Kunjungan ke enam negara Eropa (2)


***

Ini seri tulisan yang kedua dari visit 6 negara Eropa. Bila blogger-mania belum baca tulisan yang pertama silakan turun terus kebawah, nanti akan ketemu seri pertama dari artikel perjalanan ke 6 negara Eropa ini.

Sekali lagi ini copas dari

http://shaphira.multiply.com/

Blog milik istri saya Harlina.-

***

Hari ke 9, 5 Juli 2009 bisa dikatakan kunjungan terakhir. Di Negara inilah perjalanan tour akan berakhir. Pronto Italiano …. Pronto Bambini …….. Bambini … Bambino … ucapan membawa kenangan melayang lebih dari 25 tahun yang lalu, setiap kali kami membawa Wahyu, anak pertama kami jalan-jalan di l’arc de Triomphe Paris dan bertemu dengan perempuan-perempuan itali yang bawel…………..ssstttttt jangan bilang-bilang ya….

Tour program di Itali dimulai dengan melakukan perjalanan menuju Venice atau lebih dikenal dengan julukan “kota di atas air” yang terletak di tepi pantai Adriatic ini. Keindahan eksotika Itali ini, lagi-lagi disisipi dengan “KKN” yang menyenangkan antara pak Wawan dengan Aldo, sehingga kami bisa singgah di Milano alias Milan, kota mode di Italy.Di Milano, kami diturunkan di pusat keramaian dimana terdapat Basilika Duomo dan Emporium Victor Emanuelle II, keduanya berturut-turut adalah gereja dan pusat pertokoan yang sangat indah.

Usai makan siang dan berbelanja baik souvenir maupun barang bermerek, di Emporium Victor Emanuelle II, kami langsung tancap gas menuju Venizia. Tapi kali ini belum ke pulau Venezia tetapi masih di Venezia daratan atau disebut Mestre dan bermalam di hotel Moderne. Hanya satu malam menginap di Mestre.

Pagi hari setelah kembali menaikkan koper ke mobil, maka pada hari ke 10 tanggal 6 Juli 2009, kami diajak menuju pulau Venezia dengan menumpang taxi air.

Ternyata banyak kapal pesiar yang sedang sandar di pelabuhan dan pasti dengan tujuan yang sama, melakukan wisata air di Venice alias Venezia. Menikmati perjalanan menyusuri kota lama Venezia melalui canal dengan naik gondola.

Namun sebelum menikmati alunan riak air dengan gondola, kami diajak City tour berjalan kaki menyaksikan St. Mark Cathedral, Dodges Palace, serta mengunjungi pabrik gelas Muran0.

Usai makan siang bebas alias bayar sendiri yang tentunya harus pasta dan tiramisu … (kapan lagi makan pasta, pizza dan tiramisu di Negara asalnya?) kami melanjutkan perjalanan ke Pisa untuk menyaksikan Menara Miring Pisa yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Setelah itu perjalanan menyusuri daerah pedalaman Tuscani yang terkenal dengan keindahan alamnya untuk bermalam di kota Prato.

Sebelum masuk hotel, kami mengunjungi piazza di Michelangelo dimana terdapat patung Daud dan makan malam di Tutto Bono, resto Italiano ….. yang ……. Huaaaahhhh …… mesti narik napas panjang nih …… Makanannya, luar biasa enaknya ….. Pizza …. Lasagna ….. beef steak ……….aduh ….. andaikan mampu, ingin kuhabiskan makanan yang ternyata tidak bisa dinikmati oleh peserta tour yang maniak nasi …. Huhuhu ….. maaf ya ibu n bapak yang kurang bisa menikmati makanan Italy ….. Sayang lho …. Rasanya baru kali itu saya menikmati lasagna dan steak yang luar biasa enaknya.

Et … enfin, dernier jour de voyages organise. Sudah hari ke 11 tanggal 7 Juli 2009. Ada banyak jalan menuju Roma” adalah ungkapan yang sering kita dengar untuk kota kaya akan sejarah ini. Sekarang kami masuk Roma melalui Prato.

Seperti biasa, setelah makan pagi di hotel dan memasukkan koper ke bus dengan bantuan Aldo, kami berangkat menuju Roma. Seperti biasa toilet stop dilakukan setelah perjalanan mencapai 2 jam. Kali ini, karena sudah mau kembali ke Indonesia, maka saya berniat menghabiskan koin Euro dengan membeli coklat yang pasti luar biasa lembut dan lezat di Eurogrill, salah satu nama rest area.

