Surat Ujug-ujug dari Lebak

Satu pagi saya di telpon seseorang. Dia bilang KH TB AH dari pon-pes Hidayatul Ihwan di Lebak Rangkas Bitung Banten. Ngomongnya rada kurang jelas ini itu, tapi kira2 mau kasi oleh2 ama saya. Nanti ada anak santrinya yg akan dating ke kantor sy ngasi oleh2 itu.

Ya saya bilang oke aja kalau ada orang mau datang ngasi oleh2. Walau saya tanya kenapa atau apa sebabnya saya dikasi oleh2, dia menjawab brebet brebet brebet yg saya tidak begitu mengerti.

Okay saya tungguin aja, dan jam 11 an memang datang seorang anak, bernama Abdi dia ngaku pegawainya pak Haji AH dan memberi saya sehelai kain dengan bau parfum yg menyengat. Begitu saja dan waktu saya Tanya anak itu darimana datangnya dia bilang Cipanas… lho koq Cipanas ? Padahal si Haji dari Lebak ? Tapi anak ini nunduk aja tidak banyak bicara dan kliatannya susah utk di-tanya2. Saya bekalin duit aja dia buat pulang ama saya kasi baju koko.

Lalu saya bukalah surat Kyai Haji tadi, suratnya bisa dilihat di lampiran foto jpg dibawah ini. Isinya minta sumbangan 100 zak semen. Karena lagi bangun mesjid. Niat saya memang ingin bantu kalau ada kesempatan. Mau jugalah saya kalau memang ada masjid yg perlu bantuan. Jadi saya telponlah eh sorry smslah si bapak itu bilang kalau sy akan berkunjung utk lihat masjidnya. Dan ini jawab smsnya:

-0-

Wa. Alaikum salam wr wb, alhmdlah amiin pak . Anak sy sdh tatang ke bpk . Tks banyak peratian d niat mulia bpk untuk mempringan pembgunan yg sgt prihatin d bemutuhka skl biyaya . Inysa allah ke datangan bpk kmi tggu siang d malam . Salam do,a kmi seklrga di banten wasalam wr wb, kh tb ahmad hamdani kel .

-0-

Sambil iseng saya search di google nama pak haji itu dan keluarlah di blog seseorang yg k.l. isinya sama dengan surat yg saya terima dari si pak haji, bahkan namanya pak hajinya juga persis sama. Kejadiannya malah sudah lama th 2008.


Kamis 25 Desember,2008.-
saat sedang santai sore2, saya kedatangan seseorang yang nggak saya kenal,
katanya diutus oleh KH.TB Ahmad Hamdani, Pondok Pesantren Nurul Iman,
Kp.Guradog, Desa Guradog, Kec.Cibeber, kab.Lebak, Banten.
Hmmm.. jauh juga ya..
Dia (yang katanya santri di ponpes tersebut) selain menyampaikan sepucuk surat,
dia juga membawa titipan dari pak kiayi, berupa 3 buah benda pusaka:
keris, tasbih terbuat dari tulang dan semacam parfum yang wanginya sangat menyengat..
(dia bilang, ini kujang hikmah, koniba salwa yang katanya banyak khasiatnya,
diantaranya rejeki yang terus mengalir, dan dia sudah merasakan khasiat tersebut)
Isi suratnya menceritakan bahwa pak kiayi mendapat ilham dan ilapat serta pernah mimpi’ seolah2 harus memberikan benda pusaka kesayangannya kepada suami saya..
Di akhir suratnya dia tulis bahwa dia tidak bermaksud menjual pusaka2 ini, tapi saat ini dia sedang membangun mesjid, yang mana sangat membutuhkan semen 150 sak dan keramik 100 dus..
Karena saya dan suami nggak percaya pusaka2an, maka saya berinisiatif memberi si santri sejumlah uang dan suruh membawa lagi benda pusakanya, setelah saya sempet buka bungkusannya dan saya foto)
Duh Gusti..
mau minta sumbangan koq berbelit2 amat yak?

-0-

Nah gimana pendapat anda ?

Boleh kasi komen… Mungkin ini salah satu modus minta sumbangan dengan sebuah jalan cerita yang tidak jauh dari isi blog ditasa yaitu menggunakan modus pembangunan masjid ?

Atau bagaimana,…?

