Tergantung Laptop

Tergantung Laptop

Manusia-manusia urban sekarang ini amat bergantung hidupnya pada sebuah gadget yang namanya laptop atau notebook atau netbook alias computer jinjing atau apalah namanya…terserah anda saja.

Kalo gak ada laptop seakan dunia berhenti. Coba aja ponakan datang dari bandung bawa ransel backpack isinya baju sedikit dan laptopnya. Tak lupa juga 2 hp nya balcberry dan nokia e63. Ngechat ngetweet dan mesbuk itu aja kerjanya. Ponakan lagi dari pondok labu bawa juga notebooknya dan fesbukan terus update status pacar2an gak jelas arah. Anak sendiri gitu juga…asyik banget download dengan DELL nya yang baru seminggu. Eh taunya bini gitu juga sambil marah2 ama mac-pro nya “lambat banget sih ni mac…kata orang bagus laptop ginian…”

Beh ternyata si bapak meriksa hasil kerja praktek murid juga pake vaio bekas si ibu… wah lengkap deh nyambut akhir tahun dan tahun baru dengan teman gadget laptop dan handphone.

DTM-FTUI Foto Bersama

Hari ini tgl 28 Des 2011, rupanya merupakan hari yang istimewa bagi DTM-FTUI, karena ada beberapa hal. Yang pertama adalah adanya kunjungan dari bapak2 dari Puslitbang PLN Duren Tiga diantaranya, bapak2 Teguh, Hamdan, Dadas, Agoes, Hanggoro dan pak Putu. Tujuannya adalah untuk bekerjasama dalam Reverse Engineering untuk peralatan pembangkit.

foto bersama DTM-FTUI

Kemudian yang kedua adalah ulang tahun bapak tris Budiono M. Dosen senior DTM yang sudah mencapai usia 40 tahun (dikorting cukup banyak). Selanjutnya adalah hari foto bersama dosen-dosen DTM-FTUI sehingga terlihat mereka semua lebih ganteng dari hari biasanya karena semua lengkap dengan jas dan dasi panjang, dasi kurus dan dasi kupu2. Foto2 berlangsung di ruang DTM, dibelakan dengan backgroun rotor turbin dan di dekanat baik di tangga maupun di ruang meeting.

Inkubator Selamatkan Bayi Lagi

Bogor, 20 Desember 2011
Ass. War. Wab.