Tiba di Roma, kami langsung menuju Vatican yang merupakan pusat agama Katolik, tempat kedudukan pimpinan tertinggai agama Katholik untuk mengagumi kemegahan Basilika St. Peter. Sambil menunggu Linda, local guide yang bahasa Inggris logat Italy nya sukar dimengerti, kami mengunjungi took souvenir yang nampaknya khusus dibuat untuk souvenir keagamaan berupa Rosario, salib dan lain-lain.

Bagi saya, kunjungan ke Basilika Saint Peter terlalu singkat, sehingga kita sama sekali tidak sempat menikmati keindahan basilica tersebut dengan seksama.Usai kunjungan numpang lewat ke Basilika St Peter, kami diajak ke Colloseum Roman Forum, dimana saya tidak turut mendekatinya. Kebetulan sudah pernah mengunjunginya dan bahkan masuk ke dalam Colloseum tersebut. Trevi Fountain yang sangat indah menjadi tujuan selanjutnya sambil melewati Monument Victor Emmanuelle. Malam terakhir di Roma kami menginap di G Hotel yang minimalis tapi resik dan menarik.

Tanggal 8 Juli 2009, saat masyarakat Indonesia di tanah air sedang melaksanakan kewajiban politiknya memilih calon presiden, kami sedang bersiap menuju airport Roma yang dulu bernama Leonardo da Vinci. Akhirnya tanpa terasa usai sudah perjalanan panjang selama 10 hari (di luar waktu perjalanan dengan Qatar Airways).Alhamdulillah perjalanan berjalan dengan mulus. Tentu tidak 100% mulus tetapi, seperti kata pak Wawan, kerjasama antara Tour Leader alias TL, peserta dan supir yang luar biasa kompak serta penuh tenggang rasa membuat perjalan terasa mulus dan menyenangkan bagi semuanya terutama bagi mereka yang baru pertama kali menikmati wisata ke Eropa. 6 negara dan berbagai kota dan kawasan wisata sekaligus dikunjungi tentang mengundang rasa puas.

Pilihan makanan yang diajukan oleh TL walaupun relative monoton karena hanya Thai and Chinese Resto cukup dimaklumi karena peserta dari Indonesia tentu akan merasa kelaparan bila tidak bertemu dengan nasi. Toh, setiap hari selalu ada 1 kali waktu makan yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati local menu.

Akhirnya ……. BRAVO VAYA TOUR …… BRAVO ANTA TOUR …. Saya tentu tidak akan ragu merekomendasikan perusahaan anda sebagai recommended travel agent untuk mengatur perjalanan wisata. ….(bersambung dengan tips and trick serta biaya perjalanan)

Prev: Vantastique Europe Tour II

TIPS IKUT TOUR WISATA KE EROPA

Melakukan perjalanan wisata Jul 15, ’09 10:55 AM
for everyone
Merancang sebuah perjalanan wisata atau sering disingkat tour sebetulnya gampang-gampang susah. Gampang kalau kita tidak terlalu rewel dan mau menerima apa saja, maka tinggal pilih salah satu program yang tertera dalam iklan berbagai penawaran tour yang terbit di Koran terkemuka. Namun seringkali “menggampangkan” pilihan tersebut bisa jadi membuahkan kekecewaan saat kita mengikuti tour.

Walau tidak sepenuhnya akurat, untuk mencegah hal tersebut, tidak ada salahnya mencari tahu dan rekomendasi dari teman/kenalan yang pernah mengikuti acara tour. Mengapa demikian…? Sebuah acara tour hanya akan berhasil dan berjalan baik karena adanya kerjasama yang baik antara perusahaan (travel agent), tour leader, supir kendaraan selama tour berlangsung dan yang lebih penting lagi adalah tenggang rasa dari seluruh peserta tour. Bila salah satu tidak terpenuhi, maka rusaklah seluruh acara yang sudah dirancang.

Bagaimana memilih program tour?

Pertama-tama tentu harus menentukan tujuan tour. Kalau tujuannya untuk berlibur dengan anak-anak, terutama anak usia SD, maka pilihan acaranya tidak boleh terlalu berat. Pilihan program mengunjungi Themes Parks, Zoos dan yang sejenis harus diperhitungkan. Kalau tidak, maka si anak tidak akan menikmati acara tour. Kalau tujuannya untuk sekedar mengunjungi suatu Negara dan ikon pariwisatanya, tentu dapat dicari acara tour yang mengunjungi sebanyak-banyaknya Negara dan kota, walaupun kita tidak akan mendapatkan “apa-apa”, kecuali foto kenangan yang menunjukkan bahwa kita pernah mengunjungi Negara/kota tersebut.

