Karya Sepeda Lipat hasil penelitian dan pengembangan pak Hendri DS Budiono, dipresentasikan pada
Workshop Penghargaan Rintisan Teknologi Industri. Yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri, Balitbang Dep Perindustrian Republik Indonesia.
Pada hari Rabu 19 Agustus 2009 di Deperin jam 11.00 WIB. Presentasi telah disampaikan oleh Bpk Hendri DS Budiono dan bpk Sri Bramantoro Andinagoro sebagai mitra kerjasama. Model lipatan yang unik dari SeliQUi ini (demikian konon namanya) telah dipertontonkan oleh artis ternama Iskandar Muda dibantu oleh dua orang figuran Dedi dan Raldi (lihat videoclip).
Semua pertanyaan yang tqajam dari para juri telah dijawab bukan saja dengan baik dan lancar oleh pak Hendri dkk tapi dijawab dengan TEPAT SASARAN seperti seharusnya.
Bravo utk pak Hendri dkk…
Talking to myself or talking to anybody who wants to listen to me. This should be an explanation why choosing minyak nilam or patchouly oil as one of the most important comodity for the country. By Raldi A. Koestoer.-
any comments ? send to koestoer@eng.ui.ac.id or http://koestoer.wordpress.com/
Pemanasan global saat ini menjadi suatu ancaman serius masyarakat dunia karena diyakini dapat mengganggu pembangunan ekonomi, masyarakat dan ekosistem secara luas. Salah satu bentuk komitmen pemerintah RI adalah dengan Stop Global Warming dengan terus berupaya membangun model transportasi massal yang diharapkan dapat menghubungkan seluruh wilayah, sehingga diharapkan dapat mendorong para pengguna mobil pribadi untuk beralih menggunakan model transportasi massal untuk mengurangi gas buang kendaraan bermotor yang semakin meningkat serta mengkampanyekan penggunaan alat transportasi tanpa polusi seperti sepeda untuk bepergian dan bekerja. Alasan tersebut tentunya merupakan peluang dan tantangan untuk tumbuhnya kembali industri sepeda umumnya dan sepeda lipat khususnya di Indonesia.
PT. Sekawan Utama International (SUI), merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang yang berbasiskan riset dan pengembangan teknologi. SUI juga memiliki visi untuk membangun produk-produk yang berbasis pada kemampuan bangsa sendiri, dimulai dari perancangan produk hingga pengembangan merek. Dalam sejarahnya, SUI telah berhasil membawa produk hasil penelitian perguruan tinggi ke pasar, yaitu produk Inkubator Bayi (Infant Incubator). Selanjutnya SUI berkeyakinan juga bahwa riset sepeda lipat yang dikembangkan di FTUI juga bisa dikomersialisasikan. Oleh sebab itu, kerjasama dengan pihak inventor telah dilakukan.
Produk Sepeda Lipat (SeliqUI) ini merupakan produk riset perguruan tinggi yang dikembangkan sejak pertengahan tahun 2006 di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia hingga akhirnya saat ini siap diproduksi masal. Keunggulan dari produk ini ada pada model lipatan yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ditanah air. Dengan menggunakan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP), 3 model rancangan lipatan dikembangkan, diteliti dan dianalisa hingga terpilih lipatan akhir dengan dimensi 310 x 740 x 800 mm dan berat 15,6 kg diharapkan efektif dan sesuai dengan keinginan pengguna (customer) Indonesia.
Analisa dinamis kekuatan rangka sepeda diuji dengan memasang 14 sensor strain gage pada 14 titik kiritis yang ditentukan setlah dilakukan pemodelan menggunakan Autodesk Inventor 2008 yang mempunyai kemampuan analisa Finite Element Method. Pengujian dilakukan dengan mengendarai sepeda pada kecepatan 20 km/jam dengan kondisi dibebani pengendara dengan berat 70 kg dan adanya gangguan tanggul (polisi tidur) pada jalan aspal. Hasil pengujian untuk spesifikasi material rangka, Steel ST 37 dengan Modulus Elastisitas sebesar 2,10 E+5didapatkan besarnya tegangan tarik yang terjadi (stress) pada rangka berkisar antara -4,83 Mpa dan 275,1 Mpa dan besar faktor keamanan minimum untuk masing-masing rangka batang berkisar antara 0,2866 hingga 15,0. Kenyamanan pengendara ditunjukkan dengan nilai Performance Evaluasi Index (PEI) yang cukup kecil, yaitu sebesar 1,32 yang dilakukan pengujian di Laboratorium Ergonomi Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Bekerjasama dengan PT Sekawan Utama Internasional (SUI), 20 produk SeliqUI ini sudah dinikmati oleh penggemar sepeda lipat dan diharapkan mampu diproduksi dan terjual hingga total 100 unit hingga desember 2009 dalam bentuk production trial dan trial market. Dalam lingkup pasar dalam negeri, maka produk yang bisa dianggap sebagai pesaing terdekat adalah merek Polygon. Karena merek tersebut merupakan market leader produsen sepeda, maka kebijakan SUI adalah menjadi follower untuk harga. Harga Seliqui Rp. 2,5 juta per buah, sedangkan harga sepeda lipat Polygon termurah Rp. 2,7 juta.
Untuk target kedepan, SUI akan mengembangkan setidaknya 3 (tiga) model baru serta mengembangkan jalur distribusi sehingga SELIQUI dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia.
PT Sekawan Utama Internasional Mengembangkan Bisnis Berbasiskan Penelitian dan Pengembangan
Oleh:
Raldi A. Koestoer, Ramadita Budhi, Sri Bramantoro A., M. Fauzan
Bermula dari penelitian dan pengembangan di laboratorium Perpindahan Kalor Fak Teknik Universitas Indonesia dalam mengembangkan produk Alat Kesehatan berbasis teknologi kalor telah diteliti dan diuji sebuah alkes dalam hal ini adalah Inkubator Bayi. Hasilnya dilaporkan dalam bentuk karya jadi skripsi Ramadita Budi, sebuah inkubator kayu sederhana yang telah berfungsi dengan baik.
Progres selanjutnya adalah mengembangkan system produksi masal (batch or mass production), dan telah dilaksanakan dalam bentuk skripsi Tugas Akhir juga dari sdr M. Fauzan di tahun 2003. Tim mahasiswa saat itu mengikuti lomba PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional 2003) di Solo dan mendapat penghargan produk Terbaik.
Keinginan untuk membawa produk ini kepasar berlanjut dengan pembentukan PT Medixe Sekawan Utama dengan produknya Inkubator Bayi. Bergabunglah saat itu sdr Sri Bramantoro Abdinagoro yang telah lebih dahulu berkecimpung dalam kewira-usahaan, sehingga banyak hal dalam management dapat diselesaikan dengan baik.
Melihat perkembangan penelitian di Perguruan Tinggi yang makin semarak, rasanya dibutuhkan sebuah holding company yang bisa menampung berbagai produk hasil penelitian yang sangat variatif, untuk itu dibentuklah
PT Sekawan Utama Internasional (SUI-holding)
Agar berbagai produk hasil litbang perguruan tinggi dapat dilanjutkan untuk menjadi usaha bisnis diluar dan bersaing, pertama tentunya dipasar local dan kemudian nanti direncanakan untuk bisa bersaing dipasar internasional.
Dalam perjalanannya kemudian PT MSU sebagai sister company ini bergabung dengan pihak lain sedangkan PT Sekawan Utama Int, melebarkan usahanya dalam bidang:
Galena and mineral processing
Manufacturing sepeda lipat
Retail Alkes
Untuk mineral processing sudah ada on-going project sedangkan untuk manufacturing sepeda lipat telah di ‘soft-launching’ batch pertama tanggal 18 Juli 2009 bertepatan dengan ulang tahun FTUI.-
Mitra senior Anang Saifuddin (M90) dan M. Fauzan (M00) stay di Narogong workshop of medical equipment. Budi (M97), Bram (Mt86) Raldi (M73), manage the holding from Pasar Rebo. Newbies one and a half year Reza (M02). Newbies 0 to 3 months Ismud, Dedi, Juned (M04). And I almost forget Hendri DS Budiono as a folding bike designer.-
Lots of prospect, lots of thing to be done. Kita beresin Indonesia melalui REAL SECTORS.-
Come on guyz… go..go..go..
(Raldi A. Koestoer, 08161992186, koestoer@eng.ui.ac.id).-
QiR Quality in Reseach Conference (4 to 6 August 2009) has become an icon of Fac of Engineering University of Indonesia in serving the objective to provide engineering excellence for both national and international needs. The 11th QiR 2009 consist of 2 special issues and 4 symposia covering almost all aspect in engineering, design and architecture.
7 keynote speakers’ present their paper among others Sangkot Marzuki Director of Eijkman Institute for Molecular Biology, Freddy Boey Yin Chiang from School of Materials Science and Engineering Nanyang Tech Univ of Singapore. Also Simon P Ringer from Australian Microscopy Research Facility, CF Leung (Civil Eng NUS), Eko Tjipto Rahardjo, Benyamin Kusumoputro, Mohammad nasikin from Fac of Eng Univ of Indonesia.
Bondan T Sofyan the chairperson explained there are 7o papers on Radio Frequency, 36 on green infrastructure, 50 on industrial Engineering, 56 on Advanced materials and 30 on Energy conservation and manufacturing.
Fak Teknik UI kembali menetaskan dua Guru Besar lagi. Kali ini dua2nya masih muda sekali. Demikian telah ditetapkan melalui SK Menteri no 39988/A4.5/KP/2009 1 Juni 2009, saudara
Yulianto SN, PhD menjadi Guru Besar Teknik Mesin (41 th)
dalam bidang Fire Safety Engineering dan SK Menteri 40109/A4.5/KP/2009 1 Juni 2009, saudara
Dr. Anondho W menjadi Guru Besar Teknik Kimia (41 th)
dalam bidang Kinetika Kimia.
Belum genap sebulan yl ada juga Dr Riri Fitri Sari (39 th, kayanya masih balita ya ?) dari Dept Teknik Elektro FTUI telah menjadi Guru Besar berdasarkan SK Menteri Diknas (maaf no. nya kurang tahu).
Seliqui yaitu Sepeda Lipat Buatan UI… tepatnya supaya sesuai bunyi Sepeda Lipat Quning Univ Indonesia. Nah begitu konon katanya pak Bram penggagas merk sepeda lipat hasil rancangan pak Hendri cs ini. Tadi pagi sabtu 25 Juli 2009 diselenggarakan turnamen golf antar alumni FTUI penyelenggaranya tentu ILUNI FTUI yang dipimpin periode ini oleh MMilatia dibantu oleh kwartet MAB. Acara turnamen golf sukses tentunya karena lihat saja jumlah pesertanya ada 114 orang lumayan banyak ya.
Saya sendiri ikut datang bukan karena ikut main golf… aduh saya kalau mukul OB melulu padahal handicap udah satu digit… duh mana mungkin ?
Tapi ikut memperkenalkan speda lipat buatan UI ini, sekalian ikut nyanyi bersama Nanta band. Lagunya… sekarang gak nyanyi changcuters lagi tapi lagu kalem Chrisye Peterpan, sekalian main flute berdua Prof Budi Susilo. Dan tentunya karena berdua mainnya maka hasilnya bunyi suling yg acak2an tak karuan karena gak bisa ngebedain bunyi flute sendiri ama bunyi flute temen. TApi seperti biasa selalu dapat applause yang keras karena jarang ada dua prof yang sama2 berani malu (gak bisa main aja sok tampil duo flute lagi…).-
But guys… buat seliqui lumayan dapat bantuan modal utk batch kedua sampai akhir tahun, semoga produksi dan penjualan lancar.-
Yang lagi nyanyi di video ini, adiknya Akbar Tanjung, namanya… lupa siapa ?
Editing 27Juli09;
Teten M’89, our #1 buyer: Bos bram, aku sudah terima sepedanya. Keyen euy…, btw ada http nya nggak kalu ada temen yg mau liat2 fotonya. Tks a lot. MERDEKA..!!
Acara 45 tahun FTUI dirayakan dengan jalan santai dan Sepeda santai di kampus UI Depok. Dimulai dari kampus Fak Teknik rombongan jalan santai yang terdiri dari keluarga karyawan dan dosen FTUI rame2 sambil ngobrol menyusuri fakultas tetangga Ekonomi Psikologi Sastra Hukum. Muter lagi lewat masjid masuk ke FIB dan melewati Jembatan gantung ‘Irwan Katili’ kembali ke fak Teknik.
Acara ini kurang dipromosikan sehingga alumni kurang banyak yang hadir walaupun beberapa kelihatan juga. Yang menarik adalah peresmian sepeda lipat buatan UI, yang asalnya adalah rancangan dan realisasi prototipe dari pekerjaan pak Hendri DS Budiono. Dilanjut kembangkan agar bisa siap jual oleh tim yang terdiri dari Ismud, Rahmat, Bram, Raldi dan Reza. Pada acara 45 th FTUI diberikan secara simbolis sertifikat yang ditandatangani oleh bapak Dekan FTUI Prof Dr Ir Bambang Sugiarto MEng kepada ketua Bike To Work (B2W) Indonesia Bapak Ir Toto Sugito, sebagai salah seorang pembeli batch pertama dari sepeda lipat rancangan pak Hendri ini.
Apa yang disampaikan oleh ketua B2W Indonesia ini cukup mengejutkan:
Sepeda lipat SELIQUI merupakan
PRODUK SEPEDA LIPAT PERTAMA BUATAN INDONESIA…
Ha…ha…ha… Kita ucapkan selamat kepada pak Hendri dan kawan2 atas prestasinya ini. Hayo siapa menyusul dengan karya2 berikutnya dari FTUI. Istilah kami sekarang ini adalah:
Following the explosions in Jakarta – one of which was at the hotel the team were due to stay in – and based on advice received, the Directors have informed the Indonesian FA that the Club cannot fulfill the fixture in Jakarta on the 2009 Asia tour.
We are working on a revised itinerary outside Indonesia with the promoters, and will make a further announcement when these decisions have been made.
We are deeply disappointed at not being able to visit Indonesia and thank the Indonesian FA and our fans for their support.
Our thoughts go to all those affected by the blasts.
Philip Townsend
Director of Communications
Manchester United
Ini seri tulisan yang kedua dari visit 6 negara Eropa. Bila blogger-mania belum baca tulisan yang pertama silakan turun terus kebawah, nanti akan ketemu seri pertama dari artikel perjalanan ke 6 negara Eropa ini.
Hari ke 9, 5 Juli 2009 bisa dikatakan kunjungan terakhir. Di Negara inilah perjalanan tour akan berakhir. Pronto Italiano …. Pronto Bambini …….. Bambini … Bambino … ucapan membawa kenangan melayang lebih dari 25 tahun yang lalu, setiap kali kami membawa Wahyu, anak pertama kami jalan-jalan di l’arc de Triomphe Paris dan bertemu dengan perempuan-perempuan itali yang bawel…………..ssstttttt jangan bilang-bilang ya….
Tour program di Itali dimulai dengan melakukan perjalanan menuju Venice atau lebih dikenal dengan julukan “kota di atas air” yang terletak di tepi pantai Adriatic ini. Keindahan eksotika Itali ini, lagi-lagi disisipi dengan “KKN” yang menyenangkan antara pak Wawan dengan Aldo, sehingga kami bisa singgah di Milano alias Milan, kota mode di Italy.Di Milano, kami diturunkan di pusat keramaian dimana terdapat Basilika Duomo dan Emporium Victor Emanuelle II, keduanya berturut-turut adalah gereja dan pusat pertokoan yang sangat indah.
Usai makan siang dan berbelanja baik souvenir maupun barang bermerek, di Emporium Victor Emanuelle II, kami langsung tancap gas menuju Venizia. Tapi kali ini belum ke pulau Venezia tetapi masih di Venezia daratan atau disebut Mestre dan bermalam di hotel Moderne. Hanya satu malam menginap di Mestre.
Pagi hari setelah kembali menaikkan koper ke mobil, maka pada hari ke 10 tanggal 6 Juli 2009, kami diajak menuju pulau Venezia dengan menumpang taxi air.
Ternyata banyak kapal pesiar yang sedang sandar di pelabuhan dan pasti dengan tujuan yang sama, melakukan wisata air di Venice alias Venezia. Menikmati perjalanan menyusuri kota lama Venezia melalui canal dengan naik gondola.
Namun sebelum menikmati alunan riak air dengan gondola, kami diajak City tour berjalan kaki menyaksikan St. Mark Cathedral, Dodges Palace, serta mengunjungi pabrik gelas Muran0.
Usai makan siang bebas alias bayar sendiri yang tentunya harus pasta dan tiramisu … (kapan lagi makan pasta, pizza dan tiramisu di Negara asalnya?) kami melanjutkan perjalanan ke Pisa untuk menyaksikan Menara Miring Pisa yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Setelah itu perjalanan menyusuri daerah pedalaman Tuscani yang terkenal dengan keindahan alamnya untuk bermalam di kota Prato.
Sebelum masuk hotel, kami mengunjungi piazza di Michelangelo dimana terdapat patung Daud dan makan malam di Tutto Bono, resto Italiano ….. yang ……. Huaaaahhhh …… mesti narik napas panjang nih …… Makanannya, luar biasa enaknya ….. Pizza …. Lasagna ….. beef steak ……….aduh ….. andaikan mampu, ingin kuhabiskan makanan yang ternyata tidak bisa dinikmati oleh peserta tour yang maniak nasi …. Huhuhu ….. maaf ya ibu n bapak yang kurang bisa menikmati makanan Italy ….. Sayang lho …. Rasanya baru kali itu saya menikmati lasagna dan steak yang luar biasa enaknya.
Et … enfin, dernier jour de voyages organise. Sudah hari ke 11 tanggal 7 Juli 2009. Ada banyak jalan menuju Roma” adalah ungkapan yang sering kita dengar untuk kota kaya akan sejarah ini. Sekarang kami masuk Roma melalui Prato.
Seperti biasa, setelah makan pagi di hotel dan memasukkan koper ke bus dengan bantuan Aldo, kami berangkat menuju Roma. Seperti biasa toilet stop dilakukan setelah perjalanan mencapai 2 jam. Kali ini, karena sudah mau kembali ke Indonesia, maka saya berniat menghabiskan koin Euro dengan membeli coklat yang pasti luar biasa lembut dan lezat di Eurogrill, salah satu nama rest area.
Tiba di Roma, kami langsung menuju Vatican yang merupakan pusat agama Katolik, tempat kedudukan pimpinan tertinggai agama Katholik untuk mengagumi kemegahan Basilika St. Peter. Sambil menunggu Linda, local guide yang bahasa Inggris logat Italy nya sukar dimengerti, kami mengunjungi took souvenir yang nampaknya khusus dibuat untuk souvenir keagamaan berupa Rosario, salib dan lain-lain.
Bagi saya, kunjungan ke Basilika Saint Peter terlalu singkat, sehingga kita sama sekali tidak sempat menikmati keindahan basilica tersebut dengan seksama.Usai kunjungan numpang lewat ke Basilika St Peter, kami diajak ke Colloseum Roman Forum, dimana saya tidak turut mendekatinya. Kebetulan sudah pernah mengunjunginya dan bahkan masuk ke dalam Colloseum tersebut. Trevi Fountain yang sangat indah menjadi tujuan selanjutnya sambil melewati Monument Victor Emmanuelle. Malam terakhir di Roma kami menginap di G Hotel yang minimalis tapi resik dan menarik.
Tanggal 8 Juli 2009, saat masyarakat Indonesia di tanah air sedang melaksanakan kewajiban politiknya memilih calon presiden, kami sedang bersiap menuju airport Roma yang dulu bernama Leonardo da Vinci. Akhirnya tanpa terasa usai sudah perjalanan panjang selama 10 hari (di luar waktu perjalanan dengan Qatar Airways).Alhamdulillah perjalanan berjalan dengan mulus. Tentu tidak 100% mulus tetapi, seperti kata pak Wawan, kerjasama antara Tour Leader alias TL, peserta dan supir yang luar biasa kompak serta penuh tenggang rasa membuat perjalan terasa mulus dan menyenangkan bagi semuanya terutama bagi mereka yang baru pertama kali menikmati wisata ke Eropa. 6 negara dan berbagai kota dan kawasan wisata sekaligus dikunjungi tentang mengundang rasa puas.
Pilihan makanan yang diajukan oleh TL walaupun relative monoton karena hanya Thai and Chinese Resto cukup dimaklumi karena peserta dari Indonesia tentu akan merasa kelaparan bila tidak bertemu dengan nasi. Toh, setiap hari selalu ada 1 kali waktu makan yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati local menu.
Akhirnya ……. BRAVO VAYA TOUR …… BRAVO ANTA TOUR …. Saya tentu tidak akan ragu merekomendasikan perusahaan anda sebagai recommended travel agent untuk mengatur perjalanan wisata. ….(bersambung dengan tips and trick serta biaya perjalanan)
Merancang sebuah perjalanan wisata atau sering disingkat tour sebetulnya gampang-gampang susah. Gampang kalau kita tidak terlalu rewel dan mau menerima apa saja, maka tinggal pilih salah satu program yang tertera dalam iklan berbagai penawaran tour yang terbit di Koran terkemuka. Namun seringkali “menggampangkan” pilihan tersebut bisa jadi membuahkan kekecewaan saat kita mengikuti tour.
Walau tidak sepenuhnya akurat, untuk mencegah hal tersebut, tidak ada salahnya mencari tahu dan rekomendasi dari teman/kenalan yang pernah mengikuti acara tour. Mengapa demikian…? Sebuah acara tour hanya akan berhasil dan berjalan baik karena adanya kerjasama yang baik antara perusahaan (travel agent), tour leader, supir kendaraan selama tour berlangsung dan yang lebih penting lagi adalah tenggang rasa dari seluruh peserta tour. Bila salah satu tidak terpenuhi, maka rusaklah seluruh acara yang sudah dirancang.
Bagaimana memilih program tour?
Pertama-tama tentu harus menentukan tujuan tour. Kalau tujuannya untuk berlibur dengan anak-anak, terutama anak usia SD, maka pilihan acaranya tidak boleh terlalu berat. Pilihan program mengunjungi Themes Parks, Zoos dan yang sejenis harus diperhitungkan. Kalau tidak, maka si anak tidak akan menikmati acara tour. Kalau tujuannya untuk sekedar mengunjungi suatu Negara dan ikon pariwisatanya, tentu dapat dicari acara tour yang mengunjungi sebanyak-banyaknya Negara dan kota, walaupun kita tidak akan mendapatkan “apa-apa”, kecuali foto kenangan yang menunjukkan bahwa kita pernah mengunjungi Negara/kota tersebut.
Lain lagi kalau tour diikuti oleh para honeymooners atau perjalanan nostalgia. Para penggila belanja, sebaiknya mengikuti tour khusus untuk memuaskan nafsu belanjanya agar mereka bisa memilih barang-barang yang diminatinya dengan tenang dan dalam waktu yang luas. Tujuan-tujuan ini tentu akan mempengaruhi pilihan Negara tujuan tour.Lama perjalanan.Lama perjalanan tour juga mempengaruhi kenyamanan.
Menurut seorang tour leader yang berpengalaman, lama perjalanan ideal tergantung dari Negara yang dikunjungi. Idealnya tidak lebih dari 12 hari. Berdasarkan pengalaman, bila perjalanan dengan pesawat udara berlangsung kurang dari 12 jam, maka lama perjalanan wisata maksimum yang masih bisa di toleransi adalah 8 – 9 hari saja, apalagi kalau hanya mengunjungi 1 atau dua Negara saja karena kebosanan akan menghinggapi kita.
Lama perjalanan tour yang masih bisa ditoleransi adalah 2 minggu. Ini kalau dilakukan dan diatur oleh biro perjalanan dimana peserta tour terdiri dari beragam orang dari berbagai latar belakang. Kalau lebih, maka ada kemungkinan terjadi gesekan-gesekan akibat kebosanan dan berkurangnya toleransi antar peserta. Lama perjalanan juga akan menentukan biaya yang harus disiapkan.
Biaya Perjalanan.
Biaya perjalanan biasanya sudah tercantum dalam program yang ditawarkan oleh travel agent.apa yang ditanggung dan apa yang menjadi tanggungan peserta. Di luar biaya program tour yang tercantum, kita perlu menyediakan dana tambahan yang terdiri dari dua bagian. Pertama yang langsung dibayarkan kepada travel agent yaitu biaya Visa, fiscal bagi yang tidak memiliki NPWP, airport tax sepanjang perjalanan, health & Travel insurance, fuel surcharge. Itulah kira-kira yang dibayarkan sebelum perjalanan dimulai.
Selain menanggung biaya tersebut, kita juga perlu menyediakan biaya tambahan untuk tips, yaitu untuk supir bus, local guide, porter di hotel dan airport serta tour leader sesuai dengan kelaziman. Sebagai contoh, dalam perjalanan tour ke Europa (dihitung per hari untuk 1 orang peserta)
Pengemudi BusEUR 2,-/hari/orang
Local Guide EUR 2,-/hari/orang
Porter hotel EUR 2;-/hari/orang
Porter Airport EUR 2,-/airport
Tour Leader EUR 2;- s/d EUR 3,-/hari/orang
Nah tinggal dihitung saja berapa hari perjalanan dengan bus, berapa kali digunakan local guide, berapa kali menggunakan jasa porter. Sedangkan untuk tour leader dihitung sejak hari pertama keberangkatan sampai dengan hari kedatangan di tanah air, lalu dikalikan.Nah … itu minimum biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan perjalanan saja. Tapi belum habis nih…, masih ada tambahan lain. Yang pertama adalah tour tambahan, misalnya saja ikut canal/river cruise. Di Europa rata-rata biayanya Eur 30,-/orang/cruise.
Jadi hitung saja berapa kali kita ikut canal/river cruise. Di Paris, kalau kita ingin lihat Cabaret Lido atau Moulin Rouge yang terkenal, harus menyisihkan Eur 125,-/orang. Ke Disney–Paris (dulu namanya Eurodisney), bila tidak ada dalam program maka kita harus pergi sendiri dan sisihkan sekitar Eur 125 s/d Eur 150,/orang. Tapi ada juga program wisata yang memasukkan Disney–Paris dalam acaranya.
Bisa juga ditambahkan biaya berfoto dengan pakaian daerah setempat. Misalnya seperti pakaian tradisional nelayan Belanda di Volendam atau pakaian tradisional petani Swiss yang keduanya memang sangat indah.
Bagaimana dengan makan?
Selama perjalanan, biaya wisata yang dibayar minimal sudah termasuk makan pagi di hotel dan 1 kali makan siang atau makan malam. Jadi setiap hari kita minimal harus mencadangkan biaya makan minimal Eur 10 s/d Eur 15,-/orang ditambah dengan Eur 5,-/orang untuk beli minuman (2 botol fanta/coke/air mineral ukuran 500ml). Kalau suka cemal–cemil, beli es krim atau pringles (kripik kentang) misalnya … nah tambahkan lagi, minimal Eur 5,-. Jadi untuk makan+minuman setiap hari minimal harus disediakan Eur 25,-/orang. Gila ya… kalo kurs euro sama dengan Rp.15.000,- maka biaya ngisi perut setiap hari adalah Rp.375.000,-/orang/hari.
Jadi … kiat melakukan perjalanan ke luar negeri adalah….. jangan sekali-kali membawa kalkulator dan menghitung kurs mata uang dalam rupiah.Berbeda dengan ke wilayah Timur Tengah…. Harga makanan dan kurs mata uang di Negara Timur Tengah terhadap USD selalu stabil. Parahnya…. Karena mata uang kita sangat lemah, maka kalau kita berhitung dengan kurs, maka harga yang kita bayar tetap saja terasa berat dan mahal.
Nah… itulah biaya perjalanan minimal. Tinggal dihitung saja berapa biaya minimal yang harus disediakan per orang. Tapi biaya itu tidak termasuk personal expenses untuk telpon, laundry, internet dan lain-lain. Juga belum termasuk cadangan biaya oleh-oleh. Maklum…. Orang Indonesia kalau pergi kemanapun tidah luput dari oleh-oleh alias buah tangan untuk sahabat, teman kantor dan kerabat dekat. Belum lagi godaan untuk beli barang – barang bermerek yang konon katanya “murah”. Padahal ….. hi….. bagaimana bisa dibilang murah kalau untuk beli 1 buah tas saja harus keluar uang jutaan bahkan sampai belasan juta. Akan ada saja peserta tour yang memborong barang-barang bermerek atau perhiasan berlian/jam tangan.
Tentu saja, kalau mau praktis, lunasi dulu pemakaian kartu kredit supaya credit limit nya bisa digunakan secara penuh selama perjalanan atau mungkin menambah credit limit sebelum berangkat. Yang penting jangan kaget kalau kemudian tagihan melambung tinggi atau tiba-tiba CC nya ditolak karena over limit karena permohonan kenaikan credit limit juga hanya akan diberikan maksimal 50% dari nilai credit limit awal.
Nah itulah perkiraan biaya, silakan dihitung sendiri berapa kira-kira personal expenses per orang untuk mengikuti perjalanan wisata dengan travel agent.Peserta perlu memperhatikan iklim dan cuaca saat perjalanan wisata dilakukan. Hal ini sangat terkait dengan persiapan pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa dan mencermati program acara. Walaupun perjalanan wisata dilakukan pada musim panas, tapi kalau ada kunjungan ke puncak gunung yang memiliki salju abadi, maka pakaian/jaket/kaus kaki tebal perlu disediakan walau bisa juga kita menyewa.