Salam Ral 21Feb2012.-

NB (Ini 2 SMS sebelumnya):

Ass wr wb . Bpk raldi artono yth sblmya sy mhn maaf mggu ke sibukan bpk . Pak inysa allah sy mau utus anak ke bpk ke depok ngantar oleh oleh dri sy husus buat bpk . Alhmdlah hasil pengajian d dorongan do,a para santri sudah sy rekes secara pribdi husus buat bpk pribadi . Mudah mudahan atas ijin d ridho allah swt ada barokah nya buat bpk sekluarga terutama kita semua amiin. Salam hormat d do,a kmi di banten wasalam wr wb, kh tb ahmad hamdani banten mhn kbrya .

Ass wr wb, tks banyak kbrya bpk . Inysa allah siang anak sy sampai ke bpk . Salam hormat dan do,a sy buat bpk seklrga di depok amiin . Kh tb ahmad hamdani banten wasalam wr wb,

 

Radja Ketjil

Malam minggu keluarga kecil pergi jalan2 ke Gansi. Lalulintas cukup macet terutama menjelang perempatan Poins Square nuju pondok indah. Namun setelah lampu merah walau padat kearah PI dst rada lancar.
Masuk Gansi cukup ruwet walaupun ternyata mall ini punya tempat parkir yg cukup luas bila kita masuk dari arah sebelahnya, tapi naik langsung ke L2 alias lantai 2. Boleh juga lah sehingga nyari parkirnya gak begitu stress.
Ramai juga Gandaria City ini banyak juga pengunjungnya. Restoran ada banyak dimana-mana.Tapi bo”… Yang namanya ngikutin ibu dan anak perempuannya ini…, rumah makan segitu banyak mulai dari UG-G-L1-L2 dst koq bisa sih gak ada yg cocok.
Wanita memang SULIT DIMENGERTIIII
sampe cape deh kaki ini ngikut kesana kemari, masi juga gak ketemu restoran yg cocok.
“Bapak aja deh yg milih…”
Mereka setuju, ok bapak millih cepet aja milihnya… But guyz… u know what happened ?
Ternyata mereka gak mau juga tuh…
Sarap semua.-
Yah terpaksa deh ngikut lagi jalan muter2. Haduh…pegel kaki nih…
Gak tahu gimana tahu2 ibu dan anak wanitanya ini masuk ke restoran Radja Ketjil begitu namanya. Ini bukan pertama kalinya kami masuk restoran ini, dan buat saya apalah pentingnya saya bisa makan dimana aja. Wong ini semua buat saya resto yang enak koq…
Bah… yang penting akhirnya saya bisa duduk. Lumayan sudah banyak orang didalam, tapi msh ada tempat utk kami.
Dan hebatnya ini resto udah sih kita cape jalan sana sini, eh.. mereka ngeladeninnya lluuaammaa banget.

Akhirnya keluar juga lah pesanannya… hmmm… ternyata enak juga. Atau karena kami udah kelamaan jalan2 ?

Pesanan saya seperti biasa … amat primitif… Nasi gowreng… bego ya… Mau makan dimana aja pesennya tetep ituh. Dan enak juga nasgornya… walhasil terhiburlah kami, sampai lama juga kami nongkrong di resto itu.

Saya gak ada hubungan lho dg yg punya resto itu… jadi ini bukan iklan, hanya sekedar crita aja… Salam 190212.-

ya9aYixu6U0

 

Internship di Taiwan

National Tsing Hua University (NTHU)

Bersama ini disampaikan informasi dari National Tsing Hua University (NTHU) - Taiwan, mengenai Internasional Internship Program dengan info sebagai berikut :

A. Outstanding Academic Performance
* NTHU was ranked first in Taiwan in 2012 by the U.K. Times.
* The world ranking of CoE is continuously increasing, from 114th in 2008, to 84th in 2009, and to 67th in 2010, according to the QS Times.
* Three Nobel Laureates, one Wolf Prize winner, and ten academicians (Academia Sinica, Taiwan) are from NTHU.

B. Excellent Research Environment
* State of the art research facilities
* 127 brilliant faculty members, 46 professional staff, and 3000 intelligent and friendly students
* Collaboration with 137 universities in 30 different countries

C. Attractive Surroundings
* NTHU is located in Hsinchu City; the world famous Science and Industrial Park is within walking distance; and it is just 90 minutes by car to Taipei 101 and the National Palace Museum
* The campus is beautiful, with abundant greenery, small hills, scenic lakes, Chinese Gardens, and ecological reserves
* The university's surroundings are superb, safe and convenient, providing gourmet food courts, bookstores, supermarkets, traditional markets, and shopping malls for electronics items

D. Academics :
* Department of Chemical Engineering
* Department of Power Mechanical Engineering
* Department of Materials Science and Engineering
* Department of Industrial Engineering and Engineering Management
* Institute of NanoEngineering and MicroSystems
* Institute of Biomedical Engineering

About Internship

A. High-Value Global Engineer Leadership Scholarship
* Subsidized round-trip airline ticket
* Monthly living allowance
* Free university accommodation

B. Program Application
* Worldwide undergraduate and graduate students with good academic performance are qualified to apply
* The internship duration is at least two months
* Applications can be submitted anytime

Demikian informasi ini disampaikan. Untuk informasi lebih lengkap dapat mengunjungi link berikut http://www.eng.nthu.edu.tw/engineering/index.htm.

Atas perhatian Bapak/Ibu, diucapkan terima kasih.

Salam hormat,
Yunita D. Hapsari
Sekretaris Man. Pendidikan & Riset FTUI

Pinjam Pakai GRATIS Inkubator Bayi

Ini SMS 3 minggu y.l. tgl 17 Jan 2012 dari sahabat lama Ir EP.

(+) Prof sy sdh baca inkubator di blog anda, mau tanya inkubator itu dimana bs didapat dan estimate brp ya harganya? Cucuku mgg lalu lahir dini shg perlu di masukan ke inkubator. Wass (Edwiro n Yuli)

Mas ed.. Cucunya skrg tinggal dimana ? alamat persisnya dmn ?

(+) Skrg tinggal di rumah saya di jl. Batu kramat II/22 Rt 17 Rw 05 kel. Batuampar Kramat jati, Jak Tim.

Ini yg masuknya dari condet ya…

Masuknya dari condet ya ? Jam 10-11 an nanti insya Allah saya antar…

(+) Ya, tapi lebih lancar lewat jalan raya bogor msk ke kompl bulak rante (dpn smp 49) trs arah inerbang/condet. Di google map lbh jelas.

Ok nanti sy coba GPS dulu…

Sdh brkt supir saya GATOT 08161848410, mengantar inkubator mhn dibantu nuruninnya, boleh dipakai s/d bayi insya Allah SEMBUH dan SEHAT. Bila sudah selesai nanti tolong beritahu kami utk diambil kembali agar bisa digunakan utk menolong bayi prematur yang lain. Teriring doa smg bayi sgr sehat. Salam.-

(+) Matur nuwun Prof.

SMS an lagi tgl 18 Jan 2012

Mas Ed, apakah bayi sdh dimasukkan inkubator ? Gmn perkembangannya ?

(+) Ass Prof. Alatnya sdh dpt berfungsi bagus. Mudah2an bs cpt tumbuh berkembangnya si bayi. Waktu lahir 7 jan yl beratnya 1.8 kg td pg ditimbang sdh 2.2 kg. Mudah2an kalo sdh 3.5 kg tdk lagi di inkubator. Kira2 sebulan lagi. Terima kasih sekali lagi lho Prof. Salam buat kel. Wass

Ok pokoknya sampai sehat bayinya…

Dan ini SMS tgl 07 Feb 2012 (hari ini).

(+) Prof, alhamdulilah berkat inkubatornya cucu sy semakin sehat. Beratnya sdh 3 kg dr semula 1.8 kg. Mulai kemaren sdh tidak di inkubatos lagi. Mgkn ada yg membutuhkan lagi, maka inkubator akan kami kembalikan, kemana sy antar kan ? Sebelumnya sy sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan nya shg cucuku sehat dan tumbuh normal, semoga Allah swt membalas budi baik Prof Raldiartono. Amin.

Ok Alhamdulillah, sy coba ambil mgkn hari ini atau besok. Nanti sy kabarin lagi…

Mas Ed, supir sy Gatot brkt skrg dari depok ambil inkubatornya… tlg dibantu ngangkat nanti. Salam.-

(+) Sudah diangkat oleh pak. Gatot. Sekali lagi terima kasih Prof.