Kepada Yth.
Prof. Dr. Raldi A. Koestoer
di
Tempat
Bersama ini saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Prof. Raldi berupa Inkubator pada hari Jum’at, 9 Desember 2011 beberapa waktu yang lalu. Inkubator tersebut sangat bermanfaat bagi kelengkapan klinik Bidan Praktek Swasta (BPS) yang masih sangat terbatas peralatannya seperti tempat paktek kebidanan yang kami miliki selama ini. Apalagi kondisi lingkungan desa masih cukup tertinggal dalam hal pelayanan kesehatan, ditambah lagi masih banyaknya keluarga miskin dan masyarakatnya boleh dikatakan umumnya tertinggal dalam hal pengetahuan. Oleh karena itu bantuan Inkubator dari Prof Raldi sangat bermanfaat dan semoga semakin dapat membantu warga di lingkungan Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor maupun bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu perlu saya sampaikan bahwa, pada tanggal 17 Desember 2011 yang lalu, kami didatangi seseorang yang minta tolong karena istrinya sedang melahirkan di rumahnya tepatnya di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, satu wilayah Kecamatan (lain desa) dengan tempat saya membuka praktik. Setelah saya sampai di rumahnya, saya sangat prihatin karena ternyata kondisi sosial ekonomi pasangan suami istri tersebut sangat tertinggal, apalagi ternyata anak yang dilahirkan tersebut adalah kelahiran yang ke 10 dan yang dilahirkan terakhir ini adalah kembar 2 (dua) tanpa ada pertolongan sebelumnya, jadi ketika saya datang beserta bidan (asisten) saya untuk menolong bayi kembar tersebut, bayi sudah dilahirkan kira-kira satu jam sebelumnya (sekitar jam 09.30 sedangkan kami sampai ke rumahnya jam 10.30 wib) dan sedihnya lagi kondisi ke 2 (dua) bayi beserta ibunya yang melahirkan hanya terhampar di atas tikar di dalam rumahnya yang sangat sempit dan masih berlantai tanah serta ternyata keadaan bayi yang satu telah meninggal (saya menduga karena terlambat dilakukan pertolongan). Dengan kondisi darurat dan peralatan kebidanan seadanya yang kami bawa, kemudian kami lakukan pertolongan kepada ibu dan bayi kecil (berat badan lahir rendah/BBLR) yang masih hidup.
Kepada pasangan suami istri (Toing-Khaeroni) yang melahirkan tersebut saya sarankan agar bayinya dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif, berulang-ulang kami yakinkan agar membawa bayinya ke Rumah Sakit, namun karena masalah biaya, mereka tidak mau membawa ke rumah sakit, akhirnya kami sarankan agar dibawa ke klinik (tempat kami praktik) dengan penjelasan bahwa “ini hanya sementara dan tidak usah memikirkan biaya” sehingga pasangan suami istri tersebut menyetujuinya meskipun dengan rasa cemas karena kahawatir akan biaya. Setelah sampai klinik bayi tersebut kemudian kami lakukan perawatan sesuai standar. Berat bayi yang baru lahir tersebut ternyata hanya 1700 gram sehingga sangat tepat untuk dilakukan perawatan dalam inkubator, dan bayi ini adalah merupakan bayi pertama yang menggunakan inkubator bantuan Prof. Raldi di tempat kami praktik. Alhamdulillah setelah dilakukan perawatan selama 3 (tiga) hari ditunjang dengan ibu bayi yang bersedia dirawat di klinik semakin memudahkan melakukan perawatan dan pemantauan kepada ibu dan bayinya, selain itu asupan air susu ibu (ASI) bagi bayi tersebut dapat selalu terjaga, kondisi inilah sehingga mempercepat menunjukkan kemajuan terhadap perkembangan bayi dan sampai saat kami menulis ini baik ibu maupun bayi telah pulang dirumahnya dengan kondisi sehat, namun sebelumnya untuk meyakinkan kesehatan si bayi tersebut, terlebih dahulu kami melakukan pemeriksaan bayi kepada dokter spesialis anak (dr. Markus, SPA) yang membuka praktik di kawasan kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Perlu pula saya sampaikan bahwa selain si bayi mendapat pertolongan dengan bantuan inkubator hingga menunjukkan kemajuan perkembangannya, pasangan suami istri orang tua bayi tersebut semakin terharu karena ternyata mereka mendapat bantuan biaya dari Prof. Raldi sebesar 2.750.000,- hingga mereka tidak mampu berkata-kata saking terharunya (foto penyerahan bantuan dapat dilihat), dan mereka mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan oleh Prof Raldi yang dititipkan melalui saya sangatlah bermanfaat.
Demikianlah sekilas informasi yang dapat saya sampaikan, dan atas bantuannya selama ini kami beserta keluarga mengucapkan terima kasih banyak Prof. Raldi dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, semoga ke depan semakin bermanfaat bagi kita semua (maaf kami juga lampirkan beberapa foto bayi dalam inkubator maupun foto rumah pasangan suami istri orang tua bayi tersebut).
Bd. Idrawani, AM Keb

ARAH MENUJU RUMAH PASANGAN SUAMI ISTRI (TOING-KHAERONI) YANG MENDAPAT BANTUAN

RUMAH SUAMI ISTRI (PAK TOING-KHAERONI)

RUANGAN DALAM RUMAH TEMPAT BU KHAERONI MELAHIRKAN

BAYI YANG DITOLONG SEBELUM DITEMPATKAN DI INKUBATOR

BAYI DI DALAM INKUBATOR

BAYI DALAM INKUBATOR

SAYA (IDRAWANI BERSAMA BAYI YANG DITOLONG DAN DIRAWAT DALAM INKUBATOR)

MENYERAHKAN BANTUAN UANG TITIPAN PROF DR RALDI A KOESTOER DI RUMAH PASANGAN SUAMI-ISTRI (TOING-KHAERONI)

BAYI SETELAH SAMPAI RUMAH NENEKNYA (ORANG TUA DARI PASANGAN TOING-KHAERONI)

From Raldi: Pastilah Allah SWT yg menyelamatkan jiwa sang bayi…Subhanallah.-

—————————————-

Beberapa Komentar yg masuk.

-0-

Hamdy M’99
hamdim99@yahoo.com
180.246.225.136

Assalamu’alaikum,

Sangat mengharukan dan menggugah yang lain untuk beramal yang baik juga…….Mudah2an amalnya diterima oleh Allah (karena buah dari keikhlasan)…mudah2an kita yang belum berbuat tergugah untuk berbuat……..