Juga dianjurkan untuk mengenakan sepatu yang nyaman/bertumit rendah untuk kenyamanan berjalanJangan lupa juga menyediakan payung kecil/payung lipat,karena terkadang hujan turun. Cermati juga perbedaan waktu antara Indonesia dengan Negara tujuan wisata, dan siapkan diri sebaik-baiknya terutama selama dalam penerbangan keberangkatan akan kita tetap fit/segar saat tiba di Negara tujuan karena bukan tidak mungkin orientasi perjalanan tour seperti city tour langsung dimulai sambil menunggu waktu check in ke hotel.
Bagi yang terbiasa harus menyantap nasi setiap kali makan, maka perlu menyediakan makanan instant berupa mie, bubur atau nasi goreng instant, abon dan lain-lain. Bahkan secara bergurau pak Wawan, tour leader kami menyatakan… kalau perlu bawa mini rice cooker. Walaupun makanan yang disediakan selama perjalanan sudah diatur agar bervariasi, namun seringkali peserta tidak menyukai menu yang tersedia. Walau sudah diusahakan memesan masakan thai/cina atau bahkan masakan Indonesia di Belanda, misalnya, tetap saja taste nya akan berbeda dengan masakan asli Indonesia yang disantap di tanah air.
Kita juga disarankan untuk membawa obat-obatan pribadi bila mengidap penyakit tertentu karena tidak selalu dapat membeli obat-obatan tanpa resep dokter, dan juga faktor kecocokan serta menyediakan uang secukupnya dalam mata uang Negara yang akan dikunjungi atau minimal mata uang yang berlaku umum dan mudah ditukar di seluruh dunia misalnya Euro, USD dan Pound Sterling
Walaupun penggunaan Handphone jenis GSM pada umumnya dapat dipergunakan hampir di seluruh negara di dunia jangan lupa mengaktifkan fasilitas roaming internasional.Yang tidak kalah penting adalah soal bawa-bawaan.
Sesuai dengan peraturan penerbangan, setiap peserta tour diperbolehkan untuk membawa 1 ( satu ) koper sebagai bagasi dengan berat tidak lebih dari 20 KG serta 1 hand bag dengan berat tidak lebih dari 7kgJika anda ingin membawa barang-barang cairan, aerosol dan gel, ke dalam cabin, anda harus memastikan agar setiap barang besarnya tidak melebihi 100ml. Semua barang ini harus dimasukkan ke dalam satu kantong yang transparan dan harus ada seal atau penutupnya
Perjalanan tour umumnya berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, diharapkan tidak membawa kopor yang besar tetapi harus dalam keadaan baik dan kuat untuk menghindari pecah/rusak selama perjalanan guna menghindari tercecernya barang-barang didalamnya atau kehilangan. Hindari berat bagasi melebihi ketentuan pihak airlines karena biaya kelebihan bagasi akan dibebankan langsung kepada penumpang tersebut. Bila membawa benda-benda seperti pisau lipat atau benda tajam lainnya yang sejenis, gunting kuku, peralatan manicure, gunting, cutter dan benda-benda kecil lain yang tajam dan runcing, tidak diperbolehkan disimpan di dalam HAND CARRY yang dibawa masuk ke kabin pesawat. Apabila Anda perlu membawa barang-barang tersebut, simpan di dalam bagasi.
Kaum perempuan hendaknya tidak membawa perhiasan yang berlebihan. Lha wong kita mau melakukan perjalanan wisata…. Bukan pergi ke pesta. Ada lho peserta tour yang suka memakai perhiasan berganti-ganti setiap hari seperti layaknya pergi ke suatu acara di tanah air. Selama dalam perjalanan tour dengan menggunakan bus, jangan sekali-kali meninggalkan barang-barang berharga di dalam bus. Seringkali ada orang yang tidak berkepentingan memanfaatkan kelengahan kita untuk naik ke dalam bus dan mencuri. Pengemudi Bus, Local Guide, Tour Operator dan Tour Leader tentu tidak dapat dimintai pertanggungjawaban bila terjadi kehilangan.
Peserta tour juga dianjurkan untuk membuat fotocopy dari passport, credit card atau dokumen perjalanan lainnya untuk dibawa dan ditinggal di rumah untuk keperluan emergency jika terjadi kehilangan.Terakhir yang tidak kalah penting adalah membawa 1 stel pakaian ganti lengkap dengan pakaian dalam, peralatan mandi dan handuk di dalam hand carry, untuk berjaga – jaga apabila bagasi terlambat sampai di tempat tujuan.
Pada umumnya hotel-hotel di Europe tidak seperti di Asia, dimana ukuran kamar lebih kecil serta lebih sederhana fasilitasnya. Untuk itu dianjurkan untuk membawa perlengkapan pribadi seperi sikat gigi, odol, sisir ataupun alat – alat toiletries. Dianjurkan juga untuk membawa memory/film kamera dan baterai dalam jumlah yang mencukupi, dikarenakan harga barang–barang tersebut relatif lebih mahal di luar negeri.
Visa yang telah diperoleh melalui Kedutaan di Indonesia tidak menjamin bagi pemegang visa untuk dapat masuk ke negara tersebut. Keputusan diperbolehkan atau tidaknya adalah hak sepenuhnya dari pihak Imigrasi pada waktu tiba di negara tujuan. Jika seseorang di tolak masuk/deportasi, maka berarti harus dipulangkan hari itu juga atas biaya dan tanggungan sendiri, dan biaya tour tidak dapat di uangkan kembali (non-refund)
Nah…. Gimana? Siap melakukan perjalanan wisata…? Kalau ya…. Ayo, mulai mengumpulkan dana …. Dan berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar.
Sungguh artikel dibawah ini plagiat abis 100% dari tulisan penulis blog yang sudah kondang HARLINA alias istri saya sendiri. Daripada saya musti nulis sendiri, pastilah banyak lupanya dan akan banyak salahnya sesuai dengan menurunnya daya ingat. Pernah lihat kan ibu2 kalo lagi nyrocos nyritain gosip yg lagi ngetren, nah ini mirip kaya gitu. JAdi tahu sendiri dong, amat detail dan lengkap. Jadi gak mungkinlah saya bisa nyaingin turut menjelaskan apa yang kami alami dalam perjalanan libur kemarin 27 Juni s/d 9 Juli 2009. Pasti banyaklah. Ntar2 saya mo nambain dikit2 videonya, itupun kalo ada waktu.
Tapi daripada repot2 kesana baca aja yg dibawah ini toh sudah persisi sama karena di copy-paste. Judul aslinya Vantastiq Europe Tour, saya rubah dikit biar rada beda. Selamat membaca. Oya, sudah ada 2 seri, ini yg pertama.-
***
Awal April yang lalu, kami mulai merancang acara libur akhir tahun ajaran sekolah. Kebetulan tahun ini Lulu mengikuti ujian akhir SD. Pendaftaran sekolahnyapun sudah terselesaikan sehingga praktis tidak ada yang perlu diurus lagi, kecuali formalitas ijasah dll. Pada awalnya, kami merencanakan untuk pergi ke Malaysia dan Thailand saja, tapi entah apa sebabnya, tiba-tiba saja terbersit ide untuk berlibur ke Eropa. Apalagi setelah dihitung–hitung, anggaran untuk pergi berlibur ke Eropa mencukupi asal saja tidak berlebihan dan tentunya tidak dengan maksud belanja. Hal lain yang mendasari rencana ke Eropa, karena Lulu sering complain, kakaknya pernah melakukan perjalanan ke Eropa. Biasa ….. anak manja, selalu mau enaknya. Nggak pernah mau mikir kalau biaya perjalanan ke luar negeri tidaklah murah.
Setelah disepakati, saya mulai memperhatikan iklan-iklan tour di Koran dan mencari harga yang reasonable, sesuai dengan budget. Setelah melihat–lihat penawaran, saya juga mulai browsing website travel agent terkait untuk melihat program perjalanan yang ditawarkan dan detail harga. Sayangnya, saat saya melihat satu program yang bagus dan “suitable” ternyata saat nama travel agent tersebut di “Google”, yang muncul malah complain–complain para peserta. “Terpaksa” saya menghubungi teman baik saya yang kerja di Vaya Tour dan meminta bantuannya mencarikan tour yang “murah–meriah–bagus”. Ini kombinasi permintaan tour program yang agak berlebihan, sebetulnya tapi saya yakin, dalam persaingan ketat masa resesi global seperti sekarang, seluruh travel agent di Indonesia akan membuat program seperti itu.
Beberapa teman yang tahu saya memilih Vaya Tour, langsung berkomentar …”Bagus sih …. Tapi mahal…!!! Begitu katanya. Saya selalu berpendapat, Bagus memang tidak perlu selalu mahal, dan itu sangat relatif. Tapi… kalau memang biaya yang dikeluarkan memang sepadan dengan pelayanan dan fasilitasnya dan kemudian para peserta puas, maka harga “mahal” menjadi sangat relatif.Singkat kata, jadilah kami mengambil program Vantastic Europe Popular Tour – sebuah program tour dari konsorsium Vaya dan Anta Tour selama 13 hari dihitung sejak tanggal keberangkatan hingga tanggal kedatangan dengan mengunjungi Perancis – Belgia – Belanda – Jerman – Swiss dan berakhir di Italy. 6 negara sekaligus dikunjungi dalam waktu sesingkat itu. Persis seperti komentar Novy Ewert, salah satu teman yang tinggal di Hamburg…”Waduh Lin… itu sih cuma numpang sarapan dan (maaf) pipis aja….”. Tapi konon, seperti kata sang tour leader, … program seperti itulah yang laku dijual. Peserta pemula, maksudnya… mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Eropa hanya perlu mengunjungi ikon pariwisata di setiap Negara dan di sebanyak–banyaknya Negara.
Tanggal 27 Juni 2009 jam 20.30 kami sudah diminta untuk berkumpul di Terminal 2D Cengkareng. Muliawan alias Wawan, sang tour leader sudah siap dengan berkas program tour, lengkap dengan daftar peserta dan hotel tempat kami akan menginap. Melihat betapa siap dan sigapnya staff dari Vaya/Anta tour melayani dan menyelesaikan semua urusan, mulai dari bagasi, cabin carriage dan urusan fiscal, kami sudah merasa terkesan dan yakin bahwa perjalanan akan berlangsung baik. Tinggal saja menjaga kerjasama dan tenggang rasa antar peserta.
Pesawat take off jam 22.25 menuju Singapore untuk transit di CIAS (Changi International Airport Singapore) selama 1 jam. Di tengah penerbangan, salah satu peserta yang kebetulan baru keluar dari rumah sakit, suhu badannya mulai meninggi dan begitu mendarat di CIAS, mereka, peserta keluarga dengan 4 orang memutuskan ibu dan anak lelakinya yang sakit membatalkan perjalanan dan kembali ke Indonesia. Ujian pertama bagi tour leader dimulai … dan kelihatannya berjalan dengan baik. Ibu dan anak kemudian menginap 1 malam di Singapore untuk paginya dirujuk ke rumah sakit dan kembali ke Indonesia setelah dokter mengijinkannya.Usai transit di CIAS yang diisi dengan berburu Free Internet Connection, perjalanan dilanjutkan ke Doha/Qatar. Maklumlah, karena kami menggunakan Qatar Airways yang fasilitas penerbangannya OK banget. Jadi harus mendarat di Negara tersebut setelah melakukan penerbangan selama 9,5 jam, melakukan stop over alias ganti penerbangan ke Paris di DIA alias Doha International Airport.
Minggu 28 Juni 2009 jam 13.55 waktu setempat atau jam 18.55 WIB pesawat mendarat di Roissy Charles de Gaulle. Airport “kuno” karena sudah berumur lebih dari 30 tahun tetapi tetap terasa modern. Urusan mencari supir bus yang telah dikontrak oleh Anta Tour sedikit terhambat. Yang pertama, mungkin karena meeting point nya agak missed. Yang kedua, ternyata ada beberapa peserta yang terpencar dan tidak mampu mengikuti peserta lain yang berada di depannya. Maklumlah, perjalan hampir 20 jam memang sangat melelahkan bagi seluruh peserta.
Ada rasa haru menginjakkan kembali kaki ke Perancis setelah kunjungan terakhir hampir 13 tahun yang lalu, apalagi saat melihat “sign board” SAINT DENIS dalam perjalanan ke Paris. Di kota inilah anak pertama saya lahir di tahun 1983.Matahari di musim panas baru akan tenggelam menjelang jam 22.00, maka TL (tour leader) mengusulkan agar sebelum check in ke hotel di Velizy yang terletak di pinggir kota Paris (tapi masih di region Parisienne), peserta menikmati terlebih dahulu river cruise di sungai Seine yang membelah kota Paris. Maka, jadilah kami menyusuri keindahan Paris dengan Bateau Mouche, lalu makan malam dan masuk hotel menjelang tengah malam.
Senin 29 Juni 2009, city tour dimulai ke l’arc de triomphe, salah satu ikon pariwisata kota Paris di ujung avenue du Champs Elysees yang terkenal. Sepanjang avenue du Champs Elysees biasanya, dari l’arc du triomphe hingga place de la concorde (di depan jardin de Tuilleries/Musee du Louvre) berlangsung parade militer dalam rangka memperingati 14 Juillet yaitu peringatan pembebasan Perancis dari system pemerintahan monarki ke pemerintahan republik oleh Napoleon Bonaparte.
Sebetulnya dari atap l’Arc de Triomphe, kita bisa juga menikmati pemandangan kota Paris. Sayang tidak menjadi bagian dari program tour. Dulu kami senang sekali duduk di kaki l’arc de Triomphe bukan saja untuk memandangi lalu lintas Paris tapi lebih dikarenakan di koridor underpass yang menghubungkan avenue du Champs Elysees dengan l’arc de triomphe selalu ada para pemusik (street performer) yang memainkan lagu-lagu klasik dengan sangat indah terutama dengan pantulan akustik underpass tersebut.
Di Place de la Condorde, di ujung lain avenue du Champs Elysees telah terlihat persiapan panggung–panggung upacara tersebut. Arc de triomphe adalah meeting point dengan Nicole – local guide yang lumayan fasih berbahasa Indonesia.
Dari l’arc de triomphe, peserta di ajak keliling kota, mengunjungi melewati ecole militaire, disini peserta dipersilakan turun untuk berfoto dengan latar belana si centil la tour Eiffel, lalu ke Basilika Notre Dame de Paris yang sangat indah dan makan siang disebuah resto dekat jardin de Tuilleries lalu mengunjungi Musee du Louvre. Kunjungan
ke Musee du Louvre ecek–ecek.Mengapa saya sebut ecek-ecek? Karena peserta cuma diberi kesempatan berfoto di depan gedungnya serta di basement tempat pyramida terbalik. Bukan untuk menikmati koleksi muse du Louvre, salah satunya la Joconde alias Monalisa, yang saya yakin tidak akan habis diamati selama 1 minggu.
Usai dari Musee du Louvre, peserta diajak naik Eiffel. Menara yang dibangun dan dirancang oleh Gustaff Eiffel ini menjadi ikon kota Paris. Bentuknya mencerminkan kegenitan Paris sebagai kota mode dunia. Kami diajak hingga lantai dua menara sehingga dapat menikmati pemandangan ke berbagai penjuru kota Paris.
