragraphs more to say about Jobs. You could fill a very large book or perhaps a set of encyclopedias to really get it it all in there. 

The List

1. The Jobs family: “In his public life, Steve was known as a visionary; in his private life, he cherished his family. We are thankful to the many people who have shared their wishes and prayers during the last year of Steve’s illness.”

Tech Leaders and Journalists/Bloggers

2. Apple Co-founder Steve Wozniak: “It’s like the world lost a John Lennon – I mean Steve was clearly the most outstanding business thinker and almost everybody high up in the technology business recognized that somehow he had the ability to think out new ways of doing things, not just ways to improve what we have (do a better version of something) but do it in a totally different way that the world would swing towards.”

3. Apple CEO Tim Cook: “Apple has lost a visionary and creative genius, and the world has lost an amazing human being.”

4. Apple’s Board of Directors: “Steve’s brilliance, passion and energy were the source of countless innovations that enrich and improve all of our lives. The world is immeasurably better because of Steve.”

5. Pixar Chief Creative Officer John Lasseter: “He saw the potential of what Pixar could be before the rest of us, and beyond what anyone ever imagined. Steve took a chance on us and believed in our crazy dream of making computer animated films; the one thing he always said was to simply ‘make it great.'”

6. Walt Disney President Bob Iger: “Steve was such an ‘original,’ with a thoroughly creative, imaginative mind that defined an era. Despite all he accomplished, it feels like he was just getting started.”

7. Microsoft co-founder Bill Gates: “Steve and I first met nearly 30 years ago, and have been colleagues, competitors and friends over the course of more than half our lives. The world rarely sees someone who has had the profound impact Steve has had, the effects of which will be felt for many generations to come.”

8. Microsoft co-founder Paul Allen: “We’ve lost a unique tech pioneer and auteur who knew how to make amazingly great products. Steve fought a long battle against tough odds in a very brave way. He kept doing amazing things in the face of all that adversity. As someone who has had his own medical challenges, I couldn’t help but be encouraged by how he persevered.”

9. Microsoft CEO Steve Ballmer: “I want to express my deepest condolences at the passing of Steve Jobs, one of the founders of our industry and a true visionary. My heart goes out to his family, everyone at Apple and everyone who has been touched by his work.”

10. Yahoo co-founder Jerry Yang: “Steve was my hero growing up. He not only gave me a lot of personal advice and encouragement, he showed all of us how innovation can change lives. I will miss him dearly, as will the world.”

11. Google CEO Larry Page: “He was a great man with incredible achievements and amazing brilliance. He always seemed to be able to say in very few words what you actually should have been thinking before you thought it. His focus on the user experience above all else has always been an inspiration to me.”

12. Google co-founder Sergey Brin: “From the earliest days of Google, whenever Larry and I sought inspiration for vision and leadership, we needed to look no farther than Cupertino. Steve, your passion for excellence is felt by anyone who has ever touched an Apple product (including the macbook I am writing this on right now). And I have witnessed it in person the few times we have met.”

13. Google Executive Chairman Eric Schmidt: “”Today is very sad for all of us. Steve defined a generation of style and technology that’s unlikely to be matched again. Steve was so charismatically brilliant that he inspired people to do the impossible, and he will be remembered as the greatest computer innovator in history.”

14. Google Research Director Peter Norvig: “Honor Steve Jobs: resolve to do something insanely great.”

15. Google head of web spam Matt Cutts: “The tech industry lost an amazing, world-changing person today. Rest in peace, Steve.”