Nggak terbayang pahala (jika diterima amalnya oleh Allah…), coba bandingkan ini yang diselamatkan 1 nyawa manusia……..bagaimana dengan seorang pelacur yang menyelamatkan seekor anjing yang kehausan dengan memberi air dengan mengambilkan air dari sumur dengan sepatunya, diberi ganjara oleh Allah dengan Surga…apalagi manusia yang diselamatkan……Subhanallah….begiitu mulia dan indah sekali amalan ini…….

Fashtabikul khairat ya kullu akhiikum.

Wassalamu’alaikum

-0-

M. Fauzan (M2000)

ilmu yang bermanfaat akan tak ternilai harganya jika banyak orang yang merasakan apa yang telah kita perbuat.

tak terasa jerih payah semua teman-teman 6 tahun yang lalu sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. sebuah ide yang pada awalnya hanya untuk mengisi waktu luang ketika kuliah, kini bermanfaat besar bagi masyarakat.
ayo teman-teman banyak hal yang bisa kita perbuat untuk kemajuan bangsa.
mari melihat lebih dalam apa yang bisa kita perbuat untuk masyarakat indonesia tercinta.
M.Fauzan ---Mesin 2000

-0-
Sri Bramantoro Abdinagoro (SMS 22Des11)
Luar biasa dan terharu membaca posting blog inkubator. Alhamdulillah, semoga Allah memberi kesempatan kita berbuat lebih banyak lagi
-0-

ibnu roihan
ibnu.roihan@yahoo.com
Submitted on 2011/12/21 at 11:16 pm
senangnya bisa membantu orang lain..
apalagi dengan membantu keselamatan calon penerus dan pemimpin bangsa,.
salut untuk bapak prof. raldi.
semoga anak didiknya bisa mencontoh perjuangan bapak.
aamiin.
-0-

marjo
marjojh85@gmail.com
Submitted on 2011/12/21 at 10:50 pm
alhamdulillah… prof Ral emang JUARA. semoga lekas go international produknya
-0-

Admin
salafymks@yahoo.co.id
bi idznillaah.
-0-
Dear Bapaks,

Alhamdulillah, ketekunan Pak Ral dalam mengembangkan inkubator telah memberikan manfaat dan mampu menterjemahkan makna pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.

Mengikuti jejak Pak Raldi, melailui kesempatan ini, saya mengajak Bapaks Dosen DTM untuk mulai memikirkan pengembangan produk jadi, yang dalam 2 s.d. 5 tahun ke depan bisa dikembangkan, dibuat, untuk kemudian diabdikan bagi masyarakat dan kemanusiaan.

Untuk memulainya, pada semester Genap yang akan datang, melalui m.k. Tugas Merancang, Bapaks dapat mengembangkan konsep produk tersebut bersama dengan 3 s.d. 4 mahasiswa bimbingan. Boleh jadi ide pengembangan produk tersebut bisa menjadi benchmark bagi para mahasiswa yang memberikan usulan baru. Jika Bapaks sudah memulai pengembangan produk, melalui m.k. Tugas Merancang, bisa lebih dimantapkan lagi.

Sudah masuk waktu Subuh ….

Wassalam, yulianto.
-0-
Wasabi’s blog
subhanalloh…the real professor…
-0-
Juarsa
semoga Prof. Ral selalu diberikan kesehatan dan barokah, amin.
-0-
teknologiberkelanjutan
Submitted on 2011/12/20 at 8:46 pm
Izin dishare Pak Ral..
Submitted on 2011/12/20 at 8:43 pm
Subhanallah.. Pak Ral, semoga menjadi inspirasi untuk membangkitkan semangat mengabdi untuk kami..
-0-
sayrif DTM-UI
Submitted on 2011/12/20 at 4:01 pm
Subhanallah, berkat pertolonganmu Ya Allah, mudah2an menjadi anak yang Sholeh dan berbakti pada kedua orang tua, semoga Allah memberikan pahala yang lebih atas kebaikan antara sasama hamba allah
-0-
Sandi Sufiandi
facebook.com/sandi.sufiandi
Submitted on 2011/12/20 at 11:19 am
Subhanallah Prof. Raldi…
-0-
Sender arfiandi and-1
waw,, selama bayi ituh bertumub menjadi bayi dewasa sampai meninggal usia tua, tak terputus pahalanya ,
jadi ngiri..
buat apa yah saya kira2.
otak kanan kiri on process,, otak tengahnya konslet nihh,,
-0-
Dari: Heri Hidayat
terharu..
super sekali….
-0-