Lain lagi kalau tour diikuti oleh para honeymooners atau perjalanan nostalgia. Para penggila belanja, sebaiknya mengikuti tour khusus untuk memuaskan nafsu belanjanya agar mereka bisa memilih barang-barang yang diminatinya dengan tenang dan dalam waktu yang luas. Tujuan-tujuan ini tentu akan mempengaruhi pilihan Negara tujuan tour.Lama perjalanan.Lama perjalanan tour juga mempengaruhi kenyamanan.

Menurut seorang tour leader yang berpengalaman, lama perjalanan ideal tergantung dari Negara yang dikunjungi. Idealnya tidak lebih dari 12 hari. Berdasarkan pengalaman, bila perjalanan dengan pesawat udara berlangsung kurang dari 12 jam, maka lama perjalanan wisata maksimum yang masih bisa di toleransi adalah 8 – 9 hari saja, apalagi kalau hanya mengunjungi 1 atau dua Negara saja karena kebosanan akan menghinggapi kita.

Lama perjalanan tour yang masih bisa ditoleransi adalah 2 minggu. Ini kalau dilakukan dan diatur oleh biro perjalanan dimana peserta tour terdiri dari beragam orang dari berbagai latar belakang. Kalau lebih, maka ada kemungkinan terjadi gesekan-gesekan akibat kebosanan dan berkurangnya toleransi antar peserta. Lama perjalanan juga akan menentukan biaya yang harus disiapkan.

Biaya Perjalanan.

Biaya perjalanan biasanya sudah tercantum dalam program yang ditawarkan oleh travel agent.apa yang ditanggung dan apa yang menjadi tanggungan peserta. Di luar biaya program tour yang tercantum, kita perlu menyediakan dana tambahan yang terdiri dari dua bagian. Pertama yang langsung dibayarkan kepada travel agent yaitu biaya Visa, fiscal bagi yang tidak memiliki NPWP, airport tax sepanjang perjalanan, health & Travel insurance, fuel surcharge. Itulah kira-kira yang dibayarkan sebelum perjalanan dimulai.

Selain menanggung biaya tersebut, kita juga perlu menyediakan biaya tambahan untuk tips, yaitu untuk supir bus, local guide, porter di hotel dan airport serta tour leader sesuai dengan kelaziman. Sebagai contoh, dalam perjalanan tour ke Europa (dihitung per hari untuk 1 orang peserta)

  • Pengemudi BusEUR 2,-/hari/orang
  • Local Guide EUR 2,-/hari/orang
  • Porter hotel EUR 2;-/hari/orang
  • Porter Airport EUR 2,-/airport
  • Tour Leader EUR 2;- s/d EUR 3,-/hari/orang

Nah tinggal dihitung saja berapa hari perjalanan dengan bus, berapa kali digunakan local guide, berapa kali menggunakan jasa porter. Sedangkan untuk tour leader dihitung sejak hari pertama keberangkatan sampai dengan hari kedatangan di tanah air, lalu dikalikan.Nah … itu minimum biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan perjalanan saja. Tapi belum habis nih…, masih ada tambahan lain. Yang pertama adalah tour tambahan, misalnya saja ikut canal/river cruise. Di Europa rata-rata biayanya Eur 30,-/orang/cruise.

Jadi hitung saja berapa kali kita ikut canal/river cruise. Di Paris, kalau kita ingin lihat Cabaret Lido atau Moulin Rouge yang terkenal, harus menyisihkan Eur 125,-/orang. Ke Disney–Paris (dulu namanya Eurodisney), bila tidak ada dalam program maka kita harus pergi sendiri dan sisihkan sekitar Eur 125 s/d Eur 150,/orang. Tapi ada juga program wisata yang memasukkan Disney–Paris dalam acaranya.

Bisa juga ditambahkan biaya berfoto dengan pakaian daerah setempat. Misalnya seperti pakaian tradisional nelayan Belanda di Volendam atau pakaian tradisional petani Swiss yang keduanya memang sangat indah.

Bagaimana dengan makan?

