Oleh: koestoer | 27 Nopember 2007

Akhirnya TPB Perform di JakJazz’07

Akhirnya TPB Perform di JakJazz’07

Oleh: Raldi A. Koestoer

This is not the first time and certainly not an end, TPB (The Prof Band) performed in Jazz’s event like this. Last year we were also busy with Java-Jazz as well as JakJazz’06. Wah.. bener gak tuh..wong saya sendiri lupa. Ikut Java-Jazz atau JakJazz tahun lalu, yang rasanya saya kapok untuk ikut karena latihannya yang berat. Namun seperti cerita saya yang lalu kali ini saya prinsipnya Cuma ikut satu lagu saja, jadi boleh gak ikut latihan lagu-lagu yang lain. Dengan demikian latihannya bisa lebih sedikit. Terimalah penghargaan saya pada member yang terus mengikuti latihan dengan rajin, terutama le coup de chapeau (angkat topi) ini ditujukan pada Harry pelatih, Yayi manager, Paulus drummer, Sarlito Saxo, Gotty gitar, Budi Bas, Iyan anggota muda keyboard, Singer Erry Een Nenden Lana. Saya tidak termasuk orang yang perlu dihargai karena..?

You know what ? or better say, you know why ?

Listen to me guyz, I’ve never been on time, frequently absent (bolos melulu). Bilang mau datang ke manager ternyata gak datang. Latihan jam 18-21 datangnya jam 20 jadi satu jam terakhir saja. Sarlito yang biasanya suka nyletuk sinis, kliatannya malah gak ngomong apa-apa, ini karena sebelumnya saya sudah bilang Cuma mau ikut satu lagu saja. Jadi in brief sebenarnya ini namanya NUMPANG TAMPIL DOANG.

Sekalipun demikian di TPB ini memang ada beberapa penyakit. Diantara salah satunya adalah… aransemen sering berubah-ubah karena berbagai hal. Jadi rasanya untuk satu lagu itu saja saya ikut mungkin 3-4x latihan, aransemennya lain dan berubah terus. Tapi bagi saya makin ringan kalau tadinya intro dan interlude musik yang ngisi flute semua tapi yang terakhir saya Cuma intro dan refrain ditengah saja. Jadi makin ringan, namun kenyataannya waktu perform saya salah juga mainnya, untung salahnya itu ditengah bukan di intro jadi gak terlalu kliatan.