—000—

Sudah lama terpikir oleh saya untuk membuat sebuah usaha sewa pakai incubator bayi. Mengapa begitu ? Ya tentunya banyak bayi premature yang tidak bisa tinggal lama2 di Rumah Sakit tapi masih membutuhkan lingkungan yang hangat sehingga harus masuk incubator. Biasanya karena berat bayi lahir rendah sehingga bayi menggigil kedinginan tak kuat menghadapi lingkungan barunya yang membutuhkan energy yang cukup. Kemudian bila bayi sudah selesai pakai insya Allah sudah sehat, kan inkubatornya bisa dimanfaatkan oleh bayi lain yg memerlukannya.

Dengan waktu berlalu sekian lama merubah pola pandang saya… Atau juga setelah umur semakin lanjut. Mengapa tidak saya gratisin saja semuanya jadi buat saya seperti sedekah dalam bentuk yang berbeda. Karena pasti masih banyak bayi premature yang memerlukan uluran tangan kita. Dari sebelumnya saya niat mencari untung, sekarang niat itu berubah untuk mencari untung juga… tapi untung di akhirat dengan menggunakan produk kami sendiri.

Mulainya bulan nopember th lalu. Satu unit inkubator saya sumbangkan untuk sebuah puskesmas di Bojong, yg dikelola oleh ibu bidan Idrawani. Lihat artikel waktu tertolongnya bayi pertama di incubator tsb. Klik di:

http://koestoer.wordpress.com/2011/12/20/inkubator-selamatkan-bayi-lagi/

Walhasil…dengan ini saya umumkan kepada bapak ibu, saudara/i, mahasiswa/i, alumni,  kalau ada anaknya atau cucunya atau adiknya, yang memerlukan incubator untuk bayi kontak saya saja cukup dengan SMS seperti contoh diatas.

HP +628161992186 – Email koestoer@eng.ui.ac.id

PINJAM PAKAI INKUBATOR BAYI GRATIS…

Sampai dengan bayinya sehat incubator boleh dipakai. Daripada mahal2 beli ginian kan mending telpon saya saja. Kalau Anda tinggal di JABODETABEK, insya Allah akan diantar. Kalau tinggalnya jauh dari TB Simatupang tolong saja usahakan kendaraannya (Kijang aja cukup koq) untuk mengangkut incubator ini. Ukurannya lumayan kira2 (txpxl) = 1,20mx1mx0,7m.

Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa manusia, maka seperti dia menyelamatkan manusia semuanya. Siapa yang tahu kata-kata itu adanya dimana ? Plis terka,kalau benar jawabannya nanti saya kasi hadiah… tulis saja di komen artikel ini. Tapi tentu yang berhak dapat hadiah adalah yang menjawab pertamax. OK ? Ditunggu…

Penyakit Guru

Gara-gara nonton Kick-Andy, saya jadi tergugah untuk menulis artikel di blog saya. Tentu ini karena saya concern dong…  sebagai dosen. Kan dosen=guru, namun kebanyakan dosen mengabaikan atau tidak tahu bahwa walaupun ditingkat Perguruan TInggi namun porsi pendidikan tetap harus lebih besar dari porsi ilmu.
Benarkah begitu ?
Mau lihat buktinya ?
Lihat tuh yg korupsi di siaran TV setiap hari akhir-akhir ini, mereka2 itu orang pinter2 semua. Tetapi ‘pendidikan’nya kurang banget bahkan minus tentu maksudnya pendidikan moral, makanya ilmu tinggi yang dimiliki kemudian digunakan di jalan yang sesat.
Nah inilah penyakit guru yang juga penyakit dosen.

TIPUS  : Tidak Punya Selera
MUAL  : Mutu Amat Lemah
KUDIS  : Kurang DISiplin
ASMA  : Asal Masuk Kelas
KUSTA : Kurang StrAtegi
TBC        : Tidak Bisa Computer
KRAM  : Kurang TRampil
ASAM URAT  : Asal Sampaikan Materi Urutan Kurang Akurat
LESU    : Lemah SUmber
DIARE : Di kelas Anak REmehkan
GINJAL : Gajinya Nihil Jarang Aktif Dan Lambat

Gak usah kita komentarin deh… dirasain aja. Kalo bisa ngurangin penyakit itu setengahnya saja, maka keadaan sudah menjadi bertambah baik. BTW saya komentar sedikit pada penyakit terakhir Ginjal… Kayanya kalo di Universitas saya sih sudah tidak terjadi lagi.. Malah kalaupun gaji sudah cukup tapi masih teriak2 minta ini itu malah jadi gak produktif tuh. Berarti penyakit lain yang timbul. GINJAL Gaji Nihil kalo disini gaji cukup tapi jarang aktif malah jarang nongol alias datang hanya utk ngajar doang, dan lambat sudah pasti berarti juga tidak peduli. Wah lebih parah ya…