Usai menyapa si centil menara Eiffel, peserta di ajak belanja ke Gallery la Fayette. Acara yang ditunggu sebagian peserta untuk berburu barang sales/soldes a la francaise. Kami sendiri hanya berjalan ke sekitar Gallery la Fayette, yaitu mengunjungi le Printemps, juga salah satu Dept store yang luput membuka cabangnya di Jakarta, ke C&A yang dulu kala di tempat itu digunakan oleh Mark & Spencer, dept store asal Inggris.
Lelah berbelanja, kami lalu makan malam di Bien–bien, thai resto yang berlokasi di rue bergere agar peserta bisa mencicipi makanan berbasis nasi setelah siang hari sebagian peserta agak meringis terpaksa makan fast food a la francais. Usai makan, sebagian peserta meneruskan acara menonton cabaret Lido di avenue du Champs Elysees dan sebagian lagi langsung diantar ke Holiday inn – Velizy oleh Aldo – si Italiano, supir kami yang tinggi besar dan ganteng.
Hari ke 4 : Paris – Brussels – Amsterdam, bisa jadi merupakan hari yang layak dicatat dalam kehidupan para peserta tour. Seperti kata Wawan sang tour leader, hari ini peserta akan makan pagi di Paris–Perancis, makan siang di Brussel–Belgia, ibukota Union Europeenne (Uni Eropa) dan makan malam di Amsterdam–Belanda. Bukan main….! Perjalanan pagi dengan menggunakan bus wisata Trafalgar menuju Brussel melalui autoroute dengan kecepatan maksimum 100km/jam.
Peserta yang masih kelelahan dengan semangat tinggi menyimak panduan Wawan sang TR yang memang sangat berpengalaman dan menguasai betul obyek wisata yang akan dikunjungi. Tujuan pertama di Brussel adalah Atomium, sebuah ikatan kimiawi yang terbuat dari stainless steel, lalu makan siang di sebuah restoran (lagi-lagi) Chinese/thai resto untuk kemudian dilanjutkan melihat Grand Palais yang merupakan komplek istana dan melihat patung maneken piss yang terkenal dan menjadi ikon Brussel.
Usai beerbelanja souvenir dan mencicipi Belgian wafel dan coklat yang terkenal enaknya, perjalanan dilanjutkan menuju ibukota negara kincir angin, Amsterdam untuk makan malam di Resto Desa dimana peserta memuaskan rasa kangennya dengan menyantap ludas gado2, sayur asam, semur daging dan lainnya. Masakan Indonesia a la dapur Belanda. Lumayan buat menepis rindu pada masakan tanah air. Setelah kenyang, kami diajak ke hotel Holiday inn di Schipol. Kami mendapat kamar executive suite yang sangat nyaman.Hari ke 5, tanggal 1 Juli dimulai dengan sarapan pagi a la Holiday inn yang OK banget.
Acara di Negara kincir angin dimulai dengan mengunjungi desa nelayan
Volendam dengan sebelumnya mengunjungi kincir air tertua di Belanda, pabrik pembuatan keju dan klompen Belanda, dan akhirnya Volendam. Seperti biasa berfoto merupakan kegiatan wajib untuk menunjukkan bahwa kita sudah mengunjungi Negara itu lho…. Hihihi … walau cuma kulitnya doang, tapi lumayan buat berbangga hati… Jadi, kincir angin kuno ramai dijadikan objek foto.
Di Volendam, peserta membuat foto dengan pakaian asli nelayan Belanda, seperti yang banyak dilakukan oleh wisatawan dari berbagai Negara termasuk Indonesia. Sambil menunggu teman lainnya berfoto, kami berjalan-jalan menyusuri pantai Volendam dan menemukan patung-patung unik nelayan Belanda, menikmati fast food di tepi pantai.
Usai kunjungan ke Volendam, kami diajak ke Pabrik Pengasahan Berlian Costner yang berada di Amsterdam. Usai penjelasan mengenai mutu berlian, beberapa peserta yang tertarik dan atau memang telah merencanakannya, segera memilih butir berlian yang diminatinya. Harganya….., hm…. Tentu hanya orang yang “mampu” yang bisa membelinya.
Acara kemudian dilanjutkan Canal Cruise, mengelilingi kota dengan perahu menyusuri kanal-kanal kota yang merupakan satu keunikan dari Amsterdam dan ditutup dengan makan malam dan tentunya kembali ke hotel dengan perasaan puas tapi lelah.
Kamis 2 Juli 2009, hari ke 6, setelah sarapan pagi dan memasukkan koper ke bagasi bus, kami segera berangka menuju Frankfurt, via Koln. Ayo…. Ada yang inget nggak, apa keistimewaan Koln? Teman saya Aswil, melalui FB mengingatkan saya bahwa Koln adalah kotanya Etienne Aigner … merek produk berkelas yang terkenal itu lho. Tapi, bukan itu yang saya maksud ….. Koln alias Cologne di benak saya identik dengan 4711.
Ayo…. Kode apa ini? Ini adalah satu-satunya jenis minyak wangi kuno yang saya kenal sejak jaman nenek saya masih hidup. Etiketnya ternyata masih sama seperti jaman dulu, disebut Eau de Cologne (baca o de kolonye – air dari Koln) dengan merek 4711.Pendeknya, kami tiba di Koln alias Cologne tepat saat makan siang di pusat kota, tidak jauh dari Cathedral Cologne yang sangat indah. Kebakaran yang terjadi pada cathedral tidak mampu menghapuskan keindahannya.
Usai makan siang, perjalanan segera dilanjutkan menuju Frankfurt dimana sebagian perjalanan dilakukan dengan cruise di sungai Rhine melalui yang terkenal dengan legenda gadis bernama Lorerey. Tiba di Frankfurt seperti biasa, kami makan malam dulu sebelum masuk Sheraton hotel di Euffenbach, kota satelitnya Frankfurt Jum’at 3 Juli 2009, hanya satu malam kami menikmati kenyamanan Sheraton Hotel di Frankfurt, tenaga yang sudah mulai mengendur karena kelelahan dalam perjalanan bus, harus membereskan koper dan menaikkannya kembali ke dalam bus. Aldo sang Italiano yang tinggi besar sigap memasukkan koper yang sudah mulai hamil ke dalam perut bus.
Hari ke 7 ini, kami melanjutkan perjalanan menuju Swiss yang indah, yaitu menuju Engelberg yang terletak di kaki gunung Titlis. Kami beruntung memiliki oom Wawan, begitu dia selalu dipanggil oleh Darrel alias Syiang-syiang sebagai tour leader yang selalu siap sedia mendongengi peserta tour tentang objek wisata yang akan dikunjungi maupun pengalaman-pengalaman pribadinya selama menjadi tour leader di Anta. Aldo pun tak kalah hebatnya. Sang supir selalu siap membantu dan tahu “medan” perjalanan sehingga kami tidak pernah tersasar selama dalam perjalanan.Ketentuan pengemudi bus pariwisata yang mengharuskan supir melakukan istirahat setiap 2 jam tentu menguntungkan peserta terutama perempuan sehingga penghentian ini selalu dinamakan “TOILET STOP”, karena memang toilet itulah yang pertama kali diserbu peserta, sebelum kemudian membeli minuman dan cemilan untuk bekal selama perjalanan.
Atas kebaikan dan kerjasama yang baik antara pak Wawan dengan Aldo, maka perjalanan ke Engelberg dilakukan dengan terlebih dulu mampir ke Rhine’s Fall yang konon katanya air terjun terbesar di Eropa, sebelum akhirnya kami makan siang di Black Forest. Black forest yang satu ini bukan kue tart yang kita kenal, tapi adalah kawasan wisata alam/hutan tempat kue tersebut berasal, tetapi kawasan hutan cemara yang sangat rapat sehingga konon matahari tidak mampu menembus hutan cemara sehingga lahan hutan menjadi gelap dan dari sinilah timbul sebutan Black Forest.
Di sini kami berhenti di pabrik pembuatan jam kukuk asli, usaha turun temurun milik keluarga bernama DRUBA, melihat dari dekat pembuatannya dan…. Kalau berniat, membelinya tentu saja. Harganya…. Tentu relative. Tapi melihat proses dan keindahannya, rasanya harga dan kualitasnya sangat sepadan. Kami juga mencicipi makan siang ala Druba …. dan black forest tart yang aslinya ternyata tidak seheboh tart sejenis yang biasa kita makan di Indonesia.
Seperti biasanya di kawasan wisata, selalu ada took souvenir khas daerah tersebut. Kalau di Paris, kita akan membeli miniature menara Eiffel, di Belanda membeli klompen, maka di kawasan wisata Black Forest yang terletak di tepi danau Titisee, selain jam kukuk… maka saya menemukan souvenir khas….. yaitu boneka nenek sihir….!!! Dan tidak lupa, untuk pertama kalinya saya punya kesempatan membeli …. Black Cherry…. Yang memang sudah diniatkan sejak awal perjalanan.Perjalanan masuk dan keluar Swiss adalah satu-satunya perjalanan di Schengen country yang harus melalui immigration check point.
Swiss adalah Negara terindah di dunia. Sungguh, ini bukan omong kosong… bersih teratur dan indah. Entah bagaimana cara mengaturnya, namun sepanjang perjalanan, walaupun secara umum pemandangan alam yang sersaji begitu indah, namun di Swiss lah pemandangan alam di kiri dan kanan autoroute tersaji begitu indahnya sehingga tanpa sadar, jepretan demi jepretan kamera terdengar di dalam bus sehingga tanpa terasa kami tiba di desa Engelberg yang terletak kaki gunung Titlis.
Jangan bandingkan desa wisata di Swiss dengan desa wisata manapun di Indonesia. Tanpa mengurangi kecintaan pada tanah air, maka kita harus mengakui bahwa Swiss memang Negara yang sangat indah.Bus wisata kali ini tidak bisa berhenti di depan hotel. Kami harus membawa koper melalui terowongan untuk kemudian naik lift ke lobby hotel, karena Terrace hotel tempat kami menginap terletak di lereng bukit. Ini adalah hotel kuno dengan lantai kayu namun tetap bersih dan nyaman.
Dari jendela dan balkon hotel langsung tersaji pemandangan yang luar biasa indah. Salju abadi maupun keindahan alamnya yang luar biasa. Sehingga 1 malam di Terrace Hotel pasti tidak akan cukup untuk menikmati. Tempat ini sebetulnya lebih cocok buat para honeymooners.Hari ke 8, tanggal 4 Juli 2009 usai makan pagi kami diajak naik ke puncak gunung Titlis (3.020 m dpl) dengan menggunakan kereta gantung sengan 2 kali stop over dimana kereta gantung terakhir dapat berputar 360derajat.Mt. Titlis adalah salah satu puncak pegunungan Alpen dengan ketinggian 3,020 di atas permukaan laut dan terkenal dengan salju abadi serta pemandangannya yang sangat indah.
Perjalanan ke puncak juga sangat menarik tatkala kita disajikan suara genta berirama sangat indah yang terikat di leher sapi yang sedang makan. Makan siang hari itu tersaji di restoran di puncak gunung Titlis. Disini, peserta tour juga dapat membuat foto kenangan dengan menggunakan pakaian asli penduduk desa yang sangat indah.Sore hari, kami diajak berorientasi di kota Lucerne atau Luzern dengan mengunjungi Lion Monument dan Chapel Bridge yang terletak di tengah danau yang sangat jernih sehingga dasar danau tersebut dapat terlihat dengan jelas. Luzern alias Lucerne merupakan water front city yang sangat indah.
a. Silakan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan (bisa lewat email).
b. Pembayaran Rp. 2.500.000,- dapat dilakukan dengan melakukan transfer ke rekening:
Bank Mandiri no 1570002263268 an. Hendri-Raldi PT SUI
c. Fax, sms atau email formulir pemesanan dan bukti transfer ke email Ramaditabudhi@yahoo.com
d. Nama dan alamat Anda akan kami catat. Silakan menunggu paling lambat 30 hari sejak formulir pemesanan kami terima.
e. Kami akan memberitahu bila SELIQUI Anda telah siap diambil.
Sebagai bentuk apresiasi kami kepada pemesan SELIQUI, 45 (empat puluh lima) pemesan pertama SELIQUI akan mendapat Certificate of Origin and Appreciation yang ditandatangani oleh Dekan FTUI. Sertifikat ini merupakan penghargaan kepada para pemesan SELIQUI karena telah membantu mendorong terciptanya technopreneur di lingkungan Fakultas Teknik khususnya dan di Universitas Indonesia pada umumnya. Sertifikat dan SELIQUI (20 buah) akan diserahkan pada puncak ulang tahun FTUI ke-45 di Depok.
Tak usah membandingkan apa yg ada di Swiss dg apa yg ada di Indonesia. Pemandangan alam yg indah… Konon neg kita ini biangnya. Namun sayang semua tempat yg indah itu tidak ditunjang dg fasilitas yg memadai.
Di Suiss justru semua fasilitas dibangun dan dipelihara dg baik. Salah satu contohnya adalah danau Luzern ini.
Sama juga foto dan atau videonya nyusul ya… Sorry.
Blogger-mania tentu nebak2 apa maksudnya judul diatas ?
Saya lengkapi tulisan ini dengan sebuah foto. And…guess what ?
Aduh sorry banget.. Ntar foto or videonya nyusul aja. Sampai hr ini msh ada kslitan ngaplodnya.. Tunggu ya, tp kl uda ada yg mo nebak… Silakan saja.-
Editing 14 Juli 2009, nah ini dia fotonya.-…wah msh blom nih. Sorry…
Pada akhirnya, misi membawa sebuah hasil penelitian Perguruan Tinggi (baca: Fakultas Teknik Universitas Indonesia) ke pasar (level komersial) terwujud kembali. Setelah
Inkubator Bayi (Infant Incubator)
hasil riset dibawah
Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer.
Yang berhasil dipasarkan sejak 2006, kini sepeda lipat (seli) hasil riset di bawah
Ir. Hendri DS. Budiono, M.Eng.
Tidak mudah memang, tetapi ada kepuasan tersendiri melakukannya.
Sepeda Lipat ini berbeda dengan yang lain pada sisi cara melipatnya. Bukan kah itu asal-usul namanya? Cara melipatnya sudah menghasilkan beberapa orang Magister Teknik (MT) dan Sarjana Teknik (ST). Jadi Anda pasti tahu, bagaimana prosesnya hingga sampai ke pasaran seperti sekarang. Prototype-nya sudah masuk laboratorium uji konstruksi di LUK Serpong, lalu masuk laboratorium Ergonomik di Departemen Teknik Industri, minta masukan dari teman-teman Arsitektur (karena beliau-beliau ini paling paham soal estetika), juga teman-teman yang paham sepeda lipat dari komunitas seli. Meski nanti akan disempurnakan lagi, tetapi yang dipasarkan sudah final.