Selama perjalanan, biaya wisata yang dibayar minimal sudah termasuk makan pagi di hotel dan 1 kali makan siang atau makan malam. Jadi setiap hari kita minimal harus mencadangkan biaya makan minimal Eur 10 s/d Eur 15,-/orang ditambah dengan Eur 5,-/orang untuk beli minuman (2 botol fanta/coke/air mineral ukuran 500ml). Kalau suka cemal–cemil, beli es krim atau pringles (kripik kentang) misalnya … nah tambahkan lagi, minimal Eur 5,-. Jadi untuk makan+minuman setiap hari minimal harus disediakan Eur 25,-/orang. Gila ya… kalo kurs euro sama dengan Rp.15.000,- maka biaya ngisi perut setiap hari adalah Rp.375.000,-/orang/hari.

Jadi … kiat melakukan perjalanan ke luar negeri adalah….. jangan sekali-kali membawa kalkulator dan menghitung kurs mata uang dalam rupiah.Berbeda dengan ke wilayah Timur Tengah…. Harga makanan dan kurs mata uang di Negara Timur Tengah terhadap USD selalu stabil. Parahnya…. Karena mata uang kita sangat lemah, maka kalau kita berhitung dengan kurs, maka harga yang kita bayar tetap saja terasa berat dan mahal.

Nah… itulah biaya perjalanan minimal. Tinggal dihitung saja berapa biaya minimal yang harus disediakan per orang. Tapi biaya itu tidak termasuk personal expenses untuk telpon, laundry, internet dan lain-lain. Juga belum termasuk cadangan biaya oleh-oleh. Maklum…. Orang Indonesia kalau pergi kemanapun tidah luput dari oleh-oleh alias buah tangan untuk sahabat, teman kantor dan kerabat dekat. Belum lagi godaan untuk beli barang – barang bermerek yang konon katanya “murah”. Padahal ….. hi….. bagaimana bisa dibilang murah kalau untuk beli 1 buah tas saja harus keluar uang jutaan bahkan sampai belasan juta. Akan ada saja peserta tour yang memborong barang-barang bermerek atau perhiasan berlian/jam tangan.

Tentu saja, kalau mau praktis, lunasi dulu pemakaian kartu kredit supaya credit limit nya bisa digunakan secara penuh selama perjalanan atau mungkin menambah credit limit sebelum berangkat. Yang penting jangan kaget kalau kemudian tagihan melambung tinggi atau tiba-tiba CC nya ditolak karena over limit karena permohonan kenaikan credit limit juga hanya akan diberikan maksimal 50% dari nilai credit limit awal.

Nah itulah perkiraan biaya, silakan dihitung sendiri berapa kira-kira personal expenses per orang untuk mengikuti perjalanan wisata dengan travel agent.Peserta perlu memperhatikan iklim dan cuaca saat perjalanan wisata dilakukan. Hal ini sangat terkait dengan persiapan pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa dan mencermati program acara. Walaupun perjalanan wisata dilakukan pada musim panas, tapi kalau ada kunjungan ke puncak gunung yang memiliki salju abadi, maka pakaian/jaket/kaus kaki tebal perlu disediakan walau bisa juga kita menyewa.

Juga dianjurkan untuk mengenakan sepatu yang nyaman/bertumit rendah untuk kenyamanan berjalanJangan lupa juga menyediakan payung kecil/payung lipat,karena terkadang hujan turun. Cermati juga perbedaan waktu antara Indonesia dengan Negara tujuan wisata, dan siapkan diri sebaik-baiknya terutama selama dalam penerbangan keberangkatan akan kita tetap fit/segar saat tiba di Negara tujuan karena bukan tidak mungkin orientasi perjalanan tour seperti city tour langsung dimulai sambil menunggu waktu check in ke hotel.

Bagi yang terbiasa harus menyantap nasi setiap kali makan, maka perlu menyediakan makanan instant berupa mie, bubur atau nasi goreng instant, abon dan lain-lain. Bahkan secara bergurau pak Wawan, tour leader kami menyatakan… kalau perlu bawa mini rice cooker. Walaupun makanan yang disediakan selama perjalanan sudah diatur agar bervariasi, namun seringkali peserta tidak menyukai menu yang tersedia. Walau sudah diusahakan memesan masakan thai/cina atau bahkan masakan Indonesia di Belanda, misalnya, tetap saja taste nya akan berbeda dengan masakan asli Indonesia yang disantap di tanah air.

Kita juga disarankan untuk membawa obat-obatan pribadi bila mengidap penyakit tertentu karena tidak selalu dapat membeli obat-obatan tanpa resep dokter, dan juga faktor kecocokan serta menyediakan uang secukupnya dalam mata uang Negara yang akan dikunjungi atau minimal mata uang yang berlaku umum dan mudah ditukar di seluruh dunia misalnya Euro, USD dan Pound Sterling

Walaupun penggunaan Handphone jenis GSM pada umumnya dapat dipergunakan hampir di seluruh negara di dunia jangan lupa mengaktifkan fasilitas roaming internasional.Yang tidak kalah penting adalah soal bawa-bawaan.

Sesuai dengan peraturan penerbangan, setiap peserta tour diperbolehkan untuk membawa 1 ( satu ) koper sebagai bagasi dengan berat tidak lebih dari 20 KG serta 1 hand bag dengan berat tidak lebih dari 7kgJika anda ingin membawa barang-barang cairan, aerosol dan gel, ke dalam cabin, anda harus memastikan agar setiap barang besarnya tidak melebihi 100ml. Semua barang ini harus dimasukkan ke dalam satu kantong yang transparan dan harus ada seal atau penutupnya

Perjalanan tour umumnya berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, diharapkan tidak membawa kopor yang besar tetapi harus dalam keadaan baik dan kuat untuk menghindari pecah/rusak selama perjalanan guna menghindari tercecernya barang-barang didalamnya atau kehilangan. Hindari berat bagasi melebihi ketentuan pihak airlines karena biaya kelebihan bagasi akan dibebankan langsung kepada penumpang tersebut. Bila membawa benda-benda seperti pisau lipat atau benda tajam lainnya yang sejenis, gunting kuku, peralatan manicure, gunting, cutter dan benda-benda kecil lain yang tajam dan runcing, tidak diperbolehkan disimpan di dalam HAND CARRY yang dibawa masuk ke kabin pesawat.  Apabila Anda perlu membawa barang-barang tersebut, simpan di dalam bagasi.

Kaum perempuan hendaknya tidak membawa perhiasan yang berlebihan. Lha wong kita mau melakukan perjalanan wisata…. Bukan pergi ke pesta. Ada lho peserta tour yang suka memakai perhiasan berganti-ganti setiap hari seperti layaknya pergi ke suatu acara di tanah air. Selama dalam perjalanan tour dengan menggunakan bus, jangan sekali-kali meninggalkan barang-barang berharga di dalam bus. Seringkali ada orang yang tidak berkepentingan memanfaatkan kelengahan kita untuk naik ke dalam bus dan mencuri. Pengemudi Bus, Local Guide, Tour Operator dan Tour Leader tentu tidak dapat dimintai pertanggungjawaban bila terjadi kehilangan.

Peserta tour juga dianjurkan untuk membuat fotocopy dari passport, credit card atau dokumen perjalanan lainnya untuk dibawa dan ditinggal di rumah untuk keperluan emergency jika terjadi kehilangan.Terakhir yang tidak kalah penting adalah membawa 1 stel pakaian ganti lengkap dengan pakaian dalam, peralatan mandi dan handuk di dalam hand carry, untuk berjaga – jaga apabila bagasi terlambat sampai di tempat tujuan.

Pada umumnya hotel-hotel di Europe tidak seperti di Asia, dimana ukuran kamar lebih kecil serta lebih sederhana fasilitasnya. Untuk itu dianjurkan untuk membawa perlengkapan pribadi seperi sikat gigi, odol, sisir ataupun alat – alat toiletries. Dianjurkan juga untuk membawa memory/film kamera dan baterai dalam jumlah yang mencukupi, dikarenakan harga barang–barang tersebut relatif lebih mahal di luar negeri.

Visa yang telah diperoleh melalui Kedutaan di Indonesia tidak menjamin bagi pemegang visa untuk dapat masuk ke negara tersebut. Keputusan diperbolehkan atau tidaknya adalah hak sepenuhnya dari pihak Imigrasi pada waktu tiba di negara tujuan. Jika seseorang di tolak masuk/deportasi, maka berarti harus dipulangkan hari itu juga atas biaya dan tanggungan sendiri, dan biaya tour tidak dapat di uangkan kembali (non-refund)

Nah…. Gimana? Siap melakukan perjalanan wisata…? Kalau ya…. Ayo, mulai mengumpulkan dana …. Dan berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar.

About these ads

Satu tanggapan

  1. waah…bagian basilika st petrusnya..jadi ingat petualangan robert langdon mencari anti ateri keliling roma..
    —————–
    bener banget… baca juga kamu ya. bagus deh, itu cerita mendekati kenyataan koq.-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s