Teknopreneur 2011 di UI

Pertemuan terakhir kelas Teknopreneur (or Technopreneur) di Dep Teknik Mesin FTU Univ Indonesia, dibawah bimbingan Raldi Artono Koestoer. Kelas ini tidak ada UAS Ujian Akhir Semester semua diganti tugas. Beberapa jenis produk telah dihasilkan dalam bentuk prototipe diantaranya Alpamet (pengaman hemet), Jas hujan trendy, Minum Matik, Motor handlock, Coolingpad.
Sebagai perpisahan dibuatlah acara fotow-memotow. Lihat video foto berikut.

 

————————–

Nama Produk: SPIon LED

Deskripsi: Produk kami berupa sepasang kaca spion model full cover edge (seperti dipakai megelli 250R) dengan lampu LED dan lampu sein untuk sepeda motor. Spion yang kami rancang tidak hanya sekedar stylish namun juga fungsional karena beberapa keunggulan yang dimilikinya, diantaranya pengaplikasian teknologi lampu LED 12 volt. Lampu LED yang kami gunakan merupakan lampu LED bermerk Type R buatan produsen China dengan warna putih mutiara. Kami mengaplikasikan lampu LED dengan tujuan untuk mendukung aturan pemerintah daerah DKI Jakarta yang mewajibkan para pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu utama pada siang hari. Sistem kerja yang kami terapkan pada lampu LED ini cukup mudah, hanya dengan memutar kunci kontak keposisi acc maka lampu LED akan langsung otomatis menyala.
Beberapa produsen sepeda motor saat ini masih belum membekali kendaraan mereka dengan fitur auto-headlamp on sehingga beberapa pengedara mengeluhkan aki mereka yang cepat melemah akibat dari terpakainya arus aki yang terus-menerus untuk menyalakan headlamp yang memiliki daya cukup tinggi. Lampu LED kami pilih sebagai alternatif karena selain lebih hemat energi lampu LED juga lebih terang. Selain itu, lampu LED juga memiliki lifetime yang lebih lama jika dibandingkan dengan lampu bohlam konvensional. Dengan adanya fitur ini pada produk kami, para pengendara tidak perlu khawatir lagi tentang aturan auto-headlamp on.
Tidak hanya lampu LED, produk kami pun dilengkapi dengan lampu sein tambahan sehingga komunikasi antar pengendara jadi semakin efektif. Lampu sein yang kami gunakan merupakan lampu sein bening buatan produsen taiwan yang beroperasi pada tegangan 12 volt. Untuk sistem kerja dari lampu sein ini kami hanya menghubungkannya ke soket saklar lampu sein yang sudah ada pada masing-masing sepeda motor. Jadi, lampu sein spion akan menyala seirama dengan lampu sein asli sepeda motor.

Gambar produk:
Tampak depan

Tampak belakang

Keterangan : Warna putih = LED
Warna orange = Lampu Sein

Sorry ternyata gambarnya belum bisa di copy.

DATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama : M. Dz. Habibullah
NPM : 0906631244
E-mail : tanjungputra6@gmail.com

Nama : Irnanda Riski Mulia
NPM : 0906631225 (ini dia yg passionnya motor…bagus, maju terus…)
E-mail : nanda_autosport@hotmail.com

Nama : Kemal Rahardian
NPM : 0906631231
E-mail : kemal.rahadian@yahoo.com

Nama : Ma’ruf Fauzi Rahman
NPM : 0906631250
E-mail : maruf_fr@yahoo.com

Amedic Optimus WTP

Amedic adalah merk dari salah satu produk Sekawan Group yang berupa Alat Kesehatan terutama untuk bayi di Rumah Sakit. Optimus juga merupakan produk Sekawan yaitu berbagai jenis dan tipe sepeda, yang supaya keren kami sebut ‘green vehicles’.
Merupakan ikutan dari usaha kami, tak ketinggalan dalam rangka membuat produk ‘hijau’ sekawan juga menginstal pengolahan air atau WTP – Water Treatment Plant.
Kontak email ramaditabudhi@gmail.com

Most Inspiring Engineer Award Winners

FROM: ary murti DATE: Wed, 30 Nov 2011 16:28:23 +0700

TO: IEEE Indonesia Section Officer

SUBJECT: Fwd: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE

Most Inspiring Engineer Award Winners

Selamat kepada

Prof. Riri Fitri Sari dan Ms. Agnes Irwanti

———- Forwarded message ———-

From: EWELL TAN Date: Wed, Nov 30, 2011 at 1:18 PM Subject: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award Winners Sent on Behalf of R10 Women In Engineering Coordinator, Prof. Takako Hashimoto < takako@cuc.ac.jp [25] > ******************************************************************************

Dear R10 Committee Members, IEEE Region 10

WIE Most Inspiring Engineer Award is given to individual or a team (maximum two members per team) of IEEE R10 WIE members that involved in the development and completion of a project(s) or activity(ies) which are directed to fulfill one or more of the goals and objectives and which have left an undeniable imprint on the fabric of WIE operations through service to society. This year, the R10 WIE Committee received five nominations, and after careful consideration, the Committee has selected Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti of Indonesia Section as the winners of 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award. Prof. Riri Fitri Sari is a Professor of Computer Engineering at the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Indonesia, Jakarta. Ms. Agnes Irwanti works as the Business Strategic and Development Director at Multikom Global Mediatama Company, Jakarta. They have initiated various activities to raise the awareness for women in engineering. Especially they’ve supported women and young people by imparting technical training, and implemented the PROGRESS project as the promotion campaign for the use of IT by women and young people in rural societies. Their activities using Information and Communication Technology have been significantly recognized domestically and internationally. Congratulations on your achievements, Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti! Takako Hashimoto R10 WIE Coordinator ******************************************************************************

Ewell Tan (Ms.) Project / Admin Executive IEEE Asia Pacific Regional Headquarters/ Communications Society Office No. 1, Fusionopolis Walk, #04-07, South Tower, Solaris Singapore 138628 Tel: (65) 6778 2873 Fax: (65) 6778 9723 Email: ewell.tan@ieee.org [26] Website: http://www.ieee.org

Ujian Darwin Rio

Ujian pra-promosi Doktor (S3) sdr

Darwin Rio Budi Syaka

telah diselenggarakan 02 Des 2011 di Dep Teknik Mesin FTUI.

Dewan pengujinya adalah M. Idrus Alhamid (promotor), Budihardjo (ko-promotor), Nasruddin (ko-promotor), Dua penguji internal Raldi A. Koestoer (ketua sidang) dan Nandy Putra. Sedangkan penguji eksternalnya adalah Yuli santoso dariITB dan Ary Bachtiar dari ITS.
Judul disertasinya: Sistem Refrigerasi Cascade dengan menggunakan Refrigeran Ramah Lingkungan (Etana/CO2) untuk Aplikasi Temperatur Rendah.

Crystal Knowledge in Class of Ethic.-

Berikut adalah kiriman dari Sari mahasiswi Metalurgi 2009.-

-0-

Hhahai… Tulisan saya ttg kelas ETIJING masuk ANAKUI.COM :D
Silakan dibaca teman2… Semoga bermanfaat yaaaaa…
http://www.anakui.com/2011/11/28/ui-the-world-class-friendly-university/

www.anakui.com

Keceriaan, kebahagiaan, kekaguman, antusiasme.. Itulah yang terpancar dari rona wajah para peserta Ekskursi ke Perpustakaan Pusat UI yang dikenal sebagai The Crystal Knowledge ini. Hari Sabtu (26/11), 40 orang anak panti asuhan Desa Putra sudah menginjakkan kaki di lobi perpustakaan tepat pukul 9.00…

Entrepreneur Leadership

Entrepreneur Leadership, judul salah satu sessi dalam kuliah ETIKA di FTUI oleh Raldi A. Koestoer.
90 orang peserta mahasiswa bakalan jadi Leader of Tomorrow… Nasehat yang utama adalah, semua lulusan UI harus jadi leader jangan sekedar jadi karyawan yang disuruh-suruh melulu walaupun pintar. Tapi Profesional pintar itu tidak pernah punya ide yang orisinil, akibatnya jadi mengerjakan pekerjaan orang terus,

Dirinya sendiri tak pernah menggagas tak pernah punya visi. Lama kelamaan kemampuannya menggagas menjadi hilang. Padahal orang bilang mereka pintar… tapi tak kreatif. Para profesional itukan karyawan… Direktur sekalipun, dia dikongkon terus oleh owner of the company.
Otak kanannya tak pernah digunakan, Sebenarnya itu tak beda dengan TKI dan TKW, bedanya cuma gajinya lebih besar saja.

Sebenarnya itulah intinya NASIONALISME.-

Bangun visi anda setiap hari, tak peduli apa itu, visi harus menjangkau melampaui batas-batas normal anda. Visi anda harus penuh makna, hal-hal yang lain apapun bentuknya adalah sesuatu yg sementara sifatnya. Namun visi anda tidak… dia adalah penghubung antara anda dengan budaya serta peradaban.-

(Ral 24-25 Nov 2011).-

——————————————————–

Dear Prof.
thanks you very much for your lesson today, it’s very impressive and interesting for me,
perkenalakan saya Hasnan pak, salah satu mahasiswa bapak, semoga bapak tidak keberatan saya email, saya baca-baca blog bapak, rasanya semangat saya kembali muncul, 6 tahun saya bekerja sebagai desain mesin, mold, di PT. EPSON, mulai thun 2009 saya mulai untuk bisnis sendiri, dengan menerima jasa desain, dan konsultasi, berupa desain mesin, desain cetakan plastik, dsb,
barangkali Prof butuh desain mesin, atau lainya, Insyallah saya bisa bantu,
silahkan lihat beberapa hasil kerja di http://satu-teknik.blogspot.com/
, mohon maaf karena belum semua bisa sy upload

semoga email ini tidak mengganggu bapak

wassalamulaikum
Hasnan

Iklan Ngaco di SMS

Pernah dengar TAUCO… yah ini pasti sejenis makanan penyedap, biasanya ada di restoran Jepang. Tapi jaman dulu ibu-ibu kita sering menyajikan makanan dengan tauco ini. Tapi bukan itu yang mau saya omongin, lalu ada lagi,  TAWCO, nah ini adalah siaran di salah satu stasiun radio di ibukota yang dipandu oleh Tike dan Ronal alias ‘Tawaran Ngaco’. Orang ditelponin dan si penyiar berpura-pura menawarkan sesuatu tapi bo’ongan. Bukan itu juga yg mau diomongin…
Tapi yang saya mau singgung adalah iklan ngaco yang sering masuk ke Handphone kita melalui SMS yang tidak diundang. Kebanyakan menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Nah ini salah satu contohnya:..

Wujudkan berbagai keinginan Anda dengan KTA utk biaya Pendidikan, Modal usaha, dll info hub/sms dewi 02191078349.

Ngeselin banget deh… kenapa ? Karena datang setiap hari dan sehari sampai 3 atau 4 kali… kadang ngedelete nya juga malas. Bahkan sekarang sudah lebih lagi dari sekedar KTA. Macam-macam iklan lain juga masuk ke HP kita. Misalnya:

Ada Kesempatan Merenovasi Rumah Anda, menjadi Rumah Cantik Idaman Keluarga atau untuk PENDIDIKAN, USAHA,dll. SYARAT MUDAH, BEBAS PROVISI. HUB.MAYA 021-70951683.

Duh sampai renovasi rumah aja ditawarin ke HP kita… gila banget nih. Siapa sih yang jual2 data no HP saya ?
Kemana dong kita akan mengadu iklan ngaco ini. Ke KOMINFO kali ya ?

Sahabat… Tolong dong bilangin ke Yang Berwajib… Gak tahu siapa deh, pokoknya tindakan yang tidak bertanggung jawab ini harus dihentikan.

Rapat DTM-FTUI

Dosen DTM FTUI Dep Teknik Mesin FT Univ Indonesia, mengadakan raker informal di Cibogo vilanya pak Idrus. Membahas Kurikulum S1 S2 S3 S4 ddst, proyek IMHERE dan lain2.

Semua mata kuliah yang susah-susah sudah dibuat sedemikian rupa jadi… lebih susah lagi…

Isi rapatnya sendiri bisa tanya pada pak Harinaldi atau pak Gandjar (Kadep dan wakadep).-

Akhir yang menyenangkan dengan makan bersama di restoran Mirasari Cibogo.

ALPAMET

Berita gembira untuk para penggemar motor, sebuah produk hasil kerja dari salah satu group di kelas Teknopreneur, mereka sebut dengan nama: ALPAMET Alat Pengaman Helmet Seperti apa kira2 kerjanya alat ini dan berapa k.l. harganya ? Mari kita dengarkan saja promosi mereka.

Rekan-rekan bikers penggemar motor sekarang tidak perlu lagi takut helm nya dicuri, karena alat ini sangat aman bahkan ada alarmnya.

Yang berminat silakan kontak saja Bobby Surya atau Angga. Tapi no HP nya saya lupa…

Boleh email saya dulu aja deh di koestoer@eng.ui.ac.id

Bambang Sugiarto Nyanyi Duet

Sambil menunggu waktu untuk dicover oleh RRI-Pro3-FM, pada Dialog Nasional antara Lemhanas dengan Alumni UI, Dekan FTUI Prof Bambang Sugiarto didaulat untuk bernyanyi. Dan kali ini beliau memilih berduet dengan penyanyi yang sudah ada disitu dengan lagunya – Jangan ada dusta diantara kita -.

Saksikan saja videonya berikut ini.

Dialog Nas Lemhanas-Iluni UI

Dialog nasional, antara alumni UI dan Lemhanas, diselenggarakan di Gd Lemhanas 13Nov2011. Sebelumnya Para peserta KRA 46 dan rombongan alumni UI berjalan santai dan juga bersepeda santai (merdeka Selatan sampai Salemba). Perhelatan ini juga dalam rangka hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan 10 Nopember dan Hari Kesehatan. Itulah sebabnya dalam senam pagi hadir juga Menteri Kesehatan RI.-

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama danpuisi perjuangan dibacakan sebelum dialogdimulai. Ada juga acara hiburan tari Rambe Beduk yang dibawakan bersama antara grup tari dan kopasus. Diskusi ini diliput langsung oleh RRI-Pro 3.-

Dialog Balon Ka Iluni UI

Dialog bakal calon ketua Iluni UI periode 2011-2014, diselenggarakan di Pusat Studi Jepang pada hari Ahad 12 Nov 2011, Dari 4 calon yang hadir hanya satu yaitu Prof Budi Susilo Supanji, yang pada saat ini juga menjabat sebagai Gub Lemhanas. Calon lainnya adalah Dipo Alam, Fadli Zon dan Chandra Motik.

Paparan dari prof Budi tentang programnya yang terdiri dari 8 butir, dipandu oleh moderator S. Rinakit. Beberapa komentar dari audience telah ditanggapi dengan baik oleh balon, diantaranya, program terlihat masih rada birokratis, ada lagi yeng berpendapat lebih condong ‘ngIndonesia’ daripada ‘ngUI’. Usulan disampaikan untuk lebih banyak memikirkan alumni muda karena kebanyakan alumni UI sekarang muda2.-

Kuliah Tamu Teknopreneur

Kelas Teknopreneur kami haari ini 9Nov11 kedatangan seorang tamu yang akan berbagi pengalaman di kelas Tekno ini.

Beliau adalah pakar Teknop pemilik bengkel besar dan pemilik penitipan anak Balita di Depok… Bapak  Imansyah Ibnu Hakim.

Sebelumnya telah dikumpulkan produk hasil dari pekerjaan group kelas ini yang kiranya akan dilanjutkanoleh mereka utk diproduksi mungkin langsung masal atau dengan prototipe ke 2 dst.

Lumayan… paling kurang sudah terlihat ada produk yang akan dipasarkan.

Idul Adha Al Adzkar

Idul Adha tahun ini bertepatan dengan hari Ahad tanggal 06 Nov 2011, 10 Dzulhijah 1432 H, jemaah haji telah berdatangan ke Mina dari padang Arafah setelah mabit di Muzdalifah tengah malam. Idul Qurban ini dirayakan di banyak tempat dengan solat Ied pagi hari jam 07.00 di daerah selatan Jkt Jl Karang Tengah masjid Al Adzkar. Khotib di masjid ini adalah Drs H Muhammad Zuhdi Zaini MA, dan apa yang disampaikan cukup relevan dengan kondisi negara kita saat ini.
Sedikit cuplikannya, Demi tegaknya Syariat islam nabi Ibrahim rela dan ikhlas meninggalkan anak dan istri. Ismail anaknya yang masih kecil ditinggal di lembah tandus itu. Ibrahim telah menoreh sejarah dan keteladanan yang indah dalam hidupnya. Walau derai airmata membasah bumi yang tandus Ibrahim tetap menjalankan perintah tuhannya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengorbankan apa saja yang dimilikinya untuk kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang mendahulukan kepentingan umatnya daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillalilhamd.

Betapa bahagia rakyat dan umat menyaksikan seorang pemimpin yang bukan hanya panddai berkata kata dan membangun retorika, namun berani dan rela berkorban untuk rakyatnya. Rasulallah SAW bersabda pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rakyat mencintainya dan merekapun mencintai rakyatnya, rakyat mendoakannya dan merekapun mendoakan rakyatnya. Sebaliknya pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang membenci rakyatnya dan rakyat membenci pemimpinnya. Rakyat melaknat pemimpinnya dan pemimpinpun melaknat rakyatnya.
Hentikan pencitraan diri karena hanya akan melahirkan laknat dari langit dan bumi. Apabila suatu kaum lebih mendahulukan kepentingan dirinya daripada kepentingan agamanya maka Allah akan meninggalkannya, bumi dan langit akan murka kepadanya. Musibah yang datang silih berganti adalah akibat dari keangkuhan dan ketakaburan pemimpin negeri ini yang semakin hari semakin tidak tahu diri.

Kelas Etika 2011_v2

Kelas Etika 2011 Fak Teknik UI dimana mahasiswanya gabungan dari beberapa departemen. Tentu jumlahnya jadi cukup banyak kurang lebih ada 90an orang dari Teknik: Kimia, Industri, Mesin, Perkapalan, Elektro, Metalurgi Material. Peserta dibagi group yang  membernya terdiri dari mhs dengan disiplin yang ber beda2.

Kelas ini merupakan kelas Etika yang kedua (Sept s/d Des 2011), sedangkan kelas pertama mulai pada bulan Januari s/d Juni. Pengajaran sepanjang waktu dibantu oleh dua orang asisten Kuswarini dan Sari Octaviani.

Alarm and Key Helmet

Saat ini jumlah pengendara sepeda motor meningkat tajam. Setiap pengendara motor diwajibkan menggunakan helm untuk keselamatan. Selain kunci ganda untuk mengamankan motor, dibutuhkan pula kunci pengaman untuk helm. Karena harga helm saat ini tidaklah murah. 100 ribu ke atas untuk yang mempunyai kualitas baik. Bahkan ada juga helm dengan harga jutaan. Oleh karena, kami perkenalkan produk kami yaitu ALMET ditujukan untuk pengguna sepeda motor yang berguna untuk mengamankan helm dari pencuri helm. Dipasang di setang motor kemudian helm digembok dan diletakkan di atas spion sedemikian sehingga ketika hujan bagian dalam helm tidak basah. Produk kami juga dilengkapi dengan alarm. Ketika ada pencuri yang ingin mencuri helm, maka alarm akan berbunyi.

Business opportunity

Jumlah pengendara motor sangat banyak dan akan terus meningkat tajam. Karena banyak kelebihan kelebihan menggunakan sepeda motor dibanding transportasi lainnya. Diantaranya tidak akan terjebak macet sampai stuck berjam jam layaknya mobil, sehingga lebih cepat sampai dan dapat menghemat waktu. Selain itu juga lebih hemat bahan bakar. Sekitar 40km per liter. Bandingkan dengan mobil yang hanya dapat menempuh sekitar 10 km per liter. Mengingat harga bensin saat ini yang mahal. Tentu dengan menggunakan sepeda motor menjadi lebih efektif dan efisien. Setiap pengendara motor harus memakai helm. Ini merupakan kewajiban yang harus dipatuhi. Sehingga jumlah pengguna helm pun semakin banyak seiiring dengan naiknya jumlah pengguna sepeda motor. Hal ini lah yang mendasari produk kami sangat dibutuhkan. Karena jaman sekarang pencuri berkeliaran di mana mana baik pencuri motormaupun helm. Tidak di tempat ramai ataupun tempat sepi. Semua tempat mempunyai peluang terdapat pencuri helm. Maka pastikan helm anda aman dengan menggunakan produk kami.

Product description

Kami perkenalkan produk kami yaitu ALMET ditujukan untuk pengguna sepeda motor yang berguna untuk mengamankan helm dari pencuri helm. Dipasang di setang motor kemudian helm digembok dan diletakkan di atas spion sedemikian sehingga ketika hujan bagian dalam helm tidak basah. Produk kami juga dilengkapi dengan alarm. Ketika ada pencuri yang ingin mencuri helm, maka alarm akan berbunyi. Sehingga helm akan lebih aman.

ALMET  terbuat dari bahan metal agar kuat dan tidak mudah dirusakkan oleh pencuri

Bisnis ini baru saja dimulai. Belum ada produk pesaing yang bisa dibandingkan. Namun kami optimis produk ini bisa laku. Karena memang mempunyai fungsi dan kegunaan yang dibutuhkan oleh pengguna motor agar helm mereka lebih aman.

-0-

Produk ini adalah proyek dari Group 1 kelas Teknopreneur di Dep Teknik Mesin FTUI tahun 2011.

Chairman: Boby Surya;  Members:  Sumarlin Hari Wibowo, Angga Fauzian, Andrea Ramadhan. (02 Nov 2011)

Jakabaring di Waktu Malam

Sudah sejak beberapa bulan ini Jakabaring amat sering disebut-sebut dalam berita TV… Mengapa toh ?

Everybody knows tempat ini adalah adalah daerah di sekitar Palembang yang akan menjadi Venue SEA Games ke 26 yang akan dimulai pertengahan November tahun ini (2011). Masuk berita TV karena ada kasus korupsi yang menyangkut pejabat di Kementrian Pemuda dan Olahraga dimana pembangunan kompleks untuk pesta olahraga Asia Tenggara ini sarat dengan pembagian uang komisi untuk oknum pejabat tertentu. Dengan demikian kesan awal saya adalah sebuah pembangunan sarana olahraga seperti gelora senayan yang carut marut dan tidak selesai.

Namun apa yang saya saksikan justru bertolak belakang dengan yang saya perkirakan sebelumnya… Lho kenapa ?

Karena tadinya saya pikir karena uangnya dikorupsi maka bangunannya jadi tidak selesai dan jelek tak karuan. Diluar dugaan saya ternyata yang ada malah sebaliknya. Dikala malam saat saya berkunjung kesana, walaupun tidak semua lampu nyala, masih sangat tebatas, juga tak semua kompleks bisa kita lewati namun kesan indah dan megah muncul. Bahkan bila semua lampu dan titik pencahayaan itu sudah jalan, maka inilah kompleks olahragayang buat saya menakjubkan. Tentu bisa menjadi kebanggaan Palembang nantinya bila terus dipelihara dengan baik.

Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar ini dapat memuat hingga 36.000 – 40.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D) bertingkat mengelilingi lapangan. Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap yang ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa. Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini beralamat di Jalan Gubernur H. A. Bastari, Jakabaring, Palembang.

Dengan diantar oleh Amrifan (Dr Ir Amrifan Dipl Ing, d/h pernah ketemu di Darmstadt waktu beliau masih sekolah. Saat itu bersama dengan pak Ferry (Alm) dan pak Henky, tahun 1996. Sekarang Wadek II FT UNSRI), kami mengitari kompleks tersebut. Belum semua bisa dilalui, masih banyak jalan yang ditutup. Tapi charisma bangunan baru untuk olahraga itu sudah muncul walau kelihatannya belum full. Waktu masukkompleks ini ada digitall wall yang bertuliskan angka 16. Artinya SEA Games masih 16 hari lagi (count down) malam itu tgl 26 Okt 2011. Jadi pesta olahraga itu akan mulai sesudah tgl 10 an November. Enam orang seisi mobil diantaranya ibu-ibu Diah, Erna dan Catur (bapaknya satu dibelakang pak Erwin, maaf pak hampir kelupaan saya sebut…). Mereka menceritakan bila korupsi di Kemenpora itu tidak ketahuan, malah kompleks ini bisa selesai tepat waktu. Karena pastinya mereka sudah atur rapih segala sesuatunya. Tapi karena ketahuan oleh KPK, rencana mereka jadi berantakan. Akibatnya banyak penyelesaian bangunan yang tertunda. Pikir saya dalam hati… Waduh kalo gitu bila korupsinya sedikit-sedikit saja sih biarin sajalah, kan penyelesaian tepat waktu jadi penting agar SEA Games ini jadi sukses… Begitukah ? Lebih baik janganlah, kan korupsi mulai dari sedikit lama-lama jadi bukit. Atau timing penangkapannya diatur ? Sesudah SEA Games saja baruKPK bertindak. Yang penting sukses dulu pesta olahraganya. Entahlah serba salah ini bangsa.

Kembali ke Jakabaring, lihat di galeri utama Gelora Sriwijaya (mungkin ini stadion utamanya ya), cahaya lampu yang menyinari atapnya bisa berubah-ubah warnanya. Kadang hijau kadang biru atau kuning…


So… Jadi kesan saya berubah. Tadinya mendengar nama Jakabaring itu seperti ‘agak benci’. Namun sekarang dengan senang hati saya akan mengatakan ‘Jaka Baring itu indah’.

Suatu saat nanti bila pemeliharaannya baik, mungkin tempat ini akan jadi kebanggaan Wong Kito Galo.-


Seminar AVoER Unsri Palembang

Added Value of Energy Resources demikianlah nama Seminar yang diselenggrakan oleh Fak Teknik Univ Sriwijaya. Tahun 2011 ini adalah pelaksanaan untuk kali ketiga dan dihadiri oleh banyak pembawa makalah dari berbagai universitas. Diantaranya Untar (Jkt), Untirta (Banten) Unsri, Univ Indonesia, ITS SUrabaya. Sedangkan dari industri ada PT Batubara Bukit Asam.

Keynote speaker dihari pertama diisi oleh Asdep Penguatan Inisiatif Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup oleh Chaeruddin Hasyim. Dari Kementrian ESDM juga hadir Dr Ir Dadan Supardan, Sedang keynote dari UI disampaikan oleh Raldi A. Koestoer dengan judul -From Research to Industry-.

Hari kedua keynote disampaikan oleh wakil dari Pertamina Ir Djoko Widodo dan Medco Energi mgr Lingkungan yaitu Ibrahim Arsyad.

Ketua panitia ibu Dr Ir Diah K. Pratiwi menyampaikan bahwa makalah yang masuk ke meja panitia berjumlah 60 an semua mengkaji tentang energi dari berbagai sudut. Dari bidang arsitektur banyak menyoroti tentang eko-arsitektur dan green building.

Forum ini diharapkan dapat menjembatani semua unsur terkait dari pihak pemerintah, industri, instansi dan praktisi, yang peduli terhadap pemanfaatan energi, penganekaragaman berbagai sumber  dalam rangka optimasi penyediaan energi. Demikian dinyatakan dalam pidato pembukaan oleh Prof Dr Ir HM Taufik Toha DEA, Dekan Fak Teknik Univ Sriwijaya.

Dahlan Iskan Kisah Kasih Tak Sampai

Inikah Kisah Kasih Tak Sampai?

Oleh: Dahlan Iskan CEO PLN

Malam itu saya sudah di ruang tunggu bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Siap berangkat ke Amsterdam, Belanda. Tas sudah masuk bagasi. Saya cek lagi paspor untuk melihat dokumen imigrasi. Semua beres. Saya pun siap-siap sebentar lagi boarding. Istri saya sudah di Eropa tiga hari lebih dulu. Mendampingi anak sulung saya yang menjabat Dirut Jawa Pos, yang menerima penghargaan dari persatuan koran sedunia. Jawa Pos terpilih sebagai koran terbaik dunia tahun ini.
Saya pun kirim BBM kepada direksi PLN untuk memberitahu saat boarding sudah dekat. “Kapan pulangnya, Pak Dis?,” tanya seorang direktur. “Tanggal 21 Oktober. Setelah kabinet baru diumumkan,” jawab saya.
“Ooh, ini kepergian untuk nge-lesi ya,” guraunya.
Saya memang tidak kepingin jadi menteri. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan PLN. Instansi yang dulu saya benci mati-matian ini telah membuat saya sangat bergairah dan serasa muda kembali. Bukan karena tergiur fasilitas dan gaji besar, tapi saya merasa telah menemukan model transformasi korporasi yang sangat besar yang biasanya sulit untuk berubah. Saya juga tidak habis pikir mengapa PLN bisa berubah menjadi begitu dinamis. Beberapa faktor terlintas di pikiran saya.
Pertama, mayoritas orang PLN adalah orang yang otaknya encer. Problem-problem sulit cepat mereka pecahkan. Sejak dari konsep, roadmap sampai aplikasi teknisnya. Kedua, latar belakang pendidikan orang PLN umumnya teknologi sehingga sudah terbiasa untuk berpikir logis. Ketiga, gelombang internal yang menghendaki agar PLN menjadi perusahaan yang baik/maju ternyata sangat-sangat besar. Keempat, intervensi dari luar yang biasanya merusak sangat minimal. Kelima, iklim yang diciptakan oleh Menneg BUMN Bapak Mustafa Abubakar sangat kondusif yang memungkinkan lahirnya inisiatif-inisiatif besar dari korporasi.
Lima faktor itu yang membuat saya hidup bahagia di PLN. Dengan modal lima hal itu pula komitmen apa pun untuk menyelesaikan persoalan rakyat di bidang kelistrikan bisa cepat terwujud. Itulah sebabnya saya berani membayangkan, akhir tahun 2012 adalah saat yang sangat mengesankan bagi PLN. Pada hari itu nanti, energy mix sudah sangat baik. Berarti penghematan bisa mencapai angka triliunan. Jumlah mati lampu sudah mencapai standar internasional untuk negara sekelas Indonesia. Penggunaan meter prabayar sudah menjadi yang terbesar di dunia. Ratio elektrifikasi sudah di atas 75%. Propinsi- propinsi yang selama ini dihina dengan cap “ayam mati di lumbung” sudah terbebas dari ejekan itu. Sumsel, Riau, Kalsel, Kaltim, Kalteng yang selama ini menjadi simbol “ayam mati di lumbung energi” sudah surplus listriknya.
Pada akhir tahun 2012 itu nanti, tepat tiga tahun saya di PLN, saatnya saya mengambil keputusan untuk  kepentingan diri saya sendiri: berhenti! Saya ingin kembali jadi orang bebas. Tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaan orang bebas. Apalagi orang bebas yang sehat, punya istri, punya anak, punya cucu dan he he punya uang! Bisa ke mana pun mau pergi dan bisa mendapatkan apa pun yang dimau. Saya tahu masa jabatan saya memang lima tahun, tapi saya sudah sepakat dengan istri untuk hanya tiga tahun. Niat seperti itu sudah sering saya kemukakan kepada sesama direksi. Terutama di bulan-bulan pertama dulu. Tapi mereka melarang saya menyampaikannya secara terbuka. Khawatir menganggu kestabilan internal PLN. Mengapa? “Takut sejak jauh-jauh hari sudah banyak yang memasang strategi mengincar kursi Dirut, ujarnya. “Bukan strategi memajukan PLN,” tambahnya. “Lebih baik, selama tiga tahun itu kita menyusun perkuatan internal agar sewaktu-waktu Pak Dis meninggalkan
PLN kultur internal kita sudah baik,” katanya pula.
Saya setuju untuk menyimpan “dendam tiga tahun” itu. Organisasi sebesar PLN memang tidak boleh sering goncang. Terlalu besar muatannya. Kalau kendaraannya terguncang-guncang terus bisa mabuk penumpangnya. Kalau 50.000 orang karyawan PLN mabuk semua, muntahannya akan menenggelamkan perusahaan.
Sepeninggal saya ini pun tidak boleh ada guncangan. Saya akan mengusulkan ke Menteri BUMN yang baru untuk memilih salah satu dari direksi yang ada sekarang, yang terbukti sangat mampu memajukan PLN. Kalau di antara direksi sendiri ada yang ternyata berebut, saya akan usulkan untuk diberhentikan sekalian. Tapi tidak mungkin direksi yang ada sekarang punya sifat seperti itu.
Saya sudah menyelaminya selama hampir dua tahun. Saya merasakan tim direksi PLN ini benar-benar satu-hati, satu-rasa, dan satu-tekad. Ini sudah dibuktikan ketika PLN menerima tekanan intervensi yang luar biasa besar, direksi sangat kompak menepisnya.
Kekompakan seperti itu yang juga membuat saya semakin bergairah untuk bekerja keras mempercepat transformasi PLN. Saya menyadari waktu tidak banyak. Keinginan untuk bisa segera menjadi orang bebas tidak boleh menyisakan agenda yang menyulitkan masa depan PLN. Itulah sebabnya motto PLN yang lama yang berbunyi “listrik untuk kehidupan yang lebih baik”, kita ganti untuk sementara dengan motto yang lebih sederhana tapi nyata: Kerja! Kerja! Kerja!
Tanggal 27 Oktober 2011 nanti, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, motto baru itu akan digemakan ke seluruh Indonesia. Kerja! Kerja! Kerja! Sebenarnya ada satu kalimat yang saya usulkan sebelum kata kerja! kerja! kerja! itu. Lengkapnya begini: Jauhi politik! Kerja! Kerja! Kerja!
Tapi teman-teman PLN menyarankan kalimat awal itu dihapus saja agar tidak menimbulkan komplikasi politik. Tentu saya setuju. Saya tahu, berniat menjauhi politik pun bisa kena masalah politik! Sudah lama saya ingin naik business class yang baru dari Garuda Indonesia. Kesempatan ke Eropa ini saya pergunakan dengan baik. Toh bayar dengan uang pribadi. Saya dengar business classnya Garuda sekarang tidak kalah mewah dengan penerbangan terkenal lainnya.
Saya ingin merasakannya. Saya ingin membandingkannya. Kebetulan saat umroh Lebaran lalu saya sempat naik business class pesawat terbaru Emirat A380 yang ada bar-nya itu. Sejak awal, sejak sebelum menjabat CEO PLN, saya memang mengagumi transformasi yang dilakukan Garuda. Saya dengar di Singapura pun kini Garuda sudah mendarat di terminal tiga. Lambang presitise dan keunggulan. Tidak lagi mendarat di terminal 1 yang sering menimbulkan ejekan “ini kan pesawat Indonesia, taruh saja di terminal 1 yang paling lama itu!”.
Beberapa menit lagi saya akan merasakan untuk pertama kali business class jarak jauh Garuda yang baru. Saya seperti tidak sabar menunggu boarding. Di saat seperti itulah tiba-tiba… . “Ini ada tilpon untuk Pak Dahlan,” ujar keluarga saya yang akan sama-sama ke Eropa sambil menyodorkan HP-nya.
Telpon pun saya terima. Saya tercenung. “Tidak boleh berangkat! Ini perintah Presiden!” bunyi telpon itu.
“Wah, saya kena cekal,” kata saya dalam hati.
Mendapat perintah untuk membatalkan terbang ke Eropa, pikiran saya langsung terbang ke mana-mana. Ke Wamena yang listriknya harus cukup dan 100% harus dari tenaga air tahun depan. Ke Buol yang baru saya putuskan segera bangun PLTGB (pembangkit listrik tenaga gas batubara) agar dalam 8 bulan sudah menghasilkan listrik. Ke PLTU Amurang yang tidak selesai-selesai. Ke Flores yang membuat saya bersumpah untuk menyelesaikan PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) Ulumbu sebelum Natal ini. Saya tahu teman-teman di Ulumbu bekerja amat keras agar sumpah itu tidak menimbulkan kutukan. Pikiran saya juga terbang Lombok yang kelistrikannya selalu mengganggu pikiran saya. Sampai-sampai mendadak saya putuskan harus ada mini LNG di Lombok dalam waktu cepat. Ini saya simpulkan setelah kembali meninjau Lombok malam-malam minggu lalu. Saya tidak yakin PLTU di sana bisa menyelesaikan masalah Lombok dengan tuntas. Pikiran saya terbang ke Bali membayangkan transmisi Bali
Crossing yang akan menjadi tower tertinggi di dunia. Ke Banten selatan dan Jabar selatan yang tegangan listriknya begitu rendah seperti takut menyetrum Nyi Roro Kidul.
Meski masih tercenung di ruang tunggu Garuda, pikiran saya juga terbang ke Lampung yang enam bulan lagi akan surplus listrik dengan selesainya PLTU baru dan geothermal Ulubellu. Juga teringat GM Lampung Agung Suteja yang saya beri beban berat untuk menyelesaikan nasib 10.000 petambak udang di Dipasena dalam waktu tiga bulan. Padahal dia baru dapat beban berat menyelesaikan 80.000 warga yang harus secara massal pindah mendadak dari listrik koperasi ke listrik PLN.
Pikiran saya juga terbang ke Manna di selatan Bengkulu. Saya kepikir apakah saya masih boleh datang ke Manna tanggal 30 Desember, seperti yang saya janjikan untuk bersama-sama rakyat setempat syukuran terselesaikannya masalah listrik yang rumit di Manna. Saya terpikir Rengat, Tembilahan, Selatpanjang, Siak dan Bagan Siapi-sapi yang saya programkan tahun depan harus beres.
Saya teringat Medan dan Tapanuli: alangkah hebatnya kawasan ini kalau listriknya tercukupi, tapi juga ingat alangkah beratnya persoalan di situ: proyek Pangkalan Susu yang ruwet, ijin Asahan 3 yang belum keluar, PLTP Sarulla yang bertele-tele dan bandara Silangit yang belum juga dibesarkan. Pikiran saya terus melayang ke Jambi yang akan jadi percontohan penyelesaian problem terpelik system kelistrikan: problem peaker. Di sana lagi dibangun terminal compressed gas storage (CNG) yang kalau berhasil akan jadi model untuk seluruh Indonesia. Saya ingin sekali melihatnya mulai beroperasi beberapa bulan lagi. Masihkah saya boleh menengok bayi Jambi itu nanti?
Juga ingat Seram di Maluku yang harus segera membangun mini hidro. Lalu bagaimana nasib program
100 pulau harus berlistrik 100% tenaga matahari. Ingat Halmahera, Sumba, Timika �
Tentu saya juga ingat Pacitan. PLTU di Pacitan belum menemukan jalan keluar. Yakni bagaimana mengatasi gelombang dahsyat yang mencapai 8 meter di situ. Ini sangat menyulitkan dalam membangun breakwater untuk melindungi pelabuhan batubara.
Dan Rabu 23 Oktober lusa saya janji ke Nias. Dan bermalam di situ. Empat bupati di kepulauan Nias sudah bertekad mendiskusikan bersama bagaimana membangun Nias dengan lebih dulu mengatasi masalah listriknya.
Yang paling membuat saya gundah adalah ini: saya melihat dan merasakan betapa bergairahnya seluruh jajaran PLN saat ini untuk bekerja keras memperbaiki diri. Saya seperti ingat satu persatu wajah teman- teman PLN di seluruh Indonesia yang pernah saya datangi.
Dengan pikiran yang gundah seperti itulah saya berdiri. Mengurus pembatalan terbang ke Eropa. Menarik kembali bagasi, membatalkan boarding, mengusahakan stempel imigrasi dan meninggalkan bandara.
Hati saya malam itu sangat galau. Saya sudah terlanjur jatuh cinta setengah mati kepada orang yang dulu saya benci: PLN. Tapi belum lagi saya bisa merayakan bulan madunya saya harus meninggalkannya. Inikah yang disebut kasih tak sampai?CEO’s Notes, Jakarta, 18 Oktober 2011 ini disebarkan oleh :

LUTHFI HANI
Kepala Bidang Komunikasi Korporat
PT Indonesia Power-A Subsidiary of PT PLN (Persero)
Jln. Jend. Gatot Subroto Kav 18-Jakarta 12950 Indonesia
Salam Satria Dharma

Prof Nakoela Wafat

Telah berpulang ke Rachamtullah pada hari kamis 20 Okt 2011, dosen senior Dep Teknik MEsin FTUI, pendiri FTUI
Prof Ir Nakoela Soenarta Dipl Ing
Pakar teknik mesin otomotif usia 86 tahun, wafat di RS Dharma Nugraha Rawamangun karena infeksi pernafasan. Prof Nakoela tercatat juga selain sebagai dosen di UI juga di Univ Atmajaya, Univ Pancasila,Univ Tarumanegara. Aktif di IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif) dan BKM PII.

Letkol (purn) TNIAD, memperoleh bintang gerilya dan Kartika Eka Paksi. Dengan demikian terlihat saat wisuda atau dies natalis dimana beliau memakai toga, di dadanya lengkap atribut bintang maka jadilah beliau prof yang paling banyak bintang jasanya.
Beliau juga dikenal sebagai penulis untuk banyak media massa,salah satu tulisannya yang terkait dengan Dep Teknik Mesin FTUI, bisa dilihat di blog ini. Klik saja:

http://koestoer.wordpress.com/2007/10/02/sekelumit-sejarah-teknik-mesin-ui-bag-3-selesai/

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT. (Ral 211011).-

Otonomi Bukan Liberalisasi Perti

Otonomi Bukan Liberalisasi Perguruan Tinggi!

Oleh: Donny Gahral Adian, Dosen Filsafat Politik Universitas Indonesia

Liberalisasi memang konsep yang memancing emosi bagi sebagian cendekia republik ini. Apalagi ketika konsep tersebut disematkan pada pendidikan yang diklaim sebagai barang publik. Apakah pendidikan harus patuh pada hukum pasar yang mensyaratkan kemampuan membeli? Apabila demikian, pendidikan pun menjadi barang privat yang diperjualbelikan layaknya barang loakan. Otonomi pun akhirnya dijadikan martir bagi keluh kesah terhadap liberalisasi pendidikan. Status perguruan tinggi yang otonom disinyalir sebagai gerbang emas bagi “kelontongisasi” pendidikan. Akibatnya jelas. Perguruan tinggi sibuk membuka restoran dan kafe sambil terus memproduksi berbagai kelas eksekutif.

Otonomi

Otonomi dipersoalkan secara diametral oleh dua orang pengamat sekaligus pelaku pendidikan tinggi. Pertama adalah Satryo Soemantri Brodjonegoro. Beliau menekankan bahwa absennya otonomi akan menyebabkan kemandulan kognitif di dalam lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan menjadi sekadar satuan administratif yang tidak mungkin mampu menumbuhkan suasana akademik-ilmiah-inovatif yang kondusif (Kompas, 15/10/11). Gumilar Rusliwa Somantri, sebaliknya, lebih berhati-hati menyikapi otonomi. Gumilar membedakan antara otonomi rasional dengan liberal (Kompas, 15/10/11). Otonomi rasional dipahami Gumilar sebagai otonomi yang berpedoman pada regulasi dan perencanaan pemerintah. Otonomi liberal, sebaliknya, dipahami sebagai kebebasan perguruan tinggi melakukan apa saja sehingga mengurangi peran negara.

Saya memiliki catatan terhadap pembedaan Gumilar di atas. Gumilar menekankan betapa otonomi liberal akan mengabaikan peran negara yang memastikan manfaat publik pendidikan tinggi. Pertanyaannya, apakah negara selalu satu tarikan nafas dengan kepentingan publik. Bukankah korupsi selama ini justru banyak dilakukan lembaga negara. Kebijakan negara pun seringkali adalah kebijakan pesanan yang tidak mengabdi pada kepentingan publik. Kesebangunan antara negara dan publik adalah tanda tanya raksasa di republik ini.

Kedua, apakah otonomi niscaya melahirkan liberalisasi pendidikan? Kita memang bisa melihat kenyataan betapa beberapa perguruan tinggi otonom mencari uang secara kebablasan. Otonomi kemudian ditafsirkan sebagai kemudahan untuk membangun Mal dan Pompa Bensin. Namun, otonomi kebablasan tersebut juga tidak pernah ditegur oleh penyelenggara negara yang memiliki suara cukup besar di Majelis Wali Amanah selaku pengawas. Apakah ketika peran negara diperbesar dari sekadar wakil di Majelis Wali Amanah maka perguruan tinggi akan menghentikan liberalisasi? Peran negara satu hal sementara pengawasan adalah hal lain. Apalagi kenyataan menunjukan betapa seringkali penyelenggara negara bertindak atas nama kepentingan sektoral ketimbang publik.

Gumilar, bagi saya, menggagas semacam otonomi terpimpin. Otonomi yang dipimpin oleh negara sebagai penyelenggara kepentingan publik. Otonomi terpimpin, sayangnya, adalah kontradiksi logis yang cukup fatal. Di antara otonomi dan terpimpin tidak ada kemungkinan ketiga. Kita harus memilih satu di antara keduanya. Artikel seorang pengamat pendidikan , Doni Koesoema, menunjukan betapa fatalnya akibat yang ditimbulkan otonomi terpimpin. Ketika lembaga pendidikan menjadi satuan kerja pemerintah dan patuh pada perencanaan pemerintah maka yang muncul justru ketidakadilan. Doni menulis betapa perencanaan kementrian pendidikan nasional justru memperberat guru dengan menuntut tatap muka 27,5 jam per minggu (Kompas, 15/10/11). Kita bisa membayangkan betapa ruginya jika hal serupa terjadi di perguruan tinggi. Bagaimana dosen mampu melakukan riset inovatif jika seluruh hidup akademiknya diabdikan di dalam kelas dan bukan laboratorium.

Pabrik Pengetahuan

Perguruan tinggi tidak ayal lagi mencerminkan kondisi terakhir masyarakat milenia baru. Masyarakat di milenia baru ini menjejakan kaki sosialnya pada pengetahuan. Jika dulu nilai tambah diperoleh dari kerja otot maka sekarang itu digenjot melalui otak. Perguruan tinggi adalah organisasi yang mengelola otak-otak terpintar sebuah bangsa demi produksi pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, perguruan tinggi seharusnya lebih banyak menghasilkan laporan penelitian ketimbang surat keputusan rektor.

Pengelolaan otak tidak sama dengan pengelolaan otot. Yang pertama membutuhkan otonomi sementara yang kedua, disiplin dan ketaatan. Kerja akademik membutuhkan otonomi demi produktivitas dan inovasi. Disiplin, regulasi, aturan justru berbanding terbalik dengan produktivitas akademik. Semakin banyak aturan dikeluarkan justru semakin miskin kerja akademik.

Perguruan tinggi sejatinya memiliki dua fungsi yang saling melengkapi. Fungsi pertama adalah produsen pengetahuan. Perguruan tinggi adalah pabrik pengetahuan yang secara berkelanjutan memasok publik dengan berbagai pengetahuan yang berguna. Sayangnya, fungsi ini belum sepenuhnya dipahami oleh pengelola perguruan tinggi. Alhasil, perguruan tinggi lebih banyak menghasilkan intrik ketimbang inovasi epistemik.

Fungsi kedua adalah penyalur pengetahuan. Pengetahuan yang disalurkan lewat pengajaran seharusnya merupakan produk perguruan tinggi itu sendiri. Jika tidak, perguruan tinggi sekadar menjadi institusi tempat dosen menjejali mahasiswa dengan teori-teori yang bukan bikinannya sendiri. Perguruan tinggi harus mampu menyalurkan pengetahuan yang kontekstual dengan persoalan bangsanya. Sehingga, pengajaran yang diselenggarakan harusnya berbasis riset dan bukan sekadar memutar-ulang buku teks.

Otonomi adalah syarat mutlak berlangsungnya dua fungsi perguruan tinggi di atas. Setiap perguruan tinggi berhak menentukan pengetahuan apa yang diproduksi dan disalurkannya. Perencanaan di tingkat penyelenggara negara tidak mampu memetakan kekhususan setiap perguruan tinggi dalam menjalankan dwi-fungsi tersebut. Perguruan tinggi, misalnya, berhak membuka program studi atau jurusan baru berdasarkan state of the art keilmuan tertentu. Perguruan tinggi juga berhak membongkar struktur unit kerja akademik menjadi produsen kognitif ketimbang penyelenggara administratif. Program studi bukan lagi tempat absen dihitung dan kuitansi pensil dikumpulkan. Nah, jika yang terjadi sebaliknya, saya lebih baik beralih profesi menjadi karyawan pabrik garmen. (Dimuat di harian Kompas tgl 18 Agustus 2011).-

 

 

Mengapa Ind tidak diembargo ?

Artikel ini di copy paste dari sebuah milis. Info dari tetangga sebelah, Mdh2an dpt menjadi renungan : Dr tmn yg tgl di Ausie. Suatu pagi, kami menjemput seorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!”
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu.”Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia ” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja,Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami, yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat. Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, kami bener2 panik.  Sangat terasa, we are nothing.   Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia?  Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sbg peluang. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri, makanya tidak di embargo.
Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kalian sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri. Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD !!

The Best Foto of the Visit

Dalam mata kuliah Etika, mahasiswa mendapat tugas untuk

VISIT dan WAWANCARA kaum Marginal.

Dalam kelas ada 92 orang murid, terbagi dalam 18 group. Untuk visit dan wawancara ini group masih dibagi dua lagi menjadi subgroup yang hanya terdiri dari 2 atau 3 orang saja.
Meskipun begitu ada juga yang saya ijinkan utk visit dan wwcr sendiri saja karena hal2 tertentu.
Tentu mereka nanti kelanjutannya harus melaporkan apa2 yang mereka lihat dan lakukan.

Sebagai buktinya saya minta kepada students utk bikin foto bersama obyeknya atau orang yang dikunjungi dan diwawancara. Satu subgroup mungkin bikin 2 atau 3 foto sehingga ada 100 an lebih foto.

Dari sekian banyak foto, saya memilih satu yang menurut saya

THE BEST PHOTO OF THE VISIT

Salah satu subgroup mewawancarai anak jalanan dan berbaur hangat dengan mereka berbincang dan bernyanyi.

Ini dia fotonya…

Ruth Velisia dari Dep Teknik Industri terlihat menggendong seorang anak jalanan yang masih kecil tanpa risih sama sekali. Ditemani oleh Eko Prasetya dari Dep Teknik Kimia mereka mejeng bersama.
Kata Indra Lesmana waktu jadi juri di Indonesian Idol, dia bilang begini:

“Soul-nya dapet banget nih…”

Young Entrepreneur

Young and Smart Entrepreneur Program 2011.

Sekalian untuk 7 produk dari kelas Teknopreneur saya, tadi saya umumkan dan anjurkan mereka untuk ikut ajang ini.

Kriterianya a) Berdasarkan riset sendiri/dosen/peneliti. b) Bisa modif pengembangan aplikasi yg sudah ada. c) Berdasarkan bidang ilmu yang dimiliki. d) Min semester 4. e)) D1, S1 reg paralel ekstensi. f Berkelompok 2-3 orang. g) Unik menarik kreatif.

Hadiah pembiayaan Rp 24 jt per kelompok.-

Batas kumpul Bussiness Plan 21 Okt 2011.

Ya’ ini di UI ada sejenis lomba utk mhs yaitu Program Wirausaha Mahasiswa, judulnya

Young and Smart Entrepreneur Program 2011.

Sekalian untuk 7 produk dari kelas Teknopreneur saya, tadi saya umumkan dan anjurkan mereka untuk ikut ajang ini.

Kriterianya a) Berdasarkan riset sendiri/dosen/peneliti. b) Bisa modif pengembangan aplikasi yg sudah ada. c) Berdasarkan bidang ilmu yang dimiliki. d) Min semester 4. e)) D1, S1 reg paralel ekstensi. f Berkelompok 2-3 orang. g) Unik menarik kreatif.

Hadiah pembiayaan Rp 24 jt per kelompok.-

Batas kumpul Bussiness Plan 21 Okt 2011.

Ketentuan lomba: a) Melampirkan Bussiness Plan b) Foto Peserta c) Fotokopi KTP KK KTM. Pendaftaranmelalui

http://sinbis.ui.ac.id

Menyerahkan CD dan hardcopy ke DKIB

more info 0856870656 Gianika

FB wiramuda_ui@yahoo.co.id

Twitter @wiramudaUI

Rukyatul Hilal Bakal Hilang

Oleh: Nento Luki

Ass wwb: Tenang saja, tidak usah ramai. Mungkin lama lama juga rukyatul hilal bakalan hilang.

Dulu muazin harus menunggu di atas menara masjid untuk merukyat fajar dan magrib. Diwaktu mendung pekat biasanya dimusim hujan, azan subuh diatas jam 7 dan magrib sebelum jam 5. karena matahari belum bisa dirukyat. Yang coba coba menghisab jadwal sholat dianggap ingkar sunnah.

Sama dengan Khotbah selain bahasa arab, malah dianggap sesat. Itu orang dulu. Dimasa depan orang orang akan mengatakan “kasihan orang dulu (kita sekarang)”, musti manggul manggul teropong untuk merukyat bulan, disumpah segala sebelum memulai puasa dan berlebaran. Sekarang (mungkin tahun 2060an) anak kecil sudah pakai GPS yang ada program terbenamnya bulan dan matahari. Bulan itu 29, kalau gelap genapkan 30. silahkan aja mau 29 atu 30 jangan ramai.. Yang pokok adalah faman syahida minkumusyahro fal yasum. Ikut saja wailul amri yakni guru guru disekitar kita.

Pemerintah jangan dianggap wailul amri. Pemerintah yang membiarkan zina dan mengasihani pencuri/penipu (koruptor) kok dianggap wailul amri.

TKS Wass.

Kelas Teknopreneur

Binatang apa tuh Teknopreneur ? Binatang berkaki empat atau binatang melata ?
Ternyata… ternyata…
…Berkaki…berkaki… DUA… saudara-saudara.
Rupanya dia manusia biasa juga kaya kita-kita.
Malah sekarang di DTM (Departemen Teknik Mesin) dijadiin Mata Kuliah. Luarbiasa,.. kenapa luarbiasa ? Karena di dunia ini jarang ada departemen atau jurusan (yang merupakan bidang ilmu) yang berani menetapkan sebuah mata kuliah sejenis ini. Kebanyakan jurusan-ju rusan yang ada di Indonesia ini cuma nyontek2 aja dengan apa yg ada di negara2 maju lain karena tentu saja karena kurang PD alias kurang Percaya Diri. Dengan kata lain tak ada keberanian dan tak ada kemampuan. Yang utama berani dulu aja deh, karena soal mampu atau nggak itu kita bisa cari upaya sana sini.
Bahkan sebagian orang menganggap itu nyleneh dan salah… mengapa ? coba liat deh universitas2 terkenal, mana ada dia m.k. itu. Ya tentu saja dia akan menentukan kurikulum itu sesuai keperluan dia, kita musti bikin kuri sesuai keperluan kita dong..
Udah deh kita cukupkan debat kita sampai disini aja soal perlu tidaknya Teknopreneur. Kita mulai ngobrol dengan apa yang terjadi. So after 2 years kuliah ini berjalan di DTM, baru semester ini saya di-instruksikan utk mengajar mk ini. Ada dua kelas, kelas saya ini 25 an orang sedang kelas lain dengan dosen pak Imansyah jumlahnya 70 orang. Pak Iman sudah mengajar yg ke 2 kali. Tentu silabusnya juga belum terdefinisi dengan jelas, tapi itukan biasa utk sebuah mk yang bukan kuliah nyontek dari luar. Di Indo ini brgkali cuman Univ Ciputra aja yg menyelenggarakan kuliah dengan nama ini… itu juga barangkali.Yang jelas kalau Entrepreneurship itu sudah lumayan banyaknya.

Normalnya orang mulai dengan definisi, so apa dong definisinya. Kalau you search by internet tentu keluar puluhanlah. But I will introduce you my own definition. Pertama anda tahu kan entrepneur… Nah teknopreneur ini adalah entrepreneur berbasis teknologi. That’s it !
Simpel kan ? Let’s make everything more simple.

Utamanya dikelas ini saya menanamkan MOTIVASI… jadi boleh dibilang intinya itu motivasi dulu. Supaya terbangun dalam diri anak muda ini semangat yang menggebu dan menggebu-gebu. Kenapa begitu ?
Karena tantangannya sungguh banyak dan berat. Jadi kalo tujuan hanya utk sekedar ngisi mata kuliah ngafalin teks ini itu yg gak ada gunanya lalu quis ditanya ini itu dan dijawab berdasarkan kerajinan ngafal tadi… Maka saya yakin cara itu adalah cara yang bodoh buang2 waktu dan tenaga saja… Dan pasti tidak akan jadi apa2. Mohon maaf ini kesenangannya melayu2 gebleg nih, bikin kerjaan se-akan2 hebat tapi gak ada gunanya. Udah gitu ntar crita ini itu seakan punya ilmu tinggi tapi ngomong doang alias NATO No Action Talk Only dan kemudian karena di Universitas musti keliatan hebat jadi ditambahin planning yg gak pernah dikerjain alias NAPO alias No Action Plan Only.

Mungkin juga kami semua ini akan gagal. Tapi gak apa2 disekolah ini diijinkan gagal koq. Malah pelajaran yang paling berarti itu adalah KEGAGALAN. Jadi jangan takut gagal. Malah saya sering bilang kita ini akan mulai dengan kegagalan2. Tapi yang penting kita harus punya prinsip tidak akan pernah putus asa. Jadi kita harus BANGUN LAGI KALO GAGAL. Nah itu pelajaran yg utama.

Dikelas ini juga sy tanamkan utk bikin produk. One man one product. Yang penting dicoba, gagal atau jadi  itu soal nanti. Terus pakai modal sendiri. Kan hrs ditanamkan juga bahwa segala sesuatu itu ada resiko jadi belajar nanggung resiko. Kemudian ilmu Teknik Mesinnya dipakai buat bikin produk. So hrs ada simpel disain and drawing. Terus dijadiin barang beneran, sebagai prototipe pertama. Mungkin aja nanti bisa diikut sertakan pada lomba ini itu. Pelengkapnya nanti ditambah dengan rancangan bisnis sederhana, harapannya nanti bisa dilanjutkan beneran baik secara group maupun individu.

Jadi itulah kira2 apa yg sedang berjalan disalah satu bagian diantara sekian banyak kegiatan belajar mengajar ini.

Nah ini saya kasi liat calon2 teknopreneur.-

https://www.youtube.com/watch?v=8PYEpQZ0NUI

Steve Jobs

-0- Disalin dari webpronews -0-

Thursday, October 06, 2011

 

From a lot of familiar names

The death of Steve Jobs has inspired many, many people to share their thoughts on the life of a man they truly admired, and that includes a lot of big names. Following is a list of 100 such reactions from names many will recognize, spanning throughout the tech and journalism industries as well as celebrities in politics, movies, music, sports, etc.

Share your thoughts about Steve Jobs in the comments

Note: In many cases, these are not the entire statements. Many had paragraphs more to say about Jobs. You could fill a very large book or perhaps a set of encyclopedias to really get it it all in there. 

The List

1. The Jobs family: “In his public life, Steve was known as a visionary; in his private life, he cherished his family. We are thankful to the many people who have shared their wishes and prayers during the last year of Steve’s illness.”

Tech Leaders and Journalists/Bloggers

2. Apple Co-founder Steve Wozniak: “It’s like the world lost a John Lennon – I mean Steve was clearly the most outstanding business thinker and almost everybody high up in the technology business recognized that somehow he had the ability to think out new ways of doing things, not just ways to improve what we have (do a better version of something) but do it in a totally different way that the world would swing towards.”

3. Apple CEO Tim Cook: “Apple has lost a visionary and creative genius, and the world has lost an amazing human being.”

4. Apple’s Board of Directors: “Steve’s brilliance, passion and energy were the source of countless innovations that enrich and improve all of our lives. The world is immeasurably better because of Steve.”

5. Pixar Chief Creative Officer John Lasseter: “He saw the potential of what Pixar could be before the rest of us, and beyond what anyone ever imagined. Steve took a chance on us and believed in our crazy dream of making computer animated films; the one thing he always said was to simply ‘make it great.’”

6. Walt Disney President Bob Iger: “Steve was such an ‘original,’ with a thoroughly creative, imaginative mind that defined an era. Despite all he accomplished, it feels like he was just getting started.”

7. Microsoft co-founder Bill Gates: “Steve and I first met nearly 30 years ago, and have been colleagues, competitors and friends over the course of more than half our lives. The world rarely sees someone who has had the profound impact Steve has had, the effects of which will be felt for many generations to come.”

8. Microsoft co-founder Paul Allen: “We’ve lost a unique tech pioneer and auteur who knew how to make amazingly great products. Steve fought a long battle against tough odds in a very brave way. He kept doing amazing things in the face of all that adversity. As someone who has had his own medical challenges, I couldn’t help but be encouraged by how he persevered.”

9. Microsoft CEO Steve Ballmer: “I want to express my deepest condolences at the passing of Steve Jobs, one of the founders of our industry and a true visionary. My heart goes out to his family, everyone at Apple and everyone who has been touched by his work.”

10. Yahoo co-founder Jerry Yang: “Steve was my hero growing up. He not only gave me a lot of personal advice and encouragement, he showed all of us how innovation can change lives. I will miss him dearly, as will the world.”

11. Google CEO Larry Page: “He was a great man with incredible achievements and amazing brilliance. He always seemed to be able to say in very few words what you actually should have been thinking before you thought it. His focus on the user experience above all else has always been an inspiration to me.”

12. Google co-founder Sergey Brin: “From the earliest days of Google, whenever Larry and I sought inspiration for vision and leadership, we needed to look no farther than Cupertino. Steve, your passion for excellence is felt by anyone who has ever touched an Apple product (including the macbook I am writing this on right now). And I have witnessed it in person the few times we have met.”

13. Google Executive Chairman Eric Schmidt: “”Today is very sad for all of us. Steve defined a generation of style and technology that’s unlikely to be matched again. Steve was so charismatically brilliant that he inspired people to do the impossible, and he will be remembered as the greatest computer innovator in history.”

14. Google Research Director Peter Norvig: “Honor Steve Jobs: resolve to do something insanely great.”

15. Google head of web spam Matt Cutts: “The tech industry lost an amazing, world-changing person today. Rest in peace, Steve.”

7 Rektor Bantah Terima Fee

7 Rektor Tercatat Terima Fee dari Perusahaan Nazar
SELASA, 04 OKTOBER 2011 | 07:50 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Seto Wardhana

Berita terkait
Hari Ini Komite Etik KPK Periksa Haryono Umar
Nazar Siap Bersaksi di Sidang Wafid
Pengacara Tetap Ingin Nazar-Chandra Dikonfrontasi
Nazaruddin Akan Didampingi 5 Pengacara
O.C. Kaligis Berkolaborasi dengan Elza Syarief Tangani Kasus Nazaruddin

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tujuh rektor perguruan tinggi membantah telah menerima fee atas proyek yang dimenangkan PT Anugrah Nusantara. Bantahan itu dikeluarkan guna merespon informasi yang menyatakan nama mereka tercatat dalam laporan keuangan perusahaan yang sahamnya dimiliki Anas Urbaningrum, kini Ketua Umum Partai Demokrat, dan mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersebut.

Berdasarkan data yang dilangsir situs Gresnews.com, aliran duit kepada para rektor itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun sejak 2007. Dalam laporan keuangan PT Anugrah, para rektor tercatat menerima duit dengan jumlah bervariasi dan untuk kepentingan yang beragam. Umumnya mereka tercatat menerima dana sebagai biaya entertaint.

Prof. Dr. Ir. Sudjarwo, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang namanya muncul dalam catatan itu mengakui pernah mengajukan proyek ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Namun ia membantah menerima duit dari PT Anugrah sebesar Rp 10 juta pada 3 Desember 2008. “Saya sama sekali tidak menerima sepeserpun uang dari perusahaan pemenang proyek,” kata dia di ruang kerja Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Senin 3 Oktober 2011.

Catatan transaksi lain adalah untuk rektor Universitas Mataram, saat itu Prof Mansur Ma’sum, sebesar Rp 25 juta yang terjadi pada 16 Desember 2008. Lalu Rektor Universitas Riau, kala itu Prof Dr Ashaluddin Jalil, pada 23 Januari 2008 senilai Rp 23 juta. Nama Prof. DR. Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya, Malang, tercatat pada transaksi 5 November 2008 sebesar Rp 410 ribu.

Aliran lainnya ditujukan kepada Rektor Universitas Sriwijaya, Palembang pada 28 September 2007, kala itu dijabat Prof Dr Ir Zainal Ridho Djaffar, berbentuk dolar setara Rp 45,9 juta. Rektor Universitas Udayana, Bali pada 30 Januari 2007, kala itu Prof I Made Bakta, sebesar Rp 20 juta.

Rektor Universitas Airlangga, Surabaya, pada 27 Agustus 2007, yang saat itu Prof Dr Fascihul Lisan, pun dicatat menerima Rp100 juta. Pejabat pembuat komitmen Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Jakarta juga disebut menerima aliran dana Rp 30 juta.

Seperti halnya Sudjarwo, para rektor dan pejabat universitas yang ditemui Tempo membantah telah menerima aliran dana dari PT Anugrah.”Tak benar rumor yang mengatakan ada fee dari perusahaan tersebut,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Rektorat Unair, Dr Mangestuti Agil Apt.

Berdasarkan surat perjanjian jual beli saham PT Anugrah Nusantara tertanggal 1 Maret 2007, tertulis Nazaruddin sebagai pihak pertama yang menjual 30 persen sahamnya kepada Anas. Dalam perjanjian kontrak yang disahkan notaris di Pekanbaru pada 5 Juli 2007 itu tertera tanda tangan dengan nama Anas. Belakangan Anas mengaku sudah keluar dari perusahaan itu.

L SUPRIYANTHO KHAFID | DINI MAWUNTYAS | BIBIN BINTARIADI | ARIS ANDRIANTO | SOETANA MONANG HASIBUAN | ARIHTA U SURBAKTI

SUROBOYO Airlines

Flight attendants announcement before the flight. (Kiriman email Yulianti Dewi).-

Pramugari SUROBOYO AIRLINES: “Isuk poro penumpang…
Engkok lek mripatmu pedhes, opo kupingmu kroso kophok’en, ndang untal’en permen’e yo..
Engkok ben blai slamet, tulung delok’en iki, yak opo carane masang sabuk.Yok opo ngancinge ben gak coplok, ben kenceng, yok opo carane nyoplok..klambi plampung ono ndhek ngisor kursimu, ojok mbok nggo sik, enten’ono Pakdhe Kapiten ngekek’i woro2..Iko ojok mbok pindah2, opo maneh mbok gowo muleh, nggo mbok pajang dhek ruang tamu, timbang tak pancal ndhiasmu ngarep mburi kiwo tengen.. Ngerti ndhak ?!Iko nggo klambi plampung’e, lebokno lewat tholok, kancing’en sabuk’e nok ngarep. Ojok kekencengen, engkok bingung gak isok ambegan….
Iko isok mbok sebul, sing penting ababmu gak mambu batang tekos…
Ben isok ngambang ndhek mbanyu, tarik’en penthil2an werno abang mbranang jambu bol iko. Eling, tariken dhek njobo psawat, engkok gak isok metu nek ndhok njero…Mlembung gede jehhh, lawange gak sedeng, mesti nyantol’e…
Nek meh metu tekan pesawat, antri yo, baris koyok sowang2an, holopis kuntul baris, diikk…
Nek ambegan’e wis mulai angel iko masker oksigen ceblok dewe tekok nduwur’e ndhiasmu, kop werno kuning2 iko nggon’en. Wong sitok, sitok ae.. Ojok rebutan pekk, ngisin2i rek…
Kertu petunjuk darurat ono ndhek sak kursi ngarepmu, woco’en yo. Ojok diapalno ngkok mbledosh mbun2anmu…
Wis ngono sek Ɣoo pakdhe, mbokdhe, paklek, bulek, cak, ning, tole, wuk. Ojok prengesan, ojok pecicilan, opo maneh sampe mentelengi pupu mulusku, timbang tak suaduk gingsulmu… modhiar ko-en. O îiyo…Nek arep moco2 pencet’en petekan nek nduwurmu iko. Iko nggo nguripno lampu.

Monorail Indonesia Kusnan

Siang tadi kami di Depok kedatangan biangnya monorail Indonesia, beliaulah orang Indonesia yang bisa bikin monorail dengan komponen disain dan manufaktur total 100% Dalam Negeri, dengan company nya yang bernama MBW (PT Melu Bangun Wiweka).

Tiga orang insinyur mesin sejati ini telah datang memperkenalkan proyek monorail mereka yang akan dibangun untuk kota Makasar (lho… koq bukan DKI Jakarta ?) dan berikutnya akan menyusul di Surabaya. Siapa saja mereka itu, mari saya perkenalkan:

1. Ir Kusnan Nuryadi IPU ACPE

2. Ir Arie Anggodo Kakiailatu

3. Ir Teguh Nugraha Kusnan MSc

Jadi ternyata di workshopnya  mereka sudah bikin prototipe baik struktur bawah maupun gerbong dan bogie-nya monorail ini dengan rancangan sendiri dan fabrikasi sendiri. Berbagai jenis monorail didunia telah didatangi dan dipelajari, sampai dengan Asia, Eropa Amerika Latin. Semua tak luput dari perhatian mereka dalam memperkuat disain dan fabrikasi monorail ini. Di Jakarta kerugian akibat macetnya lalulintas menurut studi SITRAMP th 2005 adalah 12,8 trilyun per tahun (apalagi sekarang pasti sudah 2x lipatnya daripada itu). Jadi teoritis karena membangun monorail ini biayanya hanya 5 trilyun maka dalam satu tahun saja sebenarnya sudah bisa balik modal. Namun demikian gubernur bang Foke, berdasarkan berita koran beberapa hari yang lalu, kelihatannya berbeda pendapat. Sehingga monorail di Jakarta ini yang sudah diawali tracknya di beberapa tempat malah akan dihentikan.

Monorail ini adalah sistem transportasi yang berbasis rel tunggal yang juga digunakan sebagai pendukung (support)dan jalur pengarah (guideway). Relnya berupa batang beton (beam) ataupun rel besi, sedangkan kendaraannya ada yang mencengkeram atau straddle dan ada yang menggantung atau suspended. Monorail cocok untuk transportasi di kota-kota di Indonesia karena tidak erlu pembebasan lahan. Coz dia dibangun diatas jalan publik jadi tak perlu lagi pembebasan lahan. Kemudian diatas tanah bandingkan biayanya kalau harus bikin terowongan bawah tanah.

Rancangan yang dikerjakan meliputi Bogie, gerbong, Track beam, Track switch, Typical situation, signaling, power supply dan Depo. Pengujian dan evaluasinya mencakup pembuatan lintasan 48 m di workshop, lintasan test sepanjang 1400 m juga studi tentang spesifikasi standar dan sertifikasi.

Bila ada yang berminat untuk mendapatkan materi presetasinya dlm pdf, silakan download di alamat:

http://www.4shared.com/document/tF2TFtWR/Presentation_monorel_UMUM-KN_d.html?

Bila ada kesulitan dalam downloading, harap lapor via email. Salam.-

200 Pekerja UI Protes Rektor

Rabu, 28/09/2011 11:52 WIB

200 Pekerja UI Geruduk Kemendiknas, Protes Rektor UI foto

M Rizki Maulana - detikNews
Share10


Jakarta - Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri sungguh dikepung unjuk rasa hari ini. Para mahasiswanya berdemo di Rektorat Kampus UI Depok. Sementara, sekitar 200 pegawai UI berunjuk rasa ke kantor Kemendiknas.

Sekitar 200 pegawai UI dari Paguyuban Pekerja UI datang dengan 3 bus besar ke kantor Kemendiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (28/9/2011), pukul 10.30 WIB. Mereka memakai baju batik dan pin bertuliskan ‘Pekerja UI Menggugat’.

Begitu massa yang terdiri dari para dosen dan karyawan UI ini datang, satpam langsung menutup gerbang Kemendiknas. Massa lantas berorasi di trotoar dan dipimpin orator dari mobil sound system.

“Alihkan status menjadi PNS seluruhnya. Jadikan UI kampus yang mendidik anak-anaknya menjadi penerus bangsa,” pekik orator.

Para pekerja UI menuntut kejelasan status kepegawaian mereka yang digantung bertahun-tahun oleh Rektorat. Mereka bukan PNS, tapi juga bukan pegawai BHMN. Akibatnya, standar kesejahteraan pun terabaikan.

“Pekerja UI menggugat!” demikian massa meneriakkan yel-yel.

Seorang dosen muda yang enggan disebutkan namanya menceritakan nasib para koleganya. Status kepegawaian yang tidak menjelas membuat para dosen tak ubahnya guru bimbel belaka.

“Dosen yang nggak jelas statusnya ini jadi kayak guru bimbel. Dibayar sesuai SKS, padahal nggak semua dosen bisa dapat SKS banyak,” ujarnya.

Pukul 11.15 WIB, 10 perwakilan pekerja UI dari berbagai fakultas, masuk untuk menemui Dirjen Dikti Djoko Santoso. Pekerja UI ini dipimpin Ketua Presidium Paguyuban Pekerja UI Andri Wibisana. Sementara massa yang lain melanjutkan aksi di depan Kemendiknas.

Aksi para pekerja UI ini membuat lalu lintas di Jl Jenderal Sudirman dari Bundaran Senayan arah ke Semanggi tersendat. Bus yang membawa massa diparkir di jalur lambat, dan para pengguna jalan pun banyak yang melambatkan kendaraan untuk melihat aksi.

Hingga pukul 11.30 WIB, aksi masih terus berlangsung. Sebelumnya, sekitar 500 mahasiswa UI juga menggelar demo pararel di depan Rektorat Kampus UI Depok.

Tuntutan para mahasiswa ini berbeda, yaitu meminta transparansi uang kuliah dan proses masuk UI yang adil. Namun, mahasiswa dan para pekerja UI sama-sama menuntut pertanggungjawaban Rektor Gumilar.

(fay/vit)

Pembobolan Dana Miliaran

BI Pelajari Pembobolan Dana Miliaran Rupiah di Mandiri & Syariah Bukopin
Idris Rusadi Putra – Okezone

Senin, 4 April 2011 16:19 wib

 0  2 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi
JAKARTA - Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah mengatakan akan mempelajari kasus penggelapan dana miliaran rupiah yang terjadi di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin.

“Untuk yang ini akan dipelajari dulu permasalahannya, berkas-berkasnya,” jelas Difi di Jakarta, Senin (4/4/2011).

Dia mengatakan akan berpegang dengan Undang-Undang Perbankan dalam menangani masalah ini. Difi juga mengatakan jika pengawas bank akan meminta penjelasan dari dua bank tersebut.

“Nah nanti pengawas bank akan minta penjelasan dari bank tersebut, kita akan tindak lanjuti nanti sesuai dengan undang undang perbankan dan BI. Kalo ada pidana nanti penegak hukum yang menindak lanjutinya,” tukas Difi.

Sebelumnya, Anang Syaifudin yang merupakan Direktur Utama PT Medixie Sekawan Utama mengaku dibobol dananya di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin. Anang pun mengadu ke Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

“Ada kasus kejahatan perbankan diduga ada oknum pegawai KCP (kantor cabang pembantu) Bank Mandiri Rawa Lumbu Bekasi dan Bank Bukopin Syariah yang ikut bermain, bekerjasama dengan manajer keuangan PT Medixie Sekawan Utama, Yekti Sartono,” ujar Anang saat ditemui di Gedung Bank Indonesia.

Untuk kronologis kasusnya dia menceritakan, pada 5 Mei 2010, manajer keuangan PT Medixie Sekawan, Yekti Hartono melakukan pencairan cek ilegal di Bank Mandiri senilai Rp 720 juta.

Dia menjelaskan pengbamilan cek ini menyalahi prosedur perbankan karena otoritas cek adalah adalah dua orang, yaitu Anang Syifudin dan Muhammad Fauzan, serta stempel perusahaan, sedangkan cek tersebut hanya ditandatangani satu orang dan itu diduga dipalsukan. “Stempelnya pun palsu dan berbeda dengan specimen yang ada di bank” tambahnya.

Kemudian kasus yang kedua yang di adukan anang adalah tentang kasus pengambilan dana di Bank Syariah Bukopin cabang Melawai Jakarta Selatan. Yekti mencairkan rekening tabungan bisnis perusahaan senilai Rp7 miliar.

“Ini diduga juga melibatkan oknum pegawai Bank Syariah Bukopin karena penarikan dilakukan dalam waktu yang singkat dari 7 Januari sampai 22 Maret 2010 jumlahnya mencapai Rp7 miliar” tambahnya

Dan juga kemudian ada kasus ketiga adalah pencairan rekening perusahaannya sebesar Rp 13,5 miliar oleh Yekti di Bank Mandiri KCP Rawa Lumbu pada 7 Januari sampai 26 April 2010. “Semua kasus ini sudah saya laporkan juga ke Polda. Saat ini tidak ada itikad baik dari pimpinan Bank Mandiri dan Bank Syariah Bukopin,” pungkasnya. (wdi)

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS

Status kepemilikan 2,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh PT Indonesia Masbaga Investama (IMI) masih menyimpan misteri yang harus diklarifikasi. Kisruh saham IMI ini muncul setelah perdebatan pemerintah dengan DPR terkait pembelian 7% saham NNT oleh Menteri Keuangnan dapat dianggap selesai. Menurut Presdir NNT Martiono, tidak ada yang salah dalam pembelian saham itu oleh IMI (Investor Daily/ID, 24/8/2011). Kita harus menolak tegas pernyataan Martiono. Karenanya, kasus saham IMI ini perlu diusut dan diselesaikan secara bermartabat.

Berdasrkan kontrak karya (KK) tahun 1986, 80% saham NNT dikuasai asing, Newmont dan Sumitomo (Newmont Venture Limited, NVL) dan 20% sisanya dikuasai swasta nasional, Pukuafu Indah (PI). Sesuai KK, NVL diwajibkan mendivestasikan 31% sahamnya masing-masing 3%, 7%, 7%, 7% dan 7% pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Dari 31% saham yang didivestasi, sebanyak 24% saham NNT telah dimiliki oleh konsorsium Multi Daerah Bersaing (MDB), dan 7% sisanya dibeli oleh pemerintah pusat/NKRI melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). MDB adalah konorsium milik Multcapital (75%) dan Daerah Maju Bersaing, DMB (25%). Sedang DMB sendiri adalah BUMD yang didirikan Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat). Dengan tuntasnya proses divestasi, komposisi pemegang saham NNT menjadi 49% NVL, 24% MDB, 20% PI dan 7% NKRI.

-0-

Misteri saham IMI ini dapat pula dilihat pada sikap PI yang mensomasi NVL (NIL dan NTMC) dalam pelaksanaan divestasi 24% dan 7% saham NNT. PI menggugat karena NVL tidak memberikan kesempatan kepada PI untuk mengajukan penawaran. Padahal PI menyatakan siap untuk membeli seluruh (31%) saham NNT. Jika pada prinsipnya, PI ingin menambah jumlah saham, maka logiskah jika pada saat yang bersamaan PI menjual 2,2% sahamnya kepada IMI? Seperti dijelaskan di atas, PI pernah membantah menjual saham kepada IMI dan menyatakan telah terjadi pemalsuan dokumen.

Kita tidak tahu apakah NVL, PI dan IMI melakukan kebohongan, sekedar bersandiwara atau bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan masing-masing. Namun satu hal yang kami yakini, bahwa NVL atau Newmont telah berperan sangat dominan sehingga dapat mempengaruhi atau mengendalikan PI dan IMI. Oleh sebab itu, kita wajar meragukan independensi keduanya. Kita pun khawatir bahwa IMI hanya berfungsi sebagai boneka asing.

 

Ketegasan Pemerintah?

Misteri 2,2% saham IMI harus segera dituntaskan karena sangat menentukan peran nasional untuk dapat mengendalikan tambang NNT. Kementerian ESDM dan Kepala BKPK telah menyatakan akan meneliti dan memeriksa kembali perpindahan 2,2% saham tersebut. Kalangan DPR juga menengarai adanya upaya pecah belah oleh asing dan meminta due diligent dilakukan. Namun hingga kini belum tampak ada hasilnya. Di sisi lain, NVL kukuh dengan sikapnya seperti diutarakan oleh Martiono di atas. Asing pasti akan terus berupaya mengamankan kepentingan, meskipun harus melakukan kebohongan atau pemaksaan sikap.

Oleh sebab itu pemerintah RI harus bersikap tegas. NVL telah melanggar kontrak. Rhode Blake dari NVL mengatakan, bila KK atau ketentuan hukum lainnya di Indonesia melarang penyandang dana memegang hak suara (voting right), maka NVL siap memperbaikinya. Apakah kita percaya begitu saja bahwa NVL tidak paham isi KK? Terbukti bahwa KK telah dilanggar dan kita dilecehkan. Tapi mengapa belum ada tindakan konkrit dari pemerintah? Pemerintah takut pada (perusahaan) Amerika?

Akhirnya, demi hukum dan martabat bangsa, pemerintah harus menterminasi kontrak NVL. Minimal pemerintah membatalkan transaksi 2,2% saham milik IMI. Selanjutnya demi kepentingan strategis negara, pemerintah dihimbau konsisten dengan sikapnya saat membeli 7% saham NNT, yakni untuk meningkatkan pendapatan negara dan menjadikan NNT sebagai laboratorium pajak. Yang juga sangat penting segera membentuk konsorsium nasional, gabungan saham 7% NKRI, 20% PI dan 24% MDB, agar dapat mengendalikan NNT.[]

Ada Apa dengan UI ?

ADA APA DENGAN UNIVERSITAS INDONESIA? #saveUI

dengan 16 komentar

Tadi pagi sampai siang (12 September 2011) saya mengikuti acara press release mengenai gerakan moral pembenahan tata kelola kampus Universitas Indonesia (UI) berlokasi di aula Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia (Fasilkom-UI). Saya mendapatkan informasi mengenai acara ini melalui pengurus pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) yang menyebarkan sms undangan terbuka sehari sebelumnya, untuk hadir pada acara tersebut. Informasi yang saya peroleh, beberapa Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas di UI juga berencana hadir, maka saya merasa saya perlu hadir juga, karena status saya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer UI (Iluni Fasilkom-UI).

Saya mengikuti acara tersebut dari awal sampai akhir, dimulai jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Para peserta yang hadir di dalam aula Fasilkom-UI sangat beragam, mulai dari beberapa Dekan Fakultas di lingkungan UI, para dosen dan guru besar, para mahasiswa, beberapa pengurus ikatan alumni, serta tentu saja para wartawan dari berbagai media (namanya juga press release). Acara dipandu oleh 3 (tiga) orang, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, kemudian juga Effendi Gozali dan Ade Armando, keduanya adalah dosen pada FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UI.

Berikut adalah ringkasan yang saya buat mengenai apa-apa yang dibahas atau disampaikan pada acara tersebut :

1. Sesungguhnya isu mengenai pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Saudi Arabia bukanlah isu utama yang saat ini menjadi fokus perhatian civitas akademia UI. Pemberian gelar tersebut hanyalah salah satu puncak gunung es tentang apa yang terjadi di Kampus UI saat ini, yaitu buruknya tata kelola (governance) organisasi kampus UI. Civitas akademia UI menyadari bahwa gelar yang sudah diberikan tersebut tidak bisa dicabut kembali, dan untuk itu, civita akademia UI tidak akan mempersoalkan lagi dan menganggap hal tersebut sudah tidak masalah lagi. Walaupun demikian, ini akan menjadi pelajaran yang berharga untuk kampus UI, terutama dalam pemberian gelar Doktor Honoris Causa ke depan.

2. Acara yang dilangsungkan tadi siang itu sebenarnya adalah acara yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang kebetulan mengambil tempat di kampus Fasilkom-UI, dan panitia pelaksana adalah BEM Fasilkom-UI. Jadi ini adalah acara kemahasiswaan, di mana di dalam kehidupan kampus, mahasiswa punya hak untuk mengadakan acara tersendiri dan tidak harus sejalan dengan pimpinan fakultas atau pimpinan universitas, selama dilakukan dengan baik dan tidak destruktif. Ini berarti, BEM-UI memberi panggung kepada pihak yang melakukan gerakan moral untuk pembenahan tata kelola organisasi UI untuk menyampaikan fakta-fakta guna keperluan press-release.

3. Gerakan moral ini secara tegas tidak memiliki keinginan untuk melakukan kudeta atau penggulingan (impeachment) terhadap Rektor UI saat ini, yaitu Prof. Gumilar Rusliwa Somantri. Gerakan ini menginginkan adanya suatu perbaikan yang lebih fundamental dan holistik, yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI yang saat ini dalam masa peralihan dari status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi perguruan tinggi umum yang dikelola oleh pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional RI. Para civitas akademia UI merasa ini persoalan mendasar yang dihadapi oleh UI saat ini, dan berbagai persoalan yang muncul di permukaan seperti pemberian gelar Doktor Honoris Causa, masalah SPP mahasiswa, masalah dana penelitian, dan sebagainya, hanyalah hal-hal yang sifatnya akibat dari persoalan fundamental ini. Dengan demikian, pembenahan tata kelola organisasi UI adalah agenda yang sangat mendesak.

4. Gerakan moral ini sudah berjalan sejak beberapa waktu yang lalu, dan sudah dilaksanakan berbagai pertemuan sebelumnya. Gerakan moral ini didukung oleh beberapa guru besar di lingkungan UI (seperti Prof. Emil Salim), dan sebagai moral-support, 3 (tiga) orang dekan memberikan dukungannya, yaitu Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UI, serta Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI. Informasi yang saya peroleh dari beberapa pengurus BEM-UI mengatakan bahwa dekan-dekan fakultas yang lain di lingkungan UI masih belum menentukan sikap.

5. Akibat dari gerakan moral ini, beberapa pihak sudah mengalami intimidasi, entah oleh siapa, bahkan termasuk para dosen-dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan ini, serta tentu saja para mahasiswa. Pernah sampai sebuah surat kaleng pada Forum Komunikasi Wartawan Depok yang berisikan transkrip rekaman percakapan melalui sms antar para tokoh gerakan tersebut. Hal itu hanya dimungkinkan melalui penyadapan pada telepon selular yang dipergunakan. Surat kaleng itu juga menyebutkan bahwa muncul gerakan di kalangan kampus UI yang ingin melakukan kudeta atau menggulingkan Rektor UI saat ini. Surat kaleng itu secara jelas menyebutkan siapa-siapa aktor utama gerakan tersebut, lengkap dengan transkrip percakapan sms antar mereka (tentu saja melalui penyadapan) yang menurut mereka juga sudah di-edit. Informasi ini juga saya peroleh dari beberapa dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan moral ini.

6. Pada pertemuan tadi siang, gerakan tersebut kembali mempertegas bahwa tujuan mereka adalah untuk mempercepat terjadinya pembenahan tata kelola organisasi UI, bukan untuk mengkudeta atau menggulingkan Rektor saat ini. Tetapi jika memang seandainya ditemukan kesalahan pada Rektor, maka tentu saja Rektor tidak boleh lari dari tanggung jawab.

7. Pada pertemuan tadi siang, dipaparkan beberapa contoh kecil buruknya tata kelola organisasi di kampus UI, antara lain tata kelola keuangan. Ternyata biaya makan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor UI diambil dari pos dana masyarakat (antara lain dari SPP mahasiswa). Jumlahnya sekitar Rp. 1,5 juta – Rp. 1,8 juta per bulan, dan angka ini di atas gaji seorang office boy per bulan di kampus UI yang masih di bawah UMR (upah minimum regional) di Depok. Dalam suatu kesempatan Rektor mengatakan bahwa biaya makan binatang peliharaan tersebut diambil dari gajinya, tetapi ternyata bukti-bukti pengeluaran uang menunjukkan lain, di mana gaji Rektor keluar dari pos SDM, sedangkan anggaran untuk makanan binatang peliharaan keluar dari pos “umum”. Hebatnya, pembelian makanan ikan dan makanan anjing peliharaan di rumah dinas Rektor tersebut untuk periode Oktober 2010 s/d Januari 2011 dimasukkan ke dalam kolom uraian “pengadaan konsumsi rapat di PAUI”. Pada pertemuan tersebut dibagikan fotokopi bukti-bukti pengeluaran uang yang menunjukkan fakta ini. Semua bukti-bukti ini diperoleh oleh dari whistle blower yang dilindungi oleh gerakan ini.

8. Untuk keperluan pencitraan, Rektor UI membayar “biaya penulisan wawancara utama 8 halaman serta foto yang tampik pada sampul majalah” pada Majalah Eksekutif edisi 370/September 2010 sebesar Rp. 44 juta. Tentu bisa dicari-cari alasan demi kepentingan Humas UI, tetapi siapa yang mengawasi atau mengaudit bahwa hal tersebut memang perlu dan signifikan untuk UI dan bukanlah untuk pencitraan pribadi.

9. Peralihan UI dari BHMN menjadi PTP (Perguruan Tinggi Pemerintah) juga membawa persoalan. Keberadaan organ-organ di masa BHMN pun mulai dipersoalkan, sehingga terdapat hubungan yang tidak harmonis antara Rektor UI dengan Majelis Wali Amanat (MWA). Informasi yang disampaikan adalah Rektor UI sudah membekukan MWA dan membentuk Senat Universitas (SU) sebagai organ baru dalam status sebagai PTP. Hal ini menjadi bahan perdebatan di kalangan guru besar Fakultas Hukum (FH) UI dan terdapat pro dan kontra. BEM-UI mendukung dipertahankannya keberadaan dan fungsi organ-organ penyelenggara UI berdasarkan PP 152 tahun 2000 selama proses transisi menuju terbentuknya yang baru berdasarkan RUU Perguruan Tinggi berjalan. Hilangnya keberadaan MWA serta Dewan Guru besar (DGB) serta menguatnya otoritas Rektor apabila struktur kelembagaan berbasis konsep PTP berdasarkan PP 66 tahun 2010 yang diterapkan berpotensi untuk memperlemah instrumen check and balances antar pemangku kepentingan dalam proses transisi yang sedang dilakukan kampus UI.

10. Pada pertemuan tadi siang, juga dilakukan gerakan sinis yaitu mengumpulkan sumbangan untuk makanan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor agar biayanya tidak lagi diambil dari dana masyarakat (termasuk SPP dari mahasiswa).

Berikut ini adalah pendapat saya pribadi (bukan dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Ui ataupun anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Universitas Indonesia) berkaitan dengan acara tadi siang :

1. Dalam teori ilmi sosial, setiap gerakan maupun lawan dari gerakan tersebut, pasti mengusung agenda atau kepentingan tertentu. Rektor UI dan kelompok pendukungnya pasti punya kepentingan, dan tentu saja gerakan moral seperti ini juga punya kepentingan. Banyak pihak punya kepentingan. Tentu saja kita harus cermat dan jernih dalam menganalisis kepentingan-kepentingan tersebut. Saya memahami jika ada pihak yang sinis dengan sosok Effendi Gozali atau Ade Armando dalam gerakan ini (walaupun masih dipertanyakan juga), tetapi setidaknya moral-support yang ditunjukkan oleh 3 (tiga) dekan, yaitu FKUI, FEUI, dan Fasilkom-UI memberikan semacam “jaminan” mengenai kemurnian gerakan ini. Tetapi walaupun demikian, kawan-kawan mahasiswa terutama pengurus BEM-UI tetap harus kritis, dan tetap berada di koridor perjuangan yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI, dan hati-hati jangan sampai ditunggangi oleh pihak manapun.

2. Pihak luar sebaiknya menahan diri untuk tidak mencampuri dulu apa yang terjadi di kampus UI ini, termasuk organisasi Ikatan Alumni UI, karena memang organisasi ini berada di luar struktur UI. Sejatinya Iluni UI memberikan dukungan terhadap upaya-upaya pembenahan yang dilakukan di dalam UI, atau dengan kata lain keberpihakan Ikatan Alumni Ui haruslah kepada perbaikan, bukan kepada sosok atau personil tertentu. Kampus UI juga sedang mengalami proses pembelajaran yang sangat berharga.

3. Apapun, setiap fakta atau pun pernyataan yang disampaikan oleh pihak manapun, tetap harus disikapi dengan kritis. Kebenaran akan tetap sebuah kebenaran, dari manapun datangnya. Jangan sampai kita termakan isu atau rumor yang tidak jelas dari mana asal-usulnya.

4. Saya yakin, apa yang terjadi di UI saat ini, kemungkinan besar juga terjadi di berbagai kampus lain, tetapi mungkin belum terungkap ke permukaan. Mudah-mudahan apa yang terjadi di UI ini bisa menjadi pembelajaran untuk berbagai kampus di Indonesia ini.

Salam
Riri Satria

Be the first to like this post.

Ditulis oleh RIRI SATRIA (ketua Iluni Fasilkom).-

September 12, 2011 pada 9:29 pm

16 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Terima kasih Mas Riri atas tulisannya. It makes me clear to know what is actually happened with Universitas Indonesia :-) Bookmarked!

    AMYunusSeptember 14, 2011 pada3:08 pm

9 Penerima Gelar DR HC UI

DEPOK, KOMPAS.com - Sejak tahun 2009 sampai 2011 ini, Universitas Indonesia (UI) telah memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada sembilan orang.

Mereka antara lain dari dalam negeri dan luar negeri, dari sastrawan sampai kepala negara. Penentuan gelar doktor ini ditentukan oleh Komite Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa.

Sebagian besar gelar ini diberikan di Kampus UI, namun beberapa di antaranya, termasuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud diberikan di negaranya.

Inilah penerima gelar doktor honoris causa (HC) UI itu:
(1) Taufik Ismail bidang Ilmu Sastra diberikan 31 Januari 2009
(2) Taufik Abdullah bidang Ilmu Sejarah diberikan 31 Januari 2009
(3) Isidro F Aguillo Cano bidang Sistem Informasi diberikan 16 April 2009
(4) Prof Dr Daisaku Ideka bidang Ilmu Filsafat dan Perdamaian 10 Oktober 2009
(5) Prof Dr Ing BJ Habibie bidang Filsafat Teknologi 6 April 2011
(6) Abdullah Gul bidang Ilmu Politik 6 April 2011
(7) Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Haji Hassanal Bokiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam bidang Filsafat Kemanusiaan dan Peradaban 21 April 2011
(8) Prof APM Heintz MD Phd bidang Humanistic Medicine 26 Juli 2011
(9) Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud bidang Perdamaian Internasional dan Kemanusiaan 21 Agustus 2011

Senin (5/9/2011), Devie Rahmawati, Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI mengatakan pemberian gelar doktor honoris causa ini dilakukan dengan syarat yang sama oleh komite yang sama.

Namun polemik muncul ketika Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantro memberikan gelar doktor untuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud.

 

 

 

 

Halal bihalal Dep Tek Mesin FTUI 11Sep11

Departemen Teknik Mesin FTUI menyelenggarakan Halal bihalal tgl 11 Sep 2011 di kediaman bapak tris Budiono jalan Amurang 39 Cinere. Hadir sesepuh DTM FTUI bapak Prof Nakolea Soenarta dan bpk Suhari Sargo.

Nasehat sesepuh didunia akademik kita harus jujur tak boleh bohong tapi boleh salah, sedangkan didunia politik orang boleh bohong tapi tidak boleh salah. Contohnya Agus Condro, sebagai whistle blower malah dihukum penjara. Maling di Saudi dipotong tangannya, Di cina koruptor dipotong kepalanya, tapi koruptor di Indonesia malah dipotong masa tahanannya.

Lihat video…

Rektor UI dan Presiden RI

Oleh EFFENDI GAZALI

Isinya menyebut tidak kurang 33 nama dari tujuh fakultas sebagai produser, sutradara, aktor utama, dan aktor tambahan skenario penggulingan.Hampir semua elemen sivitas akademika ada di situ: anggota Majelis Wali Amanah(MWA), gurubesar,dekan, senat akademik,dan ikatan alumni (iluni).

Jika dokumen itu benar, mengapa ada begitu banyak orang mau berbuat seperti itu? Apakah nama-nama sekaliber Emil Salim, Martani Huseini, Pratiwi Sudarmono, Harkristuti Harkrisnowo, Rhenald Kasali, Hikmahanto Juwana, Firmanzah, T Basarudin, Ratna Sitompul, Donny Gahral Adian, dan Ade Armando ”mempersoalkan” rektor tanpa alasan logis? Hanya semata iri, iseng, atau bahkan semua ingin menggulingkan dan berhasrat menjadi rektor seperti isi dokumen tersebut? Dengan gaya sensasi ”bom buku”, tiba-tiba sebuah dokumen diantar ke Kelompok Kerja Wartawan Depok.

Judulnya ”Dokumen Rahasia, Rekaman Percakapan dari Skenario Besar Penggulingan Rektor Universitas Indonesia”. Masuk ke masalah isi, ternyata utamanya adalah ”sadapan” pesan singkat (SMS) dari telepon beberapa nama di atas. Selain melanggar hukum,  sebagian isinya dipelintir dan diletakkan dalam konteks yang keliru. Selain sadap-menyadap bergaya intelijen ini, sesungguhnya masih ada aneka telepon dan SMS intimidatif  pada beberapa nama. Forum resmi Dokumen itupun tidak memuat apa yang terjadi dalam forum resmi. Sebagai contoh,dialog langsung Iluni  FISIP UI dengan Rektor UI atau forum terbuka antar-elemen sivitas akademika tanggal 5 September. Konteks pertanyaan kritisdan orasi dihilangkan sama sekali. Yang ada hanya kebenaran tunggal si penulis dokumen rahasia. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa intelijen dan gaya intimidasi masuk keurusan kepemimpinan sebuah universitas.

Jawabannya barangkali soal doktor honoris causa dari Rektor UI untuk Raja ArabSaudi. Jelas, sebagian besar warga U Iterluka dengan pemberian yang umumnya mereka ketahui dari media itu. Kalau tidak ada ”bocoran” berita dari arabnews.com, bisa jadi tak ada media di Indonesia dan warga UI yang tahu. Lepas dari perasaan tersebut, hampir semua nama yang dituduh justru sadar bahwa gelar itu relatif sulit dicabut. Ini terutama karena kesalahan utama nya bukan pada penerima, melainkan pada pemberi dan proses tata kelola yang bermasalah. Dokumen juga tidak menyebut peran mediator Dipo Alam. Padahal, justru nama Sekretaris Kabinet ini yang menimbulkan tandatanya soal kemungkinan intervensi pemerintah! Seharusnya sikap pemerintah jelas dalam kasus doktor honoris causa ini. Ketika Ruyati, tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, dieksekusi, Presiden SBY membuat konferensi per s(23/6) dan menyatakan telah menulis surat keprihatinan kepada Raja Arab Saudi.Isinya ”protes keras Kepala Negara RIatas eksekusi almarhumah Saudari Ruyati yang menabrak kelaziman norma dan tata krama internasional dengan tidak memberitahu pihak Indonesia”.

Lalu bagaimana mungkin, jika Presiden marah, Rektor UI dan utusan khusus presiden untuk Timur Tengah malah memberi Raja Arab Saudi gelar ke h o r m a t a n ? Apakah Presiden SBY cuma pura-pura marah demi pencitraan? Lalu melalui nama-nama pejabat negara di atas dia meminta Rektor UI memberikan penghargaan untuk ”berdamai”? Semogatidak. Karena jika benar, sandiwara pencitraan itu akan makin membuat banyak pihak terluka. Tuntaskan segera Bagaimana ke depan? Kisruh tata kelolaUI harus tuntas segera.

Selama ini, banyak pihak sadar bahwa membawa masalah ini ke media seperti membuka aib sendiri. Namun, filsafat dan etika komunikasi mengajarkan: lebih baik bicara untuk memperbaiki keadaan. Bandingkan dengan lembaga penegakan hukum kita yang tokoh-tokohnya justru saling menutupi aib. Jelaslahposisi kisruh ini relatif tidak ditujukan untuk mencabut gelar. Sebagian besar pihak justru menyambut opsi Mendiknas (Ko m p a s ,7/9) berupa memperpanjang masa jabatan MWA sampai transisi selesai dan mempercepat pemilihan rektor. Petahana tentu boleh maju sesuai aturan dan asas keadilan. Selesai masalah ini, energi dan waktu kita harus digunakan kembaliuntuk mengupas secara jernih ketidak jelasan nasib TKI, kasus Nazaruddin, Bank Century, IT KPU, rekening gendut, wisma atlet, korupsi Kemnakertrans, dan seterusnya.

EFFENDI GAZALI

Dosen UI, Namanya Juga Disebut dalam Dokumen Rahasia (Kompas 10 Sept 2011).

Kecelakaan Saipul Jamil, salah siapa?

Mohammad Adhitya

Staf pengajar Departemen Teknik Mesin UI

Kecelakaan Saipul Jamil, salah siapa?

OPINI | 08 September 2011 | 00:36286 2  1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Belakangan ini kita dikejutkan oleh kecelakaan tunggal yang merenggut jiwa di jalan Tol Cipularang. Duka cita mendalam penulis sampaikan kepada keluarga Saipul Jamil, semoga almarhumah ditempatkan disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amien. Selain itu penulis juga membaca beberapa komentar dari para pembaca di Kompas.com dan dari pihak pihak lain, yang isinya selain ungkapan duka mendalam kepada keluarga korban, juga banyak hal lain yang terkait dengan terjadinya kecelakaan tersebut. Mulai dari cerita pengalaman pembaca yang dapat kita terima dengan akal, hingga yang berbau mistik. Penulis dalam kesempatan ini mencoba untuk mencermati kejadian tersebut dari sudut pandang teknis dengan harapan agar kejadian serupa dapat dicegah oleh para pembaca sekalian. Tips awal, bacalah selalu secara seksama buku petunjuk penggunaan kendaraan Anda, disana juga telah dijelaskan baragam hal untuk keselamatan berkendara dan keawaetan kendaraan Anda.

Dalam setiap kondisi berkendara selalu telibat tiga hal pokok, yaitu manusia (baca: pengemudi), kendaraan dan lingkungan. Tidak terkecuali dalam kecelakaan seperti yang terjadi pada keluarga Saipul Jamil. Tiga hal pokok ini saling erat mempengaruhi satu sama lain, sehingga untuk menjelaskan suatu kejadian kecelakaan dengan utuh maka kita haruslah mencermatinya dari ketiga hal pokok tersebut. Faktor manusia tentu menjadi hal yang paling penting dan dominan dalam setiap kondisi berkendara, sebab pengemudilah yang selalu dapat secara aktif berkompromi terhadap dua hal pokok yang lain yaitu kendaraan dan lingkungan, namun penulis akan membahasnya belakangan.

Apakah kendaraan Anda fit? Kendaraan didesain dengan suatu kapasitas kerja tertentu. Dalam hal ini adalah jumlah penumpang, bobot muatan yang dapat dibawa dan jenis jalan yang dapat dilaluinya, misalkan jalan raya (on road) seperti kebanyakan kendaraan pada umumnya atau jalan tanah (off road) seperti yang dapat dilalui oleh kendaraan seperti Jip. Dalam tulisan ini, penulis membatasi pada kendaraan penumpang jalan raya pada umumnya. Desain kendaraan ini secara keseluruhan disesuaikan dengan daya kerja mesin sebagai penggerak kendaraan, rem sebagai penghambat gerak kendaraan dan sistem roda sebagai penopang kendaraan secara keseluruhan. Agar fungsi kendaraan dapat dipenuhi secara optimal, maka ketiga hal ini haruslah diperhatikan dan dirawat secara seksama.

Untuk keselamatan berkendara, kita harus memperhatikan sistem roda yang dalam hal ini terdiri atas suspensi, peredam kejut, velg serta ban. Sebaiknya kita tidak merubah sistem sistem tersebut seperti dengan menceperkan ataupun meninggikan kendaraan dikarenakan pabrikan telah memperhitungkan hal hal tersebut secara seksama untuk keselamatan berkendara yang optimal.

Dengan menceperkan atau meninggikan kendaraan, maka kita akan mengubah geometri suspensi yang kemudian akan mengubah pula posisi sumbu guling kendaraan yang akan berakibat pada berubahnya stabilitas asli kendaraan. Jika perubahan ini dilakukan dengan benar, maka stabilitas kendaraan dapat meningkat, namun jika salah maka kendaraan malah akan menjadi labil dan mudah terguling.

Kita juga harus memperhatikan kinerja peredam kejut (baca: shock absorber) yang berguna untuk menjaga agar ban menekan permukaan jalan secara memadai saat kendaraan bergerak (baca: gigitan ban kepada permukaan jalan). Jika shock absorber telah rusak, maka ban akan terpental pental dari permukaan jalan yang menyebabkan berkurangnya gigitan ban terhadap jalan, sedangkan kita bersama maklum bahwa kendaraan dapat bergerak maju atau berbelok sangat tergantung pada gigitan ban ke permukaan jalan. Artinya apabila shock absorber rusak, maka kendaraan akan sulit dikendalikan dan juga akan berdampak pada borosnya penggunaan bahan bakar, selain penumpang juga akan mudah mual karena terasa diayun ayun dalam kendaraan.

Hal yang juga penting adalah ban. Pabrik telah menghitung dengan seksama ukuran ban (baca: lebar telapak dan diameter ban) untuk keselamatan berkendara selain juga terkait dengan tenaga mesin. Dengan mengubah diameter ban, maka kita akan mengubah karakter tenaga kendaraan kita yang pada giliran lain juga berdampak pada perubahan konsumsi bahan bakar. Jika kita mengganti ban dengan tapak ban yang lebih lebar, maka secara umum hal ini akan meningkatkan kestabilan kendaraan, namun akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros. Selain kembangan ban, kita juga harus selalu teliti terhadap tekanan angin ban. Harus Anda pahami bahwa ban tidak seperti balon yang ukurannya dapat terus mengembang jika kita tiup terus menerus. Ban sejatinya memiliki ukuran yang tetap berapa banyakpun anda memompakan udara kedalamnya. Semakin banyak udara yang dipompa kedalam ban (baca: tekanan angin tinggi), maka akan semakin stabil bentuk ban, hal ini dikarenakan ban terbuat atas beberapa lapisan karet dan lapisan anyaman yang terbuat dari nyilon atau baja, nah anyaman anyaman inilah yang akan mempertahankan bentuk dan ukuran ban. Tekanan angin harus selalu dipantau dan disesuaikan dengan beban kendaraan. Selain tertera di buku petunjuk penggunaan kendaraan, biasanya di pintu supir atau di kerangka kendaraan disekitar pintu supir, pabrik telah menempelkan stiker yang mensyaratkan suatu tekanan ban tertentu terkait dengan jumlah penumpang. Semakin banyak jumlah penumpang, maka tekanan angin juga harus ditambah. Kondisi tekanan angin yang berlebih adalah selalu lebih baik dibandingkan tekanan angin yang kurang, namun tentu saja yang terbaik adalah sesuai dengan ketentuan yang telah disyaratkan. Tekanan angin ban yang kurang akan menyebabkan dinding ban menekuk secara berlebihan, selain juga akan timbul tekukan atau cekungan pada bidang permukaan ban yang bensentuhan dengan jalan yang kesemuanya akan menimbulkan panas berlebih pada ban. Hal ini selain berakibat pada pemborosan bahan bakar, juga sangat berbahaya karena kendaraan akan menjadi labil dan sulit dikendalikan akibat lenturan berlebih yang terjadi pada dinding ban, dalam hal lain, itulah mengapa ban yang memiliki dinding lebih kecil (baca: ban dengan profil tipis) akan menyebabkan kendaraan lebih stabil dikarenakan bentuknya yang juga lebih stabil dibandingkan ban berprofil tebal. Kurangnya tekanan angin inilah yang seterusnya akan merusak dinding ban (baca: retak retak karet ban bahkan putusnya anyaman kawat didalam ban) dan juga pada akhirnya memungkinkan terjadinya pecah ban. Untuk kembangan ban, tentu kita bersama sudah maklum, bahwa ban yang kembangannya sudah tipis apalagi botak akan sangat licin jika berada diatas permukaan jalan yang basah, hal ini amat sangat berbahaya bagi diri anda maupun pengguna jalan yang lain, jadi jangan pernah kompromi dengan kondisi ban kendaraan anda. Selain itu secara berkala sebaiknya perbaiki keseimbangan tiap ban anda (baca: di balance) agar kendaraan lebih stabil dan ban Andapun lebih awet. Pada proses balancing ini Anda juga secara langsung dapat memperhatikan kondisi velg kendaraan Anda terhadap kemungkinan kemungkinan kerusakan, seperti penyok, bengkok ataupun retak. Segera perbaiki atau ganti velg yang telah rusak karena dapat membahayakan Anda.

Apakah kondisi jalan dan lingkungan bersahabat? Perlu kita maklumi bersama bahwa kondisi jalan Tol Cipularang bergelombang dibeberapa ruas dan terdiri dari banyak tanjakan dan turunan yang cukup terjal. Apalagi terdapat beberapa ruas jalan yang belum diaspal. Permukaan jalan dari beton tidak sebaik aspal dalam hal gigit menggigit dengan ban dan cenderung lebih licin. Artinya anda harus lebih waspada di jalan beton.

Kondisi jalan yang bergelombang akan sangat berbahaya jika dilalui dengan kecepatan tinggi. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka akan semakin besar kemungkinan ban kehilangan gigitan ke permukaan jalan yang menyebabkan kendaraan akan sukar dikendalikan. Hal ini akan semakin berbahaya jika kendaraan harus merubah arah saat berpindah lajur misalnya ataupun jika jalannya memang berbelok. Maka jika anda menemui kondisi jalan seperti ini, segera kurangi kecepatan kendaraan anda. Di ruas jalan Tol Cipularang arah ke Jakarta yang dahulu anjlok, juga kita rasakan adanya perubahan sudut turunan jalan yang mendadak (baca: tidak mulus) sehingga kondisi ini juga memungkinkan terjadinya pantulan kendaraan yang berebihan dan kehilangan gigitan ban ke permukaan jalan. Jadi kurangi kecepatan kendaraan anda di ruas jalan tersebut. Jika kendaraan anda bertenaga cukup besar, maka biasanya juga dilengkapi dengan sistem rem yang memadai (baca: pakem) dan tanjakan serta turunan tidak menjadi soal berarti. Namun kondisinya akan jauh berbeda untuk kendaraan dengan tenaga relatif kecil (yang biasanya juga dengan rem berkapasitas kerja kecil) dan dimuati dengan penumpang penuh yang menyebabkan kendaraan menjadi berat. Kendaraan ini akan kesulitan menanjak (baca: bergerak pelan) dikarenakan tenaganya yang relatif kecil harus mengatasi beban kendaraan yang berat dan saat jalan menurun kendaraan akan meluncur cepat  karena berat penumpang yang banyak dan rem harus bekerja ekstra jika diperlukan untuk menahan laju kendaraan. Pengemudi harus ekstra waspada dalam hal terakhir ini, terlebih di jalan yang menurun dan berbelok.

Bagaimana dengan kondisi angin disekitar lokasi kecelakaan? Angin mungkin bagi beberapa pengendara nampak seperti hal yang sepele. Namun tahukan Anda, bahwa gaya hambat yang harus dilawan oleh mesin kendaraan anda utamanya adalah angin ini. Angin yang dimaksud disini bisa berupa angin yang datangnya dari depan, samping atau belakang kendaraan. Jika kendaraan Anda melawan angin (baca: angin bertiup dari arah depan menuju kendaraan Anda) maka Anda akan menekan pedal gas lebih dalam agar mesin lebih bertenaga, namun sebaliknya jika kendraan Anda didorong angin (baca: angin bertiup dari arah belakang mendorong kendaraan Anda) maka Anda cukup menekan pedal gas sedikit saja dan kendaraan terasa lebih laju. Pada prinsipnya, baik angin dari depan, maupun belakang, tidak banyak mempengaruhi kestabilan kendaraan selain menghambat atau menambah kelajuan kendaraan dan tentunya terkait dengan konsumsi BBM, namun yang harus diwaspadai justru angin yang datang dari arah samping. Dengan situasi dan kondisi jalan Tol Cipularang yang berbukit bukit dan berada didataran yang cukup tinggi, maka akan sangat mungkin timbul angin yang cukup besar. Pasti Anda maklum, perbedaan ketinggian akan menyebabkan perbedaan tekanan udara dan pada akhirnya perbedaan tekanan udara inilah yang menyebakan bertiupnya angin. Belum lagi jika ditambah peranan angin laut dan angin darat akibat bentuk pulau Jawa yang jarak utara-selatannya relatif pendek sehingga Tol Cipularang sangat mungkin juga dipengaruhi oleh kombinasi angin angin ini. Untuk kendaraan yang mempunyai luas penampang samping yang relatif kecil (baca: sedan) maka angin dari arah samping ini tidak terlalu terasa dampaknya, namun hal ini akan sangat berbeda untuk kendaraan yang memiliki luas penampang samping yang cukup besar (baca: kendaraan van) maka kendaraan ini akan sangat sensitif terhadap angin yang datangnya dari arah samping. Penulis akan berikan sedikit ilustrasi. Jika kendaraan anda berjenis van dan tiba-tiba ditiup oleh angin samping dari sebelah kiri yang besar, maka kendaraan anda akan terdorong ke arah kanan. Tentu saat terdorong ke arah kanan, anda akan berusaha mengoreksi arah kendaraan dengan membelokkan kendaraan kearah kiri. Saat anda mengoreksi arah kendaraan ke arah kiri, akan timbul gaya dorong sentrifugal kearah kanan pula (baca: saat Anda belok kiri, maka akibat belokan ini akan timbul gaya sentrifugal ke arah kanan atau melawan arah belok, itulah mengapa saat kita belok kiri badan kita seperti terdorong ke arah kanan atau sebaliknya) nah saat itu kendaraan kita akan jadi mudah terguling ke arah kanan, akibat dorongan angin dari sebelah kiri yang mendorong kendaraan kita ke kanan plus gaya sentrifugal yang arahnya ke kanan pula. Apalagi jika saat itu kita membawa barang bawaan yang diikatkan diatas atap kendaraan yang menyebabkan pusat titik berat kendaraan akan naik, wah dampaknya kendaraan akan menjadi labil berlipat lipat deh. Jadi sadari jenis kendaraan Anda sambil seksama perhatikan arah dan besar angin. Biasanya saya melihatnya dari kecondongan pohon pohon yang tertiup oleh angin, namun tentu hal ini hampir mustahil dilakukan pada malam hari, so waspada ya.

Bagaimana dengan keadaan pengemudi? Wah yang ini seperti saya ungkap diawal tulisan memegang peranan sangat vital. Singkatnya adalah sebagai berikut. Jangan pernah mengemudi jika Anda mengantuk, dalam kondisi ini kewaspadaan dan kemampuan refleks kita akan jauh menurun dan sampai pada titik tertentu Anda secara tidak sadar akan sudah tertidur, sekali lagi sayangi nyawa Anda anda keluarga. Jangan pernah membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan Anda, baik dalam jumlah maupun beratnya. Selalu ikat atau tempatkan barang bawaan Anda didalam kendaraan hingga tidak mudah bergeser. Sebab barang bawaan yang terlempar saat anda mengerem mendadak akan sangat berbahaya. Usahakan juga untuk selalu meletakkan barang bawaan yang berat serendah mungkin (baca: dilantai kendaraan jika memungkinkan) untuk menambah kestabilan kendaraan. Oh iya penumpang juga harus selalu diikat dengan sabuk pengaman dan dilarang bergerak gerak berlebihan (baca: berjoget di dalam kendaraan misalnya) sebab dapat mempengaruhi kestabilan kendaraan. Duduklah secara rileks atur jangkauan pijakan kaki ke pedal dan tangan kepada roda kemudi. (baca: rileks bukan dengan sandaran kursi yang terlalu rebah ataupun tegak, sebab keduanya akan menurunkan kemampuan koordinasi gerak tangan dan kaki jika suatu keadaan refleks diperlukan) Biasakan untuk menggenggam dengan halus roda kemudi (baca: seperti anda menggenggam beras di tangan anda agar tidak tumpah) di posisi jam 3 dan 9, dan pada posisi ini siku tangan harus agak menekuk. (baca: jika siku anda lurus, maka sandaran kursi anda terlalu rebah, namun jika siku anda terlalu menekuk maka sandaran kursi anda terlalu tegak) Atur kaca spion samping dan tengah dan posisi duduk terbaik adalah jika anda cukup melirik untuk melihat ke spion spion tersebut tanpa perlu menolehkan kepala. Jangan berbelok secara tiba-tiba dan mengerem secara tiba-tiba sebab keduanya akan berpengaruh buruk kepada stabilitas kendaraan anda. Dan yang terakhir tentu saja jangan lupa berdoa agar perjalanan anda selalu dipermudah dan berkah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam

Mohammad Adhitya

Penulis adalah staf pengajar di Departemen Teknik Mesin UI, pemegang Private Pilot Licence dan saat ini sedang studi S3 di Institut Otomotif, Universitas Teknik Braunschweig Jerman.

UI Terbaik di Indonesia

UI Terbaik di Indonesia versi World Univ Ranking 2011

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September, Universitas Indonesia (UI) berada pada peringkat ke-217 (peringkat 236 pada 2010). QS World University Ranking 2011/2012 yang menilai lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia menempatkan UI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Top 300 Universities in the World.

Dibandingkan dengan peringkat 2010, UI meningkat secara signifikan yaitu sebanyak 19 tingkat yaitu peringkat ke-217 (skor 45.10). Pada 2010 UI berada pada urutan ke-236 (skor 42.56). UI mengungguli sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame, United States (urutan ke-223, skor 44.8), Mahidol University Thailand (urutan ke-229, skor 43.10), University of Technology, Sydney Australia (urutan ke-268, skor 39.7).

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima rumpun ilmu yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science dan Social Sciences & Management. Pada bidang ilmu Arts and Humanities UI berada pada peringkat 142, bidang Engineering and Technology UI pada peringkat 232, bidang Life Sciences and Medicine peringkat 162, bidang Natural Science peringkat 258 dan bidang Social Sciences & Management pada peringkat 124. QS World University Ranking menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), student/faculty ratio (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen) dan international students (5 persen). Prestasi Nasional Pencapaian ini tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga merupakan prestasi nasional. Ini karena prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UI. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2010 telah mencanangkan program peningkatan kualitas dan daya saing internasional perguruan-perguruan tinggi nasional melalui program internasionalisasi. Program tersebut dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen, fasilitasi publikasi internasional, fasilitasi riset kolaborasi internasional, pelatihan bagi dosen, pengembangan sistem manajemen berbasis kinerja, dan sebagainya.

Strategi Peningkatan Daya Saing UI Jika dilihat dari parameter penilaian dalam pemeringkatan QS World University Ranking, indikator-indikator yang digunakan cukup komprehensif. Indikator yang dimaksud adalah kualitas akademik, publikasi, manajemen, rasio kecukupan dosen, serta pertukaran mahasiswa/ dosen internasional. Peningkatan kualitas pada unsur-unsur tersebut memerlukan kerja yang serius untuk mengembangkan potensi yang ada baik dari dalam maupun dari luar UI. UI sendiri sejak 2007 telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas riset berkelas dunia. UI diharapkan dapat menjadi universitas yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing di tingkat internasional. Visi ini sejalan dengan Rencana Strategis Ditjen Dikti Kemdiknas 2010-2014, sehingga dukungan dan fasilitasi pemerintah melalui Kemdiknas memungkinkan UI mencapai visi tersebut.

Strategi UI untuk meningkatkan daya saing internasional terdiri dari konsolidasi internal, horisontalisme dan kolaborasi global. Konsolidasi internal dilakukan dengan memperkuat sistem administrasi dan manajemen pendidikan di UI. Di antaranya dengan melakukan integrasi sistem administrasi keuangan dan sumberdaya manusia. Administrasi keuangan UI sejak 2009 telah mulai terintegrasi dan transparan. Integrasi tersebut telah memungkinkan UI untuk melaksanakan program-program peningkatan kualitas dengan lebih baik dan mereduksi hambatan yang berasal dari kesulitan pembiayaan. Transparansi keuangan juga lebih terjamin dengan pengembangan sistem informasi yang lebih baik dan dilakukannya audit eksternal. Horisontalisme dilakukan dengan pengintegrasian rumpun ilmu.

Di ranah akademik, tradisi keilmuan yang multidisipliner di tiga rumpun ilmu, yaitu kesehatan, teknologi dan sosial mulai dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset. Kolaborasi global juga secara aktif dilakukan oleh UI dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kerjasama internasional untuk program-program dual degree dan kelas internasional terus ditingkatkan. Kerja sama riset dengan universitas-universitas internasional terkemuka juga terus ditingkatkan.

Kinerja yang dihasilkan dari strategi ini cukup memuaskan. Dalam 2010, telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal hingga mencapai angka 200 persen, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan aturan organisasi menjadi pendukung pencapaian UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Pencapaian ini bukanlah hal mudah di tengah-tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sehingga diperlukan perjuangan tiada henti untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi UI sendiri maupun pendidikan Indonesia pada umumnya.