Mereknya SELIQUI. Dari kata SEpeda LIpat, dan untuk menandakan tempat lahirnya maka dibelakangnya ditambahkan QUI, bisa disebut KUning UI atau KUning I (ai, saya, bhs Inggris). Yang beredar sekarang adalah type Urban 1.2. Urban karena pengguna seli umumnya kaum Urban, dan 2 angka di belakang, itulah versi pengembangannya.
Berapa harganya? 2,5 juta perak saja! Tidak mahal, kalau dilihat spesifikasinya. Lagi pula, dengan membeli SELIQUI ini, berarti pembeli juga mendorong pengembangan Technopreneur di Perguruan Tinggi, khususnya FTUI, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri alias ASELI INDONESIA. Empat hari ini SELIQUI nampang di acara PEKAN PRODUK KREATIF INDONESIA 2009 (PPKI 2009) di Jakarta Convention Center di Senayan. Ternyata banyak juga yang mulai pesan. Alhamdulillah!
Launching sebenarnya akan dilakukan pada Ulang Tahun FTUI ke 45 tanggal 17 Juli nanti. Jadi kami sepakat untuk membuat yang Limited Edition 45 buah.
Untuk pembeli versi Limited Edition, kami memberi penghargaan berupa Certificate of Originality and Appreciation sebagai bukti keaslian SELIQUI yang dipakai dan apresiasi karena telah mendorong technopreneur di FTUI. Pak Dekan FTUI akan membubuhi tandatangannya.
Penyerahan direncanakan dilakukan pada acara ultah tersebut pada tanggal 18 Juli.
So… silakan dipesan dan dicoba… karena Limited… ya siapa cepat dia yang dapat.
*** Tulisan sahabat saya ini rasanya seperti ‘lain daripada yang lain’. Buat saya luarbiasa, karena itu langsung saya curi anpa minta ijin lebih dahulu sehingga mungkin nanti dibelakang hari saya akan dituntut memplagiat tulisan orang.
Tapi biarin aja, untuk suatu kebaikan jangan pikir lama2… Kerjain aja.
Selamat membaca.-
***
Ketika anakku tidak naik kelas
Anakku, sejak balita idak pernah diam, bahkan saat tidur tidak pernah tenang,
selalu bergerak, bahkan pernah hilang dari pengawasan ketika kami berjalan-jalan 3
kali, ketika sedang di kota malang, dua kali di supermarket. Bocah lelaki ini tidak
sabaran dan ketika di SD, gurunya saat memberikan rapor selalu berkata bahwa jika
dia serius dalam belajar akan menjadi yang terbaik, namun dia tida kpeduli, tetap
bersikap dan melakukan sesuatu apa yg dia inginkan.
Anak itu putra sulungku, sekarang berusia 16 tahun dan beberapa bulan lagi dia 17
tahun. Saat di kelas 4 SD, matanya tertusuk gagang bendera kecil hingga menggencet
saraf korenanya dan membuatnya buta sebelah, mata kirinya masih bisa melihat. Kami
mengoperasi bekas tusukan itu di RS Mata terbaik di Indonesia habis habisan dan
tetap tidak berfungsi. Matanya agak juling, namun dia kami perlakukan apa adanya dan
tidak terasa menjadi minder, terbukti temannya sangat banyak, bahkan teman dekat
wanitanya gak kehitung.
Anak ini, sesuai kebiasaan kami, terdidik di suasana yang sangat demokratis. Kami
tidak pernah memaksakan sesuatu yg tidak prinsip, semisal memilih pakaian, memilih
warna cat kamar tidur, jenis sepatu, kecuali yang prinsip seperti sikap kepada
orangtua, jujur dan hal prinsip lain. Karena suasana seperti itu, kami sering
berdebat dalam banyak hal, termasuk dalam cara belajar dan apa yg ingin dicapai
serta diinginkan dalam keseharian. Disiplin tetap diterapkan, tetapi (mungkin salah)
tidak dengan paksaan secara lugas, seperti ayahku yg akan menyiram air ketempat
tidur hingga basah kuyup, ketika kami terlambat bangun pagi untuk sholat subuh.
Nyaris semua keputusan diambil dengan cara dialogis, tidak pemaksaan.
Di kelas 2 SMPN, si sulung ini mulai berulah, tidak pulang hingga jam 02.00 larut
malam dan kuancam di depan rumah di bawah pohon mangga di subuh hari, sambil
kupegang lehernya dan kuancungi tinju di depan mukanya agar tak mengulangi
kelakuannya. Mungkin dia jeri dengan ancaman itu, kelakuan sedikit berubah, meskipun
kabur dari sekolah sudah menjadi kebiasaannya. Saat naik kelas 3 nilainya diatas
rata2 kelas, meski tidak menjadi jawara di kelasnya dan ketika kelas 3 kelakuan agak
berubah, meski tetap saja ada absensi membolos, sendirian. Dia lulus UN dengan nilai
matematika hanya salah 1 dari semua soal. Aku lega dia bisa menyelesaikan SMPN-nya
dengan nilai UN yg cukup baik dan akhirnya dengan berliku liku berhasil masuk sebuah
SMAN yg cukup baik reputasinya di kotaku.
Kelas 1, mulai berulah. Sejak mulai masuk dia absen dan walikelasnya berang, tidak
mampu lagi menangani si sulung dan menyarankan untuk pindah ke SMAN lain, kebetulan
sistim di kotaku mungkin terjadi mutasi murid dari sebuah sekolah ke sekolah lain
asal nilai mencukupi, masuklah dia ke SMAN yg memang dia inginkan dengan reputasi yg
lebih baik dari SMAN saat dia masuk pertama kali, semester 2 kelas 1 dia lewati
dengan sangat baik, tanpa absen dan nilai rapor yg memuaskan (masih tetap tidak
jawara, karena sangat jarang belajar), kami berfikir dia sudah berubah, kelakuannya
dalam berteman semakin menjadi.
Ketika di SMP dia sudah mulai menjadi anak band, satu2nya yg dia lakukan secara
konsisten adalah berlatih band dengan teman2nya, yg lain, tidak janji.
Ketika kelas 2 SMA, dia memperoleh walikelas yg lugas, seperti polwan, sangat
berbeda dengan walikelas saat dia kelas 1 semester 2 yg, mesti lugas dan jutek,
namun bisa bersikap seperti teman, si sulung memfavoritkan guru ini dan disuruh apa
saja mau, sementara dengan walikalas yg baru, nyaris berantem, gara gara dia merasa
tidak bersalah, kepalanya dijedut dengan tangan di depan teman2nya. Aku maklum saja,
guru seperti polwan itu umum di SMAN sedangkan seperti walas kelas 1 semester 2 tadi
jarang diperoleh, lalu kubilang kepadanya ketika dia protes gurunya tidak enak
“Dimanapun kamu temui guru, tidak selalu enak. Jadi murid itu selalu sudah, itulah
belajar,… jangan minta diperlakukan khusus dong, kan ada 40 temanmu yg lain yg
juga punya masalah”. Dia diam saja.
Di kelas 2 itu, nilai rapor semester 1 kacau balau. Ada ulangan semesteran yg dia
tidak ikut dan tidak upaya untuk memperbaiki nilai, absennye juga tak terhitung.
Ketika kelas dua, walas “sang polwan” yg sudah bete melihat si sulung sudah
mengancam dia tidak akan naik kelas. Akhirnya, meski kelakuan si sulung di semester
2 mulai agak baik (absen sudah jauh membaik, ulangan juga mayoritas diikuti dan
sudah mulai mau membantu SMA-nya ngeband, dulu dia tdk pernah ngeband dengan teman
se sekeolah), namun sekolah punya putusan lain, si sulung tidak naik kelas-3 !!
Bibinya yg mengambil rapornya bercerita, ternyata si sulung ini juga sudah di vonis
seperti “penyakit menular” oleh walikelasnya, karena teman2 sekolahnya berusaha
menghindarinya, karena akan kena sangsi jika berdekatan dengan dia, semoga bibinya
salah dengar.
Buatku yang memiliki tradisi jawara, tidak naik kelas itu tentu memalukan tetapi
tidak segalagalanya, bahkan bisa menjadi pelajaran untuknya, bahwa kegagalan itu
mahal dan berharga, karena siapa pula yg bisa menjamin saudara misannya yg wakil
olimpiade tadi lebih sukses dan bahagia hidupnya dari si sulung yg “kacau” itu.
Dengan asumsi yg agak “menyenang nyenangkan hati” tadi, aku menerima saja dia tidak
naik kelas bahkan akan sangat aneh dan menjadi sesuatu yg “menipu” jika dia
“dipaksa” naik kelas juga. Proses hidup dia, statistically masih panjang, semoga dia
menjadi lempeng di ujung, karena kehidupan dia yg “semau-maunya” seperti seniman dan
selalu mengikuti proses kreatif itu memang mencemaskan.
Aku masygul dan ibunya sedih putra terbaiknya tidak naik kelas, sebuah sejarah baru
untuk keluarga ibunya, karena keponakannya yg di SMP mewakili kota depok dalam
olimpiade matematika, sementara si sulung, meski tidak bodoh, malah tidak naik
kelas. Si ibu tidak melihat bahwa si sulung sudah berkali kali mewakili “tidak
resmi” sekolahnya bermain band hingga sampai Jakarta. Ketika mendengar dia tidak
naik kelas, sms ku hanya “Akhirnya benar kamu tidak naik kelas dan pesanku cuma 1,
berubahlah dalam menjalani hidup, karena akhirnya semuanya ada ditanganmu dan
untukmu, apakah ingin sukses atau gagal dalam kehidupan ….”, dia tidak menjawab
sms itu.
Pemandangan danau UI dari arah Science-Park. Gedung DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat).-
Kenang2an untuk para alumni yang sudah lama tak melihat kampusnya lagi.Sedangkan untuk science-park nya sendiri silakan bertanya langsung pada Wakil Direktur DRPM, yang saat ini dijabat oleh:
After placement test last week, this afternoon I was participating in the english class managed by ibu Lusi from LBI-FIBUI. A preparation for FTUI international eight semester, a continuous program after int class of four semester.
From the youngest to the eldest, everyone seems happy in the class. So guyz… you could always join us on wed and fri at 14. Come together…
I assure you guyz… there will be a lot of… homework and assignment.
Editing 22.30
Ternyata video yg awal tak bisa diputar di Indonesia, karena saya memasukkan bersama sebuah lagu yg harus minta ijin dulu. Akhirnya saya ganti aja videonya dengan versi asli dimana sound-nya keluar yang asli.-
Ya ini di edit lagi tgl 22 Juni 09 senin hari ulang tahun Jakarta.
Dulu waktu pemilihan gubernur, motto nya Foke – Jakarta, serahkan pada ahlinya -. Kenyataannya sampai sekarang koq banjir juga. Katanya AHLI…
Jadi saya copot aja lagunya supaya tak ada problem terhadap pemakaian lagu mp3.
Gak terasa lo… tau2 13 tahun sudah lewat. Rasanya koq baru kemarin saya bolak-balik ke Pertamina ngurusin program kerjasama riset. Ternyata urusan itu telah berlalu 13 tahun yang lalu. Gile bener lama ya …?
Kali ini saya datang dengan personil yang berbeda. Rekan saya semua orang muda… hik hik pastilah dari group kami saya yang paling tosku, abis umur udah balak lima. Bahkan teman2 saya yang kerja di pertamina hampir semuanya sudah pensiun. Saat kami diberi kesempatan bicara oleh pejabat CSR Pertamina ibu Ernawaty dan bapak Ahmad Rizali, maka saya buka dengan menceritakan sedikit sejarah kali terakhir saya ke kantor pusat pertamina yaitu tahun 1996. Dulu beberapa kali saya ke lantai 21 tempat dimana direksi ptm berada, sekarang datang lagi untuk presentasi tentang sebuah program untuk mengurangi tingkat kematian bayi dalam posisi yang berbeda dengan dulu.
Group kami Sekawan Utama, kali ini saya berempat dengan personil Reza, Budi, Bram dan saya Raldi, datang dengan persiapan untuk presentasi tentang apa yg bisa kami perbuat.
Alhamdulillah meeting berjalan dengan lancar, kiranya apa yang kami sampaikan mudah dipahami. Dengan beberapa usulan tambahan dari bapak AR (yang dulu juga bersama saya th 91-96 bolak balik ptm) dan ibu Erna. Bola selanjutnya ada ditangan kami utk melanjutkan rencana ini.
Beberapa nama yang dulu sering saya kunjungi di kantor pusat ini Bapak2 Nayoan, Naim, Hasanal, Subroto, entah siapa lagi… Generasi sudah berganti, sekarang semua saya lihat muka2 baru. Interior dalam gedung juga sudah beda sekali, rasanya tetap over-cooled alias dingin banget di beberapa ruangan.
Tujuan dari Progam Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) adalah untuk menciptakan suasana yang mendukung perubahan yang berkelanjutan bagi institusi pendidikan tinggi yang bertanggungjawab dan mandiri dan untuk mengembangkan mekanisme pendukung yang efektif bagi peningkatan kualitas, relevansi, efisiensi dan kesetaraan dalam pendidikan tinggi.
Apakah program imhere itu ?
Apakah Tujuan imhere dtm ?
MED-UI (Mech Eng Dept) proposes the following development plans to be funded by the I-MHERE project sub-component B.2.c:
1. Bertujuan untuk mencapai International Academic Performance and comprehensiveness dengan memfokuskan bidang riset dan penelitian pada energy conservation untuk menjadi a Reputable Global “Knowledge Enterprise” in Mechanical Engineering.
Bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab social (social responsibility) dengan through appropriate technology implementation program and ‘women in Mechanical Engineering” (Woman in ME) encouragement program.
Excellence in Research based Education and Social Responsibility Toward a Reputable Global “Knowledge Enterprise” in Mechanical Engineering
Tulisan berikut ini adalah tugas yang dikumpulkan pada kuliah Etika di Dept Tek Mesin FTUI. DAri 102 mhs yang ikut kuliah ini, mungkin hanya dua yang pantas untuk ditampilkan. Ini adalah salah satunya.-
—————————————————–
NAMA : ACHMAD SHOIM (0606029302)
Sebenarnya, agak ragu-ragu juga untuk menjadikan aktivitas ini sebagai tugas mata kuliah etika enjiniring. Ya,jikalau ini dipandang baik semoga dapat diambil manfaatnya, namun jikalau ini dianggap buruk, semoga dapat dijadikan pelajaran juga. Mungkin jika dilihat sekilas, kayanya apa yang saya lakukan itu tidaklah terlalu spesial atau gimana ?. Aktivitas ini sudah saya jalani selama hampir 2 tahun yaitu aktivitas sebagai salah satu Pembina asrama siswa SMA. Sebelum saya menceritakan aktivitas tersebut, saya akan menceritakan terlebih dahulu penyebab kenapa saya bisa menjadi Pembina siswa SMA. Sebenarnya ketika awal masuk kuliah di UI, saya masuk sebuah yayasan dan dari situ saya mendapatkan tempat tinggal gratis (hidup satu rumah bersama teman-teman yayasan yang lain). Tetapi anehnya, kami tidak dituntut untuk ikut kegiatan A,B,C dsb. Yayasan hanya meminta suatu hal yang kelihatannya simple, yaitu cuma meminta agar rumah itu bersih, piket rumah jalan (piket masak, belanja, cuci piring dsb) dan diminta untuk mengajak teman sebanyak-banyaknya untuk main ke rumah kemudian kami harus ramah melayani semua tamu yang datang nantinya (lanjutannya panjang jikalau diceritakan, tetapi intinya kami mendapatkan banyak pelajaran dari situ karena hal tersebut ternyata susah dijalankan – kami belajar untuk berkorban, belajar untuk menghargai perbedaan dsb) . Kemudian setelah satu tahun berjalan, tiba-tiba ada tawaran dari yayasan, siapa yang bersedia bantu-bantu sekolah (sekolah milik yayasan ; dalam hal ini menjadi Pembina asrama SMA). Dan ternyata, hampir semua penghuni rumah tersebut merasa keberatan jikalau harus tinggal di asrama SMA, dikarenakan jauh, bakalan nambah ongkos makan&angkot, dan pastinya bakalan lebih banyak pikiran&waktu yang diminta nantinya (untuk program sekolah, program pembinaan siswa di asrama dan pastinya tinggal bersama siswa-siswa dsb). Sedangkan kompensasi yang didapat hampir sama, hanya tempat tinggal gratis saja (tinggal di asrama dengan siswa SMA). Tetapi anehnya, saya dengan penasaran (kayanya menantang juga nih??)akhirnya mengatakan bersedia.
Dan ternyata setelah menjalaninya, aktivitas tersebut memang tidaklah mudah (banyak hambatan, baik dari saya sendiri dan dari luar). Tetapi, saya tetap berusaha optimal untuk itu. Dikarenakan saya melihat bahwa siswa-siswa tersebut bukanlah orang sembarangan, saya yakin mereka adalah orang – orang yang bakalan sukses nantinya dan punya cukup pengaruh nantinya. Dan ketika mereka sukses dan punya pengaruh, saya berharap apa yang saya dan teman pembina lainnya lakukan dapat menjadikan mereka menjadi orang-orang yang bermanfaat, peka dan dapat menghargai orang-orang di sekitarnya. Mengapa siswa tersebut bukan orang sembarangan, dikarenakan yang masuk sekolah tersebut beragam, baik dari segi tingkatan ekonominya, segi agamanya (ada yang Islam, Katholik, Kristen, Hindu&Budha), dan secara umum bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam : 1. Siswa Beasiswa (yang merupakan anak-anak unggulan bangsa Indonesia ini, juara olimpiade sains nasional, anak daerah berprestasi dsb). 2. Siswa Non-Beasiswa (yang merupakan anak-anak orang kaya dan sangat mampu dari segi ekonomi- mengingat biaya sekolahnya yang cukup mahal, bahkan semesterannya lebih mahal dari UI). Nah,karena hal itulah saya merasa perlu untuk sedikit berbagi pengalaman dari orang yang sudah duluan hidup ini. Kemudian, dari hal tersebut harapan kami adalah agar mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk keluarganya, teman-temannya, bawahannya (ketika mereka jadi atasan nantinya) daerah asalnya dan syukur-syukur bisa berguna bagi bangsa dan rakyat nantinya (tidak apa-apalah bermimpi, Kan mimpi itu adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia—kata Nidji sih gitu!!).
Perlu saya jelaskan juga bahwa status Pembina tersebut, bukan sebagai pengawas yang menyeramkan atau sejenisnya, tetapi kami diminta untuk menjadi kakak dan teman untuk siswa-siswa (tempat curhat dsb), kemudian terkadang menjadi konsultan untuk orang tua juga. Dari hal tersebut, banyak pengalaman lucu dan seru yang saya dapat. Terkadang ketika orang tua lagi banyak masalah, saya bisa sampai jam 11 malam ngobrol sama mereka. Padahal besoknya, tugas kuliah masih banyak lagi. Ada juga siswa yang membuat saya kaget dan sadar jikalau materi itu bukan segalanya, ada beberapa siswa yang langsung dari mulutnya mengatakan jikalau “saya rindu dengan pelukan orang tua saya, saya tidak butuh banyak materi dari mereka”. Ada juga, siswa yang berperilaku nakal dsb tetapi setelah saya cari tahu, ternyata mereka itu mencari perhatian, ingin melampiaskan kekesalan terhadap orang tua mereka bahkan ada yang mengatakan “saya sudah bosan menangis!!, karena dari kecil saya sering nangis, gara-gara saya sering dipukul, kemudian orang tua saya bercerai, ayah saya meninggal beberapa tahun kemudian dan ibu saya entah kemana, sekarang saya tinggal bersama bibi dan paman saya dsb”. Itu sebagian perkataan yang saya dapatkan dari siswa. Berbeda lagi ketika dengan orang tua,yang mengatakan “saya bingung, saya melakukan A,B,C dsb itu… Cuma buat anak saya, orang tua itu hanya ingin agar anaknya bahagia, kami ga terlalu mengharapkan kami dapat apa dari mereka, kami hanya ingin agar mereka bahagia dan sukses nantinya”. (masih panjang nih kalo dilanjutin Lagi).
Tapi, Gila ga tuh manusia ??? emang manusia itu, makhluk yang paling aneh yang diciptakan oleh Tuhan.
Pagi2 Gagat udah ngesemes nanyain mo ngegowes, dan sy uda jawab oke dan cc ke bram henki dan heri. Spt biasa sy dtg j 7 lwt dikit but… masi sepi.
Gak lama si Iman ama anaknya Umar dateng… wuh si Umar uda gede ya. Lama gak ketemu, yg terakhir bulan puasa th lalu kali saya lihat si Umar, mu’takif kecil yg selalu i’tikaf bareng kalo bulan puasa bila sudah sampai di 10 hari terakhir. En kemudian si bram nyusul. Rupanya balesan sms sy ke gagat gak nyampe x.-
Sambil santai ngomongin si Hery Fuad yg kena DBD digigit nyamuk hutan UI.
Lama nunggu yg lain gak dateng2, akhirnya kita berangkatlah ngider UI dengan santai. Dan ternyata banyak juga rombongan lain yg memanfaatkan sabtu yang cerah di areal UI dengan track sepedanya ini, untuk bersepeda santai seperti kami.
Video lokal kembali beraksi dengan mengambil beberapa momen di UI-wood dan jalanan hutan UI.
After sholat tim dari Departemen Teknik Mesin dbp Dr Harinaldi mempersiapkan segala sesuatu yg diperlukan untuk site visit dari Dikti.
Ini dia penjelasannya tentang I’MHERE.-
Hibah I-MHERE diberikan kepada institusi pendidikan tinggi untuk meningkatkan relevansi dan efisiensinya. Setelah sebelumnya UI berhasil mendapatkan hibah I-MHERE skema B.2.b yang menghasilkan integrasi manajemen dan sistem informasi di UI (SIAK, SIPEG, SIRIP, SILAB) yang telah selesai tuntas di tahun 2008. UI kembali mendapatkan hibah I-MHERE skema B.2.c, skema ini duharapkan mampu mengoptimalkan hasil yang telah diraih sebelumnya dari skema B.2.b untuk kembali meningkatkan relevansi dan efisiensi institusi pendidikan.
Kegiatan I-MHERE skema B.2.c di UI dipercayakan pelaksanaannya pada Departmen Teknik Mesin FTUI (DTM-FTUI) dan Fakultas Ilmu Komputer UI. Seluruh sivitas Akademik DTM-FTUI akan terlibat penuh dalam pelaksanaan I-MHERE skema B.2.c ini.-
Latihan menjelang jam 12, malam hari minggu tgl 31Mei09. Seniman tua pada latihan band di Odessa studio Dharmawangsa Kebayoran. Mereka semua kurang kerjaan jadi ngeband aja daripada nggrecokin orang rumah.
Paulus Wirotomo dan anaknya yg lagi duduk, Budi Sukada, Sarlito Wirawan, Harry Wisnu dan anaknya si Abang, Triatno Yudo, dan satu Prof dari Univ Sahid (lupa namanya sorry…) dan Raldi Artono. Latihan Misty dan Marilah Ke Mari.-
Mereka ini kaya gak ada capenya kalau main musik.-
Video ini direkam dengan menggunakan handphone w800i pakai tripod canggih bikinan sendiri. Sayangnya, khusus didalam studio musik suaranya kurang bagus rada bising dan sember entah kenapa biasanya kalau gak di studio musik, biasa aja bagus gitu, tapi kalau didalam studio soundnya jadi pecah kalau masuk di hp. Karena itu tolong dikecilin vol nya supaya gak sakit kuping.
BTW tadi pagi ada berita Manohara berhasil lepas dari suaminya pangeran Kelantan dan sudah dibawa pulang ke Indonesia, melalui Singapur. Dan menurut pengakuannya dia betul diperlakukan tidak wajar oleh suaminya itu. Sejenis KDRT lah pokoknya, kemudian dia bilang juga nikahnya dipaksa waktu dia datang di Malaysia.
Dua orang kandidat S3 (program doktoral) di Dept Teknik Mesin FTUI, tadi jumat pagi 29Mei09 telah melaksanakan presentasi dihadapan para dosen. Banyak pertanyaan tajam yg memerlukan perhatian khusus dari para kandidat, yaitu: Imansyah Ibnu Hakim dan Ibu Ni Made Ketut.
Kunjungan Dekan FT Univ Malikussaleh pada hari rabu 27 Mei 2009 telah diterima oleh Dekan FTUI Prof Dr Ir Bambang Sugiarto MEng. Pertemuan ini diprakarsai oleh alumni Mesin Teuku Iskandar yang sekarang menjadi anggota MWA Universitas tersebut. Sebagai penghubungnya dari Depok adalah Ir tris Budiono M MSc. Banyak hal yang bisa dikerjakan untuk membantu Unima yang belum lama menjadi Univ negeri yaitu th 2002.
Banyak hal baru yang dilihat oleh rekan2 dari Unima ini saat bincang2 dan melihat dari dekat apa yg telah dilaksanakan di FTUI.
Lecture about thermal measurement will be held in Fac of Engineering, in relation with the test of incubator (type IF 5.1 M) and infant-warmer (type IW 1.1 M) as a product -ready to use- from PT Medixe Sekawan Utama.
Ardiyansyah will be the most expected one to get benefit from this first trial test and of course could be gratefull continued further for next research and development in medical instrument and equipment.
The local at EC third floor – Nandy’s Nano Material room – at ten o’clock on monday May 25th, will be the nice place for us to discuss the matters. He, as a cand Prof, promis to offer a tasty coffee for everyone.
Anybody’s welcome to participate, including S3 students.-
I myself have an idea to share with the world by taking a video and upload later on youtube (internet).
Best regards,
Raldi A. Koestoer
Prof in Heat Transfer
Sponsored by:
Indonesian Heat Transfer Society
Institute of Seebeck and Peltier
Kita ucapkan selamat kepada dua rekan dosen kita yang pada hari ini 20 Mei09 Rabu telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap FTUI:
1. Prof. Dr. Ir. Budiarso, M. Eng dengan pidato yang berjudul: Arah Riset Mesin-mesin Turbo Aliran Fluida Tak Mampu Mampat Dimasa Datang
2. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., MT dengan pidatonya yang berjudul Peran Riset Teknik Tegangan Tinggi Dalam Mendukung Industri Ketenagalistrikan di Indonesia.
Semoga dengan bertambahnya Guru Besar di FTUI akan semakin memperkokoh posisi FTUI sebagai salah satu pendidikan tinggi teknik terkemuka di Indonesia .
Beberapa kata kunci saya tulis dulu aja biar tak lupa tentang hal2 yang akan ditulis. Tanjung Bicari, Bitsyari, Besari, Sisir, makam keramat Habib Muthahar Alhamid, Sisir, Kapiten, Raja Aituarauw, Namatota, Kampung Seram, Kaki Air, Crooy, Coa, Pasar Senja.
13 Mei, ini tanggal istimewa bukan sih ?
Tanggal apa coba tebak ? Ya buat orang Jakarta tak pernah lupa ya. Pembakaran Mall dan ruko diseantero Jakarta tahun 1998. Ratusan orang mati di Yogya Department Store Klender. Pasar swalyan Goro Bekasi diserbu rakyat dan dijarah habis2an. 12 Mei sehari sebelumnya terjadi penembakan mhs Trisakti. Peristiwa mengerikan, yang sampai hari ini tak jelas siapa yang bertanggung jawab. Semua lewat begitu saja, dengan memakan banyak korban. Oh sudah sudah… cukup sekali saja jangan lagi terjadi peristiwa macam itu. Kitorang bikin yang manfaat saja jangan yang begitu he…
But today I’ve been in Kaimana, now I’m writing this text at Hotel Kaimana Beach (KBH). Tadi pagi kitorang duduk2 minum kopi di Resto depan hotel, resto namanya sama Kaimana Beach juga, mungkin yang punya sama dengan yang punya hotel. Duduk ngobrol sambil mandang ke laut lepas. Pantai berpasir melebar ke laut. Kala air surut muncullah semacam pulau pasir banyak binatang laut yang masih tertinggal di pulau2 pasir itu. Tiga anak laki bermain gembira di pulau kecil itu basah2an gembira tanpa beban bebas dan senang. Mengapa harus mengganggu anak2 yang selalu gembira di tepi laut. Jadi untuk apa sekolah ? sekolah itu susah, sekolah itu tegang, harus ulangan harus ujian harus UASBN harus Ujian Akhir Sekolah. Setelah itu toh susah cari kerja. Sedang tak sekolah jadi biasa kerja sendiri cari penghidupan tidak dihidupi oleh orang lain. Apalagi kalau ikan ada tinggal pancing sedikit, daun2 dan buah untuk makan tinggal ambil di halaman atau sedikit ke hutan. Hidup ini mudah toh ?
Ouw Yeee !! (itu kata project P di iklan).-
Satu dua bangau kecil mencari makang ikang (mirip kaya orang Makassar ya, begitu seringnya saya dengar orang sini bicara… ikang fauzi kaleee…), kopi, blinjo, airputih, pisang jadi santapan kami berdua. Tak perlu dicritakan isinya obrolan penting gak penting. Oh tentu saja obrolan itu membelah dunia dari timur kebarat utara keselatan bawah laut ke outer space, dari dunia tembus ke akhirat alam nyata mixing dengan alam khayal, tasawuf filsafat sampai sosiologi. Kadang Khopingho bertempur dengan Nagasasra. Spongebob ketemu Sangkuriang. Dari penjahat sampai nabi, Malaikat jin dan hantu serta Tuhan, juga turut menyemarakkan suasana omongkosong pagi.
Itulah kira2 isi obrolannya… gak penting isinya yang penting gunanya untuk kemaslahatan bangsa ini…. Wuah…hebat kali..?
