Oleh: koestoer | 24 Oktober 2008

Peningkatan Kinerja PLTU dengan Memanfaatkan Limbah Kalor melalui Pemasangan Siklus Biner

Sorry banget.

Artikel ini under construction.. lagi dibetulin.

Gara-gara narok gambar semua jadi kacau balau.

Dikau maafkan daku ya…

——————————————-

26 Okt 2008

Teks perbaikannya sudah ada, lihat berikut ini.

… Sorry masih belum juga.-

Nah ni dia.- (27Okt08).

PENINGKATAN kinerja PLTU dengan memanfaatkan limbah kalor melalui PEMASANGAN SIKLUS BINER

(Oleh: Harun, Nandy, Nasruddin, Yanuar, Raldi)

Krisis energi listrik nasional yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini merupakan salah satu masalah dalam percepatan pembangunan nasional. Salah satu alternatip solusinya adalah penambahan jumlah pembangkit listrik dan sekaligus menaikkan kinerja pembangkit yang ada.

Pembangkit yang paling banyak dioperasikan saat ini adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), dimana saat ini kapasitasnya sudah lebih dari 15000 MW, kekurangannya bahwa PLTU konvensional ini efisiensinya rendah hal ini mengingat masih banyak kalor yang terbuang ke lingkungan melalui kondenser. Sebagai gambaran daya output gross PLTU konvensional tipikal kelas 100 MW adalah 108,8 MW, efisiensi gross nya 35,6 % dimana energi kalor yang dibuang oleh kondenser besarnya mencapai 63 MW, atau sekitar 58% .

Penelitian ini merupakan salah satu alternatip solusi untuk meningkatkan kinerja PLTU yakni dengan memanfaatkan kalor yang dibuang di kondenser tersebut dan mengkonversinya menjadi tenaga listrik yakni dengan penambahan siklus biner pada siklus temperatur rendah.

Peralatan utama siklus biner ini terdiri dari Evaporator pentane, Turbine pentane, Generator, Condenser pentane, pompa pentane dan pompa air pendingin. Konsep proses operasi siklus biner ini adalah mengalihkan sebagian aliran uap yang semula dibuang kondenser yang exerginya rendah dialihkan ke ekstraksi turbine untuk menaikkan exerginya .Kemudian uap ekstraksi turbin tersebut di salurkan ke evaporator pentane siklus biner dengan fluida kerjanya adalah n-Pentane. Uap pentane yang bertekanan medium dari evaporator pentane dimasukkan ke nozzle turbine pentane, yang selanjutnya menghasilkan energi gerak dan dikonversikan menjadi listrik pada generator.

Hasil simulasi PLTU dengan siklus biner menunjukkan bahwa siklus ini kinerjanya lebih tinggi dibandingkan dengan PLTU konvensional, yakni siklus ini dapat meningkatkan daya sekitar 5%, effisiensi termalnya naik 5% . Walaupun demikian dengan siklus biner awal ini yang selanjutnya dapat disebut sebagai siklus biner satu tingkat tekanan masih menyimpan banyak kalor yang belum dapat dikonversi menjadi tenaga dan kalornya terbuang ke lingkungan melalui kondenser pentane. Limbah kalor ini masih berpotensi untuk dikonversi menjadi tenaga listrik karena besarnya mencapai 57 MW. Untuk itu bila dipasang lagi secara seri tambahan siklus biner dengan tekanan pentane yang lebih rendah yang bisa disebut dengan siklus biner dua tingkat tekanan maka daya pembangkit totalnya akan bisa lebih tinggi.

Hasil simulasi PLTU dengan siklus biner dua tingkat tekanan efisiensinya bisa naik sampai 10% dan power outputnya naik menjadi 123,46 MW atau naik mencapai 13% . dan limbah kalor yang terbuang menurun sampai 10 % lebih rendah atau bisa disebut sistem ini lebih ramah terhadap lingkungan.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori