Posted by: koestoer | Februari 5, 2008

Menulis sambil…

Menulis sambil…

Yah judul diatas sengaja saya hentikan separuh saja karena ingin menyampaikan apa saja yang baru terjadi.

Datanglah pada saya dipagi hari ini Ismud, itu namanya mhs M03. Dia melaporkan hasil kerja prakteknya di Medixe (PT MSU yg kami rintis utk membuat alat kesehatan inkubator bayi). Pertama dia cerita ttg diskusinya dengan Fauzan (M00, skrg mgr pengembangan MSU) ttg topik kerjanya sebulan ini dan apa yg dibahas untuk dikembangkan.

Dari beberapa fokus diantaranya bilirubin bed, hospital bed, infant warmer, fototerapi dan humidity kontrol, kelihatannya akan mengarah pada satu dari sekian banyak tujuan pengembangan. Semua ini termasukdalam neonatal-care atau dalam bahasa kami -Inkubator Bayi dan sekitarnya-. Lembaran paten US dikeluarkan ada gambar selimut bayi yang berisi LED. Jadi fluoresen dari fototerapi digantikan dengan kumpulan LED yang dimasukan dalam selimut bayi karena lebih banyak dibutuhkan panjang gelombang tertentu untuk bisa diserap oleh kulit bayi.

Dalam hati saya: ’Anak ini sdh masuk jalur yang benar, mulai dari paten’. ”Saya terpaksa milih satu pak, karena gak mungkin semuanya di attack”, begitu katanya sambil mengeluarkan empat halaman gambar infant warmer dan unit foto. ”Ini ide baru dengan sistem pantulan pak..” Katanya lagi sambil menjelaskan model baru unit ini. Saya lihat bagian fotonya disamping kemudian detail gambar mulai dari pemantul kaca reflektor arah samping, terpantul keatas lalu dipantulkan balik kebawah dan memfokus ketubuh bayi. ”Subhanallah… ” Tak dinyana sama sekali pengembangannya sudah sampai sedemikian rupa. Dikerjakan oleh mhs kerja praktek bahkan belum skripsi. Tentu kelanjutannya nanti bisa diteruskan jadi skripsi, karena waktu kerja praktek tentu amat terbatas.

”Kami bikin begini soalnya sinar fluoresen itu sebenarnya tidak baik juga utk mata. Sehingga kalo kelamaan dan keseringan perawat malah bisa rusak matanya. Kan bayi suka ditutup matanya… itu semua karena efek negatif fluoresen yang menyebar kemana-mana”.

”Ya okay kalau gitu pelat datar pemantul harus dipotong lebih kecil agar pantulan seluruhnya bisa difokuskan pada badan dan tidak ada yang mengarah ke kepala bayi. Sekalipun begitu toh mata bayi tetap lebih baik ditutup saja biar aman, jangan lupa diselidiki material reflektor dipilih yang angka pantulan nuju 100% dan angka serapannya nuju nol persen. Kamu harus bikin unit ini mendekati sifat blackbody, sekali sinar masuk dia tak bisa keluar lagi”.

Gleg.. saya menelan ludah seakan saya lebih pintar dari dia. Padahal tidak… sama sekali tidak… Anak ini jauh lebih pintar dan cerdas daripada saya.

”Kamu kopi-in ya, mau saya promosiin dari sekarang, biar tahun depan sudah bisa laku dijual, itu baru namanya berhasil…” 

Itulah sekelumit pembicaraan dipagi hari yang sungguh bermakna. Dari asalnya dua tahun lalu kamu membentuk MSU sebagai pembuat alat kesehatan dan berkembang awal dengan susah payah. Sekarang sudah bisa mandiri, menampung mhs kerja praktek dan membimbingnya secara sungguh-sungguh dan terencana. Basis sains teknologi tetap menjadi andalan kami, walaupun itu tidak mudah. Perlu kesabaran dan ketekunan serta kemampuan holistik agar bisa berkelanjutan.

Seperginya mhs tadi, saya tercenung lagi dan menulis artikel ini sambil… menitik air mata.

GUYZ… saya sungguh… T E R H A R U.

(Ral 05 Feb 08 – 11.30).

Tanggapan

Dalam proses pembelajaran memang harus selalu 2 arah kan ya Pak. Prinsip “dosen selalu benar” sudah tidak dapat diberlakukan lagi saat ini.

Perlu diteliti lebih jauh, berapa besar intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh sekumpulan LED tersebut, agar tidak berdampak negatif terhadap bayi. Apa MSU sudah bersinergi dengan FKUI Pak? Mungkin disana sudah banyak peralatan peralatan canggih yang bisa digunakan.

Selamat, semoga MSU tambah maju…

PS : Kalau kelihatannya bisa dipatenkan jangan cerita dulu di blog ini pak, sabar dulu, nanti kalau udah jadi paten baru deh cerita, nanti malah di colong si hantu bolong, hehehe

Pak saya mau tanya, menurut saya, didalam produk kesehatan yang paling utama itu adalah faktor keamanan, apakah sudah diuji dalam waktu yg cukup? Dan hitung2an nya bagaimana, atau trial & error?

Saran, pak klo nulis dibuat paragraph donk, biar nggak pusing bacanya, hehehe..

Agak OOT (out of topic) ni pak Ral. Bole tahu ga any conference di Indo dalam waktu dekat.

Luthfi.-

@ lutfi conference apa ?

Leave a response

Your response:

Kategori