7 Rektor Bantah Terima Fee

7 Rektor Tercatat Terima Fee dari Perusahaan Nazar
SELASA, 04 OKTOBER 2011 | 07:50 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Seto Wardhana

Berita terkait
Hari Ini Komite Etik KPK Periksa Haryono Umar
Nazar Siap Bersaksi di Sidang Wafid
Pengacara Tetap Ingin Nazar-Chandra Dikonfrontasi
Nazaruddin Akan Didampingi 5 Pengacara
O.C. Kaligis Berkolaborasi dengan Elza Syarief Tangani Kasus Nazaruddin

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tujuh rektor perguruan tinggi membantah telah menerima fee atas proyek yang dimenangkan PT Anugrah Nusantara. Bantahan itu dikeluarkan guna merespon informasi yang menyatakan nama mereka tercatat dalam laporan keuangan perusahaan yang sahamnya dimiliki Anas Urbaningrum, kini Ketua Umum Partai Demokrat, dan mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersebut.

Berdasarkan data yang dilangsir situs Gresnews.com, aliran duit kepada para rektor itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun sejak 2007. Dalam laporan keuangan PT Anugrah, para rektor tercatat menerima duit dengan jumlah bervariasi dan untuk kepentingan yang beragam. Umumnya mereka tercatat menerima dana sebagai biaya entertaint.

Prof. Dr. Ir. Sudjarwo, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang namanya muncul dalam catatan itu mengakui pernah mengajukan proyek ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Namun ia membantah menerima duit dari PT Anugrah sebesar Rp 10 juta pada 3 Desember 2008. “Saya sama sekali tidak menerima sepeserpun uang dari perusahaan pemenang proyek,” kata dia di ruang kerja Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Senin 3 Oktober 2011.

Catatan transaksi lain adalah untuk rektor Universitas Mataram, saat itu Prof Mansur Ma’sum, sebesar Rp 25 juta yang terjadi pada 16 Desember 2008. Lalu Rektor Universitas Riau, kala itu Prof Dr Ashaluddin Jalil, pada 23 Januari 2008 senilai Rp 23 juta. Nama Prof. DR. Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya, Malang, tercatat pada transaksi 5 November 2008 sebesar Rp 410 ribu.

Aliran lainnya ditujukan kepada Rektor Universitas Sriwijaya, Palembang pada 28 September 2007, kala itu dijabat Prof Dr Ir Zainal Ridho Djaffar, berbentuk dolar setara Rp 45,9 juta. Rektor Universitas Udayana, Bali pada 30 Januari 2007, kala itu Prof I Made Bakta, sebesar Rp 20 juta.

Rektor Universitas Airlangga, Surabaya, pada 27 Agustus 2007, yang saat itu Prof Dr Fascihul Lisan, pun dicatat menerima Rp100 juta. Pejabat pembuat komitmen Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Jakarta juga disebut menerima aliran dana Rp 30 juta.

Seperti halnya Sudjarwo, para rektor dan pejabat universitas yang ditemui Tempo membantah telah menerima aliran dana dari PT Anugrah.”Tak benar rumor yang mengatakan ada fee dari perusahaan tersebut,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Rektorat Unair, Dr Mangestuti Agil Apt.

Berdasarkan surat perjanjian jual beli saham PT Anugrah Nusantara tertanggal 1 Maret 2007, tertulis Nazaruddin sebagai pihak pertama yang menjual 30 persen sahamnya kepada Anas. Dalam perjanjian kontrak yang disahkan notaris di Pekanbaru pada 5 Juli 2007 itu tertera tanda tangan dengan nama Anas. Belakangan Anas mengaku sudah keluar dari perusahaan itu.

L SUPRIYANTHO KHAFID | DINI MAWUNTYAS | BIBIN BINTARIADI | ARIS ANDRIANTO | SOETANA MONANG HASIBUAN | ARIHTA U SURBAKTI

SUROBOYO Airlines

Flight attendants announcement before the flight. (Kiriman email Yulianti Dewi).-

Pramugari SUROBOYO AIRLINES: “Isuk poro penumpang…
Engkok lek mripatmu pedhes, opo kupingmu kroso kophok’en, ndang untal’en permen’e yo..
Engkok ben blai slamet, tulung delok’en iki, yak opo carane masang sabuk.Yok opo ngancinge ben gak coplok, ben kenceng, yok opo carane nyoplok..klambi plampung ono ndhek ngisor kursimu, ojok mbok nggo sik, enten’ono Pakdhe Kapiten ngekek’i woro2..Iko ojok mbok pindah2, opo maneh mbok gowo muleh, nggo mbok pajang dhek ruang tamu, timbang tak pancal ndhiasmu ngarep mburi kiwo tengen.. Ngerti ndhak ?!Iko nggo klambi plampung’e, lebokno lewat tholok, kancing’en sabuk’e nok ngarep. Ojok kekencengen, engkok bingung gak isok ambegan….
Iko isok mbok sebul, sing penting ababmu gak mambu batang tekos…
Ben isok ngambang ndhek mbanyu, tarik’en penthil2an werno abang mbranang jambu bol iko. Eling, tariken dhek njobo psawat, engkok gak isok metu nek ndhok njero…Mlembung gede jehhh, lawange gak sedeng, mesti nyantol’e…
Nek meh metu tekan pesawat, antri yo, baris koyok sowang2an, holopis kuntul baris, diikk…
Nek ambegan’e wis mulai angel iko masker oksigen ceblok dewe tekok nduwur’e ndhiasmu, kop werno kuning2 iko nggon’en. Wong sitok, sitok ae.. Ojok rebutan pekk, ngisin2i rek…
Kertu petunjuk darurat ono ndhek sak kursi ngarepmu, woco’en yo. Ojok diapalno ngkok mbledosh mbun2anmu…
Wis ngono sek Ɣoo pakdhe, mbokdhe, paklek, bulek, cak, ning, tole, wuk. Ojok prengesan, ojok pecicilan, opo maneh sampe mentelengi pupu mulusku, timbang tak suaduk gingsulmu… modhiar ko-en. O îiyo…Nek arep moco2 pencet’en petekan nek nduwurmu iko. Iko nggo nguripno lampu.

Monorail Indonesia Kusnan

Siang tadi kami di Depok kedatangan biangnya monorail Indonesia, beliaulah orang Indonesia yang bisa bikin monorail dengan komponen disain dan manufaktur total 100% Dalam Negeri, dengan company nya yang bernama MBW (PT Melu Bangun Wiweka).

Tiga orang insinyur mesin sejati ini telah datang memperkenalkan proyek monorail mereka yang akan dibangun untuk kota Makasar (lho… koq bukan DKI Jakarta ?) dan berikutnya akan menyusul di Surabaya. Siapa saja mereka itu, mari saya perkenalkan:

1. Ir Kusnan Nuryadi IPU ACPE

2. Ir Arie Anggodo Kakiailatu

3. Ir Teguh Nugraha Kusnan MSc

Jadi ternyata di workshopnya  mereka sudah bikin prototipe baik struktur bawah maupun gerbong dan bogie-nya monorail ini dengan rancangan sendiri dan fabrikasi sendiri. Berbagai jenis monorail didunia telah didatangi dan dipelajari, sampai dengan Asia, Eropa Amerika Latin. Semua tak luput dari perhatian mereka dalam memperkuat disain dan fabrikasi monorail ini. Di Jakarta kerugian akibat macetnya lalulintas menurut studi SITRAMP th 2005 adalah 12,8 trilyun per tahun (apalagi sekarang pasti sudah 2x lipatnya daripada itu). Jadi teoritis karena membangun monorail ini biayanya hanya 5 trilyun maka dalam satu tahun saja sebenarnya sudah bisa balik modal. Namun demikian gubernur bang Foke, berdasarkan berita koran beberapa hari yang lalu, kelihatannya berbeda pendapat. Sehingga monorail di Jakarta ini yang sudah diawali tracknya di beberapa tempat malah akan dihentikan.

Monorail ini adalah sistem transportasi yang berbasis rel tunggal yang juga digunakan sebagai pendukung (support)dan jalur pengarah (guideway). Relnya berupa batang beton (beam) ataupun rel besi, sedangkan kendaraannya ada yang mencengkeram atau straddle dan ada yang menggantung atau suspended. Monorail cocok untuk transportasi di kota-kota di Indonesia karena tidak erlu pembebasan lahan. Coz dia dibangun diatas jalan publik jadi tak perlu lagi pembebasan lahan. Kemudian diatas tanah bandingkan biayanya kalau harus bikin terowongan bawah tanah.

Rancangan yang dikerjakan meliputi Bogie, gerbong, Track beam, Track switch, Typical situation, signaling, power supply dan Depo. Pengujian dan evaluasinya mencakup pembuatan lintasan 48 m di workshop, lintasan test sepanjang 1400 m juga studi tentang spesifikasi standar dan sertifikasi.

Bila ada yang berminat untuk mendapatkan materi presetasinya dlm pdf, silakan download di alamat:

http://www.4shared.com/document/tF2TFtWR/Presentation_monorel_UMUM-KN_d.html?

Bila ada kesulitan dalam downloading, harap lapor via email. Salam.-

200 Pekerja UI Protes Rektor

Rabu, 28/09/2011 11:52 WIB

200 Pekerja UI Geruduk Kemendiknas, Protes Rektor UI foto

M Rizki Maulana – detikNews
Share10


Jakarta - Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri sungguh dikepung unjuk rasa hari ini. Para mahasiswanya berdemo di Rektorat Kampus UI Depok. Sementara, sekitar 200 pegawai UI berunjuk rasa ke kantor Kemendiknas.

Sekitar 200 pegawai UI dari Paguyuban Pekerja UI datang dengan 3 bus besar ke kantor Kemendiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (28/9/2011), pukul 10.30 WIB. Mereka memakai baju batik dan pin bertuliskan ‘Pekerja UI Menggugat’.

Begitu massa yang terdiri dari para dosen dan karyawan UI ini datang, satpam langsung menutup gerbang Kemendiknas. Massa lantas berorasi di trotoar dan dipimpin orator dari mobil sound system.

“Alihkan status menjadi PNS seluruhnya. Jadikan UI kampus yang mendidik anak-anaknya menjadi penerus bangsa,” pekik orator.

Para pekerja UI menuntut kejelasan status kepegawaian mereka yang digantung bertahun-tahun oleh Rektorat. Mereka bukan PNS, tapi juga bukan pegawai BHMN. Akibatnya, standar kesejahteraan pun terabaikan.

“Pekerja UI menggugat!” demikian massa meneriakkan yel-yel.

Seorang dosen muda yang enggan disebutkan namanya menceritakan nasib para koleganya. Status kepegawaian yang tidak menjelas membuat para dosen tak ubahnya guru bimbel belaka.

“Dosen yang nggak jelas statusnya ini jadi kayak guru bimbel. Dibayar sesuai SKS, padahal nggak semua dosen bisa dapat SKS banyak,” ujarnya.

Pukul 11.15 WIB, 10 perwakilan pekerja UI dari berbagai fakultas, masuk untuk menemui Dirjen Dikti Djoko Santoso. Pekerja UI ini dipimpin Ketua Presidium Paguyuban Pekerja UI Andri Wibisana. Sementara massa yang lain melanjutkan aksi di depan Kemendiknas.

Aksi para pekerja UI ini membuat lalu lintas di Jl Jenderal Sudirman dari Bundaran Senayan arah ke Semanggi tersendat. Bus yang membawa massa diparkir di jalur lambat, dan para pengguna jalan pun banyak yang melambatkan kendaraan untuk melihat aksi.

Hingga pukul 11.30 WIB, aksi masih terus berlangsung. Sebelumnya, sekitar 500 mahasiswa UI juga menggelar demo pararel di depan Rektorat Kampus UI Depok.

Tuntutan para mahasiswa ini berbeda, yaitu meminta transparansi uang kuliah dan proses masuk UI yang adil. Namun, mahasiswa dan para pekerja UI sama-sama menuntut pertanggungjawaban Rektor Gumilar.

(fay/vit)

Pembobolan Dana Miliaran

BI Pelajari Pembobolan Dana Miliaran Rupiah di Mandiri & Syariah Bukopin
Idris Rusadi Putra – Okezone

Senin, 4 April 2011 16:19 wib

 0  2 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi
JAKARTA – Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah mengatakan akan mempelajari kasus penggelapan dana miliaran rupiah yang terjadi di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin.

“Untuk yang ini akan dipelajari dulu permasalahannya, berkas-berkasnya,” jelas Difi di Jakarta, Senin (4/4/2011).

Dia mengatakan akan berpegang dengan Undang-Undang Perbankan dalam menangani masalah ini. Difi juga mengatakan jika pengawas bank akan meminta penjelasan dari dua bank tersebut.

“Nah nanti pengawas bank akan minta penjelasan dari bank tersebut, kita akan tindak lanjuti nanti sesuai dengan undang undang perbankan dan BI. Kalo ada pidana nanti penegak hukum yang menindak lanjutinya,” tukas Difi.

Sebelumnya, Anang Syaifudin yang merupakan Direktur Utama PT Medixie Sekawan Utama mengaku dibobol dananya di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin. Anang pun mengadu ke Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

“Ada kasus kejahatan perbankan diduga ada oknum pegawai KCP (kantor cabang pembantu) Bank Mandiri Rawa Lumbu Bekasi dan Bank Bukopin Syariah yang ikut bermain, bekerjasama dengan manajer keuangan PT Medixie Sekawan Utama, Yekti Sartono,” ujar Anang saat ditemui di Gedung Bank Indonesia.

Untuk kronologis kasusnya dia menceritakan, pada 5 Mei 2010, manajer keuangan PT Medixie Sekawan, Yekti Hartono melakukan pencairan cek ilegal di Bank Mandiri senilai Rp 720 juta.

Dia menjelaskan pengbamilan cek ini menyalahi prosedur perbankan karena otoritas cek adalah adalah dua orang, yaitu Anang Syifudin dan Muhammad Fauzan, serta stempel perusahaan, sedangkan cek tersebut hanya ditandatangani satu orang dan itu diduga dipalsukan. “Stempelnya pun palsu dan berbeda dengan specimen yang ada di bank” tambahnya.

Kemudian kasus yang kedua yang di adukan anang adalah tentang kasus pengambilan dana di Bank Syariah Bukopin cabang Melawai Jakarta Selatan. Yekti mencairkan rekening tabungan bisnis perusahaan senilai Rp7 miliar.

“Ini diduga juga melibatkan oknum pegawai Bank Syariah Bukopin karena penarikan dilakukan dalam waktu yang singkat dari 7 Januari sampai 22 Maret 2010 jumlahnya mencapai Rp7 miliar” tambahnya

Dan juga kemudian ada kasus ketiga adalah pencairan rekening perusahaannya sebesar Rp 13,5 miliar oleh Yekti di Bank Mandiri KCP Rawa Lumbu pada 7 Januari sampai 26 April 2010. “Semua kasus ini sudah saya laporkan juga ke Polda. Saat ini tidak ada itikad baik dari pimpinan Bank Mandiri dan Bank Syariah Bukopin,” pungkasnya. (wdi)

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS

Status kepemilikan 2,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh PT Indonesia Masbaga Investama (IMI) masih menyimpan misteri yang harus diklarifikasi. Kisruh saham IMI ini muncul setelah perdebatan pemerintah dengan DPR terkait pembelian 7% saham NNT oleh Menteri Keuangnan dapat dianggap selesai. Menurut Presdir NNT Martiono, tidak ada yang salah dalam pembelian saham itu oleh IMI (Investor Daily/ID, 24/8/2011). Kita harus menolak tegas pernyataan Martiono. Karenanya, kasus saham IMI ini perlu diusut dan diselesaikan secara bermartabat.

