Dosen Terganggu dengan Kegaduhan di UI


 

Kontroversi Gelar Doktor
Dosen Terganggu dengan Kegaduhan di UI
Andy Riza Hidayat | Robert Adhi Ksp | Senin, 5 September 2011 | 20:38 WIB
 
 06 September 2011
 DEPOK, KOMPAS.com - Dosen di Universitas Indonesia merasa terganggu dengan kegaduhan yang belakangan terjadi mengenai penganugerahan gelar doktor honoris causa. Gelar doktor yang diberikan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri ke Raja Arab Saudi Abdullah Abdul Azis Al Saud memicu polemik internal dan eksternal kampus.
Kalau persoalannya gelar doktor, maka harus dijelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Rektor harus membuka komunikasi sejelas-jelasnya mengapa gelar tersebut jatuh pada Raja Arab Saudi. Saya kira masih ada yang lebih pantas mendapatkan gelar itu.

Wujud dari polemik ini paling baru terlihat dari acara halal bi halal yang digelar dua pihak berseberangan pada waktu yang hampir bersamaan di kampus UI di Depok, Senin (5/9/2011). Rektorat menggelar acara halal bi halal di Gedung Rektorat UI Lantai 2. Sementara pada hari yang sama, terdapat halal bi halal di Kampus Fakultas Ekonomi UI.

“Sebagian besar hadir pada acara halal bi halal di rektorat. Hanya tiga dekan yang tidak datang. Kami menganggap hal ini wajar, ibaratnya dalam satu keluarga ada anak yang berbeda dari yang lain,” kata Devie Rahmawati, Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI, Senin kepada Kompas.

Mereka yang tidak hadir di acara rektor antara lain Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Ekonomi Firmanzah, dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer T Basarudin.

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI Andrinof Chaniago mengatakan polemik mengenai gelar doktor tidak membuatnya nyaman. Polemik ini membuka garis perbedaan antara yang pro dan kontra. Andrinof menyarankan agar persoalan ini dapat segera diselesaikan secara internal.

“Kalau persoalannya gelar doktor, maka harus dijelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Rektor harus membuka komunikasi sejelas-jelasnya mengapa gelar tersebut jatuh pada Raja Arab Saudi. Saya kira masih ada yang lebih pantas mendapatkan gelar itu,” kata Andrinof

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s