Semua dikupas tuntas dibahas dengan berbagai metodologi dengan tidak pernah melupakan fakta dan data eksperimen berbasiskan formula tertentu sesuai dengan standar ISO dan SNI. Sehingga analisis yang akurat dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, dimana diskusi merupakan bumbu penyedap yang wajib walau selalu menyimpang dari hipotesa. Kesimpulan sebagai sebuah pernyataan tesis tetap harus ada, dan tidak perlu menampilkan apa-apa yang sudah jelas sebagai hasil pengamatan. Ini yang sering ditulis oleh para peneliti pemula dan peneliti tua sekaligus. Biasanya peneliti lokal tak punya keberanian untuk menyatakan pendapat karena begitulah mereka dididik, menjadi manusia peragu. Alias tak berani tanggung jawab. Sintesis yang muncul atau hasi eksperimen yang menyimpang disebut kesalahan pengukuran karena menggunakan tools yang tidak akurat… oouw dorang bodoh kali… gitu kata orang sini. Fenomena alam yang terjadi tidak dibaca (karena tak cocok dengan teori dan tak sesuai dengan pola pikir awal dan frame of mind yg awam) tapi dihindari dengan selalu mencari-cari kambing hitam, alatlah yang salah, orang lainlah yang salah, atau kalau ada kambing terutama yang hitam selalu jadi sasaran untuk di blame. By the Way sambil ngetik teks ini di TV ditayangkan penguburan jenazah dari korban jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Magetan dimana ada 90 an orang meninggal dunia. Suasana duka keluarga korban sangat terasa, isak dan tangis keluarga yang ditinggalkan menambah luka semua yang melihat pemakaman. Pesawat tua itu sudah seharusnya mendapat perawatan yang lebih baik atau kalau mau lebih save lagi harus di-grounded- segera demikian juga dengan pesawat2 tua lainnya. Budget untuk TNI mungkin perlu ditambah untuk mengganti peralatan tua dengan peralatan yang baru.
Setelah satu tandan pisang habis dikunyah oleh dua primata ini, muncul ide untuk mengunjungi SMA dan SMK di Kaimana ini.maka ditelponlah pak Monas (Mohammad Nasir)yg segera sigap mengirim mobil Avanzanyadengan supir khususnya si Ufi tentu item dan kriting karena dorang asli dari Kaimana. Diantarlah kami visit dua SMK yang ada. Ternyata keduanya sudah tutup. Padahal hari baru jam 1330 an kira2. Tapi semua sudah kosong. Rupanya tak ada kegiatan berarti di Kaimana ini jadi semua orang tidur siang di rumah. Jam 14 semua guru sudah berada di rumah masing2 dengan keluarganya.
Kenapa kitorang musti cari susah ?
Jadi kami baik lagi hotel, barujam ½ 4 pergi keluar cari internet di warnet. Cuma ada dua komputer disitu, setelah satu jam ngoprek2 tapi tidak juga bisa dpt web yang dicari karena kecepatannya sangat rendah, pergilah primata bertisyert ini naik beca ke kota menuju pasar senja di tengah kota. Silakan tengok videoklip orang desa masuk kota karena noraknya naik beca di Kaimana. Lalu balik hotel naik angkot, dijlan ketemu Monas jadi dorang kasi kita pinjam mobil dg si Ufi supirnya yang njemput jam 5 utk bisa berenang di pantai.
Dasar laut jelas terlihat karena jernihnya air. Dan sampai jauh menjorok ke laut muka air tetap rendah paling hanya sampai perut. Puas2lah berenang disitu sehinggak hampir tiap hari kadang pagi kadang sore dua primata yang lepas dari kandangnya di UI sukaria berenang. Dan airnya ma’… hangat… coba bayangin mandi di laut air hangat. Luarbiasa kan ?
Di pantai itu ada pak Moro dan Nenek rambut putih, pemilik rumah pinggir pantai yang kasi kitorang mandi air tawar di perigi yang airnya jernih padahal hanya 2 meter dalamnya di pantai pasir lagi. Malamnya kami sempat tahlilan di salah satu rumah Alhamid dan selesai itu disuguhi macam2 makanan, Alhabib Al Muhammad bin Idrus Alhamid ketemu sama Hababah Syifa untuk mengecek silsilah Alhamid mulai dari Hadramau sampai di Papua. Semua catatan istilah itu ada di bukunya Habib. Lihat videoklip.-
Beberpa keywords yang saya tulis di depan akan sy jelaskan sedikit. Sisir daerah agak jauh ke timur dari Kaimana naik boat 2 jam. Habib Muthahar, makam keramat di Tg Bicari yang perlu naik boat 30 menit dari Kaimana. Nanti di cerita selanjutnya akan ada ttg Tg Bicari. Crooy nama tempat di Kaimana. Coa daerah bandara Kaimana. Namatota, nama pulau naik boat kearah timur 2 jam yang jadi perkampungan dg penduduk 300 an jiwa. Kami juga sempat bermalam di kampung itu. Kampung Seram, daerah pinggir pantai dekat pelabuhan dimana saudara2 Aituarauw dan Alhamid banyak tinggal. Mohdar Alhamid sebagai tokoh Gerindra di kampung Seram ini dengan anaknya Fadil yang aktif dengan berbagai kegiatan. Masjid besar dengan kubah yang besar sedang dibangun disini, mesjid ini sempat dikunjungi oleh rombongan mentri (Menko Kesra Aburiza, Menhub Jusman dan Mendagri). Kaki Air, daerah yang banyak air (sumber mata air) di kota Kaimana. Banyak orang mandi dipinggir jalan raya kalau kami lewat naik angkot.
(Raldi 13Mei09, diketik 21Mei09. Hari mundurnya Suharto th 1998).-
Lanjutan Tg Bicari.
15 Mei 09, nulis sambil ndengerin deklarasi calon Presiden dan wakilnya ’SBY Berbudi’, SBY Bersama Boediono. Tulisan ini menutup jumat sore sampai malam. Tadi ndengerin sambutan dari beberapa orang, 3 menteri Wagub Papua Barat dan Bupati Kaimana. Semua itu di Resto depan hotel, jadi mentri2 yang datang itu Aburizal, Jusman SD dan Mardiono (Mendagri). Mereka datang tadi siang setelah solat jumat.-
So tadi siang kitorang jalan2 critenye, naik speedboat ke Tg Bicari atau Besari atau Bitsyari, spt yang diinginkan oleh Alhabib AlMuhammad. Siapa yg berani menentang keinginan Yth Anggota MWA UI ini (Majelis Wali Amanah Univ Indonesia, semacam Board of Director yang memberi mandat pada Rektour UI utk bekerja. Jadi Rektor ini takut sama mereka, ada 29 orang semua jawaralah pokoknya), gak ada yg bisa nentang sekali beliau niat, semua harus jalan. Demikian juga niatnya utk kunjung ke Tg Bicari dimana ada makam keramat Alhamid disana. Beliau kasi perintah pada Fadil anaknya Mohdar Alhamid, maka sibuklah Fadil telpon kesana kemari. Meski nunggu lama s/d jam 3, tapi akhirnya dapat juga speedboat sekalian dengan bensinnya dua tangki membawa dua dzuriyat primata ini melaut mulai dari Kampung Seram menyusur ke kiri pinggir pantai arah timur melalui tebing2 curam dipinggir laut. Kelihatan bekas2 kikisan ombak menghambar diselingi tanaman hutan liar kadang2 ada anggrek juga yang tumbuh diantara tebing. Dasar laut kelihatan jernih bening dan indah transparan seperti bayangan dibalik kaca atau akrilik semua terlihat sampai karang dan tumbuhan laut dibawah.
Luarbiasa…. benar dan tak bohong secuilpun… Indah dan bersih bawah lautnya. Dan pesisir tebingnya… Ada gambar2 reptil dengan warna merah. Katanya manusia purba, tapi blkgan dari pak Bupati kami dengar, ini mungkin 200-300 tahun yang lalu saja. Banyak lubang mirip gua di tebing nan menjulang tinggi. Sungguh indah alam ini. Tebingnya tegas dan menantang para climbers…Pastinya dong ini surga bagi pemanjat tebing. Adakah alam yang lebih menarik dari pantai pesisir ini, ciptaan Allah tak ada duanya. Pasti sulit mencari bandingannya. Rumput laut yang ada dibawah perahu terlihat dengan jelas menunjukkan kejernihan air lautnya.
½ jam kira2 sampailah kami di Tg Besari. Dimana ada makam keramat dari Habib Muthahar Alhamid, terkucil ditengah hutan yang sunyi yang ada hanya nyanyi burung.
Dan makam itu ada penjaganya yang menyambut kami kala datang tadi, hitam seperti layaknya orang papua, hanya bercelana pendek lusuh tanpa baju. Ia menegur kami masyaAllah, ”Assalamualaikum..” mengagumkan sendiri ditengah hutan hanya menjaga makam. Bila anda ada waktu perhatikan videoklip saya (Tanjung Besari) makan waktu 9 menit tapi didalamnya ada penjaga makam itu. Waktu kami bersalaman tangannya hangat.-
Selesai itu kami mampir di penangkaran mutiara (betul gak istilahnya penangkaran… kaya penangkaran kura2 aja ya). Di kecamatan Sisir tapi kata pengantar kami daerah itu masih Besari. Disitu ada juga kubur keramat yg mereka sebut ’kapiten’ di tempat penangkaran mutiara itu.
Sedikit telat, kemarin saya menyaksikan Senja Indah dari arah pelabuhan Istilahnya orang sini bilang kurang ’dapat’ karena matahari tidak bulat tertutup awan hanya sebagian sinarnya saja yang terlihat. Bagi saya senja itu bahkan tiap hari tetap indah karena langsung kita liat diatas laut. Bahkan kami lanjutkan dengan mengambil foto dan video di restoran di kota yang menghadap kelaut. Bahkan di restoran itu ketika kami pesan kopi mereka tidak mau dibayar karena mereka ngenalin mobilnya pak Monas, rupanya mobil itu sudah sangat dikenal disitu sehingga kopinya mau dibayar malah tra mau.
Belum pernah kan ? Yah saya juga baru denger pertama x ini. Awalnya pas baru berangkat dari Ambon tadi pagi jam 8.20 WIT, satu jam kemudian steward seragam merah kasi pengumuman, dia bilang ”Sebentar lagi kita akan mendarat di …..” Uh… gak jelas banget ngomongnya. Bunyi kresek2nya lebih keras dari ngomongnya. Pesawat kecil Wings-Air ini bener2 gak pernah ada maintenancenya alias gak pernah dirawat. Padahal harga tiketnya lebih mahal daripada Jkt-Ambon.
Anda tentu pernah denger kan Fak-fak sebuah kota di leher kepala Burung Papua (baca: Fuck-fuck…ih gila lo, itu kan orang Inggris punya bahasa), kota ini termasuk dalam propinsi Papua-Barat. Supaya anda tahu aja ya, Papua itu punya dua propinsi, satu Papua dan satu lagi Papua Barat.. So selagi kami liat2 saat transit di bandara sederhana itu, tahu2 baling2 pesawat D8-100 itu sudah berputar mau berangkat. Saya dan Habib Muhammad bin Idrus Alhamid ter-birit2 lari naik ke pesawat takut tertinggal, karena ini sistem barbar segala sesuatu musti tahu sendiri gak pake pengumuman. Begitu kami masuk, tangga pesawat langsung nutup dan pesawat berangkat take-off…. Uh untung gak terlambat, gile banget. Jadi Torea , itulah nama bandara ini.
Ini kali ke 7 saya berkunjung ke Bumi Papua ini. Lumayan ya, koq norak banget sih di-itungin ? Ya tentu, karena jarang2 orang mau atau berminat ke Papua, banyak yang denger nama Papua aja udah merinding ngebayangin perang suku dan orang2nya pada gak pake baju hanya make koteka. Betul gak sih begitu ? Itu tidak benar, itu image yang salah terhadap Papua. Mulai dari 3x kunjungan pertama saya tahun 1977 ke Sorong, Salawati dan Lugo Island… Semua itu di daerah kepala burung Irian. Visit ini bersama dua orang senior saya Yunus Makmun dan Ismoyo Sumitro (mereka ada koq di Facebook… Kitorang ketemu lagi Mo… tahu2 udah tua aja kita. Bentar lagi kita kepala enam ya…). Kali ke 4 bersama almarhum Ajit Lilani waktu itu kerja di agen Webco dumptruck, rada jauh ke puncak Cartenz (puncak Jaya) tahun 1979 PT Freeport masih dalam tahap awal pembangunannya tapi kota Tembagapura sudah ada. Waktu itu mendarat di kota Timika dan naik mobil dua jam ke Tembagapura. Kemudian kali ke 5 bersama mas tris Budiono dan pak Anis (Wakil Rektor) ke Grasberg Freeport yang sekarang tahun 2006. Kali ke 6 Tahun 2007 ke Timika di kabupaten Mimika Papua Barat juga.untuk ujian seleksi masuk UI KSDI seperti sekarang ini.
Back to pesawat kecil tadi, pemandangan bumi Papua kembali terhampar di bawah diantara awan putih yg menyelimuti malu2 hamparan hutan bak permadani hijau, gunung dan sungai. Teluk yang berliku serta pesisir yang kadang seperti leher gadis berkalung mutiara, kembali timbul tenggelam menyembul diantara awan putih kadang tebal kadang tipis. Perjalanan antara Fakfak dan Kaimana lebih banyak menyisir pantai sehingga pesawat sering berada dilaut saja atau dihutan saja dan juga menyusur tepi pantai. Laut biru diseling pulau kecil ada yang dikelilingi pasir putih ada pula gunung yg langsung berbatas laut.
Adakah yang lebih indah dari bumi anugerah Allah ini ? Tak pernah akan ada duanya. Adakah kita mahlukNya ”the so called” manusia modern ini, sanggup menjaganya ? Katakanlah YA kita mampu. Mari segera laksanakan dan tekadkan dengan penuh konsistensi. – LESTARIKANLAH BUMI PAPUA INI -.
Universitas Indonesia sudah memulainya dengan membuat MOU antara Rektor UI (ditanda tangani Wakil Rektor Dr Ir M Anis) dengan Pemerintah Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat dengan bupatinya Drs Hasan Ahmad Msi. Realisasi pertama adalah Penyelenggaraan Program Kerjasama Daerah dan Industri (KSDI) antara UI dengan Pemkab Kaimana. Dan dalam rangka itulah kami berada di Kaimana sekaligus melihat dan mempelajari kemungkinan kerjasama lain yang bisa dikembangkan antara UI dan Pemkab Kaimana.
Kelanjutan dari perjalanan pesawat ini adalah 30 menit sampai di Kaimana dari atas terlihat landasan pesawat yg relatif pendek. Itu sebabnya ahanya pesawat kecil yang bisa kesini. Dan yang aneh juga bagi saya nama bandaranya, yaitu UTARUM. Kelihatan sederhana (Nampaknya banyak perlu direnovasi)., saya masih belum tau lagi apa artinya kata itu. Dan aneh lagi di papan nama bandara tertulis:
KOTA SENJA INDAH KAIMANA.
Betulkah indah seperti yang dinyanyikan oleh biduan lama Alfian – Senja di Kaimana -.