Tuhan Sedang Sibuk

Buku “Tuhan Sedang Sibuk”
Posted by: “nanang” nanang60@yahoo.com nanang60
Fri Feb 3, 2012 1:21 am (PST)

Tuhan Sedang Sibuk
29 Januari 2012.-
JAKARTA, KOMPAS.com- Fenomena irasionalitas dalam pendidikan semakin memprihatinkan. Fenoma ini tidak hanya ditemui di kalangan siswa atau guru, tetapi juga banyak ditemui dalam kebijakan pendidikan nasional.

Persoalan irasionalitas yang merebak dalam pendidikan tersebut antara lain disorot dalam buku karya Ahmad Rizali, anggota Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diluncurkan dalam rapat kerja nasional IGI. Buku kedua Ahmad Rizali berjudul “Catatan Waktu; Tuhan Sedang Sibuk” ini berisi kritik sosial dan pendidikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Ahmad Rizali, Minggu (29/1/201) menjelaskan, tulisan dalam buku ini mengkritik kebijakan pendidikan yang menyebabkan jutaan siswa menjadi irasional. Sebagai contoh dalam pelaksanaan ujian nasional (UN).

Tuhan Sedang Sibuk merupakan salah satu judul tulisan yang berisi betapa sibuknya Tuhan ketika jutaan siswa beramai-ramai istighosah meminta Tuhan meluluskannya dalam menghadapi UN, tanpa ikhtiar, tanpa belajar.

Ahmad juga menyebut program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI/SBI) juga irasional. Program ini menciptakan manusia-manusia yang terasing dengan negerinya sendiri, menumbuhkan kecemburan sosial, dan kastanisasi pendidikan.

“Pendidikan nasional semestinya kembali kepada pendidikan bernalar dan bermoral,” kata Ahmad.

Hasil survei asesmen siswa usia sekolah menengah pertama oleh lembaga dunia menempatkan Indonesia pada level terendah hanya karena siswa Indonesia dianggap lebih banyak menghafal, tetapi tidak bernalar. Akibatnya siswa Indonesia dinilai tidak bisa berkompetisi di era global.

“Karena itu, IGI yang fokus pada peningkatan kualitas dan profesionalisme guru, merekomendasikan pentingnya pendidikan bernalar,” papar Ahmad

3 Feb 2012
wasalam
Nanang

http://ahmadrizali.com

Berbagi Malam

Malam ini, seperti malam Jum’at lainnya saat tidak ada halangan atau acara, kami ”pisah ranjang” sementara. Saya tidur sendiri atau mengajak anak tidur di kamar kami mengisi bagian tempat tidur yang kosong. Sementara suami mengungsi ke rumah ibunya, menginap disana dan langsung berangkat ke kantor keesokan harinyanya, seusai menemani ibunya sarapan pagi.