Berdasrkan kontrak karya (KK) tahun 1986, 80% saham NNT dikuasai asing, Newmont dan Sumitomo (Newmont Venture Limited, NVL) dan 20% sisanya dikuasai swasta nasional, Pukuafu Indah (PI). Sesuai KK, NVL diwajibkan mendivestasikan 31% sahamnya masing-masing 3%, 7%, 7%, 7% dan 7% pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Dari 31% saham yang didivestasi, sebanyak 24% saham NNT telah dimiliki oleh konsorsium Multi Daerah Bersaing (MDB), dan 7% sisanya dibeli oleh pemerintah pusat/NKRI melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). MDB adalah konorsium milik Multcapital (75%) dan Daerah Maju Bersaing, DMB (25%). Sedang DMB sendiri adalah BUMD yang didirikan Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat). Dengan tuntasnya proses divestasi, komposisi pemegang saham NNT menjadi 49% NVL, 24% MDB, 20% PI dan 7% NKRI.

-0-

Misteri saham IMI ini dapat pula dilihat pada sikap PI yang mensomasi NVL (NIL dan NTMC) dalam pelaksanaan divestasi 24% dan 7% saham NNT. PI menggugat karena NVL tidak memberikan kesempatan kepada PI untuk mengajukan penawaran. Padahal PI menyatakan siap untuk membeli seluruh (31%) saham NNT. Jika pada prinsipnya, PI ingin menambah jumlah saham, maka logiskah jika pada saat yang bersamaan PI menjual 2,2% sahamnya kepada IMI? Seperti dijelaskan di atas, PI pernah membantah menjual saham kepada IMI dan menyatakan telah terjadi pemalsuan dokumen.

Kita tidak tahu apakah NVL, PI dan IMI melakukan kebohongan, sekedar bersandiwara atau bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan masing-masing. Namun satu hal yang kami yakini, bahwa NVL atau Newmont telah berperan sangat dominan sehingga dapat mempengaruhi atau mengendalikan PI dan IMI. Oleh sebab itu, kita wajar meragukan independensi keduanya. Kita pun khawatir bahwa IMI hanya berfungsi sebagai boneka asing.

 

Ketegasan Pemerintah?

Misteri 2,2% saham IMI harus segera dituntaskan karena sangat menentukan peran nasional untuk dapat mengendalikan tambang NNT. Kementerian ESDM dan Kepala BKPK telah menyatakan akan meneliti dan memeriksa kembali perpindahan 2,2% saham tersebut. Kalangan DPR juga menengarai adanya upaya pecah belah oleh asing dan meminta due diligent dilakukan. Namun hingga kini belum tampak ada hasilnya. Di sisi lain, NVL kukuh dengan sikapnya seperti diutarakan oleh Martiono di atas. Asing pasti akan terus berupaya mengamankan kepentingan, meskipun harus melakukan kebohongan atau pemaksaan sikap.

Oleh sebab itu pemerintah RI harus bersikap tegas. NVL telah melanggar kontrak. Rhode Blake dari NVL mengatakan, bila KK atau ketentuan hukum lainnya di Indonesia melarang penyandang dana memegang hak suara (voting right), maka NVL siap memperbaikinya. Apakah kita percaya begitu saja bahwa NVL tidak paham isi KK? Terbukti bahwa KK telah dilanggar dan kita dilecehkan. Tapi mengapa belum ada tindakan konkrit dari pemerintah? Pemerintah takut pada (perusahaan) Amerika?

Akhirnya, demi hukum dan martabat bangsa, pemerintah harus menterminasi kontrak NVL. Minimal pemerintah membatalkan transaksi 2,2% saham milik IMI. Selanjutnya demi kepentingan strategis negara, pemerintah dihimbau konsisten dengan sikapnya saat membeli 7% saham NNT, yakni untuk meningkatkan pendapatan negara dan menjadikan NNT sebagai laboratorium pajak. Yang juga sangat penting segera membentuk konsorsium nasional, gabungan saham 7% NKRI, 20% PI dan 24% MDB, agar dapat mengendalikan NNT.[]