Yang saya ingat sebagian syairnya:
Kan kuingat slalu /Kan kukuenang slalu /Senja inda senja di Kaimana.- (12Mei 09).-
Saya Maximise tulisannya mas Nanta (Ir Guananta).-
***
Prof Raldi, kebetulan kita Iluni FTUI skrg punya “tempat khusus” untuk nge-band, nge-jam, nyanyi or mo dengar/nonton live musik oleh teman2 Iluni di Romeo Cafe, AutoMall, SCBD, tiap hari Senin malam pada minggu ke 4 setiap bulannya. Dimulai jam 21.00 wib sampe 23.00. Silahkan datang & nyanyi ya prof. Kita2 alumni pingin banget prof Raldi bawa’in “I Love U Bibeh” nya Changcuter tuh, he he he, kita pingin lihat actionnya “si Tria”nya FTUI neh. Sekalian kita “reuni kecil2an” dg teman2 alumni lainnya. Trus, Prof Budi Soesilo nanti juga akan ikut tampil dan “nge-jam” main saxophone dengan teman2 Iluni FTUI lainnya (pengiringnya Nanta & Friends atau homeband nya Romeo Cafe, koq. pasti asyiik).
OK, kita tunggu hari Senin 25 Mei 2009 mulai jam 21.00 wib di Romeo Cafe ya Prof. C U there!
—————————-
iya, pesen lagu request: Changcuter ama peterpan ya. So far sy niat dtg.- (Ral).-
Pernah baca cerita Max Havelar ? Pasti belum kan ?
Nah jangan kuatir saya juga belum baca koq… Cuma denger2 aja orang ngomong soal MH yang ditulis oleh Douwes Dekker Multatuli yang nulis buku tentang penindasan rakyat didaerah Lebak Banten.
Kali ini TPB (The Professsor Band) berkesempatan untuk datang dan manggung di kabupaten Lebak ini dengan kotanya Rangkasbitung.
Koq bisa2nya sih TPB mampir di Lebak ? Apa hubungannya TPB dg pemkab Lebak ?
Percaya gak percaya, ceritanya ini mulai dari Blog. Lho koq dari blog ?
Bener blog… Jadi abis dulu manggung di TV Indosiar saat ultahnya pada bulan Januari yang lalu. Rupanya penampilan TPB ini menarik perhatian karena banyak yang kagum. Koq ada para Guru Besar UI bisa main musik begitu bagus… Ceile Ge-er ni ye. Muncullah ide dari seorang RKK (Remaja Kota Kecil, ini istilahnya bu Erry Yudhoyoko). Gimana kalo dalam rangka Hari Pendidikan Nasional The Prof Band main di Kabupaten Lebak. Hal ini dimaksudkan untuk menarik masyarakat dan memajukan pendidikan di kabupaten ini yang ternyata sudah menyatakan diri sebagai kab berwawasan pendidikan (tuh..bagus kan ya ?).
Si RKK yg bernama Nisrin Hadad (lincah dan gesit, calon pemimpin Lebak masa depan), nyari di internet tentang TPB. Nemulah dia di blog saya banyak info ttg TPB (http://koestoer.wordpress.com).
Kemudian NH ini mengontak saya dan bahkan datang ke kantor saya di Depok (berarti serius kan ?). Lalu saya hubunginlah NH dengan ”our super-manager” ibu Yayi (Catarina Paulus). Kontak mengontak terjadilah sedemikia rupa sehingga akhirnya TPB jadi manggung di Rangkasbitung Lebak tanggal 02 Mei 2009 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.
Tempatnya di Alun-alun kota. Ramenya gak usah ditanya deh mulai dari tukang es, tukang beca, polisi, tentara, anak2, ibu2, nenek2 , rakyat semua tumplek disitu, dimana dibangun juga spesial panggung buat pertunjukkan band. Pejabat setempat berikut keluargaso pasti diundang dan hadir rame2. Dan acara Harpenas itu juga diisi dengan berbagai acara bahkan ada juga malam itu diputar film Laskar Pelangi.
Dari Jkt kami berangkat ber4 saya, Gedeg, Iyan nebeng mobil bu Erry (penyanyi TPB yang paling ayu). Dari tol TB Simat cepat juga sampe BSD tapidisitu macet. Sesuai petunjuk ibu Super-Manager dari tol Merak kita keluar di Serang Timur, cari Pandeglang lalu Rangkasbitung. Lama juga ternyatabernagkat jam 1430 sampai di hotel Kharisma Jelujuk jam 1615. Pas sampe ternyata yg lain sdh mau berangkat checksound ke Alun2 dan gak balik lagi mereka langsung disana sampe show nanti. Kami beres2 dulu sebentar dan lalu nyusul ke tempat manggung di Alun2.
Dan Tak heran begitu Wakil Bupati Bpk Amir Hamzah selesai memberi kata sambutan TPB langsung menggebrak panggung dengan Sajian pertam Save the Last Dance dinyanyikan oleh Maya penyanyi muda TPB mhsiswi FISIP UI Antropologi angkatan 2008. Berturut-turut kemudian Gotty’s song, All of Me oleh bu Erry dilanjutkan bu Erry lagi L O V E. Saya kemudian nyanyi lagu Chrisye yg kemudian dipopulerkan lagi oleh Peterpan –Kisah Cintaku- . Yg ini dapat sambutan lumayan karena banyak orang muda yang ikut nyanyi.
Dan seperti sudah diduga, dua lagu terakhir yaitu lagu dangdut mendpt sambutan paling meriah sehingga penonton ikut berjoged di depan pangung bersama termasuk bpk Wakil Bupati.
Yah… Cukup PD lah penampilan kali ini. Makan malam di restoran Padang Sederhan semua pada ketawa sumringah bapak2 Gotty, Budi Adelar, Paulus, Sarlito, Harry Wisnu. Juga yang muda Gedeg, Iyan, Andra, Maya. Lalu ibu2 Yayi, Budi, ibunya Yayi, Erry. Semua makan dengan lahap dan gembira. Salam Ral, 02Mei09.-
Daripada bingung2 mau ngapain mending nulis ajah yah… Nah ini critenya tadi berangkat kantor siang banget jam 11.35. Karena pagi tak ngajar jadi sedikit rileks. Mulai dengan kerja di rumah walau belum mandi. Buka komputer dana kirim sms dari koneksi komputer laptop dengan dua handphone saya nokia e90 dan soner w800i. Satu yang nokia pake kabel usb sedang yang soner pake bluetooth. Lumayan setengah lancar kadang terhambat baik btooth maupun kabel. Tapi jalan jugalah buktinya bisa berhubungan bisnis dengan beberapa pelakunya semisal Mr Chor, Mr Riz, Mr Rez, Mr Ram. Urusannya semoga jalan semua berkaitan dengan resource Mg. Duilah business-man ni ye.. gaya amat.. tapi mana untungnye… belom… sabar dulu dong kan semua kudu diurus felan-felan kata si fulan.-
Nah sembari mandi jam 10, muncullah ide karena ngeliat botol shampo yang menuh2in tempat rak di kamar mandi. Apa itu idenya ? Saya kopreg2lah itu botol shampo… kembali menjadi… seperti juga kopreg2an yang lalu.. yaitu menjadi… guess what ?
Ya betul… itu dia Tripod Kamera Handphone. Dengan menggunakan sekedar cutter, saya bolonginlah itu botol shampo, potong sana potong sini. Walau ukuran belum tepat benar… kan namanya juga prototipe, jadi gak usah persis bener. Yang penting bisa nggak dipake geetooh.. Jadi juga tuh ternyata dan langsung dipraktekan sambil nyorot diri sendiri dengan HP Soner dan sebagai figuran dibelakang ada Mr Yana lagi masang dan bersiin lampu kristal ruang keluarga.
Abis itu berangkatlah si Jon Towel ke kantor mengendarai panter biru. Tripod HP Baru langsung dipasang di dashboard. Wah ternyata tanpa diduga ukurannya udah pas. Atasnya nyentuh kaca, bawahnya di dashboard sehingga si Tripod bisa berdiri tanpa dipegang. Nah sekalian tali HP nya saya sangkutin di spion mobil diatas, biar kalo jatuh dia masih ngegantung. Sepanjang jalan dari mulai fatmawati sampai depok saya ambil video dengan 2-3x jeda supaya gak kepanjangan klipnya. Tapi ternyata lebih juga tuh dari 15 menit masing2. Sy coba upload sebagian hasilnya di youtube ya semoga bisa dilihat demikian juga dengan tripod shampo made in lebak bulus yang sdh langsung bisa berfungsi sebagai tripod untuk Kamera Mobil.-
Hampir genap 105 tahun berlalu bangsa Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya, Raden Adjeng (RA) Kartini, yang wafat saat usia 25 tahun, tepat 17 September 1904. Empat hari setelah melahirkan putra pertamanya. Ajal memang kehendak Ilahi. Tidak pernah ada yang bisa menebak. Namun, banyak yang melupakan esensi taruhan nyawa seseorang. Bahkan, untuk tokoh yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional sekalipun. Dan, kelahirannya diperingati setiap tahun. Nasib tragis yang menimpa RA Kartini itu pula yang kini masih menimpa perempuan Indonesia setiap tahun. Mereka meninggal akibat melahirkan. Kematian ibu melahirkan masih menjadi persoalan yang cukup pelik di negeri ini. Tahun demi tahun, masih panjang daftar wanita yang menjadi korban takdirnya. Kita bukan mempersoalkan angka secara statistik, tapi kenyataan bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asia. Padahal, angka ini merupakan salah satu indikator kualitas sebuah negara. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, mengatakan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) Indonesia masih tertinggi di Asia. AKI dan AKB atau yang dalam istilah internasional dikenal dengan Maternal Morality Rate (MMR) di Indonesia masih sangatlah tinggi. Walaupun sudah berhasil ditekan di bawah rata-rata negara berkembang. ”Tahun 2002, kematian ibu melahirkan mencapai 307 per seratus ribu kelahiran. Angka ini 65 kali tingkat kematian ibu di Singapura, 9,5 kali dari Malaysia. Bahkan, 2,5 kali lipat dari indeks Filipina,” paparnya dalam seminar “Revitalisasi Pemikiran Ibu RA Kartini Menuju Satu Abad Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan”, Ahad (26/4). Padahal, kata dia, MMR merupakan indikator utama yang membedakan suatu negara digolongkan sebagai negara maju atau negara berkembang. Dia menerangkan, rata-rata MMR di dunia, dari seratus ribu kelahiran tingkat kematian ibu mencapai 400. Sedangkan, negara maju indeks MMR-nya 20 kematian per seratus ribu kelahiran. ”Rata-rata di negara berkembang 440 kematian ibu per seratus ribu kelahiran,” terang dia. Penyebab tingginya tingkat kematian ibu di Indonesia, menurut dia, antara lain, lantaran budaya patriakal yang masih kental. ”Perempuan tidak memiliki kendali penuh atas dirinya. Seringkali, dia tidak berkuasa kapan dia harus mengandung. Padahal, di saat itu mungkin hamil berbahaya bagi dia,” ujarnya. Kemudian, disebabkan tingginya peranan dukun, terbatasnya layanan medis modern, kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan kurangnya akses terhadap informasi. ”Kadang bukan masalah tingkat pendidikan. Tapi, lantaran ketidaktahuan, saya pun pernah mengalami anemia saat mengandung,” katanya. Dewi mencermati, di saat era otonomi daerah sekarang, tidak ada provinsi yang menjalankan agenda kesehatan reproduksi perempuan. ”Padahal, pendidikan kesehatan reproduksi penting bagi perempuan yang beranjak dewasa,” tambahnya. Dalam bidang kesehatan reproduksi, menurut Dewi, perempuan masih banyak menjadi objek, bukan subjek yang otonom yang dapat memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya. ”Bahkan, program keluarga berencana yang dicetus Orde Baru pun bukan dirancang demi kepentingan perempuan. Melainkan, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara,” katanya. Di lain pihak, lanjut Dewi, pengalaman tragis RA Kartini yang meninggal dunia saat melahirkan putra pertamanya perlu dijadikan raison d’etre (alasan) utama perjuangan RSIA Budi Kemuliaan. ”Ini dalam terus melanjutkan perjuangan mencegah kematian ibu melahirkan di Indonesia,” katanya mengharapkan. Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Nursanita Nasution, menjelaskan, jika kita ingin memperbaiki posisi Indonesia di mata internasional, perbaiki wajah perempuan Indonesia. ”Bagaimana mungkin kita mengharapkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermoral, jika para ibu hamil kekurangan gizi dan mengalami anemia,” tukasnya. Menurut dia, wanita itu ibarat madrasah. ”Jika kita persiapkan dengan baik berarti kita mempersiapkan bangsa yang baik pula,” tambahnya. Dia menyayangkan lebih seabad perjuangan RA Kartini, namun angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asia. ”Ibarat pesawat yang berpenumpang 300 orang, maka setiap bulan satu pesawat jatuh dan menewaskan seluruh penumpangnya,” ujar politikus dan ibu dari tujuh orang anak ini. Dalam kesempatan peringatan menuju 100 tahun RSIA Budi Kemuliaan tersebut, Direktur Utama RSIA Budi Kemuliaan, dr Mohammad Baharuddin SPOG, mengatakan, pemikiran RA Kartini telah menginspirasi berdirinya Perkumpulan Budi Kemuliaan hampir seabad yang lalu. ”Sampai saat ini, kami menerapkan pemikiran-pemikiran Kartini dalam memberikan pendidikan, pelayanan, pelatihan, dan penelitian di bidang kesehatan reproduksi melalui Rumah Sakit Ibu dan Anak serta Akademi Kebidanan Budi Kemuliaan,” ujarnya. Perkumpulan Budi Kemuliaan dalam melakukan pelayanan, kata dia, berprinsip tidak pernah menolak pasien, tidak mengharuskan uang muka, menerima pasien dengan rasa hormat, pemberdayaan pasien dan keluarga, dan kebijakan pelayanan yang dirancang memenuhi kemampuan masyarakat. ”Oleh karena itu, kami melayani pasien dari yang miskin sampai yang berada. Dan, di RSIA Budi Kemuliaan kami tidak membedakan ruang persalinan pasien kaya dan miskin,” tambahnya. Misi Perkumpulan Budi Kemuliaan, terang dia, antara lain, merintis dan mengembangkan usaha baru dalam rangka meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan peran serta perempuan dan keluarga. Anggota dari perkumpulan yang pada awalnya bernama Perkumpulan untuk Memajukan Ilmu Perawatan Bumi Putera 1912 ini, kata dia, berkewajiban mengawasi jalannya badan pengelola usaha, membayar iuran, dan tidak menerima pembagian sisa hasil usaha. Salah satu anggota aktif Perkumpulan Budi Kemuliaan, Palgunadi T Setyawan, mengungkapkan, alasannya bergabung dalam organisasi nirlaba tersebut. Dia mengatakan, ingin menjadi bagian dari solusi. ”Bukan bagian dari masalah bangsa ini,” ujar komisaris independen di beberapa perusahaan besar di Indonesia ini.