Hal ini sudah berlangsung sekitar 4 tahun, yaitu sejak ibunya yang saat ini sudah berusia 85 tahun terkena stroke dan dirawat di RSCM. Jadi sejak itu, seluruh anak lelakinya yang berjumlah 6 orang bersepakat untuk secara bergantian menginap di rumah ibu mereka. Agar bila terjadi sesuatu di malam hari, ada lelaki yang ”bergerak” mengurusi berbagai hal yang diperlukan. Maklum saja, ibu mertua saya sekarang tinggal di rumah hanya dengan perawat  yang menemaninya selama 24 jam. Siang hari ada Nelly untuk membantu membereskan pekerjaan rumah. Sebetulnya ada Bayu cucunya yang ikut tinggal dengannya. Tapi … mana ada anak muda yang betah di rumah menemani nenek-nenek pikun. Jadi seusai kuliah, yang entar sampai jam berapa itu, dia umumnya baru akan tiba di rumah menjelang tengah malam atau rata-rata sekitar jam 22.00..
Entah sampai kapan jadwal menginap itu akan berlangsung dan masih dipatuhi mereka karena ternyata, tidak selamanya berjalan dengan lancar. Lama kelamaan, beberapa dari istri-istri mereka mengeluh akan ”kewajiban” berbagi malam dengan ibu mertua. Maklumlah, jaman sekarang jamannya ”kemandirian keluarga inti”. Anak-anak yang sudah menikah, terutama yang hidup di kota besar, membentuk keluarga inti yang solid. Keluarga yang betul-betul melepaskan diri dari ”pengaruh” keluarga besarnya. Begitu pula adanya dengan kehidupan kami pada lima belas tahun pertama perkawinan.
Seiring dengan berjalannya waktu, ada perubahan persepsi dalam melihat hubungan antara anak dan orangtua yang semakin lanjut usia. Suami saya, terutama, melihat bahwa menemani dan merawat orangtua saat mereka sudah tua dan pikun, ibarat mendapat kesempatan dari Allah SWT untuk meraih ”pahala surga”. Akankah kita kita raih dan dan genggam kesempatan itu atau kita tampik begitu saja. Itu sebabnya suami akan marah sekali kalau kami secara tidak sengaja ”salah ngomong” dan dianggap meledek rutinitasnya tidur di rumah ibunya.
”Nggak usah ngeledek!!! Bayangkan kalau kamu tua nanti dan anakmu sama sekali tidak mau merawat atau bahkan untuk sekedar menengok ibunya”, sahutnya ketus menanggapi ”kesalahan omong” itu. Padahal ledekan itu hanya karena keisengan kami saja. Bukan disebabkan karena kami (anak dan istrinya) berkeberatan.
Tapi… mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakannya itu. Saya selalu meyakini bahwa orangtua adalah cermin bagi anak-anaknya dan apa yang dilakukan orangtua akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Bahkan perhatian dan kasih sayang serta kedekatan hubungan antara orangtua dengan anak akan berbalas dengan hal yang sama saat kita tua nanti. Artinya, bila saat anak-anak masih kecil lebih banyak diasuh dan diurus oleh pengasuhnya, maka kelak saat kita tua nanti maka si anak akan lebih suka menempatkan orangtuanya ke rumah jompo dibandingkan dengan mengurus orangtuanya di rumah dengan alasan yang sebetulnya sangat logis. Supaya para manula memiliki kegiatan bersama di lingkungan yang terjamin. Padahal .. tidak semua orangtua suka berada di panti jompo. Mereka tentu akan lebih suka berada di tengah keluarga bersama anak dan cucu-cucunya serta tinggal di lingkungan yang familiar. Kita mungkin akan berdalih macam-macam untuk menghindari ”kewajiban” mengurus atau tinggal dengan orangtua di kala mereka tua. Yang paling umum adalah dalih ”kemandirian” keluarga dan menghindari konfllik antara menantu-mertua. Memang inipun bukan hal yang mudah untuk dijalani.
Ketika usia sudah mencapai ½ abad, saya seringkali tepekur, bagaimana kelak kami akan menghabiskan masa tua. Akankah kami menghabiskan masa tua di tengah anak – menantu dan cucu-cucu? Ataukah harus menghabiskan waktu dalam kesendirian. Bisa jadi kemungkinan kedua yang akan terjadi. Anak lelaki dan menantu saya sudah memastikan tidak bermaksud tinggal di Indonesia. Tapi, banyak rahasia hidup yang berada di dalam genggaman Allah SWT. Siapa tahu saat kami tua nanti, si anak hilang itu akan kembali tinggal di Indonesia bersama anak – istrinya. Untuk sementara, yah… jalani saja hidup ini sebagaimana adanya.
Dua minggu yang lalu, mertuaku akhirnya meninggal dunia dalam usianya yang hampir 90 tahun. Mungkin lebih baik begitu karena sudah hampir 1 tahun terakhir beliau hanya terbaring di tempat tidur. Sudah tidak mampu lagi berkomunikasi dengan anak-cucu dan cicitnya, apalagi untuk beribadah. Jadi… kualitas hidup seperti apalagi yang bisa diharapkannya? Semoga beliau mendapat tempat yang layak disisiNya.
Lebak bulus, 25 Januari 2007 jam 23.45
reedit, 31 Januari 2012[1]
reedit

-0-

Cerita aslinya dan banyak cerita lain bisa dilihat di blog berikut (blog istri saya). klik saja:
Posting oleh Lina Alwi ke Catatan kecil dari sekitarku pada 2/01/2012 10:12:00 PM