Fakta ttg Freeport

Disalin dari sebuah milis.
–0–
From: Wayan Wira Saputra
Date: 04.12.2011 10:09:52
Subject: [rumpi3] Satu lagi fakta tentang Freeport

Lisa Pease menulis artikel berjudul “JFK, Indonesia, CIA, and Freeport” dan
dimuat dalam majalah Probe. Tulisan bagus ini disimpan di dalam National
Archive di Washington DC. Dalam artikelnya, Lisa Pease menulis jika dominasi
Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya
di Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Freeport Sulphur,
demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping
ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel
Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh
perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang
baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena
imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport
Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali
pula menemui kegagalan. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada
Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur
melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van
Gruisen.

Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan
penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis
Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah
dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di
Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang
sudah berdebu itu dan membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita
kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang
keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya
yang begitu melimpah.

Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, maka kandungan biji tembaga
yang ada di sekujur Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah,
jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat
antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek
kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka
perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang
sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survei
dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya.
Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest
of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun
terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua
harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.

Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar
matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena
selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih
emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gold
Mountain, bukan Gunung Tembaga.

Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan
untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Piminan
Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960,
Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan East Borneo Company untuk
mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami
kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan
eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia
dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di
Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John
Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah
sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda akan menghentikan
bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang
saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya
dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan
mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya
mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui
fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari
AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan
perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para
pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan
menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan
melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy
tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan
Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum
Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di
Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil siap yang
bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan
ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di
belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS
tahun 1964, adalah Augustus C. Long, salah seorang anggota dewan direksi
Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.

Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi
Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun
1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60
persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah
satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh
kebijakan Soekarno ini. Augustus C. Long amat marah terhadap Soekarno dan
amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu
kebetulan yang ajaib. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital
NY di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan
rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan
tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini.
Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pimpinan
Texaco.

Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal
sebagai masa yang paling krusial. Pease mendapakan data jika pada Maret 1965
Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu
perusahaan Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan
penasehat intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini
memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di
negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta
terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira
Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend. Salah satu
bukti adalah sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21
48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan
darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan.

Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar
adanya. Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi 1 Oktober 1965,
Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne
Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengeksplorasi gunung
emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah
sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin
gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? Lisa Pease
mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai
kontak tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia.

Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius
Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu
Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam
angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasionil
mereka. Sebab itulah, ketika ketika UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal
Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didiktekan
Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang
kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport. Inilah kali pertama
kontrak pertambangan yang baru dibuat.

Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu
menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak
seperti itu malah banyak merugikan Indonesia. Untuk membangun konstruksi
pertambangan emasnya itu, Freeport menggandeng Bechtel, perusahaan AS yang
banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham
di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai
konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng
McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan
laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif
Freeport-McMoran, George A. Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg”
setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu
memiliki depost terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya
menempati urutan ketiga terbesar.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan
cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar pon dan emas sebesar 52,1 juta
ons. Nilai jualnya 77 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun
ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi
tambang emas dan tembaga terbesar dunia yang ada di Irian Barat itu
merupakan yang termurah di dunia. Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya
salah.

Seharusnya Emaspura. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga
mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan
tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya
dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu
dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang
100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru di mana telah menunggu
kapal-kapal besar yang akan langsung mengangkut emas dan tembaga itu ke
Amerika.

“Perampokan legal” ini masih terjadi sampai sekarang. Kisah Freeport
merupakan salah satu dari banyak sekali kisah sedih tentang bagaimana
kekayaan alam Indonesia, oleh para penguasanya malah digadaikan bulat-bulat
untuk dirampok imperialisme asing, demi memperkaya diri, keluarga, dan
kelompoknya sendiri. Kenyataan memilukan ini masih berlangsung sampai
sekarang. Pertemuan Mafia Berkeley dengan Rockefeller dan kawan-kawannya di
Jenewa-Swiss di bulan November 1967 menjadi bukti tak terbantahkan tentang
permufakatan tersebut.

Di saat itulah, rezim Jenderal Soeharto mencabut kemerdekaan negeri ini dan
menjadikan Indonesia kembali sebagai negeri terjajah. Ironisnya, penjajahan
asing atas Indonesia diteruskan oleh rezim yang tengah berkuasa saat ini
yang ternyata “jauh lebih edan” ketimbang Jenderal Soeharto dulu.

Anton

Si Tukang Nyontek

Si Tukang Nyontek

Ini kejadian sudah lama sekali di tahun 1970, pada suatu hari orang tua Tono si Koestoer dipanggil menghadap Pak Pradopo SMAN 3 Setiabudi, Jakarta, karena Tono sering kali menyontek
kertas ujian milik temannya si Mony pada saat ulangan dan si Mony anak yang paling pandai di kelas..

Koestoer: “Apa buktinya kalau anak saya nyontek?”

Kepala Sekolah pak Pradopo: “Salah satu buktinya yach ini, pada waktu
ujian sejarah. Pertanyaan No. 1: ‘Siapa pengarang buku
Habis Gelap Terbitlah Terang?’

Mony menjawab: ‘R.A. Kartini,’
Tono menjawab: ‘R.A. Kartini.’”

Koestoer: “Lha, jawaban kan bisa saja sama
karena Tono kan belajar sebelum ulangan.”
Pak Pradopo: “Ya, bisa saja sama. Tapi coba dong Bapak
lihat pertanyaan ke-2: ‘

Di mana R.A. Kartini dilahirkan?’
Mony menjawab: ‘Di Jepara.’ Tono menjawab: ‘Di Jepara.’”

Koestoer: “Ah, itu sih kebetulan. Bapak tidak cukup
bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja
malah Mony yang nyontek pekerjaan anak saya, pak Pradopo nih gimana.”

Pak Pradopo: “Bapak betul, bisa saja itu kebetulan,
tapi coba dong Bapak lihat pertanyaan ke 3: ‘Tahun
berapa terjadi Perang Diponegoro?’

Mony menjawab: ‘Gue enggak tau.’

Tono menjawab: ‘Apalagi gue’

Teknopreneur 2011 di UI

Pertemuan terakhir kelas Teknopreneur (or Technopreneur) di Dep Teknik Mesin FTU Univ Indonesia, dibawah bimbingan Raldi Artono Koestoer. Kelas ini tidak ada UAS Ujian Akhir Semester semua diganti tugas. Beberapa jenis produk telah dihasilkan dalam bentuk prototipe diantaranya Alpamet (pengaman hemet), Jas hujan trendy, Minum Matik, Motor handlock, Coolingpad.
Sebagai perpisahan dibuatlah acara fotow-memotow. Lihat video foto berikut.

 

————————–

Nama Produk: SPIon LED

Deskripsi: Produk kami berupa sepasang kaca spion model full cover edge (seperti dipakai megelli 250R) dengan lampu LED dan lampu sein untuk sepeda motor. Spion yang kami rancang tidak hanya sekedar stylish namun juga fungsional karena beberapa keunggulan yang dimilikinya, diantaranya pengaplikasian teknologi lampu LED 12 volt. Lampu LED yang kami gunakan merupakan lampu LED bermerk Type R buatan produsen China dengan warna putih mutiara. Kami mengaplikasikan lampu LED dengan tujuan untuk mendukung aturan pemerintah daerah DKI Jakarta yang mewajibkan para pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu utama pada siang hari. Sistem kerja yang kami terapkan pada lampu LED ini cukup mudah, hanya dengan memutar kunci kontak keposisi acc maka lampu LED akan langsung otomatis menyala.
Beberapa produsen sepeda motor saat ini masih belum membekali kendaraan mereka dengan fitur auto-headlamp on sehingga beberapa pengedara mengeluhkan aki mereka yang cepat melemah akibat dari terpakainya arus aki yang terus-menerus untuk menyalakan headlamp yang memiliki daya cukup tinggi. Lampu LED kami pilih sebagai alternatif karena selain lebih hemat energi lampu LED juga lebih terang. Selain itu, lampu LED juga memiliki lifetime yang lebih lama jika dibandingkan dengan lampu bohlam konvensional. Dengan adanya fitur ini pada produk kami, para pengendara tidak perlu khawatir lagi tentang aturan auto-headlamp on.
Tidak hanya lampu LED, produk kami pun dilengkapi dengan lampu sein tambahan sehingga komunikasi antar pengendara jadi semakin efektif. Lampu sein yang kami gunakan merupakan lampu sein bening buatan produsen taiwan yang beroperasi pada tegangan 12 volt. Untuk sistem kerja dari lampu sein ini kami hanya menghubungkannya ke soket saklar lampu sein yang sudah ada pada masing-masing sepeda motor. Jadi, lampu sein spion akan menyala seirama dengan lampu sein asli sepeda motor.

Gambar produk:
Tampak depan

Tampak belakang

Keterangan : Warna putih = LED
Warna orange = Lampu Sein

Sorry ternyata gambarnya belum bisa di copy.

DATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama : M. Dz. Habibullah
NPM : 0906631244
E-mail : tanjungputra6@gmail.com

Nama : Irnanda Riski Mulia
NPM : 0906631225 (ini dia yg passionnya motor…bagus, maju terus…)
E-mail : nanda_autosport@hotmail.com

Nama : Kemal Rahardian
NPM : 0906631231
E-mail : kemal.rahadian@yahoo.com

Nama : Ma’ruf Fauzi Rahman
NPM : 0906631250
E-mail : maruf_fr@yahoo.com

Amedic Optimus WTP

Amedic adalah merk dari salah satu produk Sekawan Group yang berupa Alat Kesehatan terutama untuk bayi di Rumah Sakit. Optimus juga merupakan produk Sekawan yaitu berbagai jenis dan tipe sepeda, yang supaya keren kami sebut ‘green vehicles’.
Merupakan ikutan dari usaha kami, tak ketinggalan dalam rangka membuat produk ‘hijau’ sekawan juga menginstal pengolahan air atau WTP – Water Treatment Plant.
Kontak email ramaditabudhi@gmail.com

Most Inspiring Engineer Award Winners

FROM: ary murti DATE: Wed, 30 Nov 2011 16:28:23 +0700

TO: IEEE Indonesia Section Officer

SUBJECT: Fwd: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE

Most Inspiring Engineer Award Winners

Selamat kepada

Prof. Riri Fitri Sari dan Ms. Agnes Irwanti

———- Forwarded message ———-

From: EWELL TAN Date: Wed, Nov 30, 2011 at 1:18 PM Subject: [Announcement] 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award Winners Sent on Behalf of R10 Women In Engineering Coordinator, Prof. Takako Hashimoto < takako@cuc.ac.jp [25] > ******************************************************************************

Dear R10 Committee Members, IEEE Region 10

WIE Most Inspiring Engineer Award is given to individual or a team (maximum two members per team) of IEEE R10 WIE members that involved in the development and completion of a project(s) or activity(ies) which are directed to fulfill one or more of the goals and objectives and which have left an undeniable imprint on the fabric of WIE operations through service to society. This year, the R10 WIE Committee received five nominations, and after careful consideration, the Committee has selected Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti of Indonesia Section as the winners of 2011 IEEE R10 WIE Most Inspiring Engineer Award. Prof. Riri Fitri Sari is a Professor of Computer Engineering at the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Indonesia, Jakarta. Ms. Agnes Irwanti works as the Business Strategic and Development Director at Multikom Global Mediatama Company, Jakarta. They have initiated various activities to raise the awareness for women in engineering. Especially they’ve supported women and young people by imparting technical training, and implemented the PROGRESS project as the promotion campaign for the use of IT by women and young people in rural societies. Their activities using Information and Communication Technology have been significantly recognized domestically and internationally. Congratulations on your achievements, Prof. Riri Fitri Sari and Ms. Agnes Irwanti! Takako Hashimoto R10 WIE Coordinator ******************************************************************************

Ewell Tan (Ms.) Project / Admin Executive IEEE Asia Pacific Regional Headquarters/ Communications Society Office No. 1, Fusionopolis Walk, #04-07, South Tower, Solaris Singapore 138628 Tel: (65) 6778 2873 Fax: (65) 6778 9723 Email: ewell.tan@ieee.org [26] Website: www.ieee.org

Ujian Darwin Rio

Ujian pra-promosi Doktor (S3) sdr

Darwin Rio Budi Syaka

telah diselenggarakan 02 Des 2011 di Dep Teknik Mesin FTUI.

Dewan pengujinya adalah M. Idrus Alhamid (promotor), Budihardjo (ko-promotor), Nasruddin (ko-promotor), Dua penguji internal Raldi A. Koestoer (ketua sidang) dan Nandy Putra. Sedangkan penguji eksternalnya adalah Yuli santoso dariITB dan Ary Bachtiar dari ITS.
Judul disertasinya: Sistem Refrigerasi Cascade dengan menggunakan Refrigeran Ramah Lingkungan (Etana/CO2) untuk Aplikasi Temperatur Rendah.