 Dan yang selalu mengherankan diantara kesibukan bermusik yang tentu membutuhkan waktu saat latihan bersama band maupun latihan di rumah, kesibukan saya dalam mencari sesuap nasi juga meningkat tinggi. Bahkan jarang-jarang saya meeting hampir tiap malam dengan Budi dll. For many reasons, hampir tiap hari ketemu Budi dan Najib, padahal kontak SMS dan telpon sudah tak terhitung banyaknya. Perkembangan dalam mencari segepok berlian ini terus menerus berubah dari menit ke menit. Begitulah walhasil di hari H tgl 23 Nov 07 jumat, TPB harus tampil jam 18-18.45. Sudah diwanti-wanti agar semua anggota kumpul jam 16.30 di depan pintu masuk istora. Namun jam segitu saya masih terjebak di kuningan. Susah dicritain kenapa, tapi begitulah adanya dan seperti biasanya itulah saat paling stress dalam hidup. Walaupun saya sudah berguru pada alam untuk belajar sabar tanpa batas. Tak urung jua muncul kegelisahan.. Saya balik bertanya sendiri, “Mengapa harus gelisah..?” Bukankah ini event ini tidak menentukan saya hidup atau mati ? Nah itu pernyataan saya sendiri untuk menghibur dan menyabarkan diri selagi nyetir kena macet di kuningan nuju istora. Ingat akan Mestatikung (Mestakung dari Yohannes Surya artinya Semesta Mendukung, Mestatikung sebaliknya Semesta Tidak Mendukung). Makin dekat ke Istora makin macet, makin banyak motor. Dan senjata saya yang utama saya keluarkan karena dalam perjalanan saya sepanjang hayat, cara ini selalu berguna dan almost 100% succesful.. Aneh ya koq bisa begitu. Apa itu caranya..? BERDOA pada Tuhan, semoga saya tetap bisa partisipasi di Jakjazz ini ya Tuhan..Guyz.. percaya gak sih.. nih kejadiannya. Jam 6 lewat lima saya sampai diparkir istora. Dipalaklah saya 10 rb sama tukang parkir, saya bayar saja dengan terburu-buru. Masuk pintu istora.. tentu saja saya ditahan karena tak ada karcis tak ada ID card pass masuk. Tapi saya tunjukkan saja flute saya sambil bilang “Saya anggota The Prof Band, sebentar lagi main”. Lolos lah dan saya berlari sambil nanya 2x dimana letaknya Jajan Stage. Dengan kaget saya lihat semua anggota band sudah ready dan siap di panggung. Semua siap berdiri untuk memainkan lagu pertama. Waktu menunjukkan jam 6.15, dengan gugup saya pasang flute saya, untuk flute ini bu Nenden akan nyanyi Stranger in the Night pada urutan ke 6, sedang lagu lain saya hanya ikutan saja tidak dominan. Gak kedengeran juga gak apa2. Tuh guyz, manjurkan cara dan solusi saya menghadapi persoalan berat dan stress yaitu.. berdoa saja. Ada Prof Benny Hoed yang langsung ngejam dengan harmonika untuk sebuah lagu blues. In brief, penampilan TPB kurang bagus kayanya. Banyak terjadi salah-salah. Penyanyi cilik Lana yang paling banyak dapat sambutan, seperti biasa, ini karena dia umurnya baru 5 th tapi sudah bisa nyanyi lagu jazz L-O-V-E penonton antusias motret. Saya sendiri seperti sudah dicritakan diatas, rada salah dibagian akhir tiupan saya. Tapi biarlah seperti kata Nanta bapaknya si iyan, gak kliatan koq spertinya sudah sama saja kaya yang lain. Selesai tampil istirahat sebentar sambil minum aqua, duduk nenangin diri dan… FORGET IT !!

Mulailah kita jalan-jalan ngeliat performance band lain. And happy with music fan and jazz lovers. Dua band asing saya liat satu namanya agak susah Nausius Paulukas.. gitu kayanya, satu lagi saya lupa. Mereka main musik tanpa penyanyi dan musiknya untuk orang awam kaya saya susah dicerna, kalo boleh saya bilang terus terang, nggak enak didenger.. pemain jazz kan suka gitu, mau enak2an sendiri tanpa ngeliat orang lain. Ini namanya musik egois, yang seneng yang mainnya aja. Penonton yang ada pura-pura seneng juga supaya gak dibilang norak. Ecek2 nggoyangin kepala padahal bosen.

Jam 9 mulailah Elfas bigband and Voice muncul dengan penampilan yang seperti biasa buat saya.. DAHSYAT. Saya itungin mic nya aja untuk penyanyi ada 15 an. Dan memang para penyanyi baik cewe maupun cowo semua luarbiasa. Senang sekali saya melihatnya. Gak percuma jadi juara di Bremen dua tahun yang lalu.

Yang kedua jam 11.15 band yang kliatannya sudah sangat ditunggu oleh penonton muda terutama cewe2nya MALIQ and D”ESSENTIALS. Dan seperti yang sudah saya dengar, penampilan R and B mereka luarbiasa. Penonton kliatan tergila-gila terutama cewe2 teenager mereka ikut goyang dan nyanyi.

Walhasil performance mereka baru selesai jam ½ 1, berarti saya sampai dirumah sudah jam 1 pagi. Seperti biasa diplototin sama istri kan sudah kebal.. jadi biarin aja wong sudah 28 tahun koq begitu mengapa harus marah ? Siapa yang marah aku gak marah Cuma mlotot aja…

Salam, 24 Nov 07 Sabtu 10.10.


Tanggapan

  1. la derniere paragraph est exagere….!!!!

  2. la derniere paragraphe est exagere…!!!


Beri tanggapan

Your